
Malam ini tampaknya Eve sedang berdiri di atas balkon kamar tidur mereka, menatap malam yang penuh bintang, betapa hatinya begitu bahagia, Ia tak menyangka jika dirinya akan dikaruniai dua anak sekaligus, Eve mengusap perutnya pelan , berbisik pada sang jabang bayi.
"Sayang! Mommy sangat ingin sekali bertemu dengan kalian, Mommy sudah tidak sabar ingin menggendong kalian berdua, cepatlah besar, kehadiran kalian membuat hidupku berubah, hari-hari yang dulu terasa sepi, sekarang penuh dengan kasih sayang dari orang-orang yang menyayangiku, Mommy Liora begitu menyayangiku seperti putrinya sendiri,"
Tiba-tiba saja ada tangan yang melingkar sempurna pada pinggang Eve dan berbisik di telinga wanita cantik itu.
"Mbak Eve ngapain di sini, katanya kangen sama Jaka?"
Eve membulatkan matanya dan langsung membalikkan badannya, Eve begitu terkejut saat melihat sosok Jaka ada di depan matanya.
"Jaka!" seru Eve sembari mengusap wajah sang Office Boy yang tak lain adalah Suaminya sendiri, William Anthony.
Eve meraba setiap lekuk wajah Jaka, dari tompel di pipi kirinya, hingga kumis tipis yang menghiasi wajah sederhana Jaka, nyatanya membuat Eve tersenyum.
"Astaga Sayang! Bagaimana bisa Kamu berubah seratus delapan puluh derajat seperti ini, benar-benar penyamaran yang profesional, hingga Aku benar-benar tidak mengenal wajah William Anthony di sini, selama berbulan-bulan Aku bersama Jaka di kantor, tapi Aku benar-benar tidak menyadarinya, jika itu adalah Kamu." ucap Eve sembari menatap mata suaminya.
Willy tersenyum dan menyelipkan rambut Eve yang tampak menutupi wajah cantiknya.
__ADS_1
"Tapi ada satu yang membuatmu mengenal sosok Jaka," ucapnya sembari mendekati wajah Eve dan akhirnya berakhir pada ciuman hangat di bawah indahnya suasana malam ini.
Dalam cahaya temaram di malam itu, Eve dan Jaka menikmati ciuman hangat yang membuat keduanya terhanyut dalam hasrat yang menggelora, entahlah sudah sering kali mereka melakukan itu, tapi tak ada bosan-bosannya kedua pasangan itu untuk memadu kasih.
Sejenak Eve melepaskan ciumannya dari bibir suaminya dan berkata, "Ciuman ini rasanya tetap sama, karena Aku tahu ciuman ini hanya dimiliki oleh suamiku, Jaka ataupun Willy dua-duanya sudah membuatku tergila-gila," ucapnya dan setelah itu Eve kembali menautkan bibirnya kembali.
Hingga akhirnya spontan Willy mengangkat tubuh istrinya untuk masuk ke dalam kamar mereka, Eve bergelayut mesra pada leher Willy dan sesekali menyandarkan kepalanya pada dada bidang itu.
Willy mengangkat tubuh istrinya dengan gagahnya, pria bertubuh tegap itu begitu mesra menatap wajah wanitanya penuh cinta. Hingga akhirnya tibalah tubuh sang istri Dia tidurkan pelan-pelan di atas ranjang mewah mereka.
Willy beranjak berdiri namun tiba-tiba saja Eve menahan tangannya dan menarik tubuh sang suami hingga Willy berada di atas tubuhnya.
Willy tersenyum dan berkata, "Aku cuma sebentar, Aku ingin melepas kulit sintetis ini," balas Willy sembari menunjuk wajahnya yang Ia tutupi dengan kulit palsu.
"Tidak usah, biarkan saja seperti itu, lagipula Kamu ataupun Jaka, tetaplah kalian satu orang, dan pastinya rasanya tetap sama, bentuknya pun juga sama, tidak akan pernah berubah." ucap Eve sembari tersenyum.
Willy tampak terkekeh mendengar ucapan istrinya.
__ADS_1
"Oh iya! Hmm ... Kamu ingin merasakannya lagi?" tanya Willy dengan senyum smirk nya.
Eve membalasnya dengan senyuman dan anggukan, hingga satu kalimat yang membuat Willy semakin terbakar gairah.
"Setiap hari Aku ingin merasakannya." ucapnya dengan ekspresi malu-malu.
BERSAMBUNG
🔥🔥🔥🔥🔥🔥
*
*
*
*
__ADS_1
Hai hai bestie, sambil menunggu author update bab berikutnya, mampir dulu yuk ke karya bestie aku Neng syantik yang berjudul PENDAWA (PESONA JANDA ANAK DUA) ramaikan gaes ceritanya seru banget loh 🔥🔥