
..." Seseorang itu akan berubah karena dua hal . Pikirannya terbuka atau hati nya terbuka ."...
*******
Setelah menceritakan tentang kesalahan yang dilakukan nya pada wanita yang pernah menjadi istri pertama nya yang bernama Elis kepada istrinya Hana . Perasaan Dean sedikit tenang apalagi saat mendengar penuturan wanita cantik yang sekarang menjadi istri nya sekaligus Ibu dari anak-anak nya.
Dean yang tak tahan melihat pandangan teduh yang terpancar dari mata bulat dengan bulu mata lentik milik Hana membuat Dean mendekap erat tubuh istrinya tak cukup hanya mendekap nya Dean pun dengan pelan namun pasti mencium bibir manis Hana dengan lembut dan dalam . Hana pun menerima apa yang di lakukan oleh suaminya , dua pasang suami istri itu pun saling berbagi rasa hingga kegiatan mereka terusik oleh suara .
" Ooek ooek ooek " salah satu bayi kembar mereka menangis membuat Hana terkesiap dan tanpa sadar Hana mendorong tubuh Dean dengan sangat kuat dan langsung beranjak menuju kamar nya dimana putrinya menangis meninggalkan Dean yang terjatuh dan meringis sakit di area pinggang nya .
" Aauuwh aaiis Hana … Astaga kenapa saya punya istri yang barbar begitu " pekik Dean sambil mengelus pinggangnya.
Dean pun berdiri dan berjalan menuju kamar nya dimana terdapat pelaku yang sudah mendorong suaminya tanpa merasa bersalah sedang menyusui salah satu bayi nya .
Hana pun hanya melirik sedikit seorang pria tampan yang masuk ke dalam kamar , tak bisa di pungkiri Hana pun di buat gugup saat mengingat apa yang barusan dilakukan nya dengan pria yang menjadi suaminya .
Dean pun mendekati Hana dengan membawa satu gelas susu ibu menyusui .
" Nih sambil di minum biar tambah kuat tenaganya ." sindir Dean pada Hana .
Hana pun mendongakkan wajahnya dan menerima gelas susu dari istri nya dengan tersenyum kecil.
" Maaf ya gak sengaja ". ucap Hana pelan namun masih bisa di dengar oleh Dean.
" Heum " Dean hanya berdeham dan mendekat pada bayi yang sedang disusui oleh Hana .
" Papah bobok dulu ya princess … emuah ". ucap Dean pada bayi nya dan mencium rambut sang putri yang terlihat .
Dean pun langsung berbaring di ranjang dekat dengan Abang Rafa dan mulai memejamkan matanya tanpa melirik Hana sedikit pun .
" Dia marah ya ?". gumam Hana dalam hati sambil terus mengamati Dean yang cuek .
Setelah menyusui kedua bayi kembar nya secara bergantian hingga tertidur pulas , Hana pun langsung berbaring di ranjang dekat dengan putra sulungnya dan mulai memejamkan matanya menuju ke dunia mimpi .
******
Pagi hari Hana terbangun tepat pukul 5 dan ia langsung beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya sebelum semua anak anak nya terbangun . 20 menit ia menghabiskan waktu untuk membersihkan tubuh nya dan ia pun langsung keluar menuju ranjang dimana suami serta anak anak nya masih tertidur pulas .
Hana pun masuk kembali ke ruang ganti menyiapkan pakaian untuk Dean karena ia tahu bahwa hari ini Dean mulai aktif kembali masuk ke kantor .
__ADS_1
Hana pun beranjak ke ruang tidur karena mendengar suara ringikan salah satu bayi kembar nya dan dengan sigap Hana langsung menyusuinya dangan bergantian , saat Hana masih menyusui bayi nya terdengar suara ketukan pintu kamar nya.
" tok tok tok "
Hana pun langsung mengambil remote yang dapat membukakan pintu yang terkunci seperti yang di ajarkan oleh Dean suaminya .
" Ceklek " terlihat Mamih Esty , Bik Mimin dan Uni masuk kedalam kamar nya.
" Hay sudah bangun Han , Mamih kira masih tidur ternyata sudah rapih ". ucap Mamih Esty .
" Iya Mih sudah ". jawab Hana sambil tersenyum.
" Wahh si cantik Oma sudah bangun semua ya ?". tanya Mamih Esty pada cucu kembar nya.
" Sudah Oma , Adek habis minum susu ." ucap Hana dengan nada anak kecil .
