
Michelle terjatuh dengan luka tembakan pada bagian perutnya, Willy tidak menyangka jika wanita itu sudah melindungi dirinya dari tembakan Rafael.
"Pak Willy! Ma_maafkan Saya, Saya sudah memfitnah Anda, Anda adalah orang baik, Saya sudah jahat sekali kepada Anda," ucap Michelle dengan mendekap luka tembak di perutnya.
"Sudahlah! Jangan banyak bicara, Aku bawa kamu ke rumah sakit." balas Willy sembari mengangkat tubuh Michelle.
"Tidak usah Pak! Percuma saja, Saya tidak mau membebani hidup Pak Willy, Saya akan pergi!" sahut Michelle yang tampaknya sudah mengeluarkan banyak darah dari perutnya.
"Bicara apa kamu! Kamu harus selamat, Aku berhutang nyawa kepadamu!" ucap Willy sembari menatap wajah Michelle yang mulai memucat.
"Sebelum Saya pergi, Saya benar-benar ingin meminta ma_af kepada kalian berdua, pak Willy tidak pernah menyentuhku sama sekali, pak Willy sangat mencintai Anda Nyonya! Semoga cinta kalian abadi selamanya," ucap Michelle disaat-saat terakhirnya.
"Kenapa kamu lakukan ini? Seharusnya kamu biarkan aku tertembak, tapi kenapa kamu korbankan jiwamu Bu Michelle?" seru Willy yang menyesali kejadian ini.
"Jika Anda tertembak, bagaimana nasib istri Anda Pak? Pria itu akan mengambil istri Anda, dan saya tidak rela jika pak Rafael merampas kebahagiaan Anda bersama istri Anda, Setidaknya Pak Rafael harus mendapatkan hukuman yang berat, tolong sekali lagi maafkan Saya!"
"Iya! Kami sudah memaafkan Anda Bu Michelle, tapi Saya mohon bertahanlah, sebentar lagi ambulance akan datang!" ucap Eve yang tampak panik dan kasihan melihat keadaan Michelle yang sudah terlihat pucat karena kehabisan darah.
"Terima kasih banyak Nyonya, Anda memang wanita yang cantik dan baik hati, pantas saja Pak Willy begitu mencintai Anda, terima kasih sudah memaafkan kesalahan Saya, dengan begitu Saya bisa pergi dengan tenang! Selamat tinggal" ucap Michelle dengan nada yang melemah.
__ADS_1
Perlahan namun pasti tatapan mata Michelle berubah menjadi kosong, nafasnya mulai berhenti dan akhirnya Ia menghembuskan nafas terakhirnya di hadapan Eve dan Willy.
"Bu Michelle! Bu Michelle! Bangun Bu! Bu Michelle!" Willy mencoba menggoyang-goyangkan tubuh Michelle, kemudian Willy meletakkan tangannya pada leher Michelle, memeriksa kondisi denyut nadi pada leher Michelle, ternyata denyutan itu hilang dan Michelle telah pergi untuk selamanya.
Eve menatap wajah sang suami, Willy menggelengkan kepalanya dan menandakan jika Michelle Vlora sudah berpulang ke pangkuan Nya.
"Selamat tinggal Michelle Vlora! Semoga Tuhan mengampuni segala dosamu dan menempatkan mu di tempat yang terbaik di sisi Nya." seru Willy sembari menutup mata Michelle.
Eve memeluk suaminya dan terlihat bersedih atas kematian Michelle Vlora, Michelle memang bersalah, tapi tak seharusnya Ia meninggal begitu cepat, apalagi kepergiannya ketika melindungi Willy dari tembakan Rafael.
Semua orang ada dalam acara itu menjadi saksi, jika Rafael Marchetti adalah tersangka tunggal dari penembakan terhadap Michelle Vlora.
Tak berselang lama Petugas kepolisian datang untuk membawa Rafael Marchetti, tanpa perlawanan Rafael pun dibawa ke kantor polisi untuk mempertanggungjawabkan atas perbuatannya. Jenazah Michelle pun dibawa ke rumah sakit untuk di autopsi.
Rafael hanya bisa tertunduk, Dirinya benar-benar hancur saat itu, paman yang menolong nya saat di Singapura, Jason Marchetti pun sudah angkat tangan dan sudah tidak percaya lagi kepada Rafael.
Hari itu juga Eve dan Willy pulang ke Mansion dengan wajah yang tertunduk sedih.
Liora melihat Eve dan Willy tampak terkejut.
__ADS_1
"Willy! Eve! Kalian sudah pulang?" tanya Liora.
"Iya Mommy!" jawab Willy lemas.
"Loh kok pada lemes sih? Apa ada masalah?" tanya Liora penasaran.
Di saat yang bersamaan Ellen datang ke rumah Willy bersama bayinya, Ia datang ingin bertemu dengan Eve dan si kembar. Ellen terlihat mulai masuk dari arah pintu utama, sementara Willy, Eve dan Liora tidak mengetahui kedatangan Ellen bersama bayinya.
"Rafael ... Rafael!" Willy terasa enggan untuk menceritakan karena pastinya berita ini bukanlah berita yang baik, meskipun Rafael telah mendapatkan hukuman yang setimpal, karena cepat atau lambat Ellen pasti mengetahuinya.
"Rafael kenapa?" desak Liora yang begitu penasaran.
"Rafael telah melenyapkan Michelle Vlora." Willy berucap kepada Liora.
Tiba-tiba saja terdengar suara Ellen menyahuti.
"Tidak! Itu tidak mungkin!" ucap Ellen terlihat begitu sedih saat mendengar tentang suaminya yang telah melenyapkan jiwa seseorang.
BERSAMBUNG
__ADS_1
🔥🔥🔥🔥🔥🔥
...Begitu ya bestie, ternyata Michelle yang meninggoy ðŸ¤ðŸ¤...