Perjalanan Pilu Seorang Hana

Perjalanan Pilu Seorang Hana
Bab 191


__ADS_3

Kasih masuk ke dalam rumah Dewantara dengan air mata yang mengalir setelah menutup pintu mobil suaminya dengan keras .


Wanita yang sedang mengandung itu ingin sekali menyerah dengan pernikahan nya jika ia tak memikirkan bayi yang sedang di kandung nya karena rasa kecewa yang lagi-lagi di berikan suaminya .


Kasih melangkahkan kakinya tanpa melihat orang sekitar yang ia lewati hingga saat ia melewati ruang tengah ia di kejutkan dengan panggilan seseorang yang tak lain adalah Hana sahabat sekaligus adik ipar nya .


" Kasih ... " panggil Hana . Kasih pun menghentikan langkahnya dan melihat pada Hana dengan air mata yang membasahi pipi nya .


" Hana ... " Kasih berjalan menuju Hana begitupun Hana yang langsung merentangkan kedua tangannya menyambut sahabatnya.


" Han ... Ka Roy ..." ucap Kasih dengan terisak .


" Iya Kamu tenang ya kasihan baby mu kalau kamu nangis sampe kaya gini ... ". kata Hana menenang kan Kasih yang menangis tergugu .


" Kasih tenangkan dirimu nanti yang ada kamu jadi sesak ... ". ucap Hana lagi masih dengan memeluk Kasih .


Papih Dika dan Mamih Esty yang melihat Kasih menangis seperti itu merasa sangat iba sekaligus geram terhadap putra sulung mereka , Mamih Esty pun beranjak pergi menuju dapur untuk mengambilkan air minum untuk Kasih .


" Hana ajak Kasih duduk nak biar lebih tenang ..." suruh Papih Dika pada Hana .


Hana pun mengangguk kan kepala nya sambil mengajak Kasih duduk di sofa yang ada di ruang itu , bersamaan dengan datangnya Mamih Esty dengan membawa satu gelas air minum .


" Uuusst tenang nak jangan seperti ini ... ini minum dulu biar lebih tenang ... " ucap Mamih Esty duduk di samping Kasih dan memberikan satu gelas air putih yang langsung di minum oleh Kasih .


" Terimakasih Mih ". ucap Kasih masih dengan tangisnya .


Mamih Esty menganggukan kepalanya dan memeluk tubuh menantunya dengan sayang .


" Forgive Mamih's son, but Mamih, please don't even think about leaving him ... for the sake of your prospective children, be patient a little more ...Everything will be alright " ucap Mamih Esty sambil mengelus punggung Kasih .


" Maafkan putra Mamih ya tapi Mamih mohon jangan pernah berpikir untuk pergi meninggalkan nya ... demi calon anak kalian bersabarlah sedikit lagi ... semua akan baik-baik saja "


Kasih memilih tak menjawab ucapan Mamih Esty karena ia pun tak bisa menjanjikan kesabaran yang lebih untuk suaminya .


Bersamaan dengan Roy yang masuk ke dalam ruang tengah , hatinya mencelos saat pandangan nya tertuju pada wanita yang menangis di dalam dekapan Mamih nya .


" Kasih ... Saya bisa jelaskan semuanya , ini tidak seperti yang kamu pikirkan ." ucap Roy pada Kasih dengan berjalan akan mendekati kasih .


" Stop disitu Ka jangan pernah dekat lagi jika kamu belum mau jujur tentang apa yang sedang kamu sembunyikan dari aku dan semua nya ". kata Kasih melarang Roy mendekat .


Papih Dika pun hanya menonton dan menunggu apa yang akan di jelaskan oleh putra sulungnya .


" Saya ... saya transfer uang bukan untuk wanita lain Bun tapi saya transfer uang untuk ..." Roy menghentikan ucapannya dan melihat pada semua orang yang ada di ruang tengah itu hingga pusat pandangan nya tertuju pada Istrinya .


