Perjalanan Pilu Seorang Hana

Perjalanan Pilu Seorang Hana
Bag 23


__ADS_3

Disaat Dean Prada Dewantara menghadapi masalah yang ia buat sendiri dengan tenang dan santai ,Tapi tidak dengan perempuan yang menjadi korban atas tindakan yang tidak bermoral dari seorang Dean.


Ya dia adalah Hana , perempuan malang yang masih menyimpan kesedihan yang mendalam dengan apa yang terjadi pada dirinya yang dapat menghancurkan rumah tangga yang belum genap berusia tujuh tahun itu . Bagaimana tidak sejak kejadian itu sikap suaminya berubah draktis terhadap dirinya , dan sudah hampir dua bulan tidak ada perubahan pada sikap suaminya itu hingga menjadikan dua pasang insan yang dulu diliputi oleh cinta sekarang menjadi hubungan yang dingin .


Walaupun sikap suaminya dingin terhadap Hana tapi Hana tetap berusaha melayani suaminya seperti biasa walaupun penolakan itu nyata adanya seperti saat.


" Assalamualaikum " salam Fandi saat memasuki rumah nya setelah seharian bekerja.


" Waalaikumsalam ayah " ucap serentak Hana dan anak anak nya karena Hana sedang menemani anak-anak nya bermain.


" Sini Mas tasnya biar Hana bawakan ke kamar pasti mas capek ya ," kata Hana sambil mengambil paksa tas kerja suaminya berusaha menarik perhatian kembali sang suami.


" Hay jagoan ayah , uluh uluh wangi wangi nya lagi main apa kak adek heeum ..?" Fandi melewati dan mengacuhkan istri cantiknya dan langsung menghampiri anak-anak nya yang sedang duduk di karpet halus dan segera menggendong si bungsu yang merentang kan tangan nya .


" Ini ayah lagi main lego sama adek dan mamah ,ini kan sudah sore yah pasti kita sudah mandi dong Ayah " ucap si sulung Rama .


Hana pun mengabaikan sikap acuh suaminya yang ia dapatkan hampir dua bulan itu , Hana langsung membawa tas kerja suaminya ke kamarnya di lantai dua dan menyiapkan air untuk mandi sang suami dan pakaian untuk di kenakan Fandi .


Saat Hana menyiapkan semuanya terdengar suara pintu kamar yang di buka dan ternyata suaminya.


" Ceklek "


" Mas airnya sudah siap untuk mas mandi ". ucap Hana dan Fandi pun hanya diam tak merespon ucapan Hana.


Hana pun menoleh dan memasang senyum manis kepada Fandi . dan menghampiri sang suami untuk membantu melepaskan baju sang suami seperti dulu .


Ya Hana mencoba bersikap agresif untuk mendapatkan respon baik dari suaminya karena semenjak kejadian itu yang sudah hampir dua bulan Fandi enggan untuk menyentuh Hana , tidak bisa di pungkiri Hana merindukan sosok suami yang lembut , yang penuh kasih sayang kepada Hana dan yang selalu tak pernah melewatkan kesempatan untuk mencumbu tubuhnya , ya Hana merindukan Fandi sangat rindu.

__ADS_1


Hana mulai mendekati Fandi yang melihatnya dengan pandangan yang susah untuk di artikan , hingga tangan Hana yang mulai menyentuh dada sang suami dengan gaya sensual nya tangan Hana menyentuh kancing kancing itu dan mulai membuka nya hingga terlepas sempurna dan terpampang dada Fandi.


Hana mulai meraba dada yang dahulu menjadi sandaran nya , tangan Hana yang satunya mulai melancarkan sikap agresif yang tak pernah Hana lakukan selama menikah dengan Fandi persetan dengan harga diri yang penting keutuhan rumah tangga nya itu yang Hana pikirkan saat ini.


Saat Hana mendongak kan wajahnya dan berjinjit untuk mulai mencium bibir seksi suaminya , Fandi pun tersenyum mencemooh sikap yang di lakukan oleh Hana


" Apa saat itu kamu juga melakukan ini hingga pria itu melakukan nya padamu hemm " kata kata pedas yang meluncur bebas dari bibir Fandi.


" DEG "


kalimat itu sangat menohok hati Hana seperti sebuah benda tajam yang menancap tepat di jantung menyakitkan sungguh ini sakit , Hana pun langsung memundurkan langkahnya yang di ikuti air mata yang keluar tanpa bisa di tahannya , menggeleng kan kepalanya bahwa apa yang di ucapkan suaminya itu salah dan tubuhnya mulai merosot kebawah menangis pilu.


" tidak mas itu tidak benar ,aku tidak menggodanya mas , tidak mas hu huhu "


" AKU KORBAN DARI PRIA BRENGS*K ITU MAS HU HU HU " teriak Hana sambil berjongkok dan mendekap kedua telinganya rasa hancur itu kembali hadir di ingatan nya.


ucap Hana dengan suara terendahnya dan hilang bersamaan dengan tubuh Hana yang jatuh kesamping dan tak sadarkan diri dengan masih mengalirkan air mata di wajah ayu nya.


Saat melihat tubuh sang istri yang tergeletak dan tak sadarkan diri ,Fandi pun terkaget dan merutuki ucapannya yang mungkin sudah sangat menyakiti hati Istrinya. di angkatnya tubuh wanita yang dulu sangat di Kagumi nya itu ke atas ranjang yang hampir dua bulan tak pernah di gunakan Istrinya karena di larang oleh nya itu.


