Office Boy Ku CEO Ku

Office Boy Ku CEO Ku
Sayur lodeh


__ADS_3

Hari itu juga acara makan malam pun telah dipersiapkan khusus untuk calon menantunya, selain para pelayan yang memasak untuk makan malam spesial ini, Liora sendiri juga memasak khusus untuk calon menantunya.


"Mbak Yem! Sayur lodeh e wes siap po Ra? Ndang di gowo mrene, mantuku ben weruh rasane masakan morotuwo,"


(Mbak Yem! Sayur lodehnya sudah siap belum? Cepat dibawa kesini, menantuku biar tahu rasanya masakan mertua) seru Liora kepada sang asisten rumah tangga.


"Injih Nyonya! Sampun manton, jian mantul tenan ini Nyonya,"


(Iya Nyonya! Sudah selesai, benar-benar mantul ini Nyonya) jawab Mbak Yem sembari membawa panci berisi sayur lodeh, masakan khas Jawa.


Eve tersenyum melihat gaya berbicara Liora kepada asisten rumah tangga nya, pantas saja Willy sangat pandai memakai logat Jawa meskipun wajahnya sangatlah terlihat bule, mirip dengan Almarhum sang Ayah, Jeffry Anthony.


Terlihat Mbak Yem menaruh sayur lodeh itu di atas meja makan, banyak berbagai macam menu istimewa, tapi nyatanya Eve justru lebih tertarik dengan sayur lodeh buatan calon mertua.


Mbak Yem sang asisten rumah tangga melihat Eve yang duduk di kursi meja makan, Mbak Yem sangat bahagia melihat Tuan mudanya akhirnya bisa nyantol juga pada seorang wanita.

__ADS_1


"Duh Gusti, memang jian ayu tenan mbak Eve, pantas wae Tuan muda kesemsem, Saya ikut bahagia akhirnya Tuan muda akan menikah,"


(Duh Gusti, memang cantik sekali Mbak Eve, pantas saja Tuan muda terpesona, Saya ikut bahagia akhirnya Tuan muda akan menikah) seru Mbak Yem sembari tersenyum bahagia.


"Terima kasih Mbak Yem! Sebentar lagi Dia akan tinggal bersama kita di rumah ini, mbak Yem akan semakin senang, karena sebentar lagi akan ada tangis seorang bayi di rumah ini," pernyataan Willy membuat wanita paruh baya itu terkejut.


"Loh maksudnya opo toh Tuan muda!" wanita itu tampak garuk-garuk kepala. Bukankah Tuan muda nya baru saja memperkenalkan calon istrinya, kenapa tiba-tiba saja Dia bilang Eve akan membawa seorang bayi ke rumah ini.


Liora tersenyum melihat ekspresi asisten rumah tangga nya itu, kemudian berkata.


(Mbak Yem! Willy itu sudah nabung duluan, sekarang Aku akan segera memiliki cucu, besok rumah ini akan ramai oleh tangis bayi, yaitu cucuku, putranya Willy yang sekarang ada di dalam kandungan Eve) ungkap Liora yang membuat Mbak Yem tersenyum.


"Owalah, Tuan muda nih jian nggak sabaran toh, yo mesti wae ra sabar, pancen Mbak Eve ayu tenan kok e!"


(Oh begitu, Tuan muda ini benar-benar tidak sabaran ya, ya tentu saja tidak sabar, memang Mbak Eve cantik sekali) seru wanita itu tersenyum pada Willy.

__ADS_1


Willy terkekeh melihat ekspresi sang asisten rumah tangga.


"Ya tentu saja Aku tidak tahan melihatnya toh Mbak Yem! Siapa yang nahan digoda oleh wanita secantik ini, mubazir lah kalau ndak di pancal, tak gas terus Mbak Yem, ora tak rem blas, blong wes!" balas Willy yang diiringi tawa semuanya.


Eve sungguh tak mengira jika Willy begitu pintar berbahasa Jawa, dan Dia pun sangat ramah terhadap asisten rumah tangga nya, padahal di Kantor, sosok William Anthony terkenal sangat tegas kepada siapapun, Dia begitu profesional, di Kantor Ia menjadi pemimpin yang tegas dan disiplin, tapi di rumah Dia menjadi sosok yang ramah, baik dan hangat kepada siapa saja, dan terlebih lagi saat di ranjang, Willy menjadi sosok yang sangat lembut yang mampu membawa wanitanya tidak berdaya, mampu membawa wanitanya terbang melayang.


"Aku begitu bahagia mendapatkan laki-laki sepertimu sayang! Entah lah mungkin ini kebahagiaan yang datang seusai badai berlalu, kamu datang disaat hatiku hancur, dan kini Aku akan berikan semua hidupku untukmu, hanya untukmu William Anthony!"


Eve menatap Willy yang sedang tertawa, betapa wajah laki-laki itu tidak bosan untuk dipandang.


Willy menoleh dan berkata.


"Apa yang kamu lihat?"


BERSAMBUNG

__ADS_1


🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥


__ADS_2