Office Boy Ku CEO Ku

Office Boy Ku CEO Ku
Kita nikah saja


__ADS_3

Di saat Veren telah siap untuk merasakan hukuman dari Boy, tiba-tiba saja Boy melepaskan kedua tangannya dari wajah Veren. Dan sontak apa yang dilakukan Boy itu membuat Veren membuka kedua matanya.


Boy pergi menjauh dari posisi duduk Veren sekarang, sembari melihat layar laptop nya. Sementara itu Veren masih sangat terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Boy. Kenapa pria itu tidak menciumnya, padahal baru saja Dia bilang bahwa akan menghukum Veren apabila terbukti dirinya tidak bersalah.


"Emm ... apa ada masalah?" tanya Veren yang masih penasaran dengan sikap Boy tiba-tiba.


"Tidak ada! Jika Kamu ingin pulang, pulang saja! Aku tidak melarang!" jawab Boy sembari Sibuk memeriksa laptopnya.


"Loh ... kok Dia malah ngusir Aku sih! Tadi merengek minta Aku melihat CCTV itu, sekarang di suruh pergi begitu saja,"


Veren yang tidak terima dengan perlakuan Boy, Veren mencoba protes kepada pria yang kini sedang duduk di sampingnya.


"Dengar Ya! Aku tidak mengerti apa maksudmu? Bukankah tadi persetujuannya jika Aku salah maka kamu cukup mencium ku saja, tapi sekarang kenapa pergi? Terus ciuman itu dimana?" sontak apa yang dikatakan oleh m Veren itu membuat Boy segera mendekati Veren dan segera menciumnya.


"Eh eh ... mmpptt,"


Awalnya Veren merasa ciuman itu adalah sebuah paksaan, tapi lama-lama Veren merasa ciuman itu terasa sangat lembut dan penuh gairah, apa yang dilakukan oleh Boy seketika membuat wanita itu terhanyut, Veren terlihat memejamkan matanya dan merasakan betapa lembutnya sentuhan itu pada bibirnya.

__ADS_1


"Gila ... ini benar-benar mendebarkan, Aku benar-benar merasakan kehangatan dalam dirinya," gumam Veren sembari membalas kecupan Boy dengan lembut.


Setelah di rasa cukup oleh Boy, Boy segera melepaskan ciumannya dari bibir Veren, namun apa yang terjadi, Veren merasa itu belum cukup bagi dirinya, sejenak Boy memandang wajah Veren yang masih terlihat memejamkan matanya dengan bibir yang sedikit terbuka, perlahan mata Veren mulai terbuka dan dilihatnya Boy yang masih berada di depannya.


Veren merasa dirinya belum puas menikmati ciuman itu, dengan cepat Veren meraih bibir itu lagi, mencium bibir Boy lebih dalam dari sebelumnya. Boy yang terkejut dengan sikap Veren yang ternyata masih menginginkannya, membuat Boy semakin semangat untuk memberikan sentuhan yang membuat bulu kuduk berdiri.


"Gila nih cewek! Mainnya minta cepet, Aku bilang juga apa, ketagihan kan Kamu!" gumam Boy yang terus mengeksplorasi dan mellumat bibir indah Veren.


Saking asiknya mereka berciuman, hingga tak terasa ponsel Boy berdering, namun Boy seolah tidak mendengarnya, Ia masih asyik dengan ciuman panasnya bersama Veren.


"Kita nikah saja! Sepertinya jika dilanjutkan ciuman ini akan berakhir pada hal yang lebih jauh, Aku tidak mau merusakmu," sontak apa yang diucapkan oleh Boy tersebut membuat Veren sangat terkejut, ternyata Boy masih ingat batasan, Veren tersenyum dan berkata.


"Apa Kamu mau menikah denganku?" tanya Veren dengan malu.


"Kenapa tidak?" jawab Boy sembari mencium tangan Veren.


"Serius?" Veren benar-benar tidak percaya dengan apa yang diungkapkan oleh sang asisten pribadi Willy.

__ADS_1


"Sangat serius, apa Kamu tidak mau menikah denganku?" Boy balik bertanya.


Veren tersenyum malu dan membuang wajahnya, Boy meraih wajah cantik itu lagi dan berkata "Aku ingin sekali mencium bibir ini lagi, tapi nanti saat kita bertemu pada malam pengantin kita, hmm!" ucapnya sembari menaikkan ujung bibirnya.


Veren tampak malu-malu kucing saat Boy mengatakan hal itu kepadanya.


BERSAMBUNG


🔥🔥🔥🔥🔥


...Hadeh gimana sih Veren, nah kan ternyata nyantol juga sama si Boy 😁...


*


*


*

__ADS_1


__ADS_2