
" Lagi - lagi aku buat kamu menangis dan terluka Bunda ... Bahkan kali ini aku menyakiti hati dan fisik mu ..." gumam Roy duduk di samping Kasih dengan memegang tangan Kasih .
" Mungkin saat kamu membuka mata dan aku meminta maaf ... aku yakin kamu pasti sulit untuk memaaf kan seorang suami yang buruk ini ... ". gumam Roy lagi dengan tangan satu nya yang bebas Roy menyelusuri pipi mulus Kasih dengan pelan sampai pandangan nya tertuju pada ujung bibir Kasih yang sedikit robek dengan noda darah yang masih ada membuat hati Roy berdenyut nyeri ... Roy sampai tak habis pikir kenapa tangan nya bisa se tega itu melukai fisik Ibu dari putra kecil nya .
" Ini pasti sakit sekali Bun .... ( Roy menundukan kepalanya dengan beralas lengan Istrinya merasa sangat bersalah ) Bun Maafkan aku ...". Ucap Roy lirih dan tak terasa Roy pun tertidur dengan berbantal lengan Kasih .
********
Pukul setengah 8 rumah besar Dewantara terlihat lebih sepi di karenakan sebagian dari penghuni nya sedang sibuk dengan aktivitas mereka masing - masing ... Dari Papih Dika dan Mamih Esty yang sejak subuh tadi sudah pergi ke Bandara dengan tujuan pergi ke Turki untuk urusan pekerjaan .
Kedua bocah laki-laki yang tak lain putra Hana pun sudah berangkat sekolah dengan di antar supir dan di temani Uni sang pengasuh .
Dean yang berangkat kantor siang pun memilih membantu Istrinya yang sedang mengasuh 3 balita membuat Dean tak tega , Dean pun mengambil baby Rey yang tak lain keponakan nya untuk ia beri susu dengan menggunakan dot serta Hana yang sedang menyuapi makan kedua putri nya di ruang santai di lantai 3 serta Roy dan Kasih yang belum keluar dari kamar nya .
" Sayang ini baby R nya masih haus ...Bikinin lagi dong kasihan ini dia masih main lidah " seru Dean pada Hana dengan mengacungkan botol kecil yang sudah kosong .
Ya Dean dan Hana sepakat memanggil baby Rey dengan panggilan Baby R dan itu merupakan ide dari Dean agar lebih simpel dan Hana pun menyetujuinya .
" Jangan Mas ... Itu udah takaran dia minum kalau kebanyakan juga gak bagus di jeda dulu ... Itu baby R nya di berdiriin terus Mas tepuk-tepuk pelan punggung nya biar dia sendawa dan gak muntah ..." jawab Hana dengan tangan yang memegang sendok berisi makanan si kembar yang belum sampai di mulut kedua putrinya membuat kedua putrinya sewot tak sabar ingin mengunyah .
" Huuuwaaaa ... " tangis baby Sheina yang menyadarkan Hana dan Dean yang melihat putrinya tak sabaran untuk makan pun tertawa .
" Lagian nyuapi anaknya meleng aja jadi nangis kan ...". ucap Dean meledek Istrinya .
" Iiih kan tadi lagi ngomong sama Mas ...". jawab Hana mencebikkan bibirnya .
" Astaga maaf ya sayang ... iya ini aaa ... jangan nangis dong Dek Sheina ..." pekik Hana pada kedua putrinya sambil menyuapi lagi anaknya .
" Tuh lihat baby R Kakak Sheina paling gembul juga paling cengeng yaa ... " Ucap Dean pada Baby R meledek putri nya ...
Ya Baby Sheina dari badannya lebih gembil dari baby Sheila saudara nya walau tidak begitu jauh dan Baby Sheina pun lebih gampang menangis ketimbang baby Sheila , bisa di bilang perilaku si kembar merupakan fotocopy Dean dan Hana .
Baby Sheila yang lebih pendiam dan anteng persis dengan Hana dan Baby Sheina yang lebih aktif dan rame namun juga lebih cengeng sedikit mirip dengan Dean versi cewek .
