
Setelah dirinya di rasa sedikit tenang Hana pun menarik nafas dalam-dalam dan menyeka bekas air matanya bertepatan dengan keluarnya Roy dari dalam kamar mandi .
Hana pun membalikan tubuhnya dan ia pun melihat sekeliling ruangan dan pandangan nya tertuju pada Dean , ternyata pria yang tidak punya hati itu sedang serius menatap ponsel yang ada di tangan nya .
" Sekarang saya sudah tidak peduli lagi dengan ayah biologis calon anak-anak ku . Toh selama ini memang saya menjalani kehamilan ku sendiri tanpa pria br*ngs*k itu . Saya tidak mau lagi di pandang makhluk yang menyedihkan saya bisa hidup lebih baik dengan anak - anak ku , Kamu pasti bisa Hana ". Ujar Hana dalam hati menyemangati diri nya sendiri .
Hana pun memberikan senyum manis nya pada Roy saat pandangan mereka bertemu dan Roy pun beranjak menuju tempat tidur Hana bersamaan dengan seorang perawat yang masuk kedalam ruangan dengan membawa nampan yang berisi makanan dan minuman untuk Hana .
" Selamat pagi Bu Hana ini makanan anda tolong di habiskan ya supaya anda sehat ". kata perawat dengan ramah.
" Terimakasih sus ". jawab Roy dan Hana tersenyum ,Roy pun langsung menerima nampan yang di bawa perawat itu .
" Tolong di suapin ya Pak , Istrinya agar calon bayi kalian sehat , kalau gitu saya permisi dulu ." kata perawat itu lagi dan langsung beranjak keluar dari ruang kamar rawat Hana .
Mendengar ucapan perawat itu Hana dan Roy pun langsung bertatap mata dan mereka pun tertawa kecil.
" Deg "
Dean yang mendengar ucapan perawat itu mendadak hatinya bergemuruh sedikit tidak rela dengan ucapan yang perawat tadi katakan .
" Ini makanan mu di habiskan ya biar sehat terus bisa cepat pulang biar bisa kumpul lagi sama jagoan kecil mu Hana ." kata Roy dan akan memberikan nampan itu pada Hana namun di tolak oleh Hana .
" Abang bisa gak bantu makan Hana ?" ucap Hana dengan sedikit manja .
Roy mendengar permintaan Hana pun terdiam sejenak .
" iya ya gimana dia makan tangan nya di infus nampan nya pun gak bisa di letakkan di perut besarnya kasihan juga ". gumam Roy dalam hati .
" Iya Abang bantu makannya " . jawab Roy dengan mengangguk kan kepalanya tersenyum .
Roy pun mulai menyuapi makan Hana dan Hana pun langsung makan dengan lahap karena perutnya memang sudah lapar apalagi tadi ia dari semalam mengeluarkan isi dalam perutnya .
__ADS_1
" Hey pelan Hana jangan takut saya ambil tenang aja karena saya gak doyan makanan rumah sakit ." ucap Roy dan Hana pun tertawa kecil .
Di sofa yang masih dalam satu ruangan itu , Dean masih memperhatikan apa yang di lakukan oleh Hana dan Roy dengan perasaan yang tidak nyaman entah karena apa Dean pun tak mengerti .
" Habis hore" . pekik Hana saat makanannya sudah ludes semua .
"Alhamdulillah , kalian sehat sehat ya di dalam perut Mamah gak boleh rewel lagi ya nak "
ucap Hana sambil mengelus perut buncitnya yang langsung ada pergerakan , Roy tersenyum dan ikut mengusap perut Hana dengan lembut saat mendengar ucapan Hana pada calon bayi kembar nya merasa terharu sekaligus iba pada wanita hamil yang ada di hadapannya .
Hati Dean pun berdesir ngilu saat mendengar ucapan Hana pada calon bayi kembar nya.
" Kondisi kan tangan lu Roy " ucap Dean ketus .
Mendengar ucapan Dean , Hana dan Roy pun langsung menoleh pada Dean .
