Perjalanan Pilu Seorang Hana

Perjalanan Pilu Seorang Hana
Bab 102


__ADS_3

" CINTA YANG TULUS ADALAH KETIKA KAMU BISA MENYIMPAN NAMANYA DI HATIMU DAN MENJAGANYA DENGAN SEPENUH HATI "


********


Dean dan Hana pun sampai di Kota Madiun pada pukul setengah sebelas malam , Joni pun langsung mengendarai mobil menuju Hotel untuk tempat beristirahat Bos dan keluarganya .


Dengan sigap Joni memesankan 3 kamar , satu kamar  untuk Bos dan istri nya , 1 lagi untuk kedua putranya dan


Uni dan untuk Joni asisten pribadi Dean .


" Kakak , Abang beneran gak mau bobo sama Mamah , Papah dan Adek ?". tanya Dean pada kedua putranya .


" Enggak bobo sama Uni aja kalau sama Adek bayi berisik nangis terus ". jawab si sulung Rama dengan


polos dan di ikuti oleh Abang Rafa , Dean pun tersenyum mendengar jawaban putranya dan mengusak rambut Kakak beradik itu .


" Yaudah yok Kakak dan Abang bobo , mari Pak Bu ." pamit Uni pada Dean dan Hana dan mulai masuk ke


dalam kamarnya dengan di ikuti kedua anak majikannya .


Dean dan Hana pun masuk ke kamar dengan menggendong masing - masing putri kembarnya dan meletakkan mereka di ranjang untuk di ganti kan baju nya dengan di temani oleh Dean yang berceloteh dengan putrinya .


" Adek Sheila Sheina masa Kakak dan Abang gak mau bobo disini karena kalian berisik nangis Dek ... Kakaknya nakal yaa masa Adek di bilang tukang nangis hem ... Tapi bener juga sih hahahhaa " cerocos Dean kepada kedua putrinya dan Hana hanya menggelengkan kepalanya dengan tersenyum kecil .


" Han , Saya mau ganti baju dulu ya ". kata Dean setelah lelah berceloteh dengan putri kembarnya .


" Iya ". jawab Hana masih sibuk mengganti baju kedua bayinya .


Dean pun masuk ke dalam kamar mandi untuk mengganti bajunya agar lebih nyaman untuk tidur .Dean pun keluar dengan lebih segar dan menghampiri Hana dan langsung memeluk Hana dari belakang .


' Greep "


" Astaga Dean kebiasaan ih suka banget ngagetin orang kalau saya jantungan gimana hah " omel Hana pada dean .


" Cari istri baru lah " jawab Dean dengan santai . Mendengar ucapan Dean Hana pun langsung mendelik dan cemberut dengan cepat Hana menginjak kaki suaminya .


" Eem rasain tuh " kata Hana sambil menginjak kaki suaminya .


" AAauuh sakit Hana kira - kira dong kamu , lihat kamu tu masih pake sepatu dan AAddduuuuuhh... Hana astaga kenapa kamu barbar banget sih ." pekik Dean dan terduduk di ranjang dengan Hana yang berada di pangkuannya .


" Heehehe ke kencengan ya , Maaf ya . " Hana menjawab sambil nyengir dan Dean masih menatap istrinya dengan dingin dan cemberut . Tak hilang akal Hana pun mencubit pelan bibir suaminya .


" Makanya kalau ngomong tu jangan sembarangan ...  Jangan cemberut nanti gak ganteng lagi ". Kata Hana menggoda suaminya dan Dean masih diam tak menjawab dengan menatap Hana dengan mata elang nya .

__ADS_1


" iih Dean jangan lihat begitu saya takut ". kata Hana lagi dan akan bangun dari pangkuan Dean namun di tahan oleh Dean .


" Awas ih .. saya mau ambil kompres biar kaki mu gak sakit ". ucap Hana dan Dean melepaskan Hana namun saat hana berdiri Dean menarik kembali tangan Hana sehingga tubuh Hana jatuh kembali di atas Dean . Dan dengan cepat Daan menahan tengkuk Hana dan langsung mencium bibir Hana dengan rakusnya membuat Hana gelagapan .


" Eeemp ...." erang Hana


5 menit


10 menit


Dirasa Hana sudah butuh oksigen Dean pun akhirnya melepaskan ci*mannya .


" hah huh iiih Dean nyebelin " ucap Hana dan Dean hanya tersenyum manis dan tangannya terulur memegang bibir istrinya yang sedikit membengkak . Tak ingin suaminya nekat lagi Hana pun dengan cepat beranjak berdiri dan langsung berlari masuk kedalam kamar mandi .


" JANGAN LARI HANA NANTI KEPELESET " teriak Dean pada Hana . namun Hana sudah masuk ke dalam kamar mandi .


" Astaga kelakuannya udah kaya gadis aja tapi lucu sih .... " ucap Dean dan langsung mendekati kedua putrinya yang ternyata sudah tidur sendiri .


" Waah princess Papah pinter - pinter banget udah pada bobo sendiri " kata Dean pada bayi kembar cantik nya .


Dean pun mulai mengangkat putrinya ke ranjang sebelah karena Dean memesan kamar dengan 1 ranjang king size dan tambahan 1 ranjang single karena awalnya Kakak Rama dan Rafa ingin ikut tidur dengan nya .


Hana pun keluar dari kamar mandi dengan mengernyitkan keningnya melihat dua bayi kembarnya yang tidur di ranjang single .


" Loh ko anak anak bobo situ De ?" tanya Hana pada Dean .


" Nih minum susunya " Dean menyodorkan susu kotak ibu menyusui pada Hana dan di terima Hana dengan senyum termanisnya .


" Terima Kasih " ucap Hana .