" Lalu untuk siapa hah ... ?". tanya Kasih pada Roy .


Dengan menarik nafas panjang dan membuangnya perlahan .

__ADS_1


" Saya transfer uang untuk paman ku adik dari Papah yang sedang sakit keras Bun ..." jawab Roy membuat semua orang tercenung namun tidak untuk Papih Dika yang tersenyum remeh.


" Kalau memang kamu bantu untuk paman mu ... apa susah nya ngomong Ka ... ". tanya Kasih tak habis pikir dengan suaminya .


" Dia ngerasa gak enak Bun ". jawab Roy .


" Dia gak enak apa takut ketahuan bohong nya Roy ... " ucap Papih Dika dengan santai pada Roy yang menatap Papih nya .


" Maksud Papih apa ?". tanya Roy pada Papih Dika .


" Papih gak ada maksud apa-apa cuma ingin pikiran mu terbuka Roy ... Papih akui kalau kamu smart tapi kamu juga ceroboh Roy ...terlalu mudah percaya sama orang ." jawab Papih Dika penuh dengan sindiran .


" Tapi Om Harry benar sedang sakit Pih ... " ucap Roy meyakinkan .


" Kamu yakin Om angkat mu itu sakit dan apa kamu lupa pengkhianatan yang sudah dia lakukan pada keluarga mu ?". kata Papih Dika sarkastik.


" Roy gak lupa sama sekali Pih tapi lihat dia dalam keadaan seperti itu Roy gak tega Pih ..." jawab Roy .


" Nah itu kebodohan kamu Roy kamu mempercayai orang yang jelas sudah pernah berkhianat kepada mu dan keluarga mu tanpa menyelidiki yang sebenarnya ..." ucap Papih Dika dan saat Roy akan menjawab , Papih Dika sudah mendahului nya .


" Mau ngelak apa lagi ... buat pembuktian coba kamu hubungi Om Harry mu itu setelah kamu mengirim uang dengan jumlah yang cukup besar ." kata Papih Dika .


Walaupun heran dengan Papih nya yang mengetahui semua yang di lakukan nya dan sedikit ragu dengan ucapan Papih nya . Roy tetap mencoba menghubungi Om Harry nya .


Setelah beberapa kali Roy mencoba menghubungi adik angkat Papah nya namun hasilnya tetap sama selalu di luar jangkauan .


" Gimana bisa ? , tapi kalau pun kamu coba menghubungi nya sampai besok pagi tetap akan sama hasil nya karena Om mu itu kabur keluar negeri dengan membawa uang kiriman mu Roy . Gak percaya ." ucap Papih Dika pada Roy .


" Gak mungkin dia se tega itu Pih ..." jawab Roy pelan .


" Kenapa gak mungkin , dulu saja dia bisa tega membuat perusahaan yang di bangun dengan susah payah oleh Papah mu dengan cara menipu dan kabur entah kemana membawa uang perusahaan Papah mu , Oke biar kamu tidak menganggap Papih hanya omong kosong Papih punya buktinya ." ucap Papih Dika.


" Deg "


Perasaan Roy tidak enak setelah mendengar Papih Dika menyebut kedua orangtuanya serta mempunyai bukti kebodohan nya .


" Mih tolong ambil amplop coklat yang ada di meja kerja Papih ." pinta Papih Dika pada Mamih Esty yang langsung patuh .


" Ini Pih ." Mamih Esty menyerahkan amplop coklat pada Papih Dika .


Papih Dika pun meletakkan amplop coklat itu di atas meja .


" Silahkan kamu lihat isi dalam amplop coklat itu .." kata Papih Dika dan Roy pun mulai berjalan menuju meja dan mengambil amplop coklat serta membuka nya .


