
Setelah selesai dengan urusan badan nya dan berganti pakaian Roy keluar dengan wajah dan tubuh yang segar menghampiri Kasih yang sedang mengulum es lemon nya .
" Kas kenapa makan es kaya gitu ?".tanya Roy dan duduk di dekat Kasih .
" Ini seger Ka , kalau makan es ini Kasih gak mual ... " jawab Kasih sambil mengelus perut nya .
" Tapi juga harus makan dan minum susu Kas , biar kamu nya gak lemes dan baby nya juga sehat ". ucap Roy dan langsung merebahkan tubuhnya di ranjang dengan berbantal paha Kasih dan memeluk perut Kasih dan terkadang menciumi nya .
" Anak ...?". ucap Roy terhenti dan mendongakkan wajahnya ke atas melihat wajah Kasih .
" Kas , Beby nya besok panggil kamu sama saya apa ?". tanya Roy pada Kasih.
" Kalau Kasih mau nya di panggil Bunda kalau Kakak terserah ... ". jawab Kasih .
" Kalau manggil kamu Bunda berarti manggil saya Ayah dong Kasih , gimana sih kamu ". sahut Roy.
" Baby nya Ayah yang pinter jangan rewel dong nak kasihan Bunda sayang ... mau makan yaa kan sudah ada Ayah disini ". ucap Roy pada bayi yang ada di dalam perut Kasih dan memberikan ciuman pada perut Kasih namun seketika Roy terkejut saat ada air yang menetes di wajah nya dan Roy pun langsung mendongakkan wajahnya melihat wajah istrinya yang ternyata sedang berurai air mata .
Roy langsung beranjak bangun dan duduk di hadapan Kasih tangannya terulur untuk menghapus air matanya .
" Kenapa nangis gitu hem...?". tanya Roy dengan lembut .
" Apa Ka Roy akan tetap akan bersama kami ?". tanya Kasih dengan terisak .
" Ya pasti dong , kenapa gak ?". jawab Roy tanpa ada keraguan .
" Kasih gak yakin ". ucap Kasih dan Roy mengernyitkan keningnya mendengar ucapan dari Kasih Istrinya .
" hah ... maksudnya ?". tanya Roy tak mengerti.
" Iya Ka Roy gak mungkin bisa bersama kami "terus karena masih ada dia ...". jawab Kasih dengan menunjuk pada bingkai foto yang ada di atas meja dekat ranjang .
Pandangan Roy pun mengikuti jari Kasih yang menunjuk pada bingkai foto itu.
" Deg "
Setelah melihat bingkai foto seseorang Roy pun mengalihkan pandangannya pada wanita yang sudah menjadi istri nya .
Tangan Roy pun terulur untuk mengelus lembut kepala Kasih .
" Jangan di jadikan beban dan pikiran karena dia tidak akan pernah kembali ". ucap Roy .
" Di dunia ini tak ada yang tidak mungkin Kak Jika dia kembali ? ". tanya Kasih penasaran .
" Sudah ahk gak usah ngaco , Oh udah waktu nya makan malam . Kita makan yuk biar ada tenaga buat nangis dan marah lagi ." jawab Roy sambil turun dari ranjang dan mengambil bingkai foto itu dan langsung mengambil foto nya untuk di buang ke tempat sampah .
__ADS_1
" Loh kok di buang ?". tanya Kasih .
" Gak apa-apa biar kamu lega , udah ayo sini saya gendong kita makan malam dulu saya laper banget ." jawab Roy dengan mengulurkan kedua tangannya dan langsung menggendong tubuh Kasih.
" Kas , kamu makan banyakan dikit dong masa enteng gini ". goda Roy .
" Biarin aja ". jawab Kasih .
**********
Dan kini semua sudah berkumpul di meja makan dengan formasi lengkap yang mana membuat Papih Dika dan Mamih Esty bahagia .
Namun satu wajah yang sedikit muram ia adalah Mutiara Kasih . Sebenarnya perutnya sangat lapar namun ia takut jika rasa mual itu hadir kembali saat ia memasukkan makanan nya ke dalam mulutnya .
Hana yang memperhatikan sahabat sekaligus Kakak iparnya yang sedang hamil muda dan sedang mengalami nyidam pun mulai bertanya .
" Kasih ayo di makan walau hanya sedikit atau kamu mau makan yang lain biar aku buatin ya ?". tanya Hana pada Kasih .
Mendengar Hana berbicara kepada istrinya , Roy pun langsung menoleh pada Kasih yang ada di samping nya .
" Ayo di makan ya atau mau apa bilang dong ". ucap Roy pada istrinya dan dengan berbinar Kasih pun menunjuk pada piring Kakak Rama dan Abang Rafa yang mana membuat Roy bingung .
" Mau apa ... mau di suapin Kakak atau Abang ?". tanya Roy semua orang pun memperhatikan interaksi antara Roy dan Kasih .
" Bukan tapi mau itu makan sosis yang kaya punya Kakak Rama dan Abang Rafa ". ucap Kasih dengan tersenyum.
" Eem jangan Kakak terimakasih tapi Ounty mau nya yang baru nak ..." jawab Kasih dan di angguki oleh Rama .
