
Tak terasa tiga hari sudah Hana menghabiskan waktu dengan kedua orang tuanya yang tanpa terasa mulai menua dari memasak masakan favorit kedua orang tuanya , berbincang dan bercanda ria dengan kedua orang tua , Suami dan kedua putrinya sertata Anis yang sedikit terhibur dengan kedatangan Kakak Ipar serta keponakan yang sangat menggemaskan .
Dalam waktu singkat itupun Hana meluangkan waktu dengan di dampingi Suaminya mengecek toko kue yang di kelola oleh Adik iparnya Anis dan Tina salah satu karyawan terpercaya dan lama di toko kue yang lebih besar dari sebelum nya karena Hana telah membeli satu ruko lagi yang ia gabungkan untuk toko kue nya , tak sampai situ Hana pun membuat kafe kecil untuk pelanggan yang ingin menikmati kue dan minuman di tempat dengan tak lupa menambah beberapa karyawan untuk melayani pelanggan nya yang lumayan banyak .
Liburan singkat itu pun akhirnya berakhir dengan hati yang sedikit berat karena lagi-lagi Hana harus meninggalkan kedua orang tua yang mulai menua di tambah dengan keadaan sang Ibu walaupun kedua orang tua itu sudah berkali-kali berucap akan jaga kesehatan dan baik-baik saja tetap hati Hana ada rasa sedikit berat dan sedih namun apa daya ia hanya seorang istri yang harus patuh dan mengikuti langkah Suami yang merupakan pemimpin rumah tangga .
Setelah berpamitan pada Ibu , Bapak dan adik iparnya dengan di iringi isak tangis dengan berat karena rasa rindu yang masih besar di kunjungan singkat nya Hana dan Dean serta kedua putri kembarnya pun harus kembali ke Jakarta .
Di dalam pesawat Hana hanya diam dan memandang pemandangan awan yang terlihat dari jendela nya dengan air mata yang sesekali menetes dari pelupuk matanya ... Dean melirik istrinya yang sedang menyenderkan kepalanya di jendela dengan wajah yang sedih dan melamun dengan air mata yang menetes , Dean langsung menundukan kepalanya melihat kedua putrinya yang ada dalam pangkuan nya sudah tertidur pulas setelah kenyang menyusu pada Mamah nya .
Dean langsung memberikan kedua putrinya pada Uni dan Johan yang duduk di belakang bangkunya dan langsung di terima Uni dengan sangat hati - hati agar balita kembar itu tetap tidur .
Setelah menitipkan kedua putrinya pada Uni dan Johan asisten pribadinya dengan pelan Dean menggenggam tangan Hana membuat Hana tersadar dengan cepat mengusap air matanya menoleh pada Suaminya dengan senyum yang di paksakan dan Dean pun membalas dengan senyum manis nya sambil membawa Hana ke dalam dekapan nya .
" Sedih heum ?". tanya Dean dengan lembut sambil mengelus punggung Hana yang terasa bergetar yang ia yakin Istrinya sedang menangis di dekapannya karena ia merasakan baju nya basah .
" Masih kangen Ibu Bapak ...?". tanya Dean lagi dengan sangat lembut dan Hana hanya mengangguk di dalam dekapan Dean .
" Maaf ya sayang tapi kita harus kembali ke Jakarta karena disana Mas masih punya tanggung jawab kerjaan yang harus mas selesaikan atau kamu mau tinggal dulu di sana nanti saat libur Mas akan datang ke Semarang heum ? ,". ujar Dean merasa bersalah dengan sesekali mencium pucuk kepala Hana .
Hana yang mendengar ucapan Dean langsung mendongakkan kepalanya dengan hidung yang memerah dan jejak air mata Hana melihat wajah tampan sang Suami yang juga sedang melihatnya dan menatap mata bulatnya dengan pandangan teduh nya .
" Bukan salah Mas ko ... Hana nya aja yang cengeng tapi beneran Mas , Hana gak apa-apa ko suer deh...". jawab Hana pada Dean dengan menggelengkan kepalanya dan mengacungkan dua jari tangan membentuk huruf V .
Dean yang mendengar dan melihatnya hanya tersenyum gemas dan langsung mencium dua mata bulat itu yang masih ada jejak air mata dan mencium bibir ranum Hana sekilas .
" Yaudah kalau gitu jangan nangis terus ... Kalau kamu nya sedih kan jadi Mas merasa bersalah udah misahin anak dari orang tuanya ... Besok kalau kerjaan Mas sedikit lenggang Mas janji akan bawa Bapak Ibu ke Jakarta mau ..?".tanya Dean pada Hana .
