
Eve merasa dirinya tidak akan bisa menahan rasa saat Willy melakukan itu padanya, dengan cepat Eve mendorong tubuh suaminya dan menjauhi dari suaminya, tentu saja itu membuat Willy sangat terkejut.
Eve tampaknya membenarkan posisi bajunya yang agaknya sedikit terbuka akibat ulah sang suami, kemudian Ia berkata kepada Willy yang masih tertegun melihat Eve yang menolak dirinya.
"Aku keluar dulu, Ini tempat umum sayang, dan Mommy pasti sudah menungguku!" pamit Eve kepada suaminya sembari membuka handle pintu yang di kunci oleh Willy.
Willy tidak bisa berbuat banyak, Ia sadar jika kamar mandi ini adalah tempat umum dan bukan tempat pribadi mereka, jadi cukuplah Willy memutuskan untuk ikut keluar dari kamar mandi itu, tapi sebelumnya Willy memanggil istrinya kembali.
"Tunggu!" Eve berhenti dan menoleh ke arah suaminya.
"Ada apa lagi?" jawabnya.
Willy mendekati istrinya dan meraih perut besar sang istri, pria itu mencium kedua bayi kembarnya yang masih berada di dalam perut istrinya.
__ADS_1
"Maafkan Daddy sayang! Bilang sama Mommy kamu, biar nggak ngambek lagi sama Daddy, sepertinya Mommy kamu masih marah, nanti jika kalian berdua berhasil merayu Mommy, Daddy janji akan jenguk kalian lagi, pasti kalian suka, kan?" bisiknya sembari mengelus-elus perut istrinya, dan benar saja bisikan sang Daddy langsung mendapat respon dari kedua bayi kembar mereka.
Perut Eve bergerak cukup lama, kedua bayi kembar itu seolah ingin jika Mommy dan Daddy bersatu, Willy tampak tersenyum senang, gerakan bayi kembarnya membuat Willy yakin jika istrinya juga merasakan hal yang sama.
"Kamu lihat! Mereka berdua ingin kita selalu bersama, apa kamu setuju sayang?" ucapnya dengan senyum nakalnya. Eve tampak tersipu dan Ia segera keluar dari kamar mandi itu, sungguh beruntung Eve keluar tanpa ada mata yang melihatnya, sehingga Ia dengan leluasa pergi dan menuju ke tempat di mana Liora berada.
Eve tampaknya sedikit senang dengan ucapan suaminya, dirinya tak menampik jika Ia juga merasakan hal itu, kedua bayi mereka benar, Mommy dan Daddy-nya sama-sama saling menginginkan.
"Eve! Kamu sudah datang? Kamu kenapa senyum-senyum sendiri?" tanyanya kepada sang menantu.
"Tidak apa-apa Mommy, hmm ... gimana Mommy sudah menemukan baju yang cocok?" Eve mencoba mengalihkan pembicaraan sembari menunjuk beberapa baju-baju mungil untuk kedua bayi kembar mereka.
Sementara itu Willy yang sudah berhasil keluar dari kamar mandi dengan aman, rupanya juga berjalan melewati depan toko perlengkapan bayi dimana Mommy dan istrinya berada di dalam. Sejenak Willy berhenti dan memperhatikan dari luar toko, Ia melihat Istri dan Mommy nya tampak sibuk berbelanja kebutuhan bayi mereka.
__ADS_1
Tak sengaja Eve menoleh ke arah luar dan dirinya melihat sang suami yang sedang memperhatikannya sembari tersenyum, Eve benar-benar tersipu malu saat Willy memandangi nya begitu mesra.
Sejenak Eve memberi kode kepada Willy untuk segera pergi karena dirinya begitu malu saat Willy menatapnya seperti itu, seolah keduanya saling berkata. "Sayang! Ngapain di situ? Bukannya kamu harus segera pergi ke kantor! Udah sana ... Aku lagi bersama Mommy."
"Oke ... Aku pergi! Tunggu kedatanganku di rumah, Aku akan pulang cepat, jangan lupa pakai parfum yang Aku belikan kemarin, Aku ingin kamu menyemprotkan ke seluruh tubuhmu, agar Aku selalu menempel pada dirimu, Kamu akan semakin menggairahkan jika memakainya."
Entahlah seperti ada telepati di antara mereka berdua, ungkapan isi hati Willy ternyata bisa di dengar jelas oleh istrinya, Eve tersenyum dan mengangguk, dan setelahnya Willy segera pergi dari sana dengan tersenyum bahagia.
"Hmm ... Daddy kalian benar-benar nakal," bisiknya kepada kedua bayi kembar nya yang masih terlihat menggantung di dalam perut wanita cantik itu.
BERSAMBUNG
🔥🔥🔥🔥🔥
__ADS_1