Perjalanan Pilu Seorang Hana

Perjalanan Pilu Seorang Hana
Bab 46


__ADS_3

Bu Wina pun mengetuk pintu kamar putri nya sekilas yang terbuka sedikit.


" Ndok Hana , Ibu boleh masuk ?". tanya Bu Wina pada putrinya.


" Boleh Bu ". ucap Hana pada Ibu nya . Bu Wina pun masuk namun saat melihat wajah Hana , Bu Wina sudah bisa mengetahui bahwa anaknya habis menangis .


" Sudah ya jangan nangis lagi kasihan nih cucu ibu di ajakin nangis terus sama mamah nya nanti jadi cengeng loh ". kata Bu Wina sambil mengelus perut Hana yang sedikit menonjol.


" Maafin Hana Bu , sudah bawa aib dan beban untuk Ibu dan Bapak ". ucap Hana sambil memeluk tubuh wanita yang melahirkan nya.


" Huust sudah ya gak boleh ngomong gitu lagi ya gak apa apa di terima yang ikhlas ya jangan takut ada Ibu ,Bapak ,adek mu dan juga jagoan mu Mbak , Oh Ibu sampai lupa ada cucu Ibu juga yang ada di dalam sini kita semua akan selalu ada buat kamu nak . Oh iya ini cucu Ibu sudah berapa bulan ya ..?". ucap Bu Wina panjang kali lebar sambil tersenyum manis sedikit menghibur sang putri dari ke nestapaan nya.


" Iya Terimakasih ya Bu … Ibu Nerima bayi Hana ini ?". tanya Hana pada ibu nya .


" Loh pertanyaan mu tu lucu Ndok , bayi ini ada di perut siapa ?". kata Bu Wina sambil menunjuk perut Hana.


" Perut Hana Bu ". Jawab Hana polos .


" kamu itu siapa nya ibu , anak nya Ibu kan berarti bayi ini cucunya Ibu dong sama kaya Kaka Rama dan adek Rafa ." ucap Bu Wina sambil menoel hidung bangir anaknya .


" Maksudnya Hana , bayi ini ada karena kesalahan Bu , apa Ibu gak malu ?". tanya Hana .


" Yang salah itu Bapak nya kalau anaknya kan gak berdosa dan salah nak , oh iya udah berapa bulan ya ?". jawab Bu Wina .


" Sekali lagi terima kasih ya Bu . sudah 2 bulan Bu ." kata Hana .


" Sudah tidak boleh ngomong gitu lagi dan gak boleh nangis terus ya , selama orang tua masih hidup di dunia itu tugasnya masih panjang untuk anak-anak nya Bila anak sedang bahagia orang tua ada di belakang anak nya mendoakan agar kebahagiaan anaknya selalu mewarnai sang anak tapi jika anak sedang susah orang tua menjadi orang terdepan yang akan menjadi tameng buat anak anak nya." jawab Bu Wina .


Saat ibu dan Hana mengobrol dan sedikit ada suara tertawa Pak Wahyu punbmasuk kedalam kamar sang putri .


" Waah Alhamdulillah anak Bapak sudah kembali ceria , Bapak seneng lihatnya .


Hana pun akan beranjak dari tempat duduknya dan merentangkan kedua tangannya namun belum kakinya nyentuh lantai suara Pak Wahyu sudah mengin terupsi nya .


" Eit sudah duduk aja Bapak yang akan kesitu kasihan cucu Bapak pasti capek ".


kata Pak Wahyu pada putrinya dan langsung berjalan menuju anaknya beliau pun langsung memeluk dan mencium puncak kepala Hana dengan sayang sang putri yang sedang rapuh .


" Kuat ya harus semangat , ikhlasin semua nya ya , Bapak yakin anak bapak pasti bisa ngelewatin ini semua dengan baik ". ucap Pak Wahyu saat masih mendekap tubuh putri kesayangannya .


Saat anak dan kedua orangtuanya mengobrol dan sedikit bercanda sayup-sayup terdengar suara teriakan 2 jagoan anak nya .


" Nak itu seperti nya kakak Rama dan adek Rafa sudah pulang ". kata Bapak di tengah obrolan mereka.


" Iya Pak bener itu mereka , Ndok kamu cuci muka ya jangan perlihatkan kesedihan mu pada anak-anak ya . Ibu Bapak keluar dulu ." ucap Bu Wina .

__ADS_1


Pak Wahyu dan Bu Wina pun langsung beranjak keluar dari kamar putrinya , Hana pun langsung beranjak ke kamar mandi lantai 2 untuk mencuci wajah nya setelah selesai Hana pun langsung beranjak keluar dari kamar nya untuk menemui 2 jagoan nya .


*****


" Assalamualaikum "


" Ayah Ayah … ". teriak 2 bocah yang turun dari mobil dan melihat ayahnya yang duduk sendiri .


Fandi pun langsung beranjak dari tempat duduknya untuk menyambut 2 jagoannya.


