
Dalam waktu kurang dari 5 jam tepat pukul 9 malam mobil yang di kemudikan Johan akhirnya sampai di depan rumah sederhana berlantai 2 , rumah yang sudah sangat banyak perubahan setelah Hana menikah dengan Dean Prada Dewantara siapa lagi kalau bukan Dean yang meminta merenovasi hampir 50 % rumah orang tua Istrinya dari penambahan kamar di rumah itu memperbesar dengan menambah kamar mandi pribadi pada kamar milik Istrinya dan masih banyak lagi namun tak membuang keasrian rumah itu dengan halaman yang asri karena masih banyak terdapat tumbuhan dan pepohonan yang mengelilingi rumah menambah kenyaman bagi penghuninya .
Kedatangan Dean dan Hana pun langsung di sambut senang Pak Wahyu yang mendorong kursi roda Bu Wina dan juga Anis .
Kondisi Bu Wina semakin membaik setelah di rawat oleh menantunya Anis dengan sangat telaten dan kini tinggal masa pemulihan dalam melancarkan kembali berjalan yang masih rutin menjalani terapi .
" Assalamualaikum ...". ucap salam Dean saat keluar dari mobil . Begitupun Johan dan Uni yang langsung menurunkan barang-barang bawaan mereka yang ada di bagasi .
" Waalaikum salam alhamdulillah akhirnya sampai juga dengan selamat ...". ucap Pak Wahyu yang langsung mengambil baby Sheina yang ada di gendongan Dean .
" Anis ... Saya minta tolong dong gendongin baby Sheila dulu ... soalnya saya mau gendong Mbak mu kaki nya kram katanya ...". pinta Dean pada Anis adik iparnya .
" Iya Ka Dean sini Adek Sheila nya sama Aunty Anis ...". jawab Anis dan langsung mengambil Baby Sheila dari tangan Dean .
" Ayo sini buruan biar Mas gendong Yank ...". ucap Dean sambil mengulurkan kedua tangan nya pada Hana yang malah menggeleng kan kepalanya .
" Gak mau Mas malu ih masa kaya si kembar di gendong juga ...".jawab Hana pada Suaminya yang nampak tak sabar .
" Gak usah drama deh Yank buruan atau Mas tinggal di dalam mobil ya soalnya Mas nya kebelet sayank ...".Pinta Dean lagi pada Hana .
" Ih tega banget masa di tinggal ..." ucap Hana sambil mengerucutkan bibirnya .
" Yaudah buruan Mas udah mau di ujung nih kalau gak beneran Mas tinggal ya ...1 2 ti ....". kata Dean lagi yang akhirnya dituruti Hana dan langsung masuk kedalam gendongan Dean ala bridal style ..
" Dasar tukang maksa ..." umpat Hana yang malah langsung mendapat ciuman sekilas dari Dean .
" Cup ".
" Mas ih malu tuh masih ada Anis ... Udah ih turunin Hana udah gak kram lagi ...". pekik Hana terkejut dengan serangan dadakan dari sang Suami .
" Glek ". Anis yang melihat kemesraan antara Kakak ipar dan Suaminya pun hanya bisa tersenyum pahit dan malu , Hal manis yang belum pernah ia terima dari Alfa ... Anis pun menggeleng kepala nya pelan dengan menghela nafas dalam karena dia harus menerima apa yang sudah menjadi pilihannya .
" Hai Anis ... Gimana kabarnya ..., maafin Mas Dean ya ...". sapa Hana setelah ia di turunkan dari gendongan Suaminya di depan teras rumahnya .
" Alhamdulillah baik Mba ... Iya gak apa-apa Anis malah seneng melihat keharmonisan Mbak Hana dan Suami .".jawab Anis dengan segala kegetiran dan Hana hanya tersenyum malu mendengar jawaban Anis sambil berjalan masuk ke dalam ruang tamu dengan di ikuti Uni dan juga Johan yang langsung duduk di ruang tamu .
Saat masuk ke dalam rumah ini Hana selalu merasa nyaman salah satu tempat nya bersandar di kala terpuruk nya . Hana langsung mendekati Ibu nya dengan mata yang berkaca-kaca .
" Ibu gimana keadaan nya ... Sehat terus ya semangat untuk sembuh biar bisa lihat cucu-cucu Ibu tumbuh sampai mereka besar Bu ...".Ucap Hana dengan bersimpuh dengan kepala yang di letakan di paha Ibunya di depan Bu Wina yang sedang mengelus rambut nya dengan lembut .
" Iya ndok Ibu sudah baikan ko nak ... Ibu akan rajin dan semangat terapi biar bisa seperti dulu lagi ndok biar bisa bantuin momong cucu-cucu Ibu sudah jangan nangis ya ...". jawab Bu Wina dan Hana langsung menciumi wajah wanita yang sudah melahirkan dan merawat nya dengan sepenuh hati dan terakhir Hana memeluk Bu Wina .
" Hana kangen Ibu ...". ucap Hana saat memeluk Ibunya .
" Oh jadi kangen nya cuma sama Ibu nih sama Bapak nggak Ndok ...?". sahut Pak Wahyu menyadarkan Hana .