" Kenapa emang masalah buat Lo , gue tu cuma takjub aja lihat ada pergerakan dari bayi yang ada di dalam perut Hana ".
" Biarin aja bang Roy yang elus perutku emang kenapa ?" jawab Hana dengan menatap tajam pada Dean .
" Yang seharusnya pegang dan elus gitu ya Ayah kandung nya lah ". jawab Dean sekenanya .
" Bayi ku gak punya Ayah ". jawab Hana santai namun dalam .
" DEG "
Mendengar jawaban dari Hana hati Dean seperti di remas ngilu nafasnya pun langsung tercekat .
****
Siang harinya Hana pun sudah bisa pulang setelah Dokter memeriksa kondisi Hana yang sudah lebih baik dan sekarang Hana dan keluarga nya serta keluarga Papih Dika berkumpul di ruang tengah setelah menyelesaikan makan siang bersama nya .
__ADS_1
" Ehem Papih senang Hana kondisi mu sudah lebih baik" ujar Papih Dika memulai pembicaraan .
" Hana … Papih Dika dan keluarga tidak bisa lama berada di sini dan kita harus membahas semuanya nak , Papih harap kamu sudah siap untuk membahas ini ya ". ucap Papih Dika lagi.
" Iya Pih Hana sudah lebih baik dan siap membahas masalah ini ". jawab Hana dengan tenang dan semua orang yang berada di tempat itu pun merasa lega .
" Begini nak , sekarang semuanya sudah mengetahui semua tentang kejadian antara kamu dengan Dean putra Papih dan kamu pun sudah hamil yang Papih yakini itu benar darah daging dari Dean dan Papih disini ingin meminta kamu untuk menikah dengan Dean atas pertanggung jawaban dari perbuatan yang Dean sudah perbuat pada mu nak ". ujar Papih Dika.
" Maaf Pih , Dean tidak akan pernah mau mempertanggung jawabkan kehamilan Hana karena ia yakin bahwa bayi ini bukan darah daging nya ." jawab Hana dengan wajah serius.
" Dan Hana pun tidak akan pernah mau menikah dengan orang yang tidak mau mengakui bayi yang Hana kandung toh selama ini Hana sudah terbiasa dengan kondisi Hana .
Soal perbuatan yang dilakukan pada saya insyaallah Hana ikhlas karena Hana yakin ada waktu nya untuk Allah menghukum perbuatan Dean pada saya ." jawab Hana dengan tenang namun membuat terkejut semua orang yang berada di ruang tengah itu termasuk Dean tak menyangka dengan jawaban dari Hana.
" Papih bisa pastikan Dean untuk menikahi mu nak dan kita bisa tes DNA nak untuk membuktikan bahwa bayi itu benar anak Dean , Hana ." ucap Papih Dika .
"Kalau untuk melakukan tes DNA Hana bersedia namun jika menikah dengan Dean maaf saya tidak bisa . Papih lupa saya ini janda yang di ceraikan oleh suami saya pada saat saya hamil dan saya mempunyai massa Iddah dimana massa Iddah saya setelah Hana melahirkan bayi ini . jadi sebelum massa Iddah Hana selesai Hana tidak bisa menikah dengan pria manapun ". jawab Hana dengan wajah datar dan serius .
" Gila cewek ini nolak gue duluan , seorang Dean Prada Dewantara ditolak lelucon macam apa ini ". ujar Dean dalam hati merasa tidak terima .
" Benar yang di katakan oleh Hana , Pak Dika ." Pak Wahyu meyakinkan .
" Oke kalau begitu , namun apa bisa kita melakukan tes DNA ?." tanya Dean setelah sejak tadi diam menyimak .
" insyaallah saya bersedia untuk di tes DNA ". jawab Hana tegas .
Dan setelah mendengar keputusan dari Hana akhirnya di sepakati untuk Hana melakukan tes DNA pada bayi nya dan Dean .
Setelah pembahasan ini selesai akhirnya keluarga Dean pun berpamitan pada keluarga Hana untuk kembali ke ibukota Jakarta.
*****
__ADS_1