Dean pun mengangguk dengan senyum manis nya dan mengusak kepala Hana dengan lembut lalu naik ranjang dan memegang tablet nya untuk memeriksa pekerjaannya dengan bersender di kepala ranjang .


Setelah Menghabiskan susunya Hana pun naik ke ranjang di samping suaminya namun masih berjarak dan memiringkan tubuhnya membelakangi Dean yang masih berkutat dengan tablet nya . Setelah selesai memeriksa pekerjaannya Dean pun mulai menyusul Hana tidur dengan memeluk Hana dari belakang membuat tubuh Hana menegang seketika .


" Han belum tidur kan ?". tanya Dean tepat di dekat leher Hana hembusan nafas Dean membuat Hana meremang .


" Belum , kenapa mau di buatkan apa ?". tanya Hana dan Dean pun membalikan tubuh Hana supaya menghadap ke arah nya dan sekarang mereka saling berhadapan .


" Han boleh ya ?". tanya Dean menginginkan sesuatu .


Hana pun terdiam merasakan perasaan yang entah tak dapat di artikan , Hana pun melihat mata Dean dengan dalam dan akhirnya ia menganggukan kepalanya . Dean pun tak menyia - nyiakan kesempatan setelah mendapatkan izin dari istrinya dengan sigap Dean mulai mencium kening Hana dengan lembut dan mulai mencium bibir manis Hana dengan dalam dan mulai menjelajah namun saat Dean ingin membuka kancing baju .


Hana sudah mengeluarkan keringat dingin  dan memejamkan matanya dengan air mata yang mulai mengalir badan yang gemetar ketakutan karena sekelibat bayangan saat Dean dulu melakukan kejahatan padanya teringat kembali , pasalnya semenjak kejadian itu Hana belum pernah melakukannya lagi dengan siapa pun .

__ADS_1


Melihat istrinya belum bisa menerima ajakanya Dean pun menghentikan aksinya karena tak tega melihat Hana yang ketakutan .


" Hey Hana buka matamu ". ucap Dean dengan mengelus pipi halus Hana , namun Hana masih enggan membuka nya .


" Hana buka matamu ". ucap Dean sedikit keras . Dan Hana pun membuka matanya dan langsung memeluk tubuh Dean dengan erat .


" Maafkan saya Dean , saya takuut , sayaa....."


" Uuuust sudah tak apa , saya yang seharusnya minta maaf Hana . Sudah sekarang kita istirahat dan jangan pikirkan apapun Oke ... Maafkan saya " ucaop Dean saambil mencium puncak kepala Hana dan terus mendekap tubuh istrinya yang malang . Hingga ia merasa Hana sudah tertidur di dekapannya .


" Maafkan saya Hana , seharusnya saya tak egois Han dan seharusnya saya mengerti kondisi psikis mu yang masih belum bisa melupakan saat  kejadian lakn*t itu . Maafkan saya ". gumam Dean dalam hati merasa iba pada wanita yang ada di dekapannya ia pun mulai memejamkan matanya menyusul istrinya menuju alam mimpi .


******


Pagi Hari sekali mata bulat nan indah Hana mulai terbuka dan seketika senyum manis terukir indah di bibir manis Hana saat pandangannya langsung tertuju pada seorang pria yang tampan dengan alis yang lumayan tebal , hidung yang mancung dan bibir yang sensual walaupun dengan mata yang masih tertutup , Hana pun masih mengagumi wajah rupawan sang suami .


" Mungkin dulu saat menciptakan mu Tuhan sadang tersenyum , makanya hasil ciptaanya seindah ini ". gumam Hana dalam hati sambil tersenyum dan Hana pun mulai mendekatkan wajahnya mulai untuk mencium kedua mata suaminya yang masih tertutup , mencium hidung mancung suaminya dan terakhir mencium bibir sensual suaminya .


Namun saat Hana akan mengakhiri aksi gila nya ada tangan kekar yang menahan tengkuknya hingga bibirnya menempel kembali di milik suaminya  di iringi dengan mata yang terbuka sempurna dan senyum yang tertahan dan hanya menyembulkan lesung pipi yang indah di pipi Dean .


" Morning kiss sayang "


" hahahaa " Dean tertawa saat mengakhiri aksinya dan Hana langsung menyembunyikan wajahnya di dada Dean karena malu .


" Ketahuan ya nakalnya , kalau berani pas melek gini dong Hana jangan pas merem hahaha " ucap Dean dengan masih tertawa dan Hana langsung menutup mulut Dean dengan tangannya agar Dean berhenti tertawa .


" Diem ih " kata Hana .


" Oke .. Oke udah diem tuh .." ujar Dean masih dengan menahan tawanya .


" Udah gak usah malu - malu gitu , tuh lihat salah satu anak ku bangun kakinya udah gerak gerak " kata Dean.


" Anak  ku Dean ." ucap Hana sewot .


" Oke ralat anak kita ".


" Dean ayok bangun siap - siap mau jenguk Ibu nanti gantian ke kamar mandi nya udah siang tuh lihat udah jam 7 " kata Hana .


" Saya sih tadi bangun pagi cuma ternyata ada yang diem - diem gangguin yaudah pura - pura aja tidur lagi ... eh lumayan dapet vitamin dengan ikhlas dari istri ku yang baik hati " goda Dean lagi .


" Jangan di bahas lagi Dean . Yaudah sana bangun " dan di angguki oleh Dean .


Hana pun beranjak bangun dan mulai menghampiri salah satu putrinya yang sudah bangun untuk di berikan asi nya  dan Dean langsung beranjak ke dalam kamar mandi untuk menuntaskan hajatnya .

__ADS_1


Karena mereka akan bersiap untuk menjenguk Ibu dari mantan suaminya Hana , Uti nya Kakak Rama dan Abang Rafa.


******


__ADS_2