
Seorang wanita dengan wajah manisnya mulai menggeliat kan badannya karena merasa sesak di bagian perutnya , matanya pun mulai terbuka sedikit demi sedikit menyesuaikan cahaya lampu hingga mata cantik itu terbuka dengan sempurna .
" Eeem ternyata masih jam 3 , Aduuh ini apa an sih berat banget ". ucap Kasih dengan suara serak khas orang bangun tidur .
Kasih pun menunduk kan kepalanya untuk melihat sesuatu yang menindih di perutnya .
" Ya Ampun nih tangan berat banget sih ". ucap Kasih dan menyingkirkan tangan Roy dari atas perutnya .
Kasih pun memiringkan tubuhnya dan kini ia tepat berhadapan dengan wajah tampan milik pria yang kini menjadi suami nya .
" Kalau lagi tidur ganteng juga tapi kalau lagi melek ni mata galak nya gak ketulungan ". ucap Kasih dengan tangan yang memegang mata milik Roy .
" Dia ini usianya berapa sih kok jangkung banget ". ucap Kasih masih dengan mengamati wajah Roy .
" Terimakasih banyak sudah meringankan sedikit beban ku ... Ya kamu benar mungkin memang saya orang yang tidak tau diri dan ya kamu juga benar bila saya memang jalang yang menggadaikan kehormatan demi uang ... ". ucap Kasih dengan mata yang berkaca-kaca .
" Maaf kan ucapan saya semalam ... " ucap Kasih lirih dengan menghapus kasar air matanya .
Kasih mulai beranjak akan bangun dari tidurnya dan betapa terkejutnya saat Kasih merasakan tangan nya di tarik oleh Roy sehingga Kasih kembali berbaring .
" Astaga ..." pekik Kasih terkaget .
" Mau kemana ?". tanya Roy dengan suara khas orang bangun tidur .
" m..mau bangun ". jawab Kasih tergagap saat pandangan nya bertemu dan untuk pertama kalinya Kasih dapat melihat bola mata Roy yang berwarna amber yang di dapat dari Papah nya yang berasal dari Amerika .
" Gak bisa , setelah kamu membangun kan tidur saya dan sekarang kamu mau pergi tidak semudah itu ." ucap Roy .
" Gak ko , saya gak bangunin ". bantah Kasih .
" Terus tadi yang pegang - pegang mata saya dan berbicara berisik di dekat saya apa nama nya kalau bukan ganggu orang tidur ". ucap Roy dengan menindih tubuh Kasih yang seketika langsung menegang .
" Ma mau apa ... ?". tanya Kasih dengan terbata .
" Mau meneruskan yang semalam tertunda .. " jawab Roy dengan menciumi leher jenjang Mutiara Kasih .
" Tap .... eemz ... ". ucap Kasih terputus karena Roy sudah membungkam nya dengan bibirnya dan Roy makin memperdalam ciuman nya sementara Kasih yang tak pernah melakukan nya dengan siapa pun sebelumnya hanya terdiam tak mengerti dan Roy yang mengetahui Kasih diam saja pun menganggap bila Kasih memang tidak mau namun Roy tidak peduli . Pria berusia 32 tahun itu terus bermain di bi*ir Kasih .
Roy pun menggig*t kecil bibir Kasih sehingga dengan reflek membuat Kasih membuka mulutnya yang mana lid*h Roy langsung menerobos masuk ke dalam mengajak bermain-main l*dah milik Kasih yang hanya diam kaku namun Roy tak memperdulikan nya Roy masih terus bermain di bi*ir Kasih melu*t , mengh*sap bib*r bawah milik Kasih secara terus menerus dan membuat Kasih mulai membalas apa yang di lakukan oleh Roy .
Sementara bibirnya bekerja tangannya pun tak tinggal diam , ciuman Roy pun mulai turun ke leher jenjang milik Kasih dengan tangan yang mulai bergerak menuju buah dada milik Kasih . Roy mer*mas salah satu benda kenyal milik Kasih dan cium*n Roy mulai turun ke salah satu benda kenyal itu , tidak bisa di pungkiri Roy kini mulai menggila dan dia benar-benar terbuai dengan semua yang ada di tubuh Kasih .
