Perjalanan Pilu Seorang Hana

Perjalanan Pilu Seorang Hana
Bab 143


__ADS_3

Mamih Esty masih menjaga kedua cucu kembarnya di ruang santai di lantai 3 dekat dengan kamar putranya masih dengan memikirkan putra sulung nya , Mamih Esty berulang kali memeriksa ponsel milik nya berharap ada kabar mengenai putra nya .


" Nih si Papih mana sih ko jam segini belum pulang juga dan gak ada kabar nya ?". gumam Mamih Esty .


Saat Mamih Esty bergumam datang lah Bik Mimin yang mengabarkan bahwa suami tercinta yang Bu sudah di tunggu nya akhirnya pulang ke rumah .


" Nyah itu Tuan sudah pulang ." lapor Bik Mimin pada Mamih Esty yang menganggukan kepalanya .


" Bik Min tolong titip si kembar dulu ya... saya mau nemuin suami saya dulu ." pinta Mamih Esty .


" Baik Nyah ". jawab Bik Mimin .


" Bik kalau si kembar bangun tinggal di kasih Asi ya sudah saya siapkan seperti biasa  ." ucap Mamih Esty . Dan di angguki oleh Bik Mimin .


Mamih Esty pun mulai beranjak jalan menuju pintu lift untuk menemui suaminya yang ternyata sudah berada di kamar nya .


Mamih Esty pun masuk kedalam kamar nya yang mana Papih Dika sedang melepaskan dasi yang melkekat di lehernya dan dengan sigap Mamih Esty membantu Papih Dika .


" Ko baru pulang Pih ?". tanya Mamih Esty .


" Iya kan tadi langsung ke acaranya Pak Handoyo ". jawab Papih Dika .


" Terus ketemu sama Dean dan Hana gak ?". tanya Mamih Esty .


" Sempet lihat sih tapi Papih gak nyamperin mereka dan sepertinya mereka cuma sebentar soalnya kata Tama udah gak lihat mereka lagi ".jawab Papih Dika .


" Berarti disana gak ada Roy ya ... Dean dan Hana tadi Mamih suruh cari Roy ". ujar Mamih Esty sambil memunguti baju kotor Papih Dika untuk di letakkan di keranjang .


" Ngapain di cari in sih orang dia cuma nginep di pent house nya , Roy bukan kah udah pamit juga sama Mamih  ?, biarin aja sih Mih mungkin dia lagi suntuk makanya dia butuh suasana baru ." jawab santai Papih DIka .

__ADS_1


" Suntuk kenapa emang nya ..?". tanya Mamih Esty .


" Ya kita gak tau apa yang di rasakan sama Roy , Mih . Mungkin karena kerjaan atau apa kita kan gak tau pastinya . Kalau dulu dia di rumah ada kawan Adek nya tapi sekarang Dean kan sudah punya istri dan anak , Dean lebih banyak menghabiskan waktu dengan keluarganya sendiri Mih . Nah kalau Roy cuma sama Mamih terus . Untuk kali ini biarkan Roy sesukanya asal kan masih ijin dan pergi ke tempat yang jelas Mih , Siapa tau besok datang - datang Roy pulang udah bawa gandengan , Udah ahk gak usah panikan Papih mau mandi terus mau uyel - uyel si kembar . Oh ya Kakak sama Abang kemana ko gak kedengaran suaranya ?". ucap Papih Dika panjang lebar .


" Ammiiiin deh Pih , Iya Roy memang sudah waktunya punya Istri ." jawab Mamih Esty .


" Pergi sama Ayah nya tadi siang dateng dan ajak anak - anak jalan ." jawab Mamih Esty dan Papih Dika hanya menganggukan kepalanya .


Papih Dika pun masuk ke dalam kamar mandi untuk membersih kan badannya dan Mamih Esty menyiapkan baju ganti untuk suaminya , Setelah selesai menyiapkan keperluan suaminya Mamih Esty keluar kamar menuju dapur  untuk membuatkan minuman hangat untuk suaminya dan sengaja tak menyiapkan makan karena Papih Dika sudah bisa dipastikan sudah makan di tempat acaranya Pak Handoyo .


Mamih Esty yang membawa nampan kecil berisi minuman hangat pun bertemu dengan suaminya yang akan masuk ke dalam lift .


" Mih ayo sekalian ke atas Papih mau ketemu sama si kembar ". ajak Papih DIka dan Mamih Esty pun mengikuti suaminya menuju dimana si kembar berada .


