
..." Lelaki ingin kebebasan dan wanita ingin keterbukaan . Terbuka lah maka kebebasan akan kamu dapatkan . Sesederhana itu bukan bernegosiasi dengan perempuan ."...
*****
Hari ini tepat satu bulan Dean dan Hana menjalani pernikahan nya dengan penuh rasa syukur.
Satu bulan untuk Hana dan Dean adalah masa dimana mereka masih saling tahap mendalami karakter .
Dua insan yang di pertemukan dalam waktu yang salah dan dalam keadaan yang jauh dari kata baik itu kini mulai menerima satu sama lain dalam biduk rumah tangga .
Walaupun keduanya belum saling sama - sama menjalani peran suami istri dalam arti sesungguhnya " namun tak menjadi masalah untuk sepasang pengantin yang sudah di anugerahi empat orang anak .
Kesepakatan untuk menjadi orang tua yang asik dan kompak untuk dua orang anak laki-laki dan dua bayi kembar nya.
Satu bulan Hana pun sudah mengetahui pekerjaan dan jabatan yang di pegang oleh suaminya Dean Prada Dewantara yang mana membuat Hana terkejut tak menyangka pria baj*ngan yang di nikahi nya ternyata bukan sembarang orang .
Kepolosan yang ada pada Ibu dari empat orang anak itu yang terkadang membuat Dean tertawa lucu dan buat ia menepuk keningnya .
Hana pun sudah dua kali datang dengan ke perusahan di mana suaminya yang menduduki jabatan tertinggi di Dewantara Group .
Dan kali ini Hana pun datang kembali ke gedung mewah itu untuk membawakan makanan untuk suaminya dan Kakak iparnya seperti yang sudah sudah dengan diantar oleh supir keluarga .
*******
Di ruangan Dean pun sedang serius membahas proyek besar dengan Sekertaris Riko , Asisten pribadi nya Joni , Roy Wakil Direktur serta Sekertaris Riki . Pembahasan yang sangat penting membuat petinggi Dewantara Group harus mempelajari dengan sangat penuh ketelitian dan kecermatan dalam proyek kali ini .
Wajah penuh kelegaan pun terpampang jelas pada ke lima wajah orang-orang terpenting di Dewantara Group saat Direktur Utama nya Dean Prada Dewantara mengeluarkan gagasan yang sangat baik untuk menyusun strategi dalam proyek besar ini .
Dan mereka pun dapat bersantai kembali hingga waktu perencanaan di mulai .
" Wahhh benar-benar sudah tak bisa di pungkiri bahwa Pak Dean memang Top dalam menjalankan bisnis ini ". puji Sekertaris Riko pada Bos nya dan Dean pun hanya tersenyum tipis .
" Jangan senang dulu kamu Ko saat waktu perencanaan besok jangan harap kamu bisa sesantai sekarang ". kata Roy pada Sekertaris Riko.
" Wah berarti bakalan sering lembur dong kita Pak , yahh tambah kasihan saya sama
Pak Joni ". ucap Riki Sekertaris dari Roy .
" Kenapa saya ?". tanya Joni dengan mengernyitkan keningnya merasa heran.
" Yaa kalau kebanyakan lembur makin lama dong Pak Joni dapat pendamping hahahaha ". ejek Riki yang memang terkenal sedikit gesrek namun dengan sikap nya itu mampu menghibur semuanya .
__ADS_1
" Diih sialann kamu Rik ," sahut Joni pada Sekertaris Riki.
Dan Dean tak mempermasalahkan anak buah yang bercanda di hadapannya itu asalkan masih ada rasa kesopanan dan pekerjaan yang beres . Saat ke lima pria tampan sedang mengobrol santai sekaligus menunggu waktu istirahat, tiba - tiba pintu ruangan Dean terbuka dan menampilkan seorang wanita modis dengan pakaian minim nya yang langsung berseru senang kepada Dean .
" Haai Dean aku datang lohh ". ucap Bella teman kecil Dean . Bella pun langsung menghampiri Dean dan bergelayut manja di lengan Dean .
" Jangan sentuh saya sembarangan Bella ". ucap dingin Dean terhadap Bella namun tetap tak di hiraukan oleh Bella .
Riki pun langsung menoel saudara kembarnya Riko dan berbisik .
" Ko gue gak salah lihat kan .? bukannya itu mainan Lo ?". tanya Riki berbisik .
" Iya kita lihat aja kalau dia mulai berulah sama Pak Bos gue bakal hancurin tu perempuan ". jawab Riko dengan menatap tajam ke arah Bella .
Roy yang memang pada dasarnya tidak menyukai Bella karena sesuatu membuat Roy geram melihat Bella bergelayut di lengan Dean .
" Woy Lo bisa diem gak , gak usah gangguin Dean ngerti gak ulet keket betina ". ucap Roy dengan menunjuk Bella dengan tajam .
