
Dan seperti biasa jam istirahat pun telah tiba, semua karyawan terlihat keluar dari kantor untuk mencari tempat makan atau sekedar beristirahat, melepaskan penat setelah beberapa jam mereka disibukkan dengan kegiatan kantor, namun berbeda dengan Eve, hari ini Ia benar-benar tidak mau keluar dari ruangannya.
"Eve! Kamu nggak makan? Jangan bilang kalau kamu nggak nafsu makan gara-gara dicium pak Willy." sindir Veren
"Apa sih Veren! Suka banget deh godain aku" umpatnya kesal. Alinda terkekeh melihat Eve yang tampak malu-malu.
"Ya udah kalau kamu nggak mau keluar, hmm ... kamu minta dibelikan apa nih, entar kami bawakan untukmu." tawar Alinda
"Nggak usah repot-repot, Aku lagi malas makan aja" Eve tetap bersikeras.
"Eve! Jangan gitulah, kamu itu sedang hamil loh, kasihan kan bayi kamu, Dia juga butuh makan dari Ibunya" ucapan Veren membuat Eve terpaksa untuk mengikuti ucapan teman-temannya.
"Oke ... Aku ikut! Tapi Aku tidak mau lama-lama diluar" ucapnya sembari berdiri dari duduknya.
Akhirnya ketiga wanita itu pergi keluar kantor, namun tiba-tiba saja pandangan mereka terganggu oleh Pria yang terlihat masuk ke dalam kamar mandi dengan tergesa-gesa, dibelakangnya ada Boy yang mengikuti Pria itu masuk ke dalam kamar mandi.
"Eh ... bukannya itu pak Willy ya?" tanya Alinda yang sengaja melihat Willy saat masuk ke dalam kamar mandi.
"Mana?" Eve dan Veren tampak memperhatikan kamar mandi yang terdengar seperti suara orang yang sedang muntah-muntah.
__ADS_1
Mereka bertiga mendekati kamar mandi itu, penasaran apakah benar itu suara Willy yang sedang muntah-muntah.
Sementara itu di dalam kamar mandi, Boy tampak memijit tengkuk Bosnya yang sedang mengeluarkan isi dalam perutnya.
"Aduh Tuan muda! Anda masuk angin kali" ucap Boy menebak.
Setelah Willy mengeluarkan seluruh isi dalam perutnya, kemudian Ia mencuci muka dan mencoba mengatur kembali nafasnya.
Boy melihat Willy yang terlihat lemas, tidak seperti biasanya, Willy saat itu terlihat begitu pucat dan kurang sehat.
"Tuan muda, Anda tidak apa-apa kan?" tanya Boy serius.
"Nggak tahu nih, tiba-tiba saja perutku terasa sangat mual, huffftt" Willy tampak memegang perutnya.
"Nggak usah nggak usah, Aku udah agak mendingan" balas Willy sembari mengencangkan ikatan dasinya.
Kemudian Willy membuka pintu kamar mandi, alangkah terkejutnya Dia melihat tiga wanita yang sedang berdiri di depan pintu kamar mandi, Eve, Veren dan Alinda tampak terkesiap melihat sosok yang muncul dari balik pintu kamar mandi.
"Pak Willy!" ucap ketiganya
__ADS_1
Terlihat Veren dan Alinda bergeser di balik punggung Eve, menyembunyikan wajahnya yang takut berhadapan dengan Willy.
Eve menatap wajah Willy yang terlihat pucat, dan spontan Ia bertanya kepada pria yang sudah membuatnya pusing itu.
"Anda sakit pak Willy?" tanyanya cemas.
"Kenapa kamu perduli kepadaku?" Willy balik bertanya.
"Melihat keadaan Anda yang seperti saat ini, apa saya harus senang? Jingkrak-jingkrak gitu, Anda pucat sekali" jawabnya yang terlihat cemas.
"Aku nggak tahu, tiba-tiba saja perutku terasa sangat mual, padahal tadi pagi tidak apa-apa" jawab Willy menjelaskan, namun tiba-tiba saja Veren berceletuk.
"Pak Willy muntah?" tanyanya sambil menyembulkan kepalanya di balik punggung Eve.
Willy menganggukkan kepalanya.
"Wah ... gejala Anda mirip sekali dengan orang hamil Pak, eh... uppss" Veren menutup mulutnya, Ia merasa lancang telah mengatakan hal itu kepada Bosnya.
"Aku hamil, Kamu jangan bercanda" Willy terkekeh
__ADS_1
BERSAMBUNG
🔥🔥🔥🔥🔥