Office Boy Ku CEO Ku

Office Boy Ku CEO Ku
Puting beliung


__ADS_3

Michelle rupanya sudah sampai di kantor lebih dahulu, tapi dirinya masih memikirkan pria suruhannya yang mendadak menghilang saat makan siang tadi, Michelle sedikit panik dan bertanya-tanya kenapa pria itu tiba-tiba menghilang.


"Anton kamu dimana sih, nomornya nggak aktif lagi, kemana sih tuh orang?" ucapnya lirih sembari mengecek nomor Anton yang sudah tidak aktif lagi. Anton adalah pria sewaan yang disuruh Michelle untuk membantu rencananya menjebak Willy.


FLASHBACK On


Terlihat seorang wanita yang sedang duduk sembari berbicara kepada seorang pria di sebuah cafe, Michelle Vlora tampak sedang menumpukan satu kakinya keatas paha sembari berbicara kepada seorang pria yang bernama Anton.


"Kamu harus bisa mengambil gambar Willy saat dia sedang bersamaku, kamu ambil fotonya sebagus mungkin, seolah-olah Aku dan Dia begitu mesra, dan setelah itu sebarkan foto itu di medsos, Aku ingin melihat reaksi semua orang saat melihat foto kami berdua, dan pastinya dunia tidak akan menyangka jika William Anthony adalah seorang yang munafik." ucapnya sembari menghisap rokok.


"Kamu jangan khawatir, itu pekerjaan yang sangat mudah, tapi untuk imbalannya berapa yang aku dapatkan?" tanya Anton dengan tatapan nakalnya.


"Aku beri kamu 20 juta, tapi ... untuk saat ini Aku beri lima juta dulu, setelah pekerjaan mu beres, Aku beri sisanya." jawab Michelle sembari memberikan cek kepada Anton.


Anton menerima cek tersebut dan mengipaskannya pada wajahnya seraya berkata, "Aku tunggu janjimu, tapi ingat jika Aku berhasil dan kamu tidak juga memberikan sisanya, maka rahasia mu akan Aku bongkar." seru Pria itu sembari menenggak minuman di atas meja.


Michelle tersenyum jahat dan berkata, "Kamu bisa pegang kata-kataku." jawabnya sembari membayangkan bagaimana keadaan William Anthony saat dunia tahu jika Willy ternyata pria yang doyan dengan perempuan, sementara popularitas seorang Willy dikenal sebagai pengusaha yang jauh dari kata wanita dan tidak ada satupun wanita yang digosipkan dekat dengan seorang William Anthony. Hingga tiba-tiba saja William Anthony memutuskan untuk menikahi karyawannya sendiri yang tak lain adalah Evelyn Angelina.


"Sebentar lagi Pak Rafael akan senang melihat ini, dan Aku akan mendapatkan komisi yang banyak, setidaknya Aku juga bisa dekat dengan seorang William Anthony, sasaran yang begitu hot, dia memang begitu sangat mempesona." gumam wanita berambut pirang itu.


FLASH BACK OFF


*


*


*


*


Setelah beberapa menit akhirnya mobil mewah milik William Anthony tiba di kantor PT Megantara, Ia turun dengan begitu elegan, terlihat Boy tampak menunggu bosnya dengan sabar. Willy menghampiri Boy dan berkata. "Bagaimana dengan pria itu?" tanyanya sembari berjalan masuk ke kantor utama.

__ADS_1


"Dia aman Tuan muda! Ngomong-ngomong kenapa Anda menangkap fotografer itu?" tanya Boy penasaran.


"Dia kaki tangan Michelle, mereka berdua ingin menjebakku." jawabnya.


"Oh ... jadi mereka berdua sindikat, Saya jadi penasaran siapa yang sebenarnya mengirim wanita itu?" Boy terlihat sedikit berpikir, karena selama ini Ia tahu betul jika Willy tidak mempunyai musuh.


"Tentunya orang ini sudah mengetahui siapa diriku, Dia sudah tahu kelemahan ku, pasti Dia pernah berhubungan dengan kita." jawab Willy menebak.


Boy terus mengikuti langkah Willy menuju ruang Direktur, namun tiba-tiba saja mereka berdua melihat Michelle yang tampak sedang berjalan bingung.


"Hati-hati Tuan muda! Ada bebek mentok di sana!" seru Boy sembari menunjuk Michelle yang sedang berdiri mengutak-atik ponselnya.


"Apa? Bebek mentok, wah ... Enak tuh kalau di masak, jadi bebek rica-rica." jawab Willy sambil bercanda melihat arah telunjuk Boy, sang asisten.