" Hay ayok cuci tangan dulu ya baru nanti cerita oke ". kata Fandi sambil menggandeng ke arah kran air yang sudah tersedia sabun.


" Dari mana aja tadi Hem sama Om Doni ? ". tanya Fandi pada kedua putranya .


" Dari jalan jalan yah terus beli jajanan terus di maem di rumah Umi Fani sambil nonton kartun ." lapor si sulung Rama pada Ayahnya .


" Tapi gak rewel kan ?." tanya Fandi pada putranya Rama .


" Ndak yah tapi adek sudah ngantuk tadi terus Om Doni ajak kita pulang deh ". jawab si sulung Rama .


" Wah itu baru jagoan nya Ayah pinter ." kata Fandi sambil memberikan 2 jempol pada kedua putranya .


" Wah cucunya Akung sama Uti sudah pulang jalan jalan nya ?". tanya Pak Wahyu pada si sulung Rama dan si bungsu Rafa saat keluar dari dalam rumah .


" Mamah … mamah …" anak-anak itu pun bersorak gembira .


" Hey gak boleh teriak begitu dong kakak adek ini kan sudah malam nak " ucap Hana pada kedua putranya .


"Mamah tadi seru deh jalan jalan nya sama Om Doni ." kata kak Rama .


" Sudah bilang Terimakasih belum sama Om Doni nya ,? Wah kayanya kalian ngantuk ya matanya sudah di kucek terus tu " ucap Hana .


" Terimakasih ya Om Doni hooaam …". ucap kedua bocah itu dengan serentak .


" Sama sama ya , wah bener udah ngantuk ." jawab Doni .


"Mas Doni Terimakasih ya sudah ajak anak anak jalan jalan ". ucap Hana pada Doni .


" Iya Han sama sama , udah sana itu anak-anak pada ngantuk ." jawab Doni .


" Pak Bu , Doni pamit ke rumah Mba Fani ya ." kata Doni .


" Loh kenapa gak tidur di sini saja ?." jawab Bu Wina .


" Tidak Terimakasih Bu Pak .Doni pamit Assalamualaikum". ucap Doni pada anggota keluarga Hana dan Fandi.

__ADS_1


" Ayah ayo bobo , Kaka mau bobo sama Mamah , Ayah juga " . pinta si sulung Rama.


" Terimakasih banyak ya Don , itu mobil bawa aja ke rumah Mba Fani ." ucap Fandi pada Doni .


" Ya emang mau di bawa kamu pikir saya bakalan jalan gitu ke rumah Mbak Fani nya , besok kabarin aja kalo mau pergi pergi ." jawab Doni dan langsung beranjak masuk ke dalam mobil.


" Ayo kak bobo udah malem ". kata Hana yang keluar lagi untuk mengajak si sulung tidur ,


" Iya tapi mau nya bareng bareng sama Ayah juga ". jawab kak Rama .


" Ayo bobo sama Ayah juga Mamah ". ucap Fandi dan langsung menggendong si sulung Rama masuk ke dalam kamar yang di ikuti Hana .


" tuh lihat adek aja udah bobo ". ucap Fandi saat masuk kamar dan melihat si bungsu sudah tidur .


Hana pun mulai menata bantal nya dan siap untuk tidur setelah mengganti pakaiannya .


Fandi pun menoleh pada Hana yang masih belum memejamkan mata nya karena masih memegang ponsel nya .


" Han , belum tidur ?". tanya fandi .


" Belum Mas kenapa ?". jawab Hana tanpa memindahkan pandangan nya dari ponsel nya.


" Maafin Mas ya , besok Mas mulai menyerah kan dokumen pernikahan kita ke pengadilan agama ". ucap Fadi .


" Iya gak apa-apa lakukan saja apa yang terbaik untuk Mas " . jawab Hana santai namun di dalam hati nya sudah tidak berbentuk lagi .


Setelah pembicaraan selesai mereka pun sama sama terdiam hingga Hana melakukan pergerakan ingin beranjak bangun dari pembaringan nya.


" mau kemana ?" tanya Fandi saat melihat Hana beranjak berdiri .


" Hana mau cari makanan terus minum vitamin ." jawab Hana datar .


" Mas antar ya ". kata Fandi karena dia sangat tau sekali bahwa Hana sebenarnya penakut .


" gak usah Mas, Hana sendiri aja " tolak Hana dan langsung beranjak keluar dari kamar . meninggalkan Fandi yang terbengong mendengar penolakan Hana .


*****


Hana pun pergi ke dapur dengan perasaan yang takut namun rasa takut nya terkalahkan dengan baby twin yang meminta asupan makanan .


" Iya sayang kita makan ya terus habis itu kita bobo ya Mama ngantuk nak , baik baik di dalam sini ya " ucap Hana dengan menitikkan air matanya sambil mengelus perut nya.


Hana pun makan dengan kesendirian nya tanpa di sadari bahwa sedari tadi Fandi mengawasi nya , melihat dan mendengar apapun yang dilakukan pada Hana .


*****

__ADS_1


__ADS_2