Sampai di depan kamar putranya , Papih Dika pun melihat Bik Mimin yang sedang memberikan botol Asi pada si kembar namun di cegah oleh Papih Dika karena pria parubaya itu sengaja tidak ingin bila cucu kembar cantik nya tertidur kembali dan ia bisa bermain dengan nya .


" Waah cucu cantik Opa bangun jangan tidur dulu Dek . Opa kangen ." ucap Papih DIka dan langsung menciumi kedua cucu cantik nya dan Mamih Esty hanya menggelengkan kepalanya dan tertawa melihat tingkah suaminya pada cucu kembar nya .


*********


" Hah enggak ko , emang kenapa ?" tanya Roy .


" Ko di meja ruang tengah Abang ada plastik berisi obat ?". tanya Hana dan Dean masih menyimak .


" Hah ... Em itu obat udah lama jko Han , Abang lupa buang nya ." jawab Roy sedikit tergagap .


" Oh gitu , yaudah kita pulang ya Bang jangan lupa besok pulang walau hanya sebentar ." ucap Hana dan Roy hanya mengacung kan jempolnya .


" Ayok Mas ko malah bengong sih ". ajak Hana pad Suaminya yang malah diam namun Roy tau Dean sedang mengamati dirinya .

__ADS_1


" Dean itu si Hana ngajakin pulang mungkin dia capek Dean ". ujar Roy pada Dean .


" Yaudah yuk sayang , dan lo Roy gue mencurigai sesuatu ." ucap Dean seteh berucap Dean langsung menggandeng istrinya keluar dari pent house milik Kakak nya .


*********


" Huuuueeffft ... akhirnya mereka keluar juga , Untuk sekarang gue belum bisa bicara soal perempuan itu sama kalian semua ...". ucap Roy bernafas lega saat Adik ipar nya dan adiknya yang cukup peka itu pergi .


Roy beranjak ke ruang tengah dan mengambil plastik obat yang dimaksud Hana yang sebenarnya milik Kasih istri nya .


" Gara - gara nih obat hampir aja gue ketahuan ". gumam Roy dan mengambil plastik berisikan obat membawanya ke dapur dan meletakkan nya di salah satu rak disana .


" Oh ya si Kasih masih di balkon atau udah masuk ya ?". gumam Roy mengingat istrinya .


Usai dengan urusan plastik obat Roy pun ke kamar untuk melihat Kasih wanita malang yang habis mendapatkan perlakuan buruk darinya . Roy langsung beranjak menuju kamar nya untuk melihat istrinya yang ia suruh ke luar balkon .


" Ceklek ".


Roy menutup kembali pintu kamar dan tak lupa mengkunci nya takut bila datang pengganggu kembali .


Pandangan Roy langsung tertuju pada gundukan yang ada di atas ranjang nya yang ia sudah tau bahwa itu istrinya Mutiara Kasih .


Roy melangkahkan dan naik ke ranjang empuk miliknya dan Roy menyibak selimut yang membungkus tubuh Kasih, Pandangan Roy langsung tertuju pada wajah Manis Kasih yang masih terlihat ada bekas air mata dan pada bibir Kasih yang bengkak dan robek .


Melihat itu Roy turun kembali dari ranjang nya dan beranjak mengambil salep anti memar di kotak obat dan mendekati kembali Kasih untuk mengoles salep itu di bibir Kasih yang sedikit robek dan Roy pun menyibak kaos yang cukup kebesaran yang dikenakan Kasih dan melihat banyak nya kissmark yang ia perbuat dan memakaikan salep itu pada bercak merah yang tersebar di tubuh Kasih bagian atas nya .


Ya berkat Mamih Esty dan Papih Dika yang mengajarkan ia tentang semua hal dalam kebaikan membuat Roy dan Dean mempunyai rasa empati dan simpati yang tertanam di diri dua pria tampan putra keluarga Dewantara . Namun mereka akan berbuat arogan saat merasa harga dirinya terlukai oleh seseorang .


Usai mengobati istrinya tangan Roy pun terulur untuk menyibak sebagian anak rambut yang menutupi wajah ayu dari Kasih .

__ADS_1


" Kalau kamu tak berbicara kasar pada saya , Saya tak akan akan berbuat kasar seperti ini ". ucap Roy dan setelah itu Roy pun membaringkan tubuhnya yang lelah membelakangi Kasih dan langsung memejamkan matanya menuju alam mimpinya .


********


__ADS_2