
Di dalam kamar Apartemen nya, Eve tampak sudah siap dengan gaun pengantin super mewah yang di datangkan dari luar negeri khusus untuk calon mempelai wanita William Anthony, calon istri Direktur utama PT Megantara, Eve sangat terlihat cantik hari itu.
Tak ketinggalan kedua teman Eve, Alinda dan Veren selalu membersamai Eve, dari makeup sampai Eve sudah siap datang ke tempat akad nikah mereka berdua yang diadakan di sebuah gedung pernikahan.
Veren dan Alinda begitu takjub melihat kecantikan Calon Nyonya William Anthony tersebut. Benar-benar hari itu Eve sangat terlihat cantik sekali.
"Astaga! Eve kita pangling banget loh melihat Kamu secantik ini, gimana Pak Willy nggak tergila-gila coba, melihat Kamu seperti ini, Aku yakin nih Pak Willy nggak bakalan ngijinin Kamu keluar dari kamar sama sekali, hmm ... pasti di kempit terus biar nggak lepas," celetuk Veren menggoda Eve.
Alinda tampak tertawa kecil mendengar ucapan Veren.
"Eh ... Bener-bener tuh, bakal ngabisin sampo tiap hari nih," sambung Alinda ikut menggoda Eve.
"Kalian berdua nih ngomong apa sih! Nggak jelas banget," jawabnya sambil tersenyum malu-malu.
"Cie ... yang lagi persiapan malam pertama, eh ... tapi Kamu kan udah malam pertama, terus hmm .. ini pasti malam yang kedua, iya nggak sih," celetuk Veren sekali lagi.
__ADS_1
"Salah ... malam ke empat," jawaban Eve tiba-tiba membuat kedua temannya membulatkan mata.
"What? Malam ke empat?" seru keduanya saling menatap dan menggelengkan kepalanya.
"Gila ... udah malam ke empat aja Kamu, ya percaya sih Pak Willy tuh modelnya suka ndusel-ndusel gitu, aihhh .... nggak nyangka kita, ternyata Kamu udah berkali-kali mendesaah dengannya," seru Veren sembari menaikkan alisnya.
"Ya ampun Eve! Emang sih kalian tuh, bikin hati kita baper banget, kemesraan kalian tuh tiada duanya," ucap Alinda.
"Bener-bener, Aku nggak bisa bayangin gimana entar pas udah jadi istrinya, bisa-bisa setiap hari diajak berpetualang, ah otakku udah traveling kemana-mana, Kamu nya aja yang kuat Eve, Pak Willy itu kayaknya staminanya besar, bener nggak sih?" ucap Veren menebak.
"Omaigad! Semoga aja punya Boy juga besar ...eh!.uppss!" tiba-tiba saja Veren keceplosan menyebut nama Boy di hadapan kedua temannya.
Tentu saja Eve dan Alinda tampak terkejut saat mendengar Veren tiba-tiba menyebut nama asisten pribadi Willy tersebut.
"Siapa? Boy? Asisten pribadi pak Willy?" tanya Alinda penasaran. Veren mengangguk malu.
"Jadi ... Kamu udah jadian sama Dia? Wahh selamat ya, Eve sebentar lagi bakal ada yang nyusul Kamu nikah," seru Alinda.
__ADS_1
"Oh iya! Hmm ... ada yang sedang menyusul Akan nikah nih, selamat ya teman ... Aku ikut senang mendengarnya," ucap Eve sembari tersenyum.
"Hehehe, iya Dia ngajak nikah setelah Pak Willy dan Kamu resmi, aduuhhh tapi Aku takut banget," ucapnya sembari merremas-rremas kedua tangannya.
"Takut kenapa?" tanya Eve.
"Takut ... anu ... itu! Kalian tahu kan, gini-gini Aku tuh masih utuh," ucap Veren dengan wajah yang tampak gugup.
"Nggak sakit kok, enak malah" jawab Eve singkat dengan tersenyum kepada kedua temannya.
"Hah ...!" Veren tampak membuka mulutnya mendengar kesaksian dari Eve.
"Udah ah, ayo kita berangkat ... mobilnya sudah nungguin kita dari tadi, kita nya sibuk ngoceh mulu," seru Eve sembari berdiri berjalan keluar dari kamarnya.
BERSAMBUNG
🔥🔥🔥🔥🔥
__ADS_1