" Buka ... Agar kamu dapat menilai betapa ceroboh dan bodohnya kamu sampai - sampai kamu membuat istrimu yang sedang mengandung darah daging mu sedih " sahut Papih Dika dan Roy mulai membaca satu persatu berkas dan melihat bukti foto kebohongan paman Harry nya yang ada di amplop coklat itu .


Seketika Roy pun langsung tertunduk lemas dengan meremas rambut nya dengan kuat , meratapi kecerobohan nya .

__ADS_1


" Astaga kenapa dia masih belum berubah dan bodohnya saya yang sama sekali tidak menyadari kebohongan nya ..." gumam Roy


Mamih Esty yang melihat putranya terpuruk dengan sikapnya sendiri pun merasa tak tega dan beranjak berdiri berniat mendekati Roy namun langkahnya sudah lebih dulu di cegah oleh Papih Dika .


Kasih yang tak tega karena perasaan nya sudah terpatri pada pria yang sedang sedih itu pun langsung beranjak bangun menghampiri Roy dan langsung mendekap tubuh Roy yang langsung membalas pelukan nya .


" Maafkan aku Bun ..." ucap Roy dan saat Kasih akan menjawab ucapan suami nya sudah terpotong oleh Papih Dika .


" Ya banyak - banyaklah meminta maaf kepada istri mu Roy yang secara tidak langsung kamu lukai ." sahut Papih Dika bersamaan dengan suara mobil yang berhenti di depan teras rumah .


" Pelukannya sudah dulu Kasih Roy karena kita kedatangan tamu ..." ucap Papih Dika pada Roy dan Kasih .


Hana pun langsung beranjak mendekati kasih dan mengajak Nya untuk duduk kembali di sofa meninggalkan Roy yang semakin gusar dan menyesal .


Dean pun masuk ke dalam ruang tengah yang mana terdapat hampir semua anggota keluarga nya dan Roy yang berada di tengah ruangan itu .


" Gimana Dean dapat ?". tanya Papih Dika setelah melihat kedatangan putra bungsu nya .


" Hampir telat beberapa menit aja kita terlambat tapi syukurlah kita berhasil menemukan nya ." jawab Dean namun menatap pada Roy iba .


Dean pun berjalan mendekat pada Kakak nya dan merangkul bahu Roy mengajak Roy duduk di sofa .


" Semua akan baik-baik saja ..." ucap Dean .


" Makanya kalau mau kasih orang uang mending ke panti asuhan sekalian bukan malah ke orang gak jelas ..." ucap Dean bercanda dan Roy yang mendengar ucapan Dean, Roy menonjok pelan bahu adik nya .


" Terus Lo masih punya uang gak Roy ?". tanya canda Dean dengan menaik turun kan alisnya .


" Berisik Dean ... " jawab Roy dengan memijit pelan keningnya .


" Oke walaupun gue tau uang Lo masih banyak tapi tetap bakal gue kasih ... " kata Dean dengan senyum mengejek .


" Johan bawa sini .. " panggil Dean pada Johan asisten pribadi nya .


Johan memberikan amplop coklat berisi uang pada Dean . Dan Dean langsung memberikan amplop coklat itu di tangan Roy .


" Nih uang Lo ... " ucap Dean dan Roy yang menerima uang itu pun menatap Dean heran .


" Tenang aja ini uang Lo yang bisa gue selamatin ..." ucap Dean lagi .


" Dapat dari mana Lo De ?". tanya Roy .


Dan Dean tidak menjawab tapi malah menyuruh Johan memanggil orang suruhan nya dan masuklah anak buah Dean dengan membawa dua orang wanita dan perempuan yang sangat Roy kenal dan semua yang ada di ruangan itu pun terkejut tak terkecuali Roy .


"Tuh dari dua orang itu ". ucap Dean sambil menunjuk dua orang yang duduk dengan tangan di ikat ke belakang dan di jaga 4 orang suruhan Dean .


" Om Harry , Monika kalian ....?". pekik Roy terkejut.

__ADS_1


*********


__ADS_2