
Eve terpaku melihat sekelebat bayangan Netta yang sedang melambaikan tangannya dan tersenyum kearah mereka, sehingga membuat sang suami terkejut kenapa tiba-tiba istrinya menyebut nama Netta.
"Kamu kenapa Sayang?" tanya Willy sembari merangkul pundak Istrinya.
"Aku melihat Mbak Netta di sana, Dia sangat cantik dan tersenyum kepada kita," jawab Eve sembari menunjuk ke arah di mana Ia melihat bayangan Netta. Willy mengikuti arah telunjuk istrinya yang menunjuk pada sebuah pohon yang tidak jauh dari pusara Netta. Sejenak Willy tersenyum dan merangkul istrinya.
"Mungkin Dia ingin berpamitan kepada kita, sudahlah kita berdoa saja semoga Kak Netta diampuni segala dosanya dan kita doakan tempat terbaik untuknya,"
"Iya ... Aku rasa Dia sudah lega, akhirnya Mbak Netta bisa menyampaikan sesuatu yang selama ini sangat mengganjal hatinya, ingin menyampaikan bahwa Dia adalah putri kandung dari Jeffry Anthony," ungkap Eve sembari memandang wajah suaminya.
"Semua ini sudah takdir, kita tidak bisa melawannya, Aku hanya bisa berdoa semoga Arnetta Anthony bahagia dan bisa bertemu Daddy di sana," ucap Willy penuh harap.
"Aamiin."
Setelah prosesi pemakaman selesai, akhirnya Willy beserta keluarga besarnya meninggalkan lokasi pemakaman, rasa haru yang mendalam sedikit terkikis dengan dikuburkan nya Netta di samping Ayah kandungnya, Jeffry Anthony.
__ADS_1
"Maafkan Aku Mas, Aku tidak tahu jika Netta adalah putri kandungmu dengan Audrey, jika saja Aku tahu dari dulu, Netta pasti bisa mendapatkan haknya, Aku tidak akan menutup mata jika Netta adalah putrimu, tapi kebenaran itu datang terlambat, Netta telah pergi ke pangkuan-NYA, Tuhan lebih sayang kepadanya, semoga kalian berdua mendapatkan kebahagiaan di sisi-Nya, Aamiin," doa Liora pada pusara Jeffry yang berdekatan dengan pusara sang anak, Arnetta Anthony. Sebelum Liora meninggalkan tanah basah itu.
*
*
*
*
Liora mulai masuk ke dalam ruangan perawatan Amara, dilihatnya Amara masih terpejam dengan selang infus yang masih menghiasi lengannya.
Tak berselang lama, Amara membuka kedua matanya, dirinya menatap langit-langit kamar itu, sekilas Ia melihat wajah sang Kakak yang berada di sampingnya. Hingga akhirnya bibir mungil itu menyebut Liora dengan indahnya.
"Mbak yu Liora, sampeyan isih neng kene?"
__ADS_1
(Mbak Liora, Kamu masih di sini?) tanya sang adik.
"Iyo Nduk! Aku isih neng kene, Aku seneng awakmu wes sehat, awakmu wis ora loroh maneh, amarga jantung mu kuwi wis di ganteni Dokter nggo jantunge putrine Jeffry Anthony, Iyo kuwi Arnetta."
(Iya sayang! Aku masih di sini, Aku senang Kamu sudah sehat, Kamu sudah tidak akan merasakan sakit lagi, karena jantung mu telah digantikan oleh jantung putri dari Jeffry Anthony, yaitu Arnetta." seru Liora sembari menatap wajah sang Adik.
Amara benar-benar terkejut saat mendengar jika Netta telah memberikan jantungnya untuknya.
"Netta? Sekretaris pribadi suamiku, Dia ... yang mendonorkan jantungnya untukku," Amara tidak percaya, kenapa Netta melakukan hal itu kepadanya, itu berarti Netta sudah pergi untuk selamanya.
"Netta tidak ingin di cap sebagai perebut suami orang, karena Dia tahu jika perbuatannya selama ini sudah sangat menyakiti mu, sebelum akhir hayatnya, Ia meminta dokter untuk mendonorkan jantungnya disaat Ia telah meninggal dunia nanti, dan itu pun terjadi, Netta meninggal dunia di saat kami baru menyadari jika Ia adalah putri suamiku dan Audrey." ungkap Liora.
BERSAMBUNG
🔥🔥🔥🔥🔥
__ADS_1