" Sayang tuh kalau kita punya baby lagi kaya gini tambah rame ya ... Seru kan ". Seru Dean dengan menaik turunkan alisnya dan mengedipkan sebelah matanya pada Hana yang hanya memutar bola matanya malas menanggapi Suaminya , memilih menyelesaikan menyuapi kedua putrinya yang tinggal suapan terakhir .
" Alhamdulillah selesai ... kenyang ya nak ... ". ujar Hana pada kedua putrinya yang bertepuk tangan senang karena sudah berhasil menyelesaikan acara makan nya .
" Wah pintar kali anak Papah ... Tuh lihat baby R Kakak - kakak mu pintar mam nya ...". ucap Dean sambil menunduk kan kepalanya melihat pada Baby Rey .
" Ya ampun kamu tidur baby R ... segitu gampang nya ya kamu tidur ... huh anak pintar ". kata Dean yang melihat baby R yang ternyata sudah tidur dengan pulas sambil mengelus lembut pipi putra Kakak nya dengan pelan .
" Itu wajar Mas kan Baby R masih bayi masih banyak tidur asal perutnya kenyang ...Sana Mas letakan di boks gih abis itu bantuin Hana nidurin si kembar ya ya ..."ucap Hana dengan nada manja .
" Dengan senang hati sayang ... Mas lebih senang lagi dan tangan terbuka kalau disuruh nidurin Mamah nya juga hahahaa ...". jawab Dean menggoda Istrinya sambil meletakkan baby R di boks nya .
__ADS_1
" Heleh itu sih mau mu Mas ...". ujar Hana dengan memutar bola matanya malas .
" Ya jelas mau lah ... Kan biar cepat jad ..... ( Dean menepuk kening nya karena keingetan sesuatu ) Astaga sayang terakhir kita Main" kamu udah minum pil sakti belum ?". tanya Dean pada Hana membuat Hana mengkerut kan keningnya merasa heran dengan pertanyaan suaminya .
" Hallo Tuan Dean Prada Dewantara yang terhormat bukan kah anda yang melarang saya untuk minum pil itu bahkan pil sakti itu kan anda buang dengan seenak anda ." jawab Hana dengan ketus pada Suaminya pasalnya semenjak kejadian itu hampir satu minggu ini Hana benar-benar tak berani lagi untuk membeli ataupun meminum pil Kb itu lagi takut Suaminya ngamuk .
" Kenapa gak beli bukan nya uang yang Mas kasih lebih dari cukup , kalau jadi gimana bukan kah ini masa subur mu ?". tanya Dean Hana yang mendengar ucapan suaminya pun jadi geram .
" Lah kan Bapak sendiri yang melarang gimana sih ... kalau jadi yaudah kan kata Bapak sendiri kalau jadi itu REZEKI ".jawab Hana dengan menekan kalimat nya .
" Iya itu awalnya sayang setelah Mas lihat kamu masih sangat kerepotan ... Mas jadi kasihan sama kamu dan menunda itu dulu .. Yaudah besok biar Mas beliin deh ... jangan ngambek gitu dong ". Kata Dean dengan enteng sambil memeluk Istrinya agar tidak cemberut .
" Sekarang sih Hana pasrah aja kalau baby nya jadi .... Tapi saat Hana positif Mas harus bawa salah satu si kembar ke kantor dan itu HARUS ". jawab Hana dengan enteng di dekapan Dean .
Dean yang mendengar ucapan Hana pun tiba - tiba langsung tersedak dan batuk -batuk .
" Uhuk uhuk uhuk .."
" Batuk Pak ...". ucap Hana dengan mengulum senyum nya .
" Kamu yang benar aja yank ... Gak ada gitu sih apa - apaan ... Masa iya seorang Direktur Utama Dewantara Group kerja sambil bawa anak kan WOW BANGET ..." ucap Dean gak setuju dengan permintaan Istrinya .
