Office Boy Ku CEO Ku

Office Boy Ku CEO Ku
Wajah terakhir Netta


__ADS_3

"Kalau begitu Saya permisi dulu, Saya harus mengantarkan jenazah ke ruang operasi," pamit suster tersebut setelah memberikan surat Netta kepada Willy.


Willy menerima surat itu dan mulai membacanya.


"William Anthony, aku Arnetta Marchetti menyatakan permintaan maafku yang sebesar-besarnya kepadamu dan juga kepada seluruh keluarga D'angelo, maafkan aku jika selama ini aku sudah berusaha merebut sesuatu yang belum tentu menjadi milikku, aku sadar jika apa yang sudah aku lakukan adalah kesalahan terbesar dalam hidupku, dan untukmu William Anthony, kita sesungguhnya adalah saudara, ayahku adalah ayahmu juga, dan ayahmu adalah ayahku, kita lahir dari rahim yang berbeda, tapi kita tercipta dari satu orang pria yang sama, Jeffry Anthony ... setelah kamu membaca surat ini, mungkin aku sudah pergi untuk selamanya, tapi degupan jantungku masih terdengar dalam tubuh Nyonya Amara"


"Sekali lagi maafkan aku, adikku! Selamat tinggal ... Arnetta Marchetti,"


Seusai membaca surat itu, tangan Willy bergetar, Ia remas surat itu, dan dirinya duduk terkulai di atas kursi tunggu, Ia mengusap wajahnya dan tak terasa air mata seorang William Anthony terjatuh, dan itu membuat Eve sangat terkejut dan mencoba mencari tahu apa yang ditulis dalam surat itu, Eve mengambil kertas yang berada dalam genggaman tangan suaminya, kemudian Ia mulai membacanya.

__ADS_1


Eve membulatkan matanya dan benar-benar tidak percaya, jika Netta menuliskan pesan terakhir kepada suaminya, dan akhirnya Willy mengetahui jika Netta adalah saudara seayah.


Eve memeluk sang suami yang tampak bersedih, Liora pun membaca pesan terakhir dari Netta yang ditulis untuk William Anthony, Liora tidak bisa berkata apa-apa, semuanya sudah terjadi dan sekarang Netta sudah pergi untuk selama-lamanya. Meninggalkan degupan jantungnya yang akan Ia tinggalkan dalam raga sang adik.


Dan tak berselang lama, jenazah Netta yang sudah tertutup kain putih melintas di depan mereka, jenazah yang akan dibawa ke ruang operasi itu pun mendapat perhatian dari Willy dan Liora.


Willy menghentikan petugas membawa jenazah itu, kemudian Willy bertanya jenazah siapa yang mereka bawa.


"Ini jenazah Nyonya Arnetta Marchetti Tuan, kami akan segera membawanya ke ruang operasi, karena operasi transplantasi jantung akan segera dilakukan," ucap seorang suster yang ikut mengantar jenazah Netta tersebut.

__ADS_1


"Netta!" Liora tampak mendekati jenazah putri suaminya dengan sang sekretaris Audrey, tampak Liora tak sanggup untuk membuka kain penutup yang menutupi wajah Netta yang pastinya sudah memucat. Liora memalingkan wajahnya, sementara itu Eve mencoba menenangkan sang mertua dengan memeluk Liora dan menenangkannya.


Willy yang sedari tadi penasaran ingin melihat benarkah ini jenazah Netta yang tak lain adalah kakak lain ibu, dengan tangan yang gemetar Willy mencoba membuka penutup putih itu dan ingin segera menyaksikan wajah orang yang sudah mendonorkan jantungnya kepada sang Tante.


"Sreeeppp" dan kain itupun mulai terbuka sedikit demi sedikit, tampaklah wajah pucat putih itu sedang menutup matanya, Willy memejamkan matanya dan air mata itu pun lolos dari mata seorang William Anthony.


Spontan Willy memeluk jasad Netta yang sudah terbujur kaku, tangisan itu pun pecah, kesedihan yang mendalam, kenapa baru sekarang Dirinya tahu jika Netta adalah saudara nya, kalau saja dari dulu Ia tahu kebenarannya, pasti Dia akan memberikan hak-hak Netta, tapi kenapa baru sekarang Netta berbicara jika Dirinya adalah saudara perempuannya.


"Ya Tuhan! Kenapa Aku baru mengetahui semua ini, kalau saja Aku tahu dari dulu, Aku tidak akan membiarkan Netta berbuat jahat seperti ini, Aku akan memberikan haknya, karena Dia juga adalah anak dari Daddy," sesal Willy sembari menatap wajah terakhir kakak tirinya.

__ADS_1


BERSAMBUNG


🔥🔥🔥🔥🔥


__ADS_2