Office Boy Ku CEO Ku

Office Boy Ku CEO Ku
Aku ingat semuanya


__ADS_3

"Ayolah Tuan muda! Coba Anda ingat kembali saat Anda bersamanya, Anda sangat mencintainya, Evelyn Angelina putri dari Ernest Federico sahabat Daddy Anda! Apa Anda masih ingat?"


Sejenak Willy mulai mencoba memutar kembali memori yang sulit ia putar, Semakin ia mencoba mengingat semakin kepalanya itu terasa sangat sakit, Willy mengerang hebat, namun Ia mencoba melawan rasa itu, Boy yang sedang berada di sampingnya merasa sangat khawatir dengan keadaan bosnya itu.


Willy benar-benar merasa begitu kesakitan, dengan memegangi kepalanya dengan kedua tangannya, Willy berusaha melawannya.


"Tuan muda! Aduuhhh...kok tambah gini, Tuan muda Anda kenapa?" Boy mencoba menolong Willy, namun tiba-tiba saja Willy berhenti bergerak, kepalanya masih tertunduk dengan kedua tangannya merremas rambutnya sendiri.


Boy sangat takut dan khawatir melihat Willy yang tidak bergerak sama sekali.


"Tuan muda! Tuan muda Anda kenapa?" Boy sangat panik, Ia takut jika Willy benar-benar tidak bergerak lagi, nyatanya perlahan kepala Willy mulai bergerak, tak lagi menundukkan wajahnya, kini Willy menegakkan kepalanya sembari memperhatikan Boy yang tampak pucat karena takut terjadi apa-apa dengannya.


"Boy...!" kata pertama Willy saat dirinya baru terbebas dari rasa sakitnya. Boy terkejut sekaligus senang, ternyata bosnya tidak apa-apa.

__ADS_1


"Syukurlah Tuan muda tidak apa-apa, saya sangat khawatir sekali" ucap Boy sambil mengelus dadanya.


"Aku sudah ingat semuanya?" dengan yakin Willy berucap itu kepada Boy, membuat sang asisten terkejut bukan kepalang.


Boy mendekati Willy dan memastikan jika bosnya itu benar-benar sudah sembuh dari amnesianya.


"Tuan muda sudah ingat semuanya? Tentang siapa Jaka Suyanto dan Evelyn Angelina?"


"Aku ingat semuanya, malam itu kamu menghubungiku untuk segera datang, saat aku sedang bersama Eve, aku tinggalkan dia di rumah itu sendiri, kemudian aku pergi untuk menemuimu, tapi ditengah perjalanan ada tiga pria yang membuntuti ku, mereka adalah suruhan dari Rafael Marchetti yang ingin melenyapkanku" ungkap Willy yang sudah mengingat kembali memori terakhirnya.


"Apa? Jadi ini semua ulah Rafael Marchetti adik dari Arnetta, sekretaris pribadinya Tuan Wira? Astaga...kakak beradik yang perlu diwaspadai" ucap Boy


"Boy! Katakan padaku apa yang Eve lakukan saat ia tahu bahwa aku tidak kembali menemuinya, pasti dia sangat kecewa sekali padaku, sial ... apa yang harus aku katakan pada Eve?" sesal Willy, ia benar-benar telah bersalah telah meninggalkannya sendirian.

__ADS_1


"Yang pastinya Eve pasti mencari keberadaan Anda Tuan muda, tapi menurut saya lebih baik Anda berterus terang saja jika Anda adalah Jaka, supaya dia tidak bertanya-tanya lagi tentang keberadaan Anda, dia pasti sangat kehilangan Anda"


"Iya...Aku bisa merasakan itu, tapi apa dia bisa menerimaku sebagai William Anthony? Sedangkan kamu tahu dia sangat mencintai Jaka bukan Willy, baginya Jaka adalah hidupnya, apakah aku harus menyamar sebagai Jaka lagi?" Willy menyandarkan kepalanya pada sandaran kursi dan tampak memejamkan matanya.


"Kalau menurut saya, sebaiknya Anda tidak perlu lagi menyamar sebagai Jaka, sekarang Eve harus menerima kenyataan jika Jaka sudah pergi, dan Willy yang akan menggantikan Jaka, bagaimanapun juga Willy dan Jaka adalah satu orang" tukas sang asisten


"Apakah Eve akan percaya? Jika Willy benar-benar mencintainya sama halnya dengan Jaka mencintainya? Kamu tahu sendiri Eve belum mengetahui siapa William Anthony itu dan Jaka Suyanto itu, yang ada di benaknya, William Anthony adalah pimpinannya" Willy tampak serius dengan ucapannya.


"Itu bagaimana cara Anda meyakinkan pada Eve, jika William Anthony dan Jaka Suyanto adalah satu orang, dan saya sangat yakin Eve pasti mau menerima William Anthony, karena Ia pasti tahu bagaimana seluk beluk dan personaliti seorang Jaka, pasti sama dengan yang Willy berikan, sentuhan Anda, belaian Anda... Eve pasti mengingatnya" seru Boy sambil menaikkan alisnya.


BERSAMBUNG


🔥🔥🔥🔥🔥

__ADS_1


__ADS_2