Perjalanan Pilu Seorang Hana

Perjalanan Pilu Seorang Hana
Bag 8


__ADS_3

Pernikahan yang digelar secara sederhana itu pun usia dengan lancar tanpa ada gangguan apapun , Hari di mana dua anak manusia yang saling mencintai di satukan dalam ikatan pernikahan yang suci .


Sepasang pengantin baru itu pun memasuki kamar pengantinnya , lebih tepatnya di kamar Hana karena pernikahan mereka hanya di selenggarakan di kediaman orang tua Hana .


Hana duduk di depan meja rias mencoba melepaskan atribut rias yang menempel di kepala dan rambut nya serta menghapus bersih makeup yang menempel lumayan tebal di wajah mulus nya dengan cairan remove .


Sedang Fandi duduk bersandar di kepala ranjang dengan mengamati isi kamar perempuan yang sangat dia kagumi untuk pertama kalinya dan pandangan nya pun jatuh pada istri cantik nya yang sedang sibuk di depan meja rias .


" Dek bisa gak lepas nya sini Mas bantu." Fandi menawarkan bantuan pada istri cantik nya.


" Bisa ko Mas , Sanah Mas mandi dulu biar seger badannya " suruh Hana


" Iya sudah kalau tidak mau di bantu , Mas mandi dulu ya " Fandi tidak memaksa karena dia tahu Hana masih malu dan gugup .


Hana hanya mengangguk tersenyum manis.


****


" Sini Dek " Fandi sedang bersandar di kepala tempat tidur dan menepuk sisi kosong tempat disampingnya , dan memanggil Hana supaya mendekatinya yang sedari tadi hanya duduk di kursi meja riasnya sambil memegang ujung baju piyama yang di kenakan nya karena gugup dan takut berada dalam satu ruangan dengan seorang laki-laki untuk pertama kalinya.


" ii iya iya Mas ." Hana menjawab dengan terbata dan beranjak duduk di samping Fandi .


" Jangan tegang gitu Dek , Mas sudah jinak ko hehehe . dengar Mas sayang , Mas tidak akan memaksa kamu bila kamu belum siap untuk memberikan itu' buat mas , sayang " kata Fandi lembut sambil memegang kedua sisi bahu istri cantik nya.


" Iya Mas terimakasih " jawab Hana lega .

__ADS_1


" Tapi boleh gak kalo Mas mau minta cium


kamu Dek ? " Fandi mencoba bertanya tentang keinginan nya pada sang istri .


Dengan malu malu Hana pun menganggukkan kepalanya pertanda ia bersedia .


Fandi pun merubah duduknya menjadi berhadapan dengan Hana dan memegang kepala Hana , membacakan doa dan di lanjutkan dengan mencium kening Hana lama.


" halus "


satu kata yang keluar setelah melepaskan ciumannya di kening Hana dan tersenyum.


Fandi pun dengan pelan tapi pasti mendekatkan wajahnya hingga bibir nya kini menempel tepat di bibir Hana .


Aksi Fandi itu pun sukses membuat badan Hana menegang karena terkejut dengan apa yang di lakukan oleh suaminya karena hal seperti ini Hana belum pernah mengenal nya.


"" eemm..."


( D*sah*n Hana keluar di sela ci*man p*n*s mereka dan sukses membakar gelora hasr*t untuk Fandi ).


Bahkan tangan Fandi pun menuntun tangan Hana untuk di letakkan ke bahu nya ,Fandi terus memperdalam ciuman nya hingga tanpa sadar Hana membalas ci*m*nnya walaupun masih kaku.


Fandi makin menjadi dengan permainan yang di ciptakan nya pada tubuh sang istri…


piyama Hana pun sukses sudah terlepas dari badannya hingga terpampang pemandangan yang sangat indah terlihat gunung kembar mulus putih, dan padat milik

__ADS_1


Hana . Fandi pun makin di gelapkan oleh gelora nafsunya sendiri.


"" eemm ma ... mas.." suara d*sah*n hana sambil meremas rambut fandi yang ada di hadapannya.


" Astaga " pekik Fandi tersadar dan menghentikan kegiatan nya..


( Astaga gua lupa. .. Hana kan masih perawan pasti nanti waktu gua bobol gawang nya pasti teriak dan jerit … alamat malu gua secara ini masih di rumah bapak ,mana masih ada saudara Hana yang nginap di bawah lagi..bobol gawang di rumah kontrakan ajalah... aman..) gumam Fandi dalam hati .


Hana mengerutkan keningnya kala di Landa kebingungan dan memandang sang suami heran , sambil memb*nahi bajunya yang berantakan ulah dari sang suami.


" Mas ada apa ..? kenapa ...??"tanya Hana heran


" gak apa apa sayang ( sambil tersenyum dan mengelus pipi merona istri cantik nya sambil menahan h*srat yang sudah memuncak) sampe sini dulu ya belajarnya ,,, kamu Capek kan dah yuk istirahat . " ucap Fandi .


" Loh mas mau kemana..?" karena Fandi beranjak dari tempat tidur nya dan menuju ke arah pintu .


" Mas mau keluar sebentar sayang , gerah tuh liat mas keringetan ( dengan menunjukkan badannya yang basah karena berkeringat ) sambil ngobrol dengan bapak ,tuh masih kedengaran kan suara bapak " sebenarnya itu hanya alasan Fandi untuk meredakan hawa panas yang ada di tubuh Fandi


Hana masih heran dengan sikap suaminya.


dan memilih mengikuti saran suaminya karna memang tubuh dia juga sangat lelah.


****


Wakwaw yahh gagal mal*m pertama nya gaes......

__ADS_1


cukup mengerti keadaan juga yaaaa abang Fandi..


__ADS_2