" Han si kembar Mamih bawa ke bawah biar berjemur dan tolong bangunin kakak dan Abang biar di bantu Uni bersiap sekolah di kamar mereka ". Kata Mamih Esty dan Hana langsung membangun kan Kakak dan Abang untung dua kakak beradik itu mudah untuk di bangun kan dan langsung beranjak mengikuti Oma nya serta asisten rumah tangga yang membantu membawa anak-anak Hana.
" Mih biar Hana bantu ya ". tawar Hana .
" Gak usah , kamu urusin aja tuh si bayi besar mu dan mudah-mudahan kamu berhasil buat dia bangun pagi , yaudah ya Mamih ke bawah dulu ." tolak Mamih Esty dengan halus. .
Setelah Mamih Esty dan semuanya keluar kamar tinggallah Hana dan Dean yang masih tertidur pulas di ranjangnya.
" De … Dean bangun udah pagi " ucap Hana sambil menggoyangkan bahu Dean yang masih tertidur dengan memeluk guling nya dengan erat .
" De bangun kamu kan harus berangkat kerja ". ucap Hana lagi membangun kan Dean .
" Heeuum " dan lagi - lagi Dean hanya berdeham .Hana yang kesal langsung mendekatkan bibirnya ke telinga Dean dan mulai .
" DEERAAAAN BANGUUUN " teriak Hana dan dengan gerakan cepat Dean malah mendekap tubuh Hana hingga berbaring di atas tubuh Dean .
" Keterlaluan kamu ya bangunin suaminya gak sopan ni rasain … " ucap Dean masih dengan mendekap tubuh Hana dengan erat dan menggelitiki Hana .
" Haah ampuunn DEAANN .... lepaas iya ampuuun ". Hana berteriak agar Dean menghentikan aksi menggelitiknya.
Dean pun akhirnya mengakhiri aksi nya namun masih tetap memeluk tubuh Hana diatas ranjang nya .
" Han jangan gitu lagi , kamu terlalu sering teriak di telingaku Han ".ucap Dean .
__ADS_1
" huufft iya iya maaf lagian kamu nya sih di bangunin susah banget , yaudah yok siap - siap nanti kamu telat ". jawab Hana .
" Nanti dulu sebentar lagi ". ucap Dean .
" Ayok Dean kamu gak bisa kaya gini terus kalau bangun , kamu gak lupakan kalau kamu itu menikahi seorang janda beranak empat yang perlu juga ku urus dean bukan seorang gadis yang bisa mengurus mu dengan total ". ujar Hana dengan serius .
" Oke yaudah ayo kita bangun , tapi sampai saya kelar jangan keluar dulu dari kamar ya ." jawab Dean sambil beranjak duduk dan mengelus lembut rambut Hana dan langsung beranjak ke kamar mandi dan Hana merapihkan tempat tidur nya dan boks bayi kembar nya .
" Han bantuin pasang dasi ku ?" teriak Dean .
" Iya sebentar ." balas Hana .Hana pun bergegas ke ruang ganti dimana Dean sedang memakai jam tangan mahalnya .
" Baju yang kamu pilihan cocok saya suka , nih pasangin ". ucap Dean dan memberikan dasi pada Hana .
" Susah De kamu ketinggian aku gak nyampe ". kata Hana dengan cemberut dan dengan sigap Dean menggendong depan yang mana membuat Hana terkejut.
" Astaga Dean …"
" Udah buruan pasang makanya jadi cewek itu jangan pendek Han ". ucap Dean yang mengejek Hana dengan masih menggendong Hana .
" Bukan saya yang pendek tapi kamu yang ketinggian Dean , tinggi saya tuh udah ideal
160 " ucap Hana dengan bangga.
" Dean , juragan emas kok segala pake dasi sih perasaan kalau lihat di toko gak ada tuh ?" ucap polos Hana dan masih memakaikan dasi di leher Dean .
" hHahahaha … saya beda Han , Saya itu juragan emas ekslusif hahahha" tawa Dean pecah .
" Sudah selesai sekarang , buruan turunin ." Hana berseru .
" Kasih saya morning kiss dulu baru di turunin ." ucap Hana .
" Gak " tolak Hana .
" Oke kalau gak mau biar saya gendong sampai bawah ". ancam Dean sambil berjalan keluar ruang ganti .
" Dean stop , iya sedikit ya .." dan Hana pun mulai mendekatkan bibirnya ke pipi Dean namun saat akan menempel Dean memalingkan wajahnya hingga Hana pun mencium bibir Dean . Dan Dean pun menahan tengkuk Hana agar tak bisa berontak hingga mereka terkejut dengan.
" ceklek "
__ADS_1
" OOPS MAAF …"
*******