Dan tanpa disadari Kasih dan kelincahan dari Roy kini tubuh bagian atas Kasih sudah terbuka dan terpampang nyata yang mana membuat Roy bersemangat untuk menikmati nya .
__ADS_1
Roy menj*lat benda kenyal itu dan sesekali mengh*sap nya sementara tangan yang satu nya menyentuh benda kenyal yang satunya lagi .
Semua sentuhan dari Roy yang Kasih terima untuk pertama kalinya membuat Kasih terbuai dan tak mampu untuk menolak rasa aneh namun buat Kasih penasaran dan menerima nya .
Tak puas dengan benda kenyal milik Kasih , Roy kini mencium kembali bib*r Kasih dengan begitu rakusnya dan tambah bersemangat saat Kasih mulai membalas nya dan tangan Roy yang satu lagi pun turun untuk menyentuh area ter sensitif milik Kasih .
Kasih yang merasakan Roy menyentuh area sensitif nya pun membuat Kasih terkejut dan berusaha menyingkirkan tangan besar Roy , Roy yang sudah gelap mata pun langsung memegang kedua tangan Kasih di atas kepalanya dengan satu tangan besar Roy dan tangan satunya lagi mulai menyentuh kembali area itu yang mana membuat Kasih berusaha berontak namun tenaga yang tak seberapa dengan tenaga Roy membuat Kasih hanya bisa diam dan menggeleng kan kepalanya berharap Roy menghentikan kegiatan nya .
Namun sayang bukanya berhenti Roy malah membuka ce*ana panjang milik Kasih dan Roy melepaskan sejenak ciumannya dan berbisik di telinga Kasih .
" Sorry for this time I can't stop it and isn't this used to you? so for this time you also have to accept and I'll finish it. "
" Maaf untuk kali ini saya tidak bisa menghentikan nya dan bukan kah ini sudah biasa kamu lakukan ? jadi untuk kali ini kamu harus menerima dan saya akan menyelesaikan nya ."
Roy mengucapkan kalimat yang sungguh sangat melukai hati Kasih , Sebelum Kasih menjawab ucapan dari Roy . Roy kembali membungkam mulut Kasih dengan bibirnya .
Kasih menggeleng kan kepalanya berharap Roy menghentikan nya namun yang terjadi malah sebaliknya Roy membuka penutup terakhir area sensitif itu dan mulai membuka juga semua celana yang ia kenakan .
Mengetahui apa yang akan terjadi Kasih berusaha berontak dan melepaskan diri namun sayang , Roy mencengkeram kedua tangan Kasih dengan dua tangan besarnya .
Roy menyentuh area sensitif itu secara langsung dan di balik ciuman nya Roy tersenyum tipis saat mengetahui area sensitif milik Kasih sudah ba*ah .
Entah setan mana yang merasukinya tanpa aba-aba Roy langsung melakukan penyatuan dengan sedikit kasar dan dalam bersamaan dengan Roy yang melepaskan ciumannya .
" Aaaawh ... " ringis Kasih tatkala benda itu mulai menyeruak masuk dan menyakiti area sensitif milik Kasih dan selaput darah yang telah robek pun langsung mengeluarkan darah segar dari area sensitif nya .
Area sensitif Kasih yang tak pernah melakukan itu dan kini dipaksa untuk menelan benda keras dan panjang itu secara kasar membuat Kasih benar-benar merasakan kesakitan yang luar biasa .
" Wah walau sering di gunakan oleh banyak pria , hebat juga ya kamu melakukan perawatan pada milikmu agar tetap sempit dan mengaku perawan namun saya tidak sebodoh itu ". ucap Roy tak percaya dan menyangka Kasih mengaku masih perawan .
Roy yang tak melihat pada area sensitif milik Kasih pun terus menerus kan kegiatannya tanpa mendengar kan permintaan ampun dari Kasih .
Roy terus memacu gerakan nya dengan kasar dan cepat hingga ia benar-benar mencapai apa yang menjadi tujuan nya dalam kegiatan itu.
Roy yang lelah pun langsung menjatuhkan tubuhnya di atas tubuh Kasih dengan p*saka nya yang masih berada di dalam milik Kasih .
" Sudah kah kamu puas , kamu menyakiti saya dan ini menjadi pembuktian bahwa apa yang kamu kira itu semua nya salah .... ". ucap Kasih dengan terisak .