" Janji ...?". kata Hana memastikan dengan menganggukkan kepalanya bukan nya menjawab Dean malah mencium bibirnya dengan sedikit ******* sekilas karena gemas pada wanitanya .
" Janji lagian kapan Mas ingkar heum ...".jawab Dean yakin setelah melepaskan ciuman nya .
Hana pun langsung menyusupkan kepalanya di dada Suaminya dengan tersenyum malu karena ulah Suaminya .
" Terimakasih Mas ". ujar Hana di dalam dekapan Dean .
" Yaudah jangan sedih-sedih terus tuh bentar lagi kita landing ...". jawab Dean dengan mengeratkan pelukannya dan Hana hanya mengangguk kan kepalanya .
*******
Dean menggandeng lembut tangan Hana keluar dari bandara dengan di ikuti Johan dan Uni yang mendorong stroller si kembar berjalan menuju mobil yang menjemputnya ... dengan menempuh waktu kurang dari satu jam kini mobil yang membawa Dean dan keluarga kecilnya berhenti tepat di halaman rumah mewah Dewantara .
kedatangan Dean dan Hana langsung di sambut Mamih Esty dan Papih Dika dengan perasaan senang .
" Alhamdulillah akhirnya kalian pulang juga Mamih udah kangen berat tau ...". Seru Mamih Esty dengan riang saat Dean dan Hana keluar dari dalam mobil dan Hana hanya tersenyum lucu melihat Ibu mertuanya yang langsung menghampiri kedua cucu kembarnya dan menciumi pipi gembul nya sampai dua balita itu merengek dan langsung menggendong salah satu cucu kembar nya berbeda dengan Dean yang memutar bola matanya malas melihat drama Mamih nya .
" Huh orang Dean dan Hana perginya gak ada seminggu kali Mam ...". jawab Dean dengan nada cuek membuat Mamih Esti mencebikkan bibirnya namun hanya sebentar dan langsung mengambil alih tangan Hana yang sedang di genggam putranya dan menuntun Hana masuk .
" Ayo Hana kita masuk kamu pasti capek kan gak usah hirauin anak nakal itu ...".ucap Mamih Esty sambil mengajak Hana masuk ke dalam rumah .
" Han kamu langsung pulang aja pasti kamu lelah besok siang kita ketemu di kantor ". ucap Dean pada Johan sang asisten pribadinya .
" Baik Bos ...". jawab Johan sambil mengangguk kecil pada Dean .
" Permisi undur diri Tuan ...". pamit Johan pada Papih Dika yang sedang menggendong salah satu cucu nya dengan hormat .
" Terimakasih banyak ya Johan atas bantuan mu ... Selamat beristirahat ...". jawab Papih Dika pada Johan dengan ramah .
" Itu sudah menjadi tugas Saya , Tuan ". ujar Johan dengan mengangguk kecil pada Papih Dika dan langsung melangkahkan kaki nya menuju garasi dimana mobilnya berada .
Setelah kepergian Johan , Dean dan Papih Dika pun masuk ke dalam rumah dengan beriringan menuju ruang tengah di mana ada Istri , Mamih Esty dan salah satu putrinya .
Di dalam ruang tengah Hana langsung duduk bersandar karena merasa sangat lemas karena kepala nya pening dan perutnya yang bergejolak .
" Hana , kamu kenapa ko pucet gitu sih ?". tanya Mamih Esty yang melihat Hana tak seperti biasanya setelah bepergian kali ini Hana terlihat lemas .
" Em gak ko Mih cuma sedikit mabuk perjalanan aja masuk angin kali ya Mih ...". jawab Hana pada Mamih Esty .
" Oh bisa jadi Han , yaudah Mamih minta Bik Tini buat bikin teh hangat ya biar agak enakan ..".ucap Mamih Esty yang di angguki Hana .
Mamih Esty langsung beranjak menuju dapur untuk meminta di buatkan teh hangat untuk Hana dan Papih Dika serta jeruk manis hangat untuk putra bungsunya .
Hana yang melihat Bik Mimin lewat pun langsung memanggil nya dengan sangat lemas .
" Bik Mimin ...".panggil Hana dan Bik Mimin pun langsung menghentikan langkah nya dan menghampiri Hana .
" Bik , Hana minta tolong bisa ?". tanya Hana pada Bik Mimin yang sudah ada di dekatnya .
" Bisa dong non , apa ?". jawab Bik Mimin .
