
"Tolong jangan bilang pada suamiku! Aku tidak mau bertemu dengannya lagi Kak! Aku mohon, dia pasti akan menceraikan Aku dan menjauhkan Aku dari anakku! Aku tidak mau itu terjadi." ucapnya dengan sedih.
"Kami tidak akan memberitahukannya, kamu dan bayimu aman bersama kami, Aku akan memberi pelajaran berharga untuk Rafael!" seru Willy kepada Ellen.
"Terima kasih banyak Pak Willy! Entah apa yang harus saya lakukan untuk menebus kesalahan saya kepada kalian, saya rela melakukan apa saja, tapi saya mohon jangan sakiti suami saya, bagaimanapun juga Dia adalah ayah dari anak ini!" sambung nya sembari memeluk putri kecilnya.
Willy menghela nafasnya berat, bagaimana bisa Ia menjadi trenyuh ketika melihat bayi yang berada dalam dekapan Ellen, dia juga adalah seorang ayah, yang pastinya sangat menyayangi anaknya.
"Baiklah! Aku mengerti maksudmu, Aku tidak akan menyakiti suamimu, tapi Aku akan membuatnya menyesal seumur hidupnya, karena dia sudah menyia-nyiakan kesempatan untuk melihat anaknya lahir ke dunia, Suamimu akan menyesal sudah membuatmu seperti ini." ucap Willy sembari mengusap lembut kepala bayi Ellen.
"Terima kasih, sekali lagi terimakasih banyak untuk semua yang sudah Pak Willy lakukan kepada Saya." ucap Ellen yang diiringi tangisnya yang sesenggukan.
*
*
__ADS_1
*
*
*
Rafael semakin kesal, sudah beberapa hari ini Ia tak juga menemukan keberadaan Ellen.
"Ah.... Sial! Kemana perginya Ellen, kenapa mereka tidak bisa menemukannya, apa jangan-jangan Ellen ... ah tidak-tidak, tidak mungkin mereka meninggalkan aku." seru Rafael sambil memukulkan tangannya pada tembok.
"Rafael! Bagaimana Ellen? Apa kamu sudah menemukannya, sudah tiga hari ini Ellen belum pulang, Mama sangat takut jika terjadi apa-apa pada istri dan bayimu." seru Linda dengan tangis sedihnya.
"Ahh .... Aku pusing melihat Mama yang selalu menangis terus, nangis, nangis, dan nangis terus, bisa diam tidak? Pusing Aku ini." bentak sang menantu yang terlihat semakin kesal.
"Ini semua juga karena salahmu! Kamu sudah membuat Ellen patah semangat, Kamu bilang akan menceraikan nya setelan melahirkan nanti, sekarang Ellen pergi, karena dia tidak mau kamu ceraikan, lagipula Eve tidak akan pernah menjadi milikmu, Eve sudah tidak mungkin lagi menoleh kepadamu, untuk apa kamu menyiksa dirimu sendiri, Eve sudah menjadi milik William Anthony, dan selamanya akan seperti itu." mendengar ucapan Linda, Rafael semakin meradang, apalagi nama William Anthony selalu disebut-sebut.
__ADS_1
"Diaaaamm!"
Sejenak Linda terkejut dengan suara Rafael yang keras. Wanita paruh baya itu tampak gemetar saat Rafael menatapnya penuh kemarahan.
"Sekarang juga, pergi dari rumah ini! Aku tidak mau melihat wanita seperti mu ada di rumahku, pergi! Cepat pergi!" titah Rafael sembari mengangkat tangannya menunjuk ke arah luar agar Linda segera pergi dari rumahnya.
Perlahan Linda pergi ke luar, Ia telah diusir oleh menantunya sendiri, Linda begitu bingung, entahlah dia akan pergi kemana, Linda sudah tidak punya apa-apa lagi, kecuali Ellen.
"Ya Tuhan! Mungkinkah ini sebuah pelajaran untukku, karma ini ku dapatkan begitu sesak, Aku kehilangan segalanya, sesuatu yang pernah aku rampas dari putri tiriku, sekarang semuanya hilang, Aku sangatlah berdosa, Aku benar-benar jahat, Ampuni Aku Tuhan!" gumamnya sembari membawa tas besar yang berisi sisa-sisa barang miliknya, dan itu hanyalah berupa pakaian Linda.
Linda keluar dari rumah mewah Rafael, langkahnya berjalan entah kemana, wanita tua itu tampak sangat kacau, terkadang Ia duduk di atas trotoar ketika dirinya merasa lelah dan kepanasan, bahkan untuk mengisi perutnya Linda terpaksa meminta-minta dan memohon belas kasih dari orang-orang sekitar.
BERSAMBUNG
🔥🔥🔥🔥🔥🔥
__ADS_1