" Ih yo kangen to Pak moso ngono ae meri je ( Ih ya kangen dong Pak masa gitu aja ngiri ) ". jawab Hana sambil berjalan mendekati Pak Wahyu dan langsung memeluk erat Bapak nya yang merupakan cinta pertamanya .
" Bapak sehat - sehat ya jangan sakit .. Hana sayang Bapak ...". ucap Hana sambil menangis haru dengan masih mendekap erat tubuh Bapak nya .
__ADS_1
" Iyo no ndok Bapak bakal jogo kesehatan demi Ibu lan biso ngiringi Hana ro Alfa ... Dungo awan bengi ben anak - anak Bapak Ibu urip pe mulya yo ndok ...". kata Bapak dengan mata yang basah .
( Iya nak Bapak akan jaga kesehatan demi Ibu dan bisa mengiringi Hana dan Alfa ... Berdo'a siang malam biar anak -anak Bapak Ibu hidup enak ya nak ... ".
" Amin Amin ya Allah ..." jawab Hana .
Dean yang baru selesai dari kamar kecil pun langsung mencium punggung tangan Bu Wina dan memeluk hangat wanita yang sudah sangat berjasa untuk nya karena sudah berhasil mendidik wanita yang sekarang menjadi Istrinya dengan sangat baik .
Setelah menyalami Bu Wina , Dean pun mendekati Bapak mertuanya namun masih ada Istrinya yang nampak masih nyaman berada di pelukan Bapak nya membuat Dean mempunyai ide mengusili Istrinya .
" Ehem ".
" Anak nya masih cengeng ya Pak ...nangis mulu kerjaan nya ...". ucap Dean pada Bapak mertuanya menyindir Hana membuat Hana yang mendengar mencebikan bibir nya .
" Biarin aja situ ngiri bilang Bos ... ". jawab Hana dengan lidah yang melet pada Dean membuat Johan dan Uni tertawa kecil melihat Bos nya di ledek Istri cantik nya namun tawa mereka segera berhenti saat mata tajam bak elang itu melirik Johan dan Uni .
" Ya kan mau gantian salamin Bapak ... ". jawab Dean pada Hana yang langsung menggeser tubuh nya .
" Biar cengeng tapi tetep cantik kan nak Dean ...". kata Pak Wahyu pada Dean .
" Nah kalau itu fakta Pak dan yang jelas Dean cinta Pak ...". ucap Dean pada mertuanya sambil mencium punggung tangan dan memeluk Pak Wahyu dengan hangat .
" Bapak nitip putri Bapak ya nak , jangan di sakiti jika kamu sudah tak cinta atau ia buat kesalahan fatal jangan sakiti baik fisik atau hatinya lebih baik kamu kembalikan pada kami nak ...". ucap Pak Wahyu setelah melepaskan pelukannya dan Dean langsung mencium kembali tangan yang mulai berkeriput itu dengan sayang .
" Jangan bicara seperti itu Pak ... Insya allah Dean tak akan pernah menyakiti fisik dan hati Hana untuk kedua kalinya jika besok Hana kembali pada Bapak dan Ibu itu karena Dean sudah tak ada lagi di dunia ini ...". jawab Dean dengan sungguh - sungguh .
" Ya Bapak percaya kamu nak ...". kata Pak Wahyu dengan menepuk pelan bahu Dean dan mereka pun duduk di ruang tamu dengan disuguhi Teh hangat dan kue oleh Anis .
" Makasih banyak Anis kamu jangan capek-capek loh ...". kata Hana dan Anis langsung menggelengkan kepalanya .
" Gak capek ko , Mbak Hana berlebihan deh ...". jawab Anis dengan tersenyum manis .
" Monggo Mba Uni dan Mas Johan ... Nak Dean diminum teh nya buat anget-anget ...". Pak Wahyu mempersilahkan semuanya .
" Loh Nis dari tadi saya gak lihat Alfa ... kemana dia ?". tanya Dean pada adik ipar Istrinya .
" Mas Alfa nya kan masih di Jakarta Ka katanya mau nyelesain masa kontrak kerjanya terus Anis di suruh di sini aja jagain Ibu ...". jawab Anis pada Dean yang sedikit penasaran dengan Adik dari Istrinya dan Dean hanya manggut-manggut mendengar jawaban Anis .
" Ada rencana apa lagi Alfa sepertinya ada yang tak beres ...".gumam Dean dalam hati .
" Yaudah Nis sabar ya besok kalau kontrak kerja Al udah selesai kamu dan Alfa pasti bisa berkumpul bersama ". seru Hana dan Anis hanya tersenyum getir mendengar ucapan Hana .
" Oh ya ngomong-ngomong kemana 2 cucu Bapak dan Ibu ko dari tadi Bapak baru ngeh ya ...?". tanya Pak Wahyu setelah menyadari jika kedua cucu laki-laki nya tak turut serta di rumah nya .
