
Hana keluar dari dalam kamar mandi masih dengan di gendong suaminya Karena tubuh nya benar-benar remuk redam pasalnya di dalam kamar mandi Dean kembali menerjang Istrinya tanpa ampun dan benar saja malam ini Dean mengajak Hana untuk bergadang .
Tak tanggung-tanggung dari jam setengah 1 dini hari sampai pukul 4 pagi Dean mencurahkan semua hasrat nya dengan penuh kelegaan bercampur bahagia atas pengakuan dari dirinya dan juga Istrinya .
Setelah membantu memakai kan baju tidur yang lebih normal pada Hana , Dean menggendong tubuh ramping Hana di ranjang dengan perlahan .
" Sayang jangan tidur dulu ini pompa dulu ASI nya untuk baby Sheila dan Sheina takutnya mereka haus dan kamu belum bisa bangun lagi ." kata Dean dengan mengambil kan breast pump untuk Hana .
Dengan menyenderkan tubuhnya yang lemas di tubuh atletis Dean Hana mulai memompa ASI nya .
" Udah gak mau di tutupin kaya dulu lagi hem ?". tanya Dean menggoda istrinya .
" Percuma sudah kamu lihat semua ". jawab Hana .
" Bisa besar begini ya , sayang kamu hebat Lo ASI mu bisa penuhin si kembar padahal setau ku banyak yang punya Twins mereka memerlukan bantuan susu formula loh ". kata Dean dan dengan jahil nya ia menusuk nusuk benda kenyal milik Hana yang mirip squishy .
" Iihk usil banget sih ... Ya kan ini berkat Ibu juga yang suruh Hana makan makanan yang dapat merangsang banyak nya asi dan juga Mamih Esty yang baik banget datengin bidan untuk memberikan pijat refleksi yang dapat melancarkan dan memperbanyak ASI . Gitu loh Papah Dean ku sayang ." jelas Hana pada suaminya yang masih melancarkan aksi jahilnya .
" Ini udah ". kata Hana .
" Wah udah dapet 2 botol , yaudah sana istirahat biar aku yang taruh ke dalam lemari pendingin ." jawab Dean dengan merapihkan breast pump dan membawa 2 botol susu .
Hana langsung merebahkan tubuhnya di ranjang yang terasa sangat remuk redam .
Dean pun menaiki ranjangnya dan membaringkan tubuhnya di samping Hana ia rengkuh tubuh lemas Hana untuk masuk ke dalam dekapan nya dengan selimut yang menutup sebatas pinggang mereka .
Hana menempel kan wajahnya di dada bidang suaminya yang hangat dan menghirup harum maskulin dari tubuh suaminya yang sudah menjadi candu untuk nya dengan tangan yang melingkar di pinggang Dean ,
begitu pun dengan Dean yang mencium puncak kepala Hana yang harum buah stroberi yang menguat dari rambut Istrinya .
" Sayang tidur ?". tanya Dean pada Hana .
" Heum lemas aku nya sayang ". jawab Hana dengan manja .
" Iya maaf ya , tapi aku benar-benar tidak bisa mengendalikan Dean jr sayang ". ucap Dean dengan mengelus lembut kepala Hana .
" Emang sebegitu bedanya ya sama mas mantan ". tanya Dean dengan santai , Hana yang mendengar ucapan Dean pun langsung mencubit kulit putih dada suaminya .
" Aauuwh sakit sayang ... kebiasaan nya kumat lagi nih ". pekik Dean .
" Biar kapok lagian suka banget bahas orang lain , aku gak suka denger kamu bahas dia ." jawab Hana dengan ketus .
" Ya habis nya aku tuh penasaran banget sayang , kalau kamu perawan mungkin aku gak mungkin se heran ini tapi ini kamu tuh sudah gak asing lagi dengan barang beginian tapi lihat kamu sampai kaya gini ". ucap Dean dan itu membuat Hana gemes banget sama suami tampannya .
" Ya karena … " jawab Hana dengan tergagap .
__ADS_1
" Karena apa hem ?". sahut Dean .
" Ya karena punya orang blasteran bule sama khas indo itu pasti berbeda ... iiih nyebelin kenapa harus bahas gituan sih ". jawab Hana dengan tergagap dan langsung membalikkan tubuhnya dengan wajah yang bersemu merah dan menyembunyikan wajahnya di guling .
" Hahahaha Astaga sumpah sayang hati ku berbunga-bunga ". Dean tertawa lepas dan masih menggoda Hana .
Dean langsung mendekatkan bibirnya ke telinga Hana dan berkata .
" Sayang secara tidak langsung kamu mengakui kalau saya yang luar biasa dong ... terimakasih istri cantik ku , I love you so much my dear ". ucap Dean dan langsung memeluk tubuh Hana dari belakang dan mulai memejamkan matanya menuju dunia mimpi dengan perasaan yang bahagia .
******
Pagi harinya di kamar Mamih Esty , dua bayi kembar Hana dan Dean menangis dengan keras . Kakak Rama dan Abang Rafa serta Roy yang mendengar tangisan kedua bayi kembar itu pun langsung bergegas mendatangi sumber suara itu .