" Iiih terserah mau atau gak itu urusan anda ..." jawab Hana dengan melepaskan pelukan Suaminya dan mulai membaringkan tubuhnya menidurkan baby Sheila yang sudah menguap di bed lantai di ruang santai dengan di ikuti Dean yang juga menidurkan baby Sheina yang sudah tampak mengantuk berhadapan dengan Hana hanya bersekat kedua putrinya masih dengan merengek tak setuju permintaan Hana .
" Yank ... kamu gak serius kan sama yang tadi ..." ucap Dean .
" Jangan dong sayank biar besok kalau baby beneran jadi Mas bakalan cari baby sister yang terbaik deh 1 2 3 berapa aja deh ...Tapi sebelum jadi besok Mas beliin Pil sakti itu dulu lah dari pada ke kantor bawa anak kan gak lucu segini berwibawa nya pas mimpin meeting sambil kasih dot susu si kembar ". ucap Dean pada Hana yang ternyata sudah tertidur bersamaan dengan kedua putrinya .
" Yah dia tidur ... Dia pikir dari tadi suaminya ini nge dongeng kali ya ... Untung cinta " gumam Dean dan memilih beranjak duduk dan membuka laptop mengecek pekerjaan nya sambil menunggu Anak , keponakan serta Istrinya tidur .
********
Disalah satu kamar lantai 2 tepatnya di kamar Kasih dan Roy ... Kasih mulai membuka mata nya sedikit demi sedikit menyesuaikan sinar matahari yang masuk dari sela - sela gorden kamar nya dan menyorot wajah ayu nya yang lumayan menyilaukan .
" Eeemz ..." gumam Kasih sambil menggerakkan salah satu tangan nya yang kebas namun terasa berat seperti tertimpa sesuatu .
Kasih pun menoleh kesamping dan melihat tangannya yang ternyata untuk alas tidur Suami nya ... Suami mendengar kata itu membuat Kasih tersenyum kecut ...
" Kalau suami gak akan se kasar itu sama Istri ...". gumam Kasih dengan tersenyum kecut .
Kasih pun mulai menarik pelan lengan nya yang terasa kebas dengan pelan sampai berhasil dan Kasih pun memijit pelan tangan nya .
" Belum kurang apa Ka kamu nyakitin aku dari tampar dan ini tangan aku dengan seenak nya kamu buat alas tidur ...". gerutu Kasih sambil beranjak bangun masuk ke dalam kamar mandi dengan pelan tanpa ada niat untuk membangun kan Suaminya .
Kasih langsung masuk ke dalam kamar mandi dan an mulai melakukan apa yang di bilang oleh Hana dari ia mengolesi ****** nya dengan ASI yang sedikit ia perah , mengompres dengan air hangat sampai berendam di bath up dengan air hangat membuat ia benar - benar merasa lebih rileks dan nyeri di putingnya pun sedikit reda .
__ADS_1
Saat berendam air hangat Kasih pun teringat pada bayi mungil nya yang ia abaikan sehingga tanpa terasa bulir air mata nya mengalir merasa bersalah pada bayi mungil yang di beri nama Rey Adelard Fernando .
" Maafkan Bunda , nak ... Bunda janji hal itu tak akan terulang lagi Bunda akan belajar menjadi Bunda yang terbaik untuk mu putra ku ..." gumam Kasih sambil menghapus bulir air matanya .
Merasa ia berendam sudah lumayan lama dan ia merasa lebih rileks, Kasih pun menyudahi acara berendam nya ... Setelah selesai memakai baju dan memoles sedikit make up di wajahnya agar terlihat segar sekaligus menyamar kan lebam di pipi nya ia pun keluar dari ruang ganti .
Saat di ruang tidur ia masih melihat Roy tertidur dengan posisi yang sama dan lagi-lagi Kasih tak ada niat untuk membangunkan Suaminya ... wanita itu lebih memilih masuk lagi ke ruang ganti menyiapkan perlengkapan kerja suaminya .
