
Setelah menata hati dan wajah agar terlihat lebih baik . Hana pun turun ke ruang makan untuk mengisi perut nya yang menuntut untuk di isi dan menghampiri kedua mertuanya dan anak anak nya.
" Assalamualaikum pak buk , anak anak mamah. " sapa Hana saat tiba di ruang makan yang sudah di isi oleh kedua mertuanya dan anak anaknya.
" Waalaikumsalam " jawab mereka serentak
" Maaf ya Bu Pak ,mbok Jum , Hana datang nya telat dan gak bantuin sajiin makanan ." mereka semua pun tersenyum menyambut kedatangan Hana begitupun mbok Jum yang sangat tahu akan kondisi menantu majikannya itu.
" Iya nak tak apa apa , kata mbok Jum tadi kamu gak enak badan , terus kenapa sekarang malah turun nak , kemana suami mu sayang..?". tanya Bu Tuti karena tak melihat putra nya
" Hana udah baikan ko buk makanya ini turun karena perut Hana udah minta di isi ibuk hehehe ( sambil memasang wajah seceria mungkin ) mas Fandi tadi bilang keluar sebentar buk ada urusan gitu ". jawab Hana sambil membantu mengambilkan makanan untuk anak-anak nya .
" ooh ya syukur lah jaga kesehatan ya nak , yaudah mari kita mulai makan , coba Kaka Rama pimpin doanya." sahut pak Tiyo bapaknya Fandi
" Siap Akung ". Ucap Kaka Rama semangat.
Mereka semua pun makan dengan lahap dan tenang begitu pun dengan mbok Jum dan suaminya yang sudah terbiasa makan dengan sang majikan karena keluarga pak Tiyo tidak pernah membedakan seseorang.
Tapi di tengah menyantap makanan nya mereka semua menatap Hana dengan pandangan heran karena sesuatu yang langka ya Hana makan dengan sangat lahap padahal biasanya Hana paling susah untuk makan banyak , merasa di perhatikan Hana pun mendongakkan kepalanya melihat orang sekitar yang melihat nya heran.
" eehhm kenapa ibu , bapak ,mbok dan pak ja ko liatin Hana gitu , kakak ayok maem lagi ya di habisin maemnya..". tanya Hana ke semua mata yang memandang nya.
" ituloh nak , kami di sini heran melihat makanmu tumben lahap sekali biasanya juga sudah sekali kalau di suruh makan ". jawab ibu Tuti sambil tersenyum manis.
" loh ini tu enak banget Bu pak , mbok Jum pake bumbu yang lain dari biasanya yaa ini enak. " ucap Hana sambil meneruskan makannya ,ibu bapak hanya menggeleng kan kepalanya tersenyum lucu melihat menantu nya , beda dengan mbok Jum yang mengernyitkan dahinya merasa bingung karena setahu beliau bumbu yang di pakai nya memang tak pernah ganti atau ada tambahan lainnya.
*****
Setelah Hana menyelesaikan makannya dan menemani si sulung belajar dan si bungsu mainan sampai anak anak tidur dengan lelap , baru lah Hana beranjak dari kamar tidur anak nya menuju kamarnya sendiri tapi sebelum Hana melangkah ke kamarnya Hana turun ke dapur untuk mencari sesuatu yang bisa ia makan ternyata disana masih ada mbok Jum yang sedang merapikan belanjaannya. Ya setelah makan tadi mbok Jum pergi belanja ke mini market dengan diantar suaminya.
__ADS_1
" Loh ada apa nak ko turun kayanya tadi mbok sudah antarkan air putih ke kamar mu nak seperti biasanya." ucap mbok Jum saat Hana datang.
" iya mbok Hana tau ko hehehe Hana mau cari makanan mbok Hana lapar " kata Hana tertawa malu pada mbok Jum .
" Ooaalah ni tadi mbok beli bubur kacang hijau mau gak " mbok menawarkan makanan yang dibawa nya .
" terus kalau Hana makan , mbok Jum gimana ?"'
" ini masih ada mbok beli dua bungkus sama ini satu bungkus wedang ronde biar buat pak ja saja rondenya ". ucap mbok Jum ramah.
" makasih ya mbok " ucap Hana senang karena dapat bubur kacang hijau , tak menyia-nyiakan waktu Hana pun menghabiskan buburnya dengan cepat .
" hati hati nak panas , buburnya gak ada yang minta makannya pelan nak ." kata mbok Jum tersenyum melihat Hana makan seperti seorang yang kelaparan.
" habis mbok Alhamdulillah " ucap Hana saat buburnya sudah ludes di mangkoknya .
" Biar taruh saja biar bibi sekalian yang cuci biar hemat air hehehe , udah sana istirahat jaga kesehatan ya sayang dan ikhlas ya nok " kata mbok sambil bercanda.
****
Hana pun masuk ke dalam kamar nya dan langsung menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan mengganti baju nya .
setelah selesai dengan urusan tubuh dan wajahnya ,Hana mulai menata kasur lipat , bantal dan selimut nya yang di simpan di dalam lemari nya untuk di pakainya tidur .
Hana pun mulai membaringkan tubuhnya
" Tuhan kapan ini semua berakhir , kapan cinta itu hadir lagi ". gumam Hana dalam hati meratapi nasibnya dan berdoa sebelum terbang menuju dunia mimpi .
*****
__ADS_1
Fandi pun masuk ke dalam rumah dan menuju dapur untuk mengambil air minum .dan di lihat nya mbok Jum yang sedang duduk dan makan di meja makan .
" Loh mbok belum tidur " sapa Fandi pada mbok Jum
" Durung cah Bagus , koen uwes maem cah Bagus..? " ( belum anak ganteng , kamu sudah makan nak ) jawab mbok Jum
" gak mbok , Fandi tadi sudah makan sama Doni ,mbok makan bubur dua mangkok ?"tanya Fandi heran ke mbok Jum karena ada dua mangkok bekas bubur kacang hijau.
" Yo endak no , ini bekas makan istrimu nak " bantah mbok Jum
Fandi pun mengernyit heran " Sejak kapan mbok , Hana suka makan bubur kacang hijau apalagi makan nya malem gini ". ucap Fandi
" ooh iya ya le , Hana kan gak suka bubur kacang hijau tapi ini kok habis Lo le ".
" yaudahlah mbok biarin aja , Fandi masuk kamar ya mbok mau istirahat , mbok juga istirahat loh jangan capek capek yaa" pamit Fandi dan memeluk mbok Jum dan mencium pipi mbok Jum.
sebelum Fandi beranjak pergi mbok Jum pun berpesan pada fan.
" Nak jangan terlalu keras pada istrimu biar gimana pun dia korban juga atas peristiwa itu , kalau dia sengaja berkhianat tidak mungkin keadaan nya waktu itu seburuk yang kamu ketahui " ucapan mbok Jum yang tepat sasaran nya ,
" DEG "
Fandi tidak menjawab hanya tersenyum getir dan berlalu ke kamar nya
****
Saat memasuki kamar pandangan nya langsung menuju pada tubuh ramping Istrinya yang berbalut selimut terbaring di atas lantai dengan alas kasur lipat tipis.
Fandi pun menghampirinya dan berjongkok di dekat tubuh yang membelakangi nya dan menatap iba dan sedih .
__ADS_1
" Maafkan aku yang belum bisa menahan amarah dan kecewaku " ucapnya sambil mencium kepala Hana dan berlalu masuk ke dalam kamar mandi tanpa memindahkan istrinya ke ranjang .
*****