Office Boy Ku CEO Ku

Office Boy Ku CEO Ku
Merasakan kehadiranmu


__ADS_3

Eve telah tiba di rumahnya, Ia berjalan sedikit lemas, hari ini Ia gagal menemukan Jaka, tapi ada satu hal yang mengganjal hatinya, pertemuannya dengan William Anthony yang secara tidak sengaja saat berhenti di lampu merah itu, membuatnya sedikit terusik, tatapan mata itu, tatapan mata yang sama persis dengan yang dimiliki Jaka, tatapan yang mampu membius Eve kedalam pelukan Jaka, dan itu tidak akan pernah Eve lupakan.


"Mereka memang orang yang berbeda, tapi mereka memiliki satu kesamaan, bola mata itu, aku tidak akan pernah melupakannya" Sejenak Eve menghempaskan tubuhnya di atas tempat tidurnya. Matanya terpejam, entahlah ia merasa sosok Jaka ada pada diri Willy, bosnya sendiri, seolah Ia melihat Jaka dalam bola mata itu.


"Jaka! Aku merasa kamu dekat sekali denganku, aku tidak bisa menemukanmu, tapi aku bisa merasakan kehadiranmu, kembalilah padaku sayang! Demi anak kita." ucapnya lirih sembari mengusap perutnya yang masih terlihat rata.


Eve bangkit mencoba melupakan pertemuannya dengan Willy tadi.


"Tidak tidak, Pak Willy bukan Jaka, dan Jaka bukanlah pak Willy! Mereka berbeda, dan aku harus bisa menahan perasaan ini saat bertemu dengan pak Willy, tapi apa aku bisa menatap bola matanya, seolah aku sedang memandang Jaka...ah sial kenapa aku jadi begini, Eve Eve Eve kendalikan dirimu, pak Willy itu CEO kamu, bukan Jaka Office Boy kamu" ucapnya pada diri sendiri. Kemudian Eve beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Eve menatap dirinya dalam cermin, betapa bayangan percintaannya dengan Jaka kemarin, menyisakan bekas stempel cinta pada lehernya, tak terlalu merah tapi cukup banyak jumlahnya, menyebar hingga area dadanya, bisa dibayangkan bagaimana Jaka menyusuri setiap inci tubuh Eve tanpa terkecuali.

__ADS_1


*


*


*


Sementara itu di waktu yang sama, di dalam kamar mewah itu, Willy tampak merenggangkan ikatan dasinya, ia lepaskan jasnya dan ia beranjak pergi ke kamar mandi, hari itu Willy terlihat sebagai sosok yang sangat gagah, tubuh atletisnya begitu nyata, Ia menyiramkan air ke seluruh tubuhnya, hingga ia tersadar ada bekas gigitan atau tanda cinta yang terletak di dada sebelah kirinya, Willy mengernyitkan dahinya, apakah sebelum kejadian itu, dirinya telah bercinta dengan seseorang?


"Tanda ini? Siapa yang telah memberikannya?" Willy merabanya dan terlihat bekas gigitan itu sangat sensual, Ia meyakini jika dirinya memang telah melakukan hubungan itu sebelum dirinya lupa ingatan.

__ADS_1


"Siapa wanita yang sudah bersamaku? Apakah Eve? Ah tidak mungkin dia melakukannya denganku, dia sedang hamil, lalu siapa wanita itu? Aku harus menanyakannya kepada Boy" ucapnya sembari menggosokkan sabun ke seluruh tubuhnya, dan lagi-lagi bayangan wajah Eve terlintas dalam benaknya.


"Eve! oh Shiiit...dia lagi dia lagi, nggak ada bosannya dia lewat di kepalaku" rutuknya pada diri sendiri.


Setelahnya Willy keluar dari kamar mandi, dengan handuk putih yang ia lilitkan pada perutnya, Willy terlihat sangat gagah dengan tato naga yang selalu menghiasi punggungnya yang berotot.


Willy membuka lemari pakaiannya, ia mencari baju ganti untuk dirinya, namun dirinya begitu terkejut saat menemukan underwear milik seorang wanita, tersimpan dalam lemari bajunya. Willy mengambilnya dan melihatnya intens.


"Apa ini? Kenapa aku menyimpan benda ini?" Willy tampak mengerutkan keningnya, benda berwarna putih dengan hiasan renda berwarna pink.

__ADS_1


BERSAMBUNG


🔥🔥🔥🔥🔥


__ADS_2