" Gue gak ada urusan ya a sama cowok batang bambu kaya Lo ." balas Bella tanpa melihat kearah Sekertaris Riko dan Riki .
" Dean aku kangen banget sama kamu De " masih dengan bergelayut di lengan Dean.
" Bela sudah saya bilang jangan dekat dekat dengan saya ". ucap Dean lagi .
" Ceklek "
******
Hana pun memasuki lobby perusahaan Dewantara Group dengan tenang dan senyum yang menghiasi wajahnya .
Hana pun selalu membalas sapaan karyawan yang bekerja di perusahaan Dewantara Group dengan ramah nya .
Ya sebagian besar karyawan Dewantara Group sudah mengetahui tentang pernikahan sang Direktur Utama .
Hana pun langsung memasuki lift khusus dan tak butuh lama Hana sampai di lantai 40 dimana letak ruangan suaminya .
Hana mengernyitkan keningnya heran saat tak melihat Sekertaris suaminya berada di meja kerja nya .
Dan dengan pelan Hana membuka pintu ruangan Dean dan pandangan Hana pun langsung tertuju pada seorang wanita yang sedang bergelayut manja di lengan suaminya .
" Ceklek " Hana membuka pintu ruangan yang mana membuat semua orang yang berada di dalam merasa terkejut namun tidak dengan Bella yang tak mengetahui siapa Hana .
__ADS_1
" Deg "
" Mampus gue Hana dateng ." ucap Dean dalam hati .
" Hana … " ucap Dean terkejut dan akan menghampiri Hana namun Hana sudah menyuruh Dean diam di tempat dengan mengangkat satu tangan nya.
" Dulu rumah tangga saya hancur dengan mas Fandi dan saya tak mau lagi ada kehancuran di rumah tangga saya yang sekarang . Benar kata Dean saya harus kuat dan tak boleh lemah " gumam Hana dalam hati.
Hana pun menghela nafas dalam dengan santai berjalan menuju meja kerja Dean dan meletakkan kotak makan dan langsung menghampiri Dean yang sedang berdiri dengan tegang , dan Hana pun langsung mengambil tangan Dean dan mencium nya lalu Hana pun mengalungkan tangannya di leher Dean dan langsung mencium pipi kiri dan kanan Dean dan membisikan kalimat di telinga Dean yang mana masih bisa didengar oleh orang yang berada di ruangan itu.
" Beri aku kiss sayang ". ucap Hana dengan nada sensual . Dean pun langsung memberikan apa yang di minta oleh Hana dengan perasaan bingung .
mereka pun berciuman sekilas di depan semua orang yang mana membuat semua orang menganga oleh sikap langka istri Bos nya.
" Oops maaf ya gak lihat kalau ternyata ada orang disini ." ucap Hana pada semua orang yang masih terkejut .
" Lo siapa sih dateng - dateng main cium Dean .?" tanya Bella dengan sewot .
" Sayang dia … ?". tanya Hana pada Dean yang masih shock.
" Oh mungkin kamu karyawan disini ya tapi tunggu dulu baju mu gak sopan bila di pakai di area kantor loh ". ucap Hana sambil mendekati Bella dengan tersenyum manis namun sorot mata yang tajam memandang Bella .
" Siapa si Lo berani banget komentar soal baju gue ". kata Bella dengan marah .
" Kenal kan saya …" ucap Hana sambil mengulurkan tangannya di hadapan Bella namun tak di hiraukan oleh Bella. Dan Hana dengan paksa menggenggam tangan Bella .
" Hayoo katanya mau tau saya , kenal kan sa ya is ...…" ucap Hana dengan di eja dan masih menggenggam erat tangan Bella sehingga membuat Bella memekik .
" Aauw iiss sakit bodoh " pekik Bella merasakan sakit di tangan yang masih di pegang Hana dan Bella pun melayang kan tangan nya yang satu lagi untuk memukul Hana membuat semua pria diruang itu .
" HANA " teriak Dean.
" AWAS BU BOS " teriak serentak ke empat pria .
namun kalah cepat dengan Hana yang menangkap tangan Bella dengan kencang dan Hana memutarnya ke belakang tubuh Bella membuat Bella semakin mengadu kesakitan.
" Aauuwh SAKIIT ".
" lagian kamu kenalannya gak sopan saya ulangi lagi ya . kamu penasaran kan dengan saya ." ucap Hana di dekat telinga Bella
" Sa ya is tri da ri De an pria yang sa lah un tuk ka mu de ka tin ". ucap Hana dengan di eja dan tak menghiraukan pekikan dari bibir merah Bella .
__ADS_1
Sikap Hana benar - benar membuat semua orang terkejut dan terheran bagaimana bisa seorang perempuan yang biasanya lemah lembut bisa se ekstrim itu , termasuk Dean yang tak menyangka .
" Astaga kamu benar-benar penuh misteri Hana , lihat kamu seperti itu buat saya ngeri . .." gumam Dean dalam hati .