" Hana minta tolong si kembar bawa ke kamar dan di mandikan ya Bik kasihan sepertinya mereka udah gak nyaman sama baju nya ...nanti di bantu Uni ko Bik ". ucap Hana pada Bik Mimin yang mengangguk .
" Oalah tak kira apa Non ... Siap kalau gitu ". jawab Bik Mimin dengan tersenyum .
" Makasih ya Bik maaf merepotkan ". ucap Hana
" Jangan sungkan Non Hana ...". jawab Bik Mimin sambil memindahkan si kembar yang tiduran di sofa bed ke stroller nya .
" Yaudah Bibik bawa ke atas ya Non ...". ucap Bik Mimin bersiap mendorong stroller si kembar dan di angguki Hana dengan tersenyum .
Dean yang baru masuk ke ruang keluarga pun langsung duduk di samping Hana sambil memijit pelan pelipis Istrinya karena sejak di dalam mobil Hana mengeluh sakit kepala dan Papih Dika yang duduk di sisi lain .
__ADS_1
" Kenapa Han ko pucet gitu ?". tanya Papih Dika melihat Hana yang tampak lesu .
" Hana mabok perjalanan kaya nya Pih ... " jawab Hana dengan pelan .
" Padahal udah sering pepergian loh ko masih aja mabok si Han ..". ucap Papih Dika sambil terkekeh .
" Maklum Pih orang kampung gak bisa naik pesawat clas bisnis ...". jawab Dean menggoda Hana . Hana yang mendengar ucapan Suaminya pun langsung mencubit perut Dean sehingga Dean memekik .
" Auuuwh sakit sayang ...". pekik Dean sambil berusaha melepaskan cubitan Hana .
" Sukurin ... Lagian mau - mau nya sama orang kampung huh .." jawab Hana setelah melepaskan cubitannya dan Papih Dika hanya mengulum senyum melihat drama anak dan menantu nya .
" Dih bercanda tau yank ... kan maksud Mas biar kamu nya gak lemes gini lagian biar orang kampung tapi tetep cinta ko jangan marah lagi ya ...". ujar Dean sambil memeluk Hana .
" Udahan dulu peluk-peluk nya ... Han nih minum teh hangat nya dulu ...". ucap Mamih Esty sambil membawa nampan .
" Dih Mamih ganggu aja ... " cibir Dean .
" Jangan banyak protes nih kasih ke Hana biar ngurangin mabok nya ... " jawab Mamih Esty sambil memberikan secangkir teh hangat pada Dean .
" Makasih ya Mih maaf jadi gak sopan gini ...". kata Hana tak enak hati sambil menerima segelas teh hangat dari tangan Suaminya .
" Gak apa-apa orang Mamih cuma bawain kan yang buat Bik Tini tadi ... loh si kembar mana ?". tanya Mamih Esty .
" Di bawa ke atas buat mandi sama Bik Mimin , Mih ". jawab Hana dan Mamih Esty hanya manggut-manggut .
Dean yang melihat segelas jeruk manis hangat pun langsung beranjak memeluk tubuh wanita yang melahirkan nya .
" Em makasih ya Mih ... Masih inget kesukaan Dean ..." ucap Dean sambil memeluk Mamih Esty .
" Ya jelas inget dong walaupun kamu sudah dewasa kamu kan tetap anak nakal Mamih yang Mamih selalu sayang ". jawab Mamih Esty sambil mengelus punggung lebar putra bungsu nya .
Mendengar ucapan Mamih nya Dean pun langsung menciumi kedua pipi dan kening Mamih Esty .
" Terimakasih Dean juga sayang Mamih .."ucap Dean dengan tulus dan bersiap memeluk Mamih nya namun langsung terhalangi oleh Papih Dika yang mendorong pelan tubuh Dean sehingga Dean terhuyung ke belakang .
" Gak ada peluk-peluk istri Papih lagi ya ... enak aja ". ucap Papih Dika pada Dean yang mendengus .
" Tuan Dika Dewantara yang terhormat kalau anda lupa istri anda itu masih Ibu saya huh ...". jawab Dean pada Papih Dika sambil mendengus , Hana yang melihat nya yang awalnya terharu melihat suaminya dan Mamih Esty seketika langsung tertawa lepas melihat Bapak dan anak yang berebut .
" Masih sangat ingat saya , Bung tapi gak pake peluk berapa Hem ..." balas Papih Dika tak mau kalah .
" Au ahk ... lagi melow sama Mamih malah di dorong nyebelin banget sih suami Mamih ...". gerutu Dean sambil duduk kembali di dekat Istrinya .
