Office Boy Ku CEO Ku

Office Boy Ku CEO Ku
Dua puluh menit


__ADS_3

Sementara di rumah, Eve tanpa sengaja melihat sebuah dokumen milik Willy yang tertinggal di atas meja.


"Astaga! Kok bisa ketinggalan sih!"


Eve berinisiatif untuk memberikan langsung dokumen itu kepada suaminya, karena dokumen itu bukan dokumen sembarangan, maka dari itu Ia yang akan mengantarkan dokumen itu sendiri kepada suaminya.


"Loh cah ayu, mau kemana Kamu Nduk?" tanya Liora yang melihat Eve tampak sedang membawa sesuatu di tangannya.


"Ini dokumen suamiku Mom! Tadi dia lupa membawanya, Saya akan mengantarkan nya sendiri," jawab Eve.


"Oh gitu, ya wes lah, hati-hati!"


"Iya Mom!"


Kemudian Eve pergi mengantarkan dokumen itu kepada suaminya, dengan diantar oleh supir, Eve akan memberikan kejutan untuk suaminya.


Sementara di ruangan Willy, pria itu tampak mencari-cari sesuatu, Ia tampak bingung, dimana Ia meletakkan dokumen penting itu, sementara dokumen itu harus ada untuk rapat nanti.


"Aduh ... kemana juga tuh dokumen, Aku kok jadi pikun gini sih, perasaan tadi sudah kubawa," Willy menegang kepalanya, betapa dirinya belum juga menemukan dokumen yang dimaksud.


Tiba-tiba saja seseorang mengetuk pintu ruangan direktur utama PT Megantara, dan spontan Willy menyuruhnya masuk tanpa melihat kearah pintu.

__ADS_1


Eve pun akhirnya mulai masuk ke dalam ruangan Willy, dilihatnya sang suami yang sibuk mencari sesuatu.


"Apa yang kamu cari sayang!"


Tiba-tiba suara itu membuat Willy terkejut dan spontan Willy membalikkan badannya.


"Sayang! Kamu di sini? Kenapa Kamu kemari, apa Kamu kangen padaku?" ucapnya sembari menghampiri Eve yang tampak menyembunyikan sesuatu di belakangnya.


Eve membalasnya dengan senyuman dan menunjukkan dokumen itu kepada suaminya.


"Itu! Ya ampun ternyata tertinggal di rumah, astaga! Kenapa Aku tidak mengingatnya," Willy tampak menggelengkan kepalanya.


Willy menerima dokumen itu dan segera meletakkan kembali di atas meja kerjanya. Sementara Eve minta izin untuk pulang karena tugasnya untuk mengantarkan dokumen itu sudah selesai.


"Ada apa lagi? Tugasku sudah selesai Sayang, dokumen itu sudah kamu terima, sekarang Aku mau pulang," ucapnya sembari menatap mata Willy yang tampak berbinar melihat kedatangan istrinya.


"Kalau Aku tidak mau kamu pergi, bagaimana?" Willy menatap wajah Eve penuh gairah.


"Memangnya apa yang ingin kamu lakukan sayang?"


Tiba-tiba saja Willy berbicara logat Jawa yang membuat Eve rindu dengan sosok Jaka.

__ADS_1


"Mbak e neng kene wae loh, ngancani Jaka sedelo, paling cuma rong puluh menit wes mari, gelem Yo Mbak? Ayo lah Mbak Eve, Aku wes Ra kuat, ngempet Ket isuk Iki, Jian kemeng neng aku weruh sampeyan teko mrene, ayo mbak Eve tanggung jawab Iki,"


(Mbak di sini saja loh, menemani Jaka Sebentar, paling cuma dua puluh menit sudah selesai, mau ya Mbak? Ayolah Mbak Eve, Aku sudah tidak kuat, nahan dari pagi, sangat cenut-cenut saat melihat kamu datang kemari, ayo mbak Eve tanggung jawab ini,")


"Yakin dua puluh menit?" Eve tampak menaikkan alisnya, karena Dirinya tahu bagaimana Willy memiliki durasi bercinta yang cukup lama. Minim tiga puluh menit Willy berdiri kokoh di atas tubuh istrinya.


"Iya, tentu saja!"


Willy meraih pinggang Eve dengan cepat.


"Tapi sayang! Nanti kalau ada yang nyari kamu, Boy atau karyawan yang lain, gimana?" Eve tampak masih takut melakukan itu di dalam ruangan Willy.


"Tidak akan! Mereka tidak akan mencariku, came on baby, Kamu sengaja kan datang ke sini untuk menggodaku?" bisik Willy yang kini semakin mempererat pelukannya.


Menciumi aroma tubuh sang istri membuat Willy benar-benar tidak bisa menahan gejolaknya, Eve benar-benar dibuat kewalahan oleh sang suami, betapa Willy pintar sekali menemukan titik sensitif dari wanita yang sudah menjadi miliknya itu.


Dua gundukan itu sudah menyembul keluar dari tempatnya, di sana Willy bermain sangat profesional sekali, bermain dengan lidahnya dan sesekali menyesapnya kuat-kuat, membuat si empunya hanya bisa geleng-geleng kepala.


BERSAMBUNG


...CUKUP 😁

__ADS_1


...


__ADS_2