Office Boy Ku CEO Ku

Office Boy Ku CEO Ku
Morning sickness


__ADS_3

"Sayang plis, jangan lakukan itu lagi, Aku sudah keramas loh ya! Lebih baik Kamu mandi dan kita sarapan! Aku sudah lapar sekali, ayo mandi gih!" seru Eve kepada Willy yang sedang melakukan sesuatu pada dirinya, kemudian Eve beranjak duduk sehingga Willy terpaksa mengurungkan niatnya untuk bermain lagi di sana.


"Ya udah, Yo wes lah kalau kamu lapar, kita sarapan aja, Aku ndak mau nanti Kamu semaput gara-gara Aku, Aku mau mandi dulu!" Willy beranjak berdiri dengan tubuh polosnya, sejenak Eve tersenyum tipis melihat saat Willy sedang berjalan menuju kamar mandi, betapa badan kekar sempurna dengan tato naga menghiasi punggung nya, terlihat lucu dengan bawah yang terlihat menjuntai lemas, tampak oleng ke kanan dan ke kiri, membuat wanita itu sedikit menahan tawanya.


Willy masuk ke dalam kamar mandi dan mulai menutup pintunya, tiba-tiba saja Dirinya melihat Eve yang tampak sedang tertawa. Willy sejenak menahan pintu dan berkata kepada istrinya.


"Lapo ngguyu! Seneng yo nguwasne adhikku!"


(Kenapa tertawa! Suka ya melihat adhikku!" Willy berkata sembari tersenyum smirk.


"Hah ... diih siapa juga yang ketawa, udah mandi sana!" Eve tampak malu dan memalingkan wajahnya. Willy kembali menutup pintu kamar mandi.


Eve beranjak pergi keluar kamarnya, tiba-tiba saja terdengar suara muntah -muntah dari dalam kamar mandi, sejenak Eve berhenti dan Ia segera menuju kamar mandi, karena suara itu jelas-jelas suara Willy yang sedang muntah-muntah.

__ADS_1


Eve membuka pintu dan melihat Willy yang tampak muntah-muntah, Eve segera menghampiri Suaminya dan mencoba membantu Willy dengan memijit tengkuknya.


Setelah rasa mual muntah nya sedikit berkurang, Willy tampak sedikit lemas, tiba-tiba saja perutnya terasa sangat mual saat mencium aroma sabun mandi.


"Kamu kenapa Sayang?" tanya Eve sembari mengusap lembut wajah Willy.


"Perutku mual banget mencium wangi sabun ini, tolong Kamu bawa pergi, Aku tidak suka," pinta Willy agar Eve membuang sabun mandi itu.


"Nggak usah pakai sabun pun Aku tetap wangi, lagipula Kamu juga tetap suka, kan!" ucapnya sembari menjauhkan dirinya dari aroma sabun mandi itu.


"Hmm ... ya sudah, biar Aku bawa sabun ini keluar, tapi Kamu sudah nggak apa-apa, kan?" tanyanya kepada sang suami, seolah Eve tak tega meninggalkan suaminya sendiri, sang suami rupanya masih mengalami morning sickness yang biasa dialami oleh Ibu-ibu yang sedang hamil muda.


"Nggak apa-apa!" jawabnya lemas. Kemudian Eve meletakkan botol sabun itu sedikit jauh dari suaminya, kemudian Eve mencoba memandikan sang suami dengan menggunakan air shower yang Ia siramkan di atas tubuh sang suami.

__ADS_1


"Sini! Aku mandiin, Maaf ya Sayang!" ucap Eve dengan telaten mengusap lembut tubuh suaminya yang sedang mandi.


"Untuk apa?" tanya pria bertato itu.


"Gara-gara Aku, Kamu setiap hari harus mengalami hal seperti ini, harusnya Aku yang merasakannya," Eve berkata sembari menatap wajah sang suami.


Willy tersenyum dan mengusap lembut wajah sang istri.


"Untuk apa Kamu minta maaf, lagipula Aku tidak masalah, itu tandanya ikatan batin kita sangat kuat, sehingga Aku bisa merasakan apa yang seharusnya Kamu rasakan, yang terpenting bayi kita tetap sehat, karena Kamu dan Dia adalah segalanya," Willy berkata sembari mencium kening istrinya.


BERSAMBUNG


🔥🔥🔥🔥🔥

__ADS_1


__ADS_2