" ceklek "
Roy dan kedua bocah laki-laki itu pun masuk ke dalam kamar Mamih Esty dan Papih Dika yang ternyata sedang berusaha menenangkan bayi kembar itu .
" Adek Sheila dan Sheina kenapa nangis kenceng gitu Oma ?". tanya si sulung Rama .
" Adeknya haus Kakak ". jawab Mamih Esty.
" Mih Kenapa gak panggil Hana sih ". kata Roy .
" Iya mih sana panggil Hana , kasihan ini ." suruh Papih Dika .
" Yaudah biar Kakak aja yang panggil Mamah ya Oma ". kata si sulung Rama .
Mendengar itu Mamih Esty langsung berteriak mencegah .
" JANGAN KAKAK ". Teriak Mamih Esty yang mana membuat semua nya kaget .
" Aaaiiis Mamih berisik tau sampe pengang nih kuping Papih". sahut Papih Dika .
" Iya Oma , Kakak juga kaget ". ucap si sulung Rama dengan memegang dadanya .
" Wah udah jelas sumber keturunan nya Dean yang suka teriak teriak ternyata dari Mamih ". sahut Roy .
" Eh iya maaf ya Pih , Kakak . Oma gak sengaja sayang ". jawab Mamih Esty .
" Roy ganti in gendong baby Sheila dulu biar Mamih aja yang panggil Hana ." ucap Mamih Esty dan langsung memberikan baby Sheila pada Om nya .
" Kakak dan Abang di sini aja ya bantu jagain Adek Sheila dan Sheina nya ." kata Mamih Esty dan di angguki oleh Rama dan Rafa .
Mamih Esty langsung keluar dari kamar nya dan masuk ke dalam lift menuju lantai 3 kamar putranya .
__ADS_1
" Aaiiis kalau Kakak Rama yang masuk kedalam kamar Hana dan Dean terus lihat penampilan kacau Mamah dan Papah nya , Waah bisa bahaya tercemar nanti cucu ganteng ku ". ucap Mamih Esty di dalam lift .
" Ting "
Mamih Esty bergegas menuju kamar putranya dan di depan pintu kamar Hana dan Dean , Mamih Esty di buat bingung .
" Masuk gak ya tapi nanti kalau mereka belum selesai gimana kan gak enak ganggu ... aahk lebih baik telpon Dean aja , kalau Hana takut lagi pingsan dia gara gara ulah Dean ." ucap Mamih Esty dan merogoh saku dress nya dan mengambil ponsel menghubungi Dean .
" Tut Tut Tut"
" Tut Tut Tut"
" eem halo Mih " jawab Dean dengan suara serak khas bangun tidur .
" Dean bangun itu si kembar nangis kehausan mereka ." kata Mamih Esty dengan nada yang tinggi .
" aaaiiis Mamih kira - kira dong ngomong nya sakit kuping Dean tau . Ya Dean buka pintu nih tapi Dean dan Hana lemes banget Mih ". kata Dean sambil meraih remote control dan menekan salah satu tombol .
" ceklek "
Mamih Esty melihat pintu sudah terbuka sedikit namun enggan untuk masuk .
" Masuk Mih kita pake baju lengkap ko ". kata Dean di saluran telepon yang masih tersambung .
Mamih Esty masuk dan ia lihat putranya sudah duduk di ranjang nya sedang mengumpulkan kesadaran nya .
" bangunin Hana dong Dean bayi nya nangis tuh ". pinta Mamih Esty .
" Jangan deh Mih kasihan dia baru tidur tadi tapi dia tadi udah pompa asi ko tuh di lemari pendingin ." kata Dean dan Mamih Esty langsung mengambil asi untuk kedua cucu kembar nya .
" Dean itu Hana pingsan gara - gara kamu gempur ". kata Mamih Esty sebelum keluar dari kamar putranya .
" Tidur Mih bukan pingsan ".sahut Dean dengan ketus .
" Dean kira - kira dong jangan main terjang gitu aja , jangan mentang-mentang 3 tahun jadi duda kamu jadi buas gitu . Kasihan Hana , Dean ." omel Mamih Esty pada putranya .
" Aaiiis Mamih prepet kemana - mana , udah sana keluar udah di tunggu si kembar tuh , bentar lagi Dean turun buat anter kakak dan Abang ke sekolah ". usir Dean pada Mamih Esty .
" Ooh anak kurang baik Mamih nya di usir . Mandi buruan Dean , awas kalau kamu terjang Hana lagi Mamih kebiri kamu " ancam Mamih Esty dan langsung keluar dari kamar putranya .
Mendengar ancaman Mamih nya Dean tertawa lepas .
" Hahahaha haha "
" Kalau Dean di kebiri nanti gimana Dean mau cetak anak lagi hadeeeuh Mamih ku tu benar-benar ajaib . gokil ". kata Dean dan langsung beranjak masuk ke dalam kamar mandi .
__ADS_1
*******
"