" Udah ih kaya anak kecil aja sih inget umur " kata Mamih Esty .
" Gak ada Kakak sama Abang kaya ada yang aneh ... Kapan mereka pulang Han ?". tanya Mamih Esty yang teringat dengan dua cucu laki-lakinya .
"Oh iya Mih dari tadi Hana gak lihat Kasih dan baby R ?". tanya Hana yang menyadari tak ada tanda-tanda keberadaan sahabat sekaligus Kakak iparnya .
" Oh Kasih dan Ibunya tadi siang ijin mau ke rumah kerabat nya tapi Roy ada ko tapi dimana ya ...". jawab Mamih Esty.
" Roy di taman belakang galau berkepanjangan ... ". sahut Papih Dika .
" Mereka belum baikan Mih ?". tanya Dean .
" Ya begitulah karena rasa sakit yang besar Kasih masih memberi jarak pada Roy meskipun Kasih menyiapkan semua keperluan Roy tapi untuk dekat seperti suami istri pada umumnya masih ada jarak diantara mereka ." jawab Mamih Esty yang bingung dengan rumah tangga Putra sulungnya namun tetap ia tak bisa ikut campur .
Dean pun menoleh pada Hana yang terlihat lebih baik .
" Sayang, kamu udah enak kan kalau naik ke atas sendiri bisa ... soalnya Mas mau lihat Roy yang lagi galau takut bunuh diri sangking frustasi nya ...". ucap Dean pada Hana yang menganggukkan kepala .
" Hus ... gak boleh ngomong gitu Dean emang kamu gak inget dulu kamu juga hampir gila kehilangan jejak Hana heuh ...". cibir Mamih Esty .
" Sangat ingat Mamih ... gimana mau lupa orang di ungkit-ungkit terus ...". jawab Dean .
" Ya Mas gak boleh ngomong sembarangan tau kasihan Bang Roy ... yaudah Hana naik ke atas dulu an ya ..." ujar Hana beranjak berdiri .
" Ya hati-hati ya ...". jawab Dean .
" Mih Pih , Hana ke atas dulu ". pamit Hana pada mertuanya .
" mandi langsung istirahat ya Han biar badan nya enak kan lagi ..." jawab Mamih Esty dan di angguki oleh Hana sambil berjalan menuju pintu lift menuju lantai 3 kamar nya.
********
Dean melangkah kan kakinya menuju taman belakang sambil membawa segelas jeruk manis hangat nya .
sampai di taman ia melihat Roy sedang duduk sambil menghisap rokok yang ada di sela jari nya di pinggir kolam ikan .
" Heuh gak malu Lo Roy di ketawain ikan ...". ucap Dean dan duduk di samping Roy .
" Gak peduli gue Dean bahkan bukan hanya ikan yang ngetawain gue kecoa juga ketawa lihat gue yang masih belum bisa meluluhkan hati Istri gue sendiri bahkan hampir sebulan setengah ". sahut Roy dengan ke putus asa an , Dean yang mendengar jawaban Kakak nya pun langsung tertawa terbahak sehingga membuat Roy sebal dan menyumpal mulut Dean dengan roti yang ia bawa agar Dean diam .
" Sialan Lo Roy untung aja gue laper ". sahut Dean sambil mengunyah roti .
" by the way kapan Lo sampe De ...?". tanya Roy pada Dean yang masih sibuk mengunyah roti .
" Tadi ... makanya kalau saudara pulang itu di sambut bukan malah curhat sama ikan ikan ini ..." jawab Dean setelah mengunyah .
" Dih kerajinan yang ada bukan gue sambut tapi malah gue sambit Lo ...". sahut Roy dan mereka pun tertawa lepas .
__ADS_1
" Huh udah lama ya Roy kita gak begini ". ucap Dean setelah selesai tertawa .
" heem ". Roy berdeham .
" Roy gue ada ide biar Lo sama Kasih bisa baikan ... ". ucap Dean dengan serius .
" Apa ? jangan aneh-aneh Lo ". jawab Roy .
" Lo gak percaya sama ide gue ... gue aja yang punya kesalahan sangat fatal aja bisa di maafin tuh bahkan sekarang kita hidup bahagia ... masa Lo ngeremeh in ide seorang Dean ". jawab Dean meyakinkan .
" Yaudah buruan apaan ?". tanya Roy yang juga penasaran .
" Sini ". Dean menyuruh Roy mendekat dan Dean membisikkan sesuatu di telinga Roy .
" Loh serius pake cara itu bisa ?". tanya Roy yang seperti tak yakin dengan ide yang di berikan oleh Dean adiknya.