Mendengar ucapan Kasih , Roy pun langsung beranjak bangun dari atas tubuh Kasih dan melepaskan penyatuan nya dan seketika Roy terkejut mendapati area sensitif milik Kasih yang sudah berlumur darah bercampur cairan kental milik nya .
" OH SHIIITT " ucap Roy sambil meremas rambut nya dan masih menatap milik Kasih yang terlihat memprihatinkan .
" Maafkan saya .... saya sudah menyakiti mu Kasih ... " ucap Roy merasa bersalah karena mengabaikan rintihan kesakitan Kasih dan merasa senang karena ia menjadi pria pertama yang melakukan nya .
__ADS_1
Kasih tak menjawab hanya menangis merasakan perih dan sakit nya area sensitif milik nya dan Kaki nya yang keseleo .
" Maaf " ucap Roy di lagi namun masih tidak ada jawaban dari Kasih .
Roy pun menutup tubuh polos Kasih dengan selimut dan langsung beranjak masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya dan memikirkan apa yang baru ia lakukan .
Sebelum keluar dari kamar mandi , Roy mengisi air hangat untuk Kasih .
Roy keluar dari dalam kamar mandi dan ia melihat Kasih masih menangis , masih dengan menggunakan handuk putih yang melilit pinggang nya Roy duduk di samping Kasih . Tangannya pun terulur mengusap air mata yang mengalir di pipi wanita yang sudah ia sakiti .
" Ayo saya bantu bersihkan badanmu dulu ". ucap Roy tanpa menunggu jawaban dari Kasih , Roy menyibak selimut dan langsung membopong tubuh polos Kasih masuk ke dalam kamar mandi dan mendudukkan Kasih di atas kloset .
Roy mengambil lap yang sudah di celupkan dalam air hangat dan mulai membersihkan area sensitif milik Kasih dengan pelan .
" Gak usah Kak biar saya saja ". cegah Kasih dan tanpa di sadari Kasih memanggil Roy dengan sebutan Kakak .
" Biar saya saja ... em saya suka panggilan mu Maafkan saya , Kasih ". jawab Roy dan masih membersihkan jejak perbuatan nya .
Setelah dikira sedikit bersih Roy mengangkat tubuh Kasih masuk ke dalam bathtub .
" Tolong tinggalkan saya ." pinta Kasih dan di angguki oleh Roy .
Roy keluar dari dalam kamar mandi dan langsung melepaskan seprai dan selimut putih yang sudah bercampur dengan warna merah darah milik Kasih .
Roy mengganti seprai dan selimut dengan yang baru dan bersih dan membawa seprai kotor itu kebawah untuk di cuci nya masih dengan menggunakan handuk.
Sambil menunggu cuci an nya , Roy masuk ke dalam dapur dan membuat dua sandwich dan dua susu putih untuk dirinya dan Kasih .
Setelah menjemur seprai dan selimutnya , Roy membawa makanan nya masuk ke dalam kamar nya dan meletakkan di meja yang tersedia di kamar .
Roy beranjak masuk ke dalam kamar mandi dan membantu Kasih keluar dari kamar mandi dan berpakaian serta dirinya yang memakai baju kantor nya .
" Ayo sarapan dulu , Hari ini saya ke kantor dan kamu istirahat saja di sini . Nanti jam 10 siang ada orang yang biasa membersihkan penthouse ini dan saya sudah menyuruh nya untuk memasak untuk kamu ."
" Jangan pergi kemana mana bila ada yang kamu butuhkan kamu bisa menghubungi Oki ". ucap Roy dan Kasih hanya mengangguk kan kepala nya dan mulai makanan yang di buat suami nya .
" Ini obat untuk kaki mu " ucap Roy setelah menghabiskan makan dan minuman nya .
" Saya berangkat ke kantor dulu ... " pamit Roy dengan mengelus lembut kepala Kasih .
" Hati - hati Kak ". ucap Kasih dengan datar dan Roy mengangguk kan kepala nya lalu beranjak pergi keluar kamar .
Kini tinggal lah Kasih sendirian di dalam kamar yang menjadi saksi bisu hilangnya kehormatannya oleh pria yang menjadi suami yang tak di kenal nya dan kesakitan nya akibat ke arogan dari perbuatan Roy .
__ADS_1
*******