" Oh mau sosis sini biar aku gorengin ya Kas ". ucap Hana dan akan beranjak berdiri namun sudah di cegah oleh Kasih .
" JANGAN ... eem maksudnya jangan kamu Han , aku mau sosisnya di gorengin sama Kak Roy ". ucap Kasih .
Roy yang mendengar permintaan dari Kasih pun seketika langsung tersedak .
" Uhuk uhuk uhuk". Roy tersedak dan langsung menyambar air putih dan langsung meneguk nya hingga tandas .
" WHAT ". pekik Roy mendengar permintaan dari sang istri .
" Alah Roy cuma goreng sosis doang gitu aja ribut heemp ". ucap Dean mengejek sang Kakak yang tau bahwa ini adalah kelemahan sang Kakak .
Pasal nya Roy takut menggoreng karena saat dulu masih sekolah dan di tinggal pergi oleh Mamih Esty . Roy yang sok sok an ingin makan cemilan otak otak ikan dan ingin menggoreng nya sendiri tanpa tau cara nya yang benar sehingga minyak untuk menggoreng otak -otak ikan itu memuncrat dan meletus mengenai tangan dan leher Roy hingga sedikit melepuh , sejak saat itu Roy benar-benar tidak mau menggoreng lagi .
" Gak apa-apa Roy , goreng sosis gak ya bahaya ko . Udah buruan demi anak mu loh selagi Kasih ada nafsu makan nya nak ". Mamih Esty mendukung putra sulungnya .
"Tapi Mih ... " tolak Roy , Kasih yang mendengar ucapan Suami nya yang keberatan pun tiba-tiba dirinya merasa sedih .
__ADS_1
" Udah Ka gak usah kalau Kak Roy gak mau ... ". ucap Kasih dengan nada sendu nya .
" Semua nya kasih permisi dulu ya mau ke toilet " pamit Kasih dan langsung beranjak pergi .
Setelah kepergian Kasih , Hana langsung beranjak berdiri bermaksud untuk menyusul Kasih namun sudah di cegah oleh Dean suaminya dan Roy pun kena omel oleh Mamih Esty .
" Kamu duduk sayang , Kasih punya suami biar suaminya yang bertindak ". ucap Dean dan Hana langsung duduk kembali di tempat nya .
" Sumpah ya Mamih tuh gemes banget sama kamu Roy ... kamu sadar gak kalau Kasih minta segala macam itu bukan semata-mata keinginan Kasih tapi itu mau nya anak kamu Roy . Jangan cuma mau enak nya aja kamu , dia lebih tersiksa ngerti gak ". omel Mamih Esty dengan sangat geram .
" Sana Roy lakukan apa yang di minta istri mu belajar bertanggung jawab dan menyayangi istri mu Roy ". ucap Papih Dika dengan nada dingin .
Mendengar ucapan Mamih dan Papih nya Roy langsung beranjak masuk ke dalam dapur .
Dan kebetulan disana sds Mbok Inah yang sedang mengelap piring .
" Mbok Inah , bantuin Roy goreng sosis ya kasih tau caranya aja biar Roy yang goreng ." pinta Roy pada Mbok Inah .
" Lah emang sudah tidak takut minyak panas lagi ". jawab Mbok Inah .
" Ya takut Mbok cuma ini yang minta Kasih istri nya Roy ". ucap Roy .
" Ooaalah Alhamdulilah kalau non Kasih sudah mau makan kasihan dari kemaren susah makan badannya sampe lemas Den Roy ". jawab Mbok Inah dan Roy hanya manggut-manggut.
Dan tak butuh lama dengan tersenyum senang Roy dapat menyelesaikan permintaan dari istri nya keluar dari dapur dan tak lupa mengucapkan terimakasih kepada Mbok Inah dan mengambil kan nasi di samping sosis nya .
Saat Roy akan ke kamar nya ia melewati ruang makan dan seperti biasa Dean selalu meledek Roy di setiap kesempatan .
" Wooohooo Tuan Roy Fernando yang terhormat sudah berhasil menyelesaikan goreng sosis nya ... asli buatan sendiri atau Mbok Inah woi .... ". ucap Dean menggoda Kakak nya .
" Mulut Lo kalau gak bisa diem gue sumpel pake ni sosis ya De ..." balas Roy .
" PLAAK " .
Hana memukul paha suaminya dengan sedikit kencang .
" Aduuh sayang sakiiitt tau ". pekik Dean dan Roy yang mendengar nya pun langsung tertawa lepas .
" Hahahaha Mampus Lo Dean mamam tuh ". ucap Roy dan langsung beranjak pergi menuju kamar nya .
Dan tak lama kemudian Roy pun turun dengan raut wajah cemas nya dan dengan membawa piring nasi berisi kan nasi dan sosis .
" Mih Pih ada yang lihat Kasih gak ?".
"Di kamar gak ada soal nya ...". tanya Roy dengan nafas yang terengah-engah .
__ADS_1
Membuat semua yang mendengar ucapan Roy hanya menggeleng kan kepalanya dan kaget .
*******