
Sementara itu di kantor, Willy palsu bertemu lagi dengan partner ranjangnya semalam, dengan senyum yang merekah Michelle menghampiri Willy dengan tatapan yang nakal. Michelle berkata kepada pria yang semalam membuatnya tidak berdaya itu.
"Selamat pagi Pak Willy! Apa kabar Anda hari ini?" seru Michelle sembari bergelayut manja pada leher Willy. Tampaknya Willy palsu sudah tidak mau lagi berhubungan dengan Michelle, tentu saja laki-laki seperti George cukup sekali saja berkencan dengan wanita seperti Michelle.
"Lepaskan Saya! Anda tahu ini adalah kantor Saya, tidak sepantasnya Anda melakukan itu kepada William Anthony." ucap George dengan gaya bicara yang sama persis dengan Willy.
Michelle tersenyum dan menyipitkan matanya, Ia duduk di kursi sembari menyalakan sebatang rokok, dan setelahnya Ia menghisap rokok itu dan setelahnya Ia meniupkan asap putih itu dengan gayanya.
"Apa Pak Willy sudah lupa dengan kejadian semalam? Pak Willy kuat banget loh, sampai Saya tidak bisa mengimbangi permainan Anda." balas Michelle yang mulai beranjak menghampiri Willy yang sedang berdiri.
"Saya tidak perduli dengan kejadian semalam, itu hanya kejadian yang biasa tidak ada istimewanya sama sekali, wanita sepertimu bukankah sudah sering melakukannya?" ucapan George agaknya membuat Michelle sedikit tersinggung.
"Apa maksud Anda pak? Begitu kah cara Anda memperlakukan Saya? Anda harus mempertanggung jawabkan atas perbuatan Anda, tidak semudah itu Anda bisa pergi!" ancam Michelle sembari meniupkan asap rokok pada wajah Willy palsu.
__ADS_1
"Saya tidak perduli, Saya lebih mencintai istri Saya! Dan Anda hanyalah kesenangan sesaat, tidak penting lagi untuk di kenang, lagipula rasanya pun sudah tidak enak," celetuk George yang membuat Michelle semakin meradang.
"Pak Willy! Cukup ya Pak, Saya tidak mau basa-basi lagi, Anda harus menikahi Saya, kalau tidak ... Saya akan mencemarkan nama baik Anda beserta perusahaan ini, bila perlu istri Anda harus mengetahui kebenarannya." ancam Michelle. George nampaknya begitu santai menghadapi wanita itu, Willy sudah menginstruksikan kepada nya agar bersikap tenang dan biasa kepada Michelle.
"Saya tidak takut! Silahkan!" seru Willy dengan tenang, akhirnya Michelle segera pergi dari ruangan Willy dengan kesal, benar-benar baru kali ini ada seorang pria yang mengomentari urusan ranjangnya, yang menganggap permainan Michelle biasa-biasa saja.
"Sialan nih orang! Baru kali ini Aku melihat laki-laki sebrengsek ini, kita lihat William Anthony, sebentar lagi video itu akan tersebar dan kamu tidak akan bisa berkutik lagi." gumamnya sembari melangkahkan kakinya menuju mobilnya, Michelle tampaknya akan menemui Rafael di kantornya.
"Siapa perempuan itu?" pikirnya sembari membuntuti Michelle dari belakang, rupanya Michelle masuk ke dalam ruangan Rafael.
"Apa itu perempuan yang dibayar suamiku untuk menghancurkan Pak Willy?" Ellen mencoba menebak. Ia diam-diam mendengarkan percakapan Michelle dan Rafael.
"Ini bukti yang Pak Rafael minta." ucap Michelle sembari memberikan rekaman video panas dirinya dan Willy. Rafael tampaknya tertawa puas, akhirnya permainannya mulai panas, Rafael sudah mendapatkan sesuatu yang akan membuat Eve kembali padanya.
__ADS_1
"Bagus! Kamu benar-benar pintar Michelle, tidak percuma Aku membayarmu mahal, sebentar lagi Willy dan perusahaannya akan hancur dan Eve akan ku ambil lagi dari tangannya, Aku benar-benar sudah tidak sabar lagi." ucapnya dengan tatapan mata yang tajam.
Tiba-tiba saja Ellen merasa perutnya begitu sakit, sehingga membuat Rafael tersadar jika ada seseorang yang sedang berada di balik pintu ruangannya.
"Awww ... perutku! Sakit sekali ahhh." pekiknya dengan suara lirih.
"Siapa itu?" seru Rafael sembari berjalan menuju pintu ruangannya, Ellen merasa jika suaminya sedang menghampirinya, dengan segera Ia pergi dari tempat itu dengan cepat.
"Aku harus pergi! Sebelum dia tahu, awww." gumam sembari menahan perutnya yang mulai kontraksi.
BERSAMBUNG
🔥🔥🔥🔥🔥
__ADS_1