" Cobain aja dulu ... jangan protes aja yang Lo duluin ...". jawab Dean .
" Kalau berhasil gue mau Lo kasih imbalan ke gue , Roy ...". ucap Dean lagi .
" CK Jadi adik matre banget Lo... udah miskin emang Lo sampe minta imbalan ..." Roy berdecak .
" Miskin sih jangan tapi matre penting Roy jaman sekarang gak ada yang gratis apalagi Lo tau anak gue banyak ". jawab Dean sekenanya .
" Cih ... Oke kalau berhasil kita agendakan liburan dan biaya akomodasi hotel gue yang tanggung gimana deal gak ?". kata Roy .
" Oke ... wah mantap tuh gaya Lo sekarang jadi Bos tekstil ". jawab Dean dengan berbinar .
" Wait jangan seneng dulu tapi kalau gagal salah satu apartemen mewah Lo dan mobil yang baru Lo beli dan Lo umpetin di rumah Joni buat gue ". seru Roy dengan semangat .
" Glek "
Dean kaget karena Roy tau sesuatu yang ia sembunyikan .
" Ko Lo tau Roy ?". tanya Dean selidik .
" Lo lupa gue dulu Sekertaris dan asisten pribadi Lo semua keperluan dokumen mengenai pembelian mobil di showroom langganan Lo masih ada sama gue ... Bodoh ". jawab Roy senang lihat Adik nya sedikit panik .
" Awas aja Lo bilang orang-orang Roy apalagi sama Hana bisa tamat gue ". ucap Dean pada Roy.
" Lagian segala pake ngumpet-ngumpet toh Hana juga gak bakal marah kali De ...". balas Roy .
" Dia gak marah tapi sebel sama gue , Roy soalnya gue udah janji gak beli mobil baru lagi kata dia suruh banyakin nabung aja uang nya ". jawab Dean sambil menggaruk kepalanya .
" Dih itu sih urusan Lo ... terus gimana deal gak nih ..." sahut Roy .
" Apartemen aja dua unit ya Roy jangan mobil ... mobil itu udah jadi incaran gue Roy kan Lo tau itu ...". jawab Dean memohon pada Roy .
" Gak bisa .. ah gak asik Lo ". cibir Roy .
" Ko jadi aneh ya kan gue yang bantu Lo kasih ide kenapa gue yang tekor banyak kampret ...". sahut Dean sambil melempar daun pada Roy .
" Lah kan kalau gagal kalau berhasil kan gue yang ngeluarin cuan Dean ... oke gini aja mobil di ganti sama salah satu supercar Lo yang ada di garasi , gimana ?". tanya Roy .
" Nah Oke nih tapi Lo harus sportif kalau udah baikan sama Kasih Lo harus lapor sama gue begitupun kalau gagal ... kalau kalah itung-itung amal gue sama Kakak tercintah gue dah ". jawab Dean dan Roy yang mendengar ucapan Dean serasa memelet kan lidah.
" Dih geli gue Dean ... Deal ".
" Deal ". Dean dan Roy pun akhirnya berjabat tangan setelah berdebat dengan lamanya .
" Yaudah yuk masuk ... Kasian tuh ikan ikan mata nya tercemar gara-gara lihat Bapak-bapak galau ..." ucap Dean sambil beranjak berdiri .
" Dih Sialann gak nyadar Lo lebih bapak-bapak dari gue , Dean ". sahut Roy tak terima .
" Bodo amat biar bapak-bapak gue happy terus gak kaya Lo , bro . ha-ha-ha ". balas Dean sambil beranjak jalan masuk ke dalam rumah meninggalkan Roy yang masih komat Kamit .
*******
Assalamualaikum teman readers semua ...
Semoga kalian selalu sehat ya ...
Maaf seminggu ini gak ada kabar bukan maksud mau lari dan gak bertanggung jawab atas tulisan ini tapi karena kesibukan ku bantu mertua di sawah say maklum orang kampung ( Waduh pada ilfil gak nih kalau ternyata author nya orang kampung nyawah pula 🤭🤭 ) di tambah persiapan istirahat yang cukup sangking takutnya mau di vaksin say ...
Kalian semua juga jangan lupa vaksin ya sebagai salah satu ikhtiar kita dalam menghadapi masa pandemi ini ...😉
Tetap semangat dan selalu patuhi protokol kesehatan dengan baik ya agar kita semua bisa terhindar dari pandemi ini dan semoga pandemi segera berlalu...👋😊🙏🏻
Bonus vitamin 🤭😂✌️
__ADS_1