Setelah selesai menyiapkan perlengkapan kerja Suaminya , Kasih yang melihat meja berisikan makanan pun langsung mendekat dan membuka tutup nya bisa ia lihat ada dua hidangan makanan yang ia yakini itu dari salah satu Bibik di rumah ini yang sengaja menyiapkan nya untuk dirinya dan Suami nya , karena perutnya yang terasa sangat lapar akhirnya tanpa ragu Kasih pun menyantap makanan nya tanpa menunggu atau membangunkan Suami nya untuk makan bersama .
Usai makan Kasih beranjak keluar dari kamar menuju lantai 3 kamar Hana untuk mengambil putranya yang sedang bersama Hana sahabat sekaligus Adik iparnya .
Dengan meyakinkan Hana dan Dean bila kondisinya sudah lebih baik Kasih pun membawa putra mungilnya menuju kamar nya dengan tak lupa mengucapkan banyak terimakasih pada Hana dan Dean .
Kasih pun duduk di kursi khusus Ibu menyusui mulai menyusui baby Rey dengan diawali mengolesi ****** nya dengan ASI yang sedikit ia perah terlebih dahulu agar tak terlalu nyeri dan memposisikan baby Rey dengan lebih benar .
Baby Rey pun langsung menyusu dengan lahap sampai Kasih merasa kan nyeri lagi namun kali ini Kasih Memilih menahannya .
" Hei pelan dong sayang ... tenang aja ini punya mu sayang ku ..." seru Kasih pada baby Rey .
Roy yang merasa pegal di tubuh nya dan mendengar suara seseorang yang ia kenal , Roy pun mulai membuka dan mengucek matanya sambil memperegangkan otot otot badannya yang terasa pegal .
Saat Roy menoleh ke belakang Roy pun tersenyum manis melihat istrinya sudah bersedia menyusui putranya kembali dan Roy pun memperhatikan Kasih yang menyusui baby Rey dengan raut wajah yang menahan sakit membuat Roy merasa hatinya tercubit .
Roy berjalan mendekati Kasih dan langsung duduk di bawah depan Istrinya sambil mengelus lembut pipi putra nya yang sedang menyusui .
" Wah jagoan Ayah minum nya lahap banget nih ... " ucap Roy pada baby Rey .
" Biar cepat gede ya nak ... " ucap Roy lagi pada Baby Rey dan Kasih hanya diam dengan pandangan mata yang hanya melihat Baby Rey .
" Bun itu kamu masih sakit ko udah bisa nyusuin si kecil lagi ?". tanya Roy dengan nada lembut pada Kasih yang hanya diam saja membuat Roy menghela nafas nya mengerti bila Istri nya masih marah pada nya .
Roy pun memegang tangan Kasih dan sesekali ia mencium nya .
" Bunda Maafin Suami Bodoh mu ini ya ..."ucap Roy dengan lembut dan tangan yang berniat mengelus pipi Kasih namun Kasih langsung menghindar sentuhan Roy .
" Bunda aku tau kamu pasti bosan dengan kalimat permintaan maaf ku tapi aku tidak akan pernah bosan untuk terus meminta maaf pada mu Bun ."
" Bun maafin Ayah yang menyakiti hati dan fisik mu lagi ... " ucap Roy lagi namun tetap tak ada satu kata pun yang keluar dari bibir Mutiara Kasih membuat Roy lagi-lagi menghela nafasnya .
Roy pun melirik jam dinding dan ia langsung teringat bila pukul 9 ia ada jadwal meeting dengan salah satu koleganya .
Roy beranjak berdiri akan beranjak jalan menuju kamar mandi untuk membersihkan badannya dan segera menghadiri meeting nya .
Sebelum beranjak jalan lagi-lagi Roy berusaha ingin mencium pelipis istrinya namun lagi-lagi Kasih menghindar dan Roy pun tak mempersalahkan nya karena ia sadar bila Kasih masih sangat marah padanya ataupun kecewa .
__ADS_1
Roy berjalan dengan langkah gontai menuju kamar mandi .
********