Office Boy Ku CEO Ku

Office Boy Ku CEO Ku
Lepaskan Saya Pak


__ADS_3

"Apa maksud Bapak? Saya akan memanggilkan dokter untuk mengobati luka Anda Pak!" seru Eve menjelaskan.


"Tidak perlu, lukaku tidak terlalu parah, Aku bisa mengobatinya sendiri" Willy tetap bersikeras untuk memanggil dokter.


"Terserah Bapak saja, tapi jangan salahkan Saya jika pak Willy kenapa-kenapa" ucap Eve sembari masuk untuk mengambilkan kotak obat untuk Bosnya itu.


Dan setelah beberapa saat Eve datang dengan membawa kotak obat, Willy sesekali mengerang kesakitan saat luka itu terasa nyeri sekali.


Eve berusaha membantu Willy untuk mengobati lukanya.


"Apa yang kamu lakukan?"Willy berkata saat Eve berusaha membuka penutup kain yang menutupi luka di lengan Willy dari sobekan roknya itu.


"Saya akan bersihkan luka bapak, biar tidak infeksi." jawabnya sambil membuka perlahan ikatan kain itu.


Dengan sangat pelan Eve membuka kain yang membalut lengan Willy, hingga akhirnya lilitan kain itu terlepas dari lengan Willy yang terluka.

__ADS_1


Sangat terlihat luka sayatan pisau itu cukup panjang dan melukai lengan kekar Willy sebelah kiri, Eve mencoba membersihkan luka Willy dan memberikannya obat antiseptik agar lukanya tidak terinfeksi. Namun Eve merasa kesulitan saat ingin mengobati luka Willy, Eve terpaksa menyuruh Willy untuk melepaskan kemejanya yang tentu saja sudah berlumuran darah.


"Maaf Pak! Saya tidak bisa mengobati luka Anda jika Bapak masih memakai kemeja ini, lebih baik Bapak lepas saja" titah Eve agar Willy melepaskan kemejanya.


"Ya ... ya, awas loh jangan sampai kamu tergoda" jawab Willy sembari melihat wajah Eve yang bersemu merah. Eve terlihat memalingkan wajahnya agar mata cantiknya tidak ternoda melihat badan kekar Willy.


Willy mulai membuka kancing kemejanya, nampaklah sangat jelas perut sixpack yang terpampang jelas pada tubuh Willy, kemudian perlahan kemeja itu Willy letakkan di atas sofa, kemeja yang terlihat terkena noda darah dari luka di lengannya. Dan kini Willy tampak bertelanjang dada dengan luka di lengan kiri atas.


"Sudah! Aku sudah melepaskan kemejanya" seru Willy kepada Eve.


"Aduh kain kasanya mana ya?" Eve mencoba mencarinya kali aja terjatuh, ternyata setelah Eve mencarinya, tetap saja memang tidak ada, Eve lupa membawanya.


"Sebentar pak, Saya ambil kain kasanya dulu, sepertinya ketinggalan di dalam" ucapnya sembari pergi mengambil kain kasa.


Setelah beberapa saat Eve kembali dan membawa kain kasa, Eve masih terfokus pada luka di lengan Willy dan beberapa luka lebam di wajah Willy, tanpa berpikiran melihat punggung laki-laki itu.

__ADS_1


Dengan telaten Eve membersihkan luka sayatan pada lengan Willy kemudian Eve memberikannya obat, dan setelah itu Ia membalut lukanya dengan perban. Kemudian Eve beranjak mengusap luka yang ada di pelipis Willy yang sedikit berdarah, Willy menatap dalam-dalam wajah Eve, betapa wanita itu telah membuatnya gila. Sama halnya dengan Eve, kali ini dirinya terpaksa menyentuh wajah Willy dan tatapan mata itupun langsung bertemu.


Willy meraih tangan Eve dan menciumnya dengan lembut, lagi-lagi ada desir aneh yang mulai muncul secara tiba-tiba, dan kali ini lebih besar dari biasanya, karena tangan Eve menyentuh dada bidang Willy.


Eve menggelengkan kepalanya, dirinya berharap tidak ingin terhanyut dalam suasana yang diciptakan oleh Willy. Spontan Eve berdiri dan menjauhi Willy, namun sia-sia saja, Willy menahan tangan Eve agar tidak pergi menjauh darinya.


"Lepaskan Saya Pak! Ini sebaiknya tidak boleh terjadi, jauhi Saya Pak, Saya mohon!" rengek Eve agar Willy melepaskan tangannya.


"Tapi Aku tidak bisa melepaskanmu Eve, Aku tidak bisa!" Willy tetap menahan tangan lembut itu agar tidak pergi darinya.


Eve terlihat berontak dan ingin melepaskan tangannya dari genggaman tangan Willy, namun Willy justru menarik kuat-kuat tangan Eve hingga akhirnya mereka berdua terhempas di atas sofa dengan posisi Eve menindih tubuh Willy.


Willy tersenyum smirk, Ia tahu jika Eve begitu merindukan dirinya, terlihat dari degup jantungnya yang semakin cepat.


BERSAMBUNG

__ADS_1


🔥🔥🔥🔥🔥🔥


__ADS_2