Office Boy Ku CEO Ku

Office Boy Ku CEO Ku
Pengakuan William Anthony


__ADS_3

Rafael benar-benar terkejut melihat dirinya dihadang oleh orang-orang Willy.


"Siapa kalian, minggir Aku mau pergi!" seru Rafael sembari menerobos pagar betis beberapa anak buah Willy, namun sia-sia saja Rafael melarikan diri, karena anak buah Willy dengan cepat menangkapnya.


"Hei ... lepaskan Aku! Kenapa kalian melakukan ini kepadaku, kalian belum tahu siapa Aku ha!" hardik Rafael kepada orang-orang yang sudah menangkap nya.


Sementara itu Netta yang melihat sang adik tengah dipegangi oleh beberapa orang itu, terlihat menghampiri mereka.


"Hei ... lepaskan adikku! Dasar berandal, lepaskan Dia!" seru Netta sembari memukul-mukul lengan orang-orang yang memegangi tangan Rafael tersebut.


Willy yang melihat itu, menghampiri Netta dan Rafael.


"Cepat bawa Rafael ke polisi, Dia harus mempertanggung jawabkan atas perbuatannya!" tiba-tiba saja Netta mendengar perintah Willy tentang penangkapan Adiknya.


Anak buah Willy langsung membawa Rafael dan menyerahkannya kepada pihak yang berwajib.


"Willy! Apa yang sudah kamu lakukan pada Adikku?" tanya Netta dengan tatapan sinisnya. Willy menatap balik wajah Netta yang terlihat kesal.


"Apa kamu juga ingin menyusul Adikmu ke penjara?" ucap Willy dengan serius.

__ADS_1


"Apa maksudmu?" wanita itu tampak sangat penasaran.


"Rafael pernah melakukan percobaan pelenyapan kepada Jaka Suyanto, dan hampir saja Jaka kehilangan nyawanya," balas Willy yang masih memberi tanda tanya kepada Netta.


"Apa? Jaka Suyanto? Rafael mau melenyapkan Jaka Suyanto? Untuk apa kamu membela Office Boy itu, sangat tidak berguna, cepat bebaskan Adikku," seru Netta memaksa.


"Tidak semudah itu Rafael bebas, karena Jaka Suyanto sebenarnya adalah ... William Anthony, Aku adalah Jaka Office Boy itu," ungkap Willy yang membongkar siapa jati diri Office Boy sederhana yang bekerja di perusahaan itu beberapa bulan yang lalu.


"Apa? Ja_jadi ... Jaka adalah William Anthony!" ucap Netta dengan mata yang membola.


"Iya ... Aku sengaja menyamar sebagai Jaka, untuk mengetahui siapa saja yang sudah mengkhianati perusahaan ku, dan tentunya Aku sudah menemukan orang-orang itu, yang tak lain adalah Om Wira dan Kamu tentunya." ucap Willy sembari menunjuk ke arah Netta.


Willy menatap Netta dengan tatapan yang tajam, Netta terdiam ternyata selama ini Willy berubah menjadi Jaka, setiap hari Netta bertemu Jaka, dan saat itulah Netta tidak perduli dengan kehadiran Jaka, Dia terlihat bermesraan dengan Wira meskipun Jaka ada di depan mereka, dan sekarang Dirinya tahu jika sebenarnya Jaka adalah William Anthony.


Willy bersimpuh di hadapan Eve dengan berkata.


"Maukah Kamu menikah denganku, Evelyn Angelina?" Willy menatap mesra wanita yang kini sedang mengandung anaknya itu.


Eve terharu melihat keseriusan Willy, perlahan Eve menganggukkan kepalanya dan berkata.

__ADS_1


"Iya ... Aku mau! Aku mau menikah denganmu!" jawabnya dengan mata yang berkaca-kaca.


Willy menyematkan cincin berlian pada jari manis Eve dan menciumnya lembut. Sontak seluruh undangan memberi tepuk tangan kepada mereka berdua.


Willy bangkit dan segera memeluk Eve ke dalam pelukannya, betapa wajah bahagia terpancar dari keduanya, Liora tampak mengusap air matanya melihat kekuatan cinta mereka berdua.


Alinda dan Veren pun ikut menitikkan air matanya melihat kebahagiaan Eve dan juga Willy.


"Mereka berdua benar-benar membuatku terharu, ya ampun kapan Aku bisa mendapatkan pasangan seperti pak Willy, Eve beruntung banget." ucap Veren sembari melihat mereka berdua yang tengah berpelukan.


Tiba-tiba saja Boy berdiri di samping Veren.


"Pasti ada, Tuhan sudah menciptakan kaumnya berpasang-pasangan, siapa tahu saja jodohmu sudah dekat, tapi Kamu belum menyadarinya," ucapan Boy membuat Veren sedikit berpikir, apa yang dikatakan laki-laki di sampingnya itu mungkin memang benar.


"Iya ... mungkin saja," balasnya sembari tersenyum kepada Boy.


"Aihh ... kalau senyum manis juga nih cewek!"


gumam Boy sembari membalas dengan senyuman.

__ADS_1


BERSAMBUNG


🔥🔥🔥🔥


__ADS_2