Fandi pun memandang wajah istri nya dengan raut muka yang tak dapat di artikan tangannya terulur menyentuh pipi istrinya yang sedikit lebih tirus itu.


" Maafkan aku Hana , aku sungguh tak bisa mengkontrol ucapan ku yang menyakiti hatimu , aku tak berdaya Hana cinta ini masih ada tapi saat aku ingin memulai nya sekelibat rekaman cctv itu , rasa sakit hati dan kecewa itu lebih besar dari pada cinta ku sekarang . maafkan aku Hana. " gumam Fandi dalam hati sambil meneteskan air mata nya hatinya ingin mendekat tapi ada tembok besar yang menutupi rasa cinta itu.


Saat Fandi sedang termenung berperang dengan perasaannya antara cinta atau rasa sakitnya , suara pintu yang di buka oleh seseorang membuyarkan lamunan Fandi dan


masuklah mbok Jum ke dalam kamar majikan nya itu karena khawatir saat mendengar teriakkan Hana.

__ADS_1


" Eh maaf den bagus , dikira mbok gak ada orang hanya Nok Hana , mbok khawatir tadi mendengar teriakkan Nok Hana ", ucap mbok Jum terkejut saat melihat Fandi di dalam kamar itu juga.


" iya mbok gak apa-apa , Hana tadi histeris lagi mbok terus dia pingsan , tolong mbok jagain Hana saya harus pergi sebentar ." ucap Fandi dan menitipkan istri yang tak sadarkan diri kepada asisten rumah tangga nya , dan keluar dari kamar tanpa ada beban dengan membawa baju ganti yang tadi di siapkan Hana .


Setelah Fandi keluar dari kamar , mbok Jum pun masuk ke dalam kamar Hana dan langsung menuju meja nakas letak minyak angin , mbok Jum mengambil nya dan mulai menghampiri Hana perempuan malang yang sudah di anggap sebagai putri nya itu dan mengoleskan minyak angin itu ke kaki dan memberikan sedikit ke depan hidung nya berharap Hana bisa segera sadarkan diri. mbok Jum memandang penuh iba terhadap perempuan muda dengan dua orang anak itu dan mengelus sayang kepala Hana.


" Yaa Allah ndok kasihan sekali nasibmu , seng sabar ya nak semoga kamu bisa melalui cobaan hidup ini ya nak ". ucap mbok Jum tulus , asisten rumah tangga yang sudah mengabdikan diri nya lama di keluarga Fandi .


Lima menit setelah di olesi minyak angin , Hana pun mulai ada pergerakan kecil di tubuh ramping Hana , tangan Hana langsung terulur memegang kepala nya .


" iiissh sakit ". ucap Hana pelan sambil memijit kecil kepalanya di iringi mata yang mulai terbuka dan melihat sekeliling ruangan tempat nya berbaring dan dilihat nya ada sesosok wanita paruh baya yang selalu ada untuk Hana di saat terpuruknya ya dia adalah mbok Jum.


" gimana ndok apa yang di rasain ". ucap mbok Jum saat melihat Hana tersadar.


" mbok Jum kepala Hana sakit sekali mbok , badan Hana lemas mbok , mbok Hana sudah tidak kuat mbok huuhuuu hik hik


( setelah mengadukan apa yang di rasakan nya Hana kembali menangis terisak mengingat ucapan tajam suaminya )


mbok Jum ,mas Fandi jahat ,mas bilang aku sengaja menggoda pria kurang ajar itu mbok . Mbok Demi Tuhan ini salah ini tidak benar mbok, Aku gak salah mbok hu hu hu hik hik ." Hana kembali menangis terisak , tangisan yang menandakan betapa pilu hidupnya.


" hust uust ndok istighfar yaa jangan salah langkah ya , Serahkan semuanya sama Allah ya . Pikirkan anak anak mu masih pada kecil ndok kasihan , biar kan orang mau bilang apa tentang mu ndok tapi percaya Allah Maha Tahu segalanya ya nak... Jangan bicara gitu lagi ndok ikhlasin yaa . Kamu nangis terus dan belum makan ndok makanya kamu lemas nak , ayok minum teh hangat nya setelah baikan guru temui anak anak ya sayang , mbok keluar dulu ya mau siapin makanan buat ibu bapak dan anak-anak mu ya.." . ucap mbok Jum bijak denga memeluk tubuh ramping Hana dan menghapus air mata Hana ,setelah menenangkan Hana ,mbok Jum pun keluar kamar untuk melanjutkan pekerjaan nya.


Setelah mbok Jum keluar Hana pun menyandarkan punggungnya di kepala ranjang dan mulai menela' ah semua ucapan mbok Jum .


" Ya aku gak boleh lemah , ini bukan kesalahan yang disengaja kamu lakukan Hana , ini takdir mu Hana yang harus di jalani suka tidak suka , kamu harus kuat Hana untuk malaikat malaikat kecilmu Hana πŸ‘ΌπŸ‘Ό, ayoo semangat kamu pasti bisa." gumam Hana menyemangati diri nya sendiri.


******

__ADS_1


Please bantu dukung karya pertama ku ya teman teman reader , terimakasih πŸ™πŸ™


__ADS_2