Perjalanan Pilu Seorang Hana

Perjalanan Pilu Seorang Hana
Bab 202


__ADS_3

Di pagi hari yang cerah ini berbanding terbalik dengan nuansa di dalam kamar yang berada di lantai 3 dengan cahaya yang temaram hanya sedikit sinar matahari yang masuk ke dalam kamar dari sela - sela korden yang di tutup rapat oleh penghuninya .


Dengan kondisi ranjang yang bisa di bilang hampir mirip kapal pecah dengan baju yang berserakan dimana-mana belum lagi suara - suara desahan , teriakan dari penghuni yang sedang asik menikmati indah nya penyatuan cinta dan tubuh mereka .


2 jam lebih akhirnya Dean menyelesaikan kegiatan panas nya dengan perasaan senang dan puas karena sudah berhasil menggarap habis Hana istrinya .


" Cup "


" Terimakasih sayang sering-sering aja kamu buat ulah pakai nama mas mantan biar Mas hukum kamu lagi lebih dari ini ". ucap Dean menyindir sang istri masih dengan nada jutek setiap ada nama sang mantan .


" Iih nyebelin , iya gak gitu lagi " jawab Hana mengaku kalah dan tak mau memancing-mancing lagi


Dean Suaminya akibat ulahnya ia jadi di hukum oleh suaminya dengan lebih ganas dari biasanya yang mana membuat tubuh Hana remuk redam .


" good wife" kata Dean sambil mengelus lembut punggung polos Hana yang masih berada di dalam dekapannya .


" Mas , kamu gak kelupaan sesuatu ?" tanya Hana pada Dean karena mengingat ada yang terlupakan .


" Apa ?". tanya balik Dean yang belum mengerti .


" Em Meeting mu Mas ". ucap Hana mengingatkan sang suami .


" Astaga bodohnya gue ..." pekik Dean karena baru ingat dengan meeting nya .


Dean yang mendengar ucapan dari istrinya pun langsung berjingkat dan langsung mengambil ponselnya yang ia silent yang ternyata banyak notifikasi panggilan dan pesan yang puluhan dari Johan dan Dean pun membuka pesan terakhir yang di kirim dari asisten pribadi nya yang berisi .


" Bos tolong datang tepat di jam 10 karena saya sudah tidak bisa meminta pada client untuk memundurkan meeting dengan alasan yang saya buat kali ini saya siap di pecat kalau menurut anda saya tidak sopan ." isi pesan singkat terakhir yang dikirim Johan .


Dean pun melihat pada jam yang menunjukkan pukul 09:25 .


" Mampus gue ". ucap Dean dan langsung beranjak masuk ke dalam kamar mandi .

__ADS_1


Hana pun langsung beranjak bangun masuk ke dalam ruang ganti mengambil handuk bersih di lemari yang langsung ia lilitkan di tubuh nya serta menyiapkan semua perlengkapan kerja Suami nya yang baru dan ia letakan di sofa yang ada di ruang ganti karena tidak mungkin Suami nya memakai baju kantor yang sudah lusuh dengan tubuh yang terasa lelah .


Setelah menyiapkan keperluan Suami nya Hana keluar menuju ruang tidur untuk membereskan kekacauan yang di sebabkan oleh dirinya dan suami , dari merapihkan kembali ranjang serta mengambil semua baju miliknya dan Dean yang berserakan dan bertebaran di lantai untuk ia kumpulkan dan ia bawa ke keranjang baju kotor yang ada di ruang ganti .


" Ceklek "


Dean pun keluar dari dalam kamar mandi dan langsung memakai baju kantor yang sudah di siapkan oleh istri nya .


Hana masuk ke dalam ruang ganti dengan membawa baju kotor dan masih memakai handuk yang melilit di tubuh putih mulus nya .


Dean yang melihat penampilan Istrinya yang menurutnya sangat seksi itu membangun kan kembali sisi liarnya .


" Sayang , kamu sengaja ya mau balas dendam ke Mas pake gituan karena kamu tau Mas sudah gak ada waktu lagi ". ucap Dean sambil menahan sesuatu .


" Hah ... gak ko kan bathrobe nya ada di dalam kamar mandi yaudah Hana ambil handuk aja terus mau mandi . jangan buruk sangka terus dong Mas ." jawab Hana sambil mengambil botol berisi pil KB untuk di minumnya yang ia simpan di laci meja rias nya .