" Em mereka gak ikut kesini Pak ... Sebenarnya tadi mereka ikut kami tapi kmi sengaja mengantarkan kembali Kakak Rama dan Rafa karena Dean melihat anak-anak masih sangat merindukan Ayah nya jadi menurut Dean alangkah baiknya Dean dan Hana memberikan kesempatan mereka dekat dengan Ayah nya ".jawab Dean pada Pak Wahyu dan Ibu Wina .
" Ya sudah tak apa lain kali kami masih bisa bertemu walaupun sebenarnya Bapak sangat merindukan mereka ...". jawab Pak Wahyu yang nampak keberatan .
" Maaf Pak ... Tapi Pak besok setelah dari sana Dean janji dan akan mengantarkan sendiri mereka datang kesini menemui Ibu dan Bapak ... Sungguh tadi Dean sangat tidak tega jika harus memisahkan anak-anak dari Ayahnya dengan kerinduan yang besar ..".jawab Dean pada mertuanya .
" Apa yang kamu lakukan sudah sangat benar nak ... Karena biar bagaimana pun kita tidak bisa memisahkan ikatan darah itu jika di dunia ini ada bekas istri tapi tak ada yang nama nya bekas anak ... Mau atau tidak kalian akan selalu berhubungan demi menjaga perasaan anak-anak yang tidak berdosa ...".ucap Bu Wina dan di angguki Dean dan juga yang lain nya .
__ADS_1
" Uni tolong bantu lap dan ganti baju si kembar ya karena sepertinya mereka sudah tak nyaman maaf kepala saya pening sekali jadi gak bisa bantu ...". pinta Hana pada Uni yang langsung mengangguk .
" Baik Bu ...". jawab Uni bersiap mendorong stroller si kembar dimana dua balita itu sudah bergerak tak nyaman mungkin karena popok nya sudah penuh .
" Ayo Mba Uni biar aku bantu ... kita ke kamar tamu itu aja ya ...". ucap Anis pada Uni yang menganggukan kepalanya sambil mengikuti langkah kaki Anis yang mendorong stroller si kembar sambil menenteng koper berisi perlengkapan balita kembar itu .
" Loh kamu sakit tah ndok ?". tanya Ibu Wina sedikit khawatir pada putrinya .
" Gak Bu cuma pebing sedikit aja mungkin Hana mabok kendaraan Bu ... Ibu gak perlu khawatir ya ".jawab Hana .
" Yaudah kalau capek sana istirahat dulu ndok biar besok agak enakan lagian ini juga udah malam Bapak dan Ibu juga mau istirahat setelah Bapak anter Mas Johan ke kamar nya ...Sana nak Dean antar Hana istirahat pasti dia kecapean ...". pinta Pak Wahyu pada Dean yang menganggukan kepalanya .
" Baik Pak .... Yaudah kalau gitu Dean dan Hana ke kamar dulu ". jawab Dean
" Ayo yank mau Mas gendong gak ...?". tanya Dean pada Hana yang menganggukan kepalanya karena kepalanya benar - benar terasa berat .
Dean pun langsung sigap menggendong Hana ala bridal style Ibu Wina dan Bapak Wahyu pun hanya tersenyum senang melihat perhatian menantu nya pada putrinya dengan dalam hati mereka berucap syukur semoga hubungan anaknya dengan suami selalu langgeng .
Sampainya di kamar Dean langsung membawa Hana ke kamar mandi agar istrinya membersihkan tubuh nya dan mengganti baju dengan baju tidur setelah selesai Dean pun menuntun pelan Istrinya menuju ranjang nya dengan segera Hana pun membaringkan tubuh lelah nya di ranjang dengan mata yang terpejam namun belum seratus persen tidur .
" Yank ..." panggil Dean pada Hana .
" Heum apa Mas ...?". jawab Hana masih dengan mata terpejam karena setiap ia membuka mata kepala nya terasa berputar-putar .
" Beneran lagi gak enak badan ...?". tanya Dean penuh arti .
" He'eh Mas sakit banget ...". jawab Hana malah memiringkan tubuhnya memunggungi Dean dengan memeluk erat guling keramat nya .
" Sebentar aja gak bisa Sayank ... ?". tanya Dean lagi penuh harap sambil menepuk- nepuk pelan paha Hana .
" Maaf Mas ...". jawab Hana di balik guling nya sambil menyingkirkan tangan nakal Suaminya .. bukan tak mau melayani nafsu Suaminya namun kepalanya benar-benar sakit .
" Yah gagal deh dapat vitamin nya ... heuh apes mandi air dingin malam pertama di rumah mertua ...". gerutu Dean .
" Yaudah lah kalau kamu beneran sakit ... Mas terpaksa mandi air dingin lo yank kamu gak kasihan kah ...?". Dean masih banyak berharap Istrinya bisa malam ini .
" Maaf Mas tapi apa Mas gak kasihan kepala Hana pening banget ih ...". jawab Hana sedikit sebal pada sang Suami .
" Yaudah lah kalau gitu finalli benar- benar mandi air dingin nih gue ...". gerutu Dean dengan langkah gontai masuk ke dalam kamar mandi membersihkan tubuhnya sekaligus menenangkan sesuatu yang sedikit berontak dari tempat nya .
********
__ADS_1