Office Boy Ku CEO Ku

Office Boy Ku CEO Ku
Tebar-tebar pesona


__ADS_3

Eve tersenyum dan menatap kedua temannya.


"Kalian tahu, ternyata selama ini Jaka hadir bersama kita di sini," ucapan Eve membuat kedua wanita itu semakin tidak mengerti.


"Maksud Kamu apa Eve! Jaka hadir di sini? Tapi mana? Dia tidak ada di Pantry, Dia tidak mengambilkan kita minum, malah tuh ada Office Boy baru yang udah gantiin Jaka, terus Jaka kemana?" tanya Alinda serius.


"Tapi kalau Jaka sudah datang, terus gimana dong dengan pak Willy? Aduhh pasti bakal berantem tuh mereka berdua, ya ampun Eve, kamu nggak bercanda kan! Terus kalau Jaka dan pak Willy saling ketemu, gimana dong!" ucap Veren khawatir.


"Ya nggak gimana-gimana, biasa aja," jawab Eve santai.


"Hah ... !" kedua wanita itu melototkan matanya.


"Eve! Udah deh ya, Kamu jangan bercandain kita deh, kamu pasti bohong kan jika Jaka itu sudah datang, kalaupun Jaka datang beneran, pasti bakal berabe masalah kalian, secara pak Willy juga mengakui bayi itu sebagai anaknya, nah si ayah kandung sekarang sudah datang, aduuhhh kok mumet sih Aku," ucap Veren sembari garuk-garuk kepalanya.


Eve tampak tersenyum, Dia berhasil mengerjai dua temannya itu, dan tiba-tiba saja terdengar suara Boy memanggil Eve.


"Eve! Kamu sudah ditunggu tuh di ruang rapat, dalam lima belas menit kamu harus siap!" seru Boy kepada Eve untuk mengikuti rapat bersama Willy di ruang meeting.


"Oh iya Pak Boy!" jawab Eve.

__ADS_1


Boy melihat Veren yang tampak garuk-garuk kepalanya.


"Hei ... Kamu kenapa? Rambut mu ada kutunya ya?" seru Boy kepada Veren.


Veren menatap Boy kesal, enak saja laki-laki itu bilang rambutnya ada kutunya.


"Diiih, harap Pak Boy bisa jaga mulut ya! Rambut cakep gini dibilang ada kutunya, rambut pak Boy tuh yang nggak pernah sisiran, rambut dibiarin berantakan, nih kepala ane pusing pak, mumet!" jawabnya ketus.


"Biasa aja dong kalau jawab, nggak usah ngegas juga kali, Eh ini rambut model terbaru, nggak perlu pakai sisir, biarpun rambut ku semrawut, dasar aku ini memang udah ganteng dari sono, ya pastinya tambah kece dong!" kata Boy sambil memegang rambutnya yang sedikit ikal tampak menutupi sebagian wajahnya, alih-alih meniru model rambut artis Korea, justru membuat penampilan Boy terkesan lucu dan menggemaskan.


Alinda dan Veren tiba-tiba tertawa melihat Boy yang sedang memegangi rambutnya, Boy yang menyadari jika kedua wanita itu tengah memperhatikannya, sontak berucap kepada keduanya.


Veren dan Alinda memutar bola matanya, kedua wanita itu tiba-tiba pergi dan duduk di kursi kerjanya masing-masing meninggalkan Boy yang sedang tebar-tebar pesona.


"Eh ... eh kok malah pergi, awas aja ya kalau kalian naksir beneran entar, bakal Aku tolak," ucap Boy sangat percaya diri.


Dalam hati kedua wanita itu terkekeh.


"Astaga! Ada-ada saja orang ini," gumam Veren sembari menatap wajah Boy sekilas.

__ADS_1


"Tapi ... dilihat-lihat, sebenarnya nih cowok cakep juga, coba aja rambutnya nggak digituin, pasti kelihatan lebih keren," gumam Veren sembari menatap Boy tanpa berkedip. Boy yang menyadari itu langsung berseru kepada Veren yang tengah memandanginya.


"Heh ... apa lihat-lihat, mulai naksir ya!" seru Boy yang langsung membuat Veren terkejut.


"Hiii GR banget Anda! Sorry ya Saya tuh nggak bakalan naksir sama Bapak, ogah banget," balas Veren sembari mengerucutkan bibirnya.


Eve tersenyum melihat tingkah Veren.


"Sudah-sudah, Aku ke ruang meeting dulu, nanti siang kita makan di tempat biasa," ucap Eve kepada dua temannya.


Veren dan Alinda melihat Eve berjalan keluar dari ruangan kantornya, diikuti Boy yang berada di belakangnya sembari memberikan kecupan jauh kepada kedua wanita itu.


"Diiihh ... Hoek,"


Boy tertawa melihat mereka berdua yang tampak salah tingkah.


BERSAMBUNG


🔥🔥🔥🔥🔥🔥

__ADS_1


__ADS_2