Office Boy Ku CEO Ku

Office Boy Ku CEO Ku
Netta meninggal dunia


__ADS_3

Tak berselang lama Willy mulai tiba di rumah sakit, ditemani sang asisten yang selalu setia mendampinginya, Willy dan Boy segera mencari keberadaan Liora dan Eve yang sudah tiba duluan di rumah sakit.


Tak butuh waktu lama untuk Willy mencari keberadaan Ibu dan Istrinya, Willy melihat Liora tampak sedang berbicara dengan seorang dokter yang sudah siap dengan baju operasinya. Eve melihat kedatangan sang suami yang datang menghampirinya.


"Sayang! Bagaimana apa yang terjadi? Tadi Aku di telepon dari rumah sakit jika Netta ...!" Willy tidak melanjutkan kata-katanya.


Liora yang terkejut mendengar penuturan sang anak tampak membulatkan matanya.


"Apa maksudmu Willy? Netta kenapa? Dari tadi Mommy ingin sekali bertemu Netta, ayo sekarang kita temui Dia, sembari menunggu dokter melakukan operasi transplantasi jantung untuk Tantemu," ucapan Liora sontak membuat Willy bahagia, akhirnya ada orang yang baik hati sudah mendonorkan jantungnya untuk sang Tante.


"Apa benar itu Mommy? Tante Amara akan segera dioperasi, Syukurlah! Lalu dimana keluarganya, Aku akan memberikan imbalan besar untuk keluarganya, berkat kebaikan hatinya, Ia telah berhasil menyelamatkan nyawa seseorang, Aku ingin sekali bertemu dengannya Mommy!" seru Willy yang penuh dengan wajah gembira, namun di balik itu ada sesuatu yang sedikit membuat nya sedih, baru saja ia di telepon oleh pihak rumah sakit, jika Arnetta Marchetti telah meninggal dunia.


"Pihak rumah sakit merahasiakan nya sayang, jadi kita tidak bisa mengetahui siapa orang yang sudah mendonorkan jantungnya untuk Tante Amara, karena itu permintaan dari orang yang bersangkutan," ucap Eve kepada suaminya.


Willy mengusap wajahnya kasar, Ia sangat menyesalkan tidak bisa bertemu dengan orang yang sudah mendonorkan jantungnya kepada sang Tante.

__ADS_1


"Oh iya Willy, ayo kita temui Netta, sedari tadi Mommy menunggumu untuk datang bersama ke kamar Netta, ada sesuatu yang ingin Mommy katakan kepada mu, tentang siapa sebenarnya Arnetta Marchetti," ungkap Liora yang membuat Willy mengernyitkan dahi.


"Kita tidak bisa menemuinya lagi Mommy!" sesal Willy sembari duduk di kursi tunggu. Liora pun ikut duduk bersama sang anak dan menanyakan apa yang sebenarnya terjadi.


"Apa maksudmu Nak? tanyanya sambil menepuk pundak Willy.


Willy perlahan menoleh ke arah sang ibu dan berkata.


"Arnetta Marchetti sudah meninggal dunia Mommy!"


"Tidak mungkin! Itu tidak mungkin, kamu pasti bercanda kan Willy? Netta tidak mungkin meninggal secepat ini," sesal Liora yang sangat ingin bertemu sekali dengan putri lain suaminya.


"Itu benar Mommy, baru saja Willy dapat telepon dari rumah sakit, yang menyatakan Netta sudah meninggal dunia," ungkap Willy yang membuat Liora semakin menangis. Dan itu membuat Willy bertanya-tanya, kenapa sang Ibu menjadi melankolis sekali saat mendengar Netta meninggal dunia.


"Mommy! Kenapa Mommy malah menangis?" tanya Willy sembari menatap wajah sang Ibu yang terlihat menangis tersedu-sedu.

__ADS_1


"Kamu belum tahu siapa Netta sebenarnya, Nak!" ucapnya dengan terbata-bata.


"Apa maksud Mommy, Netta itu adalah wanita yang berusaha melenyapkan Willy, apa Mommy tidak ingat, bagaimana perlakuan nya kepada keluarga kita, Dia sudah membuat Tante Amara seperti sekarang, dan Dia hampir saja membuat Willy kehilangan segalanya, termasuk ingatan Willy terhadap orang-orang yang Willy sayangi, Dia itu wanita jahat Mommy, Dia tidak perlu ditangisi, sudahlah Mommy, kita tidak perlu melihatnya, sebagai tanda penghormatan mungkin kita datang di saat Ia dikebumikan," ucap Willy yang membuat Liora tak mampu menahan tangisnya yang semakin menjadi.


Tiba-tiba saja seorang suster membawakan sebuah kertas yang Ia tulis tadi atas permintaan dari Netta untuk yang terakhir kalinya.


"Permisi Tuan! Ini ada titipan dari Almarhum Nyonya Netta," seru sang perawat sembari memberikan kertas itu kepada Willy.


"Apa ini? Surat?" tanyanya kepada Sang suster.


"Nyonya Netta menyuruh saya menuliskan sesuatu untuk Tuan William Anthony sebelum beliau menghembuskan nafas terakhirnya," kata sang suster yang membuat semuanya terhenyak.


BERSAMBUNG


🔥🔥🔥🔥🔥

__ADS_1


__ADS_2