Dean yang telah selesai memakai dasi nya pun langsung merebut botol itu dari tangan Hana dan langsung membawa nya ke dalam kamar mandi membuang isi pil KB ke dalam closet membuat Hana terkejut .


" MAS KO DIBUANG SIH ". sahut Hana berteriak karena terkejut dengan sikap suaminya .


" Ini masih bagian dari hukuman mu dan awas aja kalau kamu beli obat gituan lagi , Mas ngawasin kamu 24 jam . Mas berangkat dulu ". jawab Dean santai dan berpamitan pada Hana yang geram setengah mati.


" Mas , kamu tadi buang di dalam kalau jadi gimana ?". rengek Hana sambil mengikuti langkah kaki Dean yang keluar dari ruang ganti .


" Kenapa harus bingung kalau jadi ya Alhamdulillah , halo sayang kamu punya suami kalau kamu lupa kenapa harus bingung gitu sih ." jawab Dean santai sambil mencium kening dan kedua pipi Hana .


Dean mulai memegang handel pintu kamar nya bersiap membuka pintu .


" Ceklek "


" Mas bukan gitu si kembar masih kec...." ucapan Hana terhenti.

__ADS_1


" Astaga sayang stop , masuk kamu mau keluar dalam keadaan begitu ... Mas gak mau denger alasan apapun itu . " kata Dean dan Hana pun baru menyadari bila ia sudah keluar kamar dengan hanya menggunakan handuk .


Hana pun memundurkan langkahnya dan Dean yang melihat istrinya pun menahan tawanya melihat wajah istrinya yang panik .


" Yaudah Mas berangkat ya , sana masuk mandinya jangan lama-lama kasihan si princess , Assalamualaikum ". ucap Dean lagi dengan memberikan tangannya untuk dicium Hana .


" Waalaikumsalam ". jawab Hana lesu .


" Jangan lemes gitu banyakin berdoa semoga cepat jadi Dede bayinya Oke sayang ". ucap Dean lagi dengan nada yang sangat senang .


Hana pun menutup pintu kamar dan beranjak masuk ke dalam kamar mandi sambil menggerutu .


" Dia yang seneng aku nya yang repot ". gerutu Hana .


" Jangan lemes gitu dong .... huh gimana gak lemes orang di hajar habis - habisan ". Hana mengikuti ucapan suaminya .


" Aaaaahkk Dean Prada Dewantara nyebelin gak bisa lihat orang nyantai dikit ". umpat Hana pada sang suami bersamaan dengan ponsel nya yang berdering .


Hana pun melihat ponselnya ternyata ada notifikasi pesan suara dari orang yang baru saja di umpat nya .


Hana membuka pesan suara itu dan mendengar kan nya yang berisi .


" Sayang stop ngumpat suami sendiri , telingaku panas lagian kamu gak takut apa dosa mu segunung " isi pesan suara dari Dean membuat Hana langsung kaget dan refleks melihat ke sekeliling atas atapnya takut ada kamera cctv yang di simpan suami nya .


Hana langsung menepuk keningnya dan mengutuk bibir nya sendiri langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk menyelesaikan mandi kedua nya .


" Astaga bodohnya kamu Hana .... kenapa sampai lupa kalau suami mu itu seorang diktaktor , apapun bisa di lakuin termasuk nanam saham di perut ini sebanyak yang dia mau ". gumam Hana sambil mandi dan memegang perut yang baru saja di isi oleh benih seorang Dean Prada Dewantara yang tak lain adalah Suami nya.


" Huuueef kalau jadi berarti rezeki lah biar tambah rame ni lantai 3 ".gumam Hana lagi .


Hana pun langsung mempercepat acara mandi keduanya karena kasihan pada kedua putri kembarnya karena kasihan sudah lama ia tinggal karena melayani suami nya yang di bilang urusan penting itu .

__ADS_1


********


Terimakasih banyak untuk readers semua yang masih berkenan mengikuti kisah cinta sederhana dari seorang Hana dan Dean ....🙏🏻😊😉 sekali lagi terimakasih banyak saya ucapkan kepada Kakak readers semua atas ucapan bela sungkawa nya 🙏🏻🙂


__ADS_2