Keduanya terkekeh melihat body Michelle yang kelewat batas seksi, semuanya serba besar, dari ujung kaki sampai ujung rambut sangat terlihat hasil editan dan rombak tubuh wanita berkulit eksotis itu. Bibir yang sengaja di tebalkan, buah dada yang di sumpal dengan silikon, sementara yang disebut bebek mentok oleh Boy entah di sumpal dengan silikon atau kapuk, yang jelas penampilan Michelle sangat lah abnormal.


"Gila tuh mentok, gedenya keterlaluan, gimana pas buang angin tuh, pasti kayak ****** beliung, hiii ngeri!"


"Husss ... jangan ketawa, istrimu lagi hamil, entar anakmu kayak dia loh." ucap Willy lirih.


"Dihh amit-amit, jangan sampai deh .... Anda harus berhati-hati dengan ular berbisa ini Tuan muda, Dia udah sering menjebak beberapa pengusaha kaya dengan body nya itu, jangan sampai Anda tergoda." seru sang asisten.


"Kamu pikir Aku sebodoh itu, wanita seperti Dia tidak pernah kulihat kehadirannya, Aku hanya membutuhkannya untuk membawaku kepada Tuannya, dan Tuannya pasti pernah dekat dengan kita, Aku yakin itu." ucapnya serius.


Tiba-tiba saja Michelle menyadari kehadiran Willy dan Boy yang sedang berjalan menuju ruang kantor Direktur.


Michelle tersenyum bahagia, rupanya Willy sudah datang, sehingga Ia akan menerapkan rencana selanjutnya.


"Hmm ... kali ini Aku pasti berhasil, kita tunggu saja pak Willy! Bagaimanapun juga Anda pasti bertekuk lutut di hadapan Michelle Vlora," gumam Michelle dengan senyum smirk.


Perlahan wanita itu berjalan mendekati Willy dan Boy, sedangkan Boy tampak seperti membaca mantra saat Michelle mendekati mereka.

__ADS_1


"Duh Gusti Pangeran! Tolong selamatkan kami dari wanita jadi-jadian ini, semoga Engkau melindungi kami ya Tuhan, Plis Plis Tuhan ... lindungi kejantanan kami hanya untuk istri-istri kami ... Aamiin."


Willy tampak melirik ke arah Boy, dalam hati Willy sangat terkekeh dengan ucapan asistennya itu, namun demi profesionalitas Ia menyembunyikan ekspresi wajahnya dengan berpura-pura tersenyum kepada Michelle yang sedang menghampirinya.


"Hai pak Willy. Senang bisa bertemu Anda lagi." serunya kepada Willy.


"Saya pun begitu, Saya juga senang melihat wanita secantik Anda lagi Bu Michelle!"


"Hoek!"


Terdengar suara muntahan dari arah belakang Willy yang tak lain adalah sang asisten yang spontan melakukan hal itu saat mendengar Willy memuji Michelle. Michelle tampak terkejut dengan suara itu.


"Pak Boy! Anda kenapa?" tanya Michelle menyelidik.


Boy tampak terkesiap saat Michelle menanyakan hal itu kepadanya. Boy terlihat salah tingkah.


"Oh ... hehehe Sa_saya tidak apa-apa Bu Michelle, perut saya tiba-tiba mual dan pingin muntah, ah mungkin karena istri saya sedang hamil, jadi sebagai suami yang setia, saya pun ikut merasakan nya." alibi Boy sembari tersenyum. Willy tampak tersenyum kecil melihat sang asisten.


"Oh ... jadi istri pak Boy sedang hamil, selamat ya pak, saya ikut senang." jawab Michelle.


"Terima kasih Bu Michelle, ngomong-ngomong apa Anda juga tidak mengucapkan selamat untuk pak Willy?" tanya Boy kepada wanita itu.


"Selamat? Memangnya Pak Willy ulang tahun?" jawab Michelle menerka.


"Bukan Bu Michelle, pak Willy Direktur kita ini sedang menantikan kelahiran putra kembar nya yang tinggal beberapa bulan lagi akan segera lahir." jawab Boy .


"Apa? Pak Willy sudah punya istri?" tanya Michelle yang tidak tahu jika Willy sudah menikah dan akan mempunyai anak.


"Kenapa Pak Rafael tidak bilang padaku, jika si tampan ini sudah punya istri? Hmm sayang sekali, tapi aku penasaran seperti apa istrinya William Anthony ini, tentunya Aku lebih seksi daripada dia." gumam Michelle percaya diri.


BERSAMBUNG

__ADS_1


🔥🔥🔥🔥🔥🔥


__ADS_2