
Genap tiga bulan Hana dan anak anak nya tinggal bersama kedua orangtuanya , seperti rencana Pak Wahyu rumah yang mereka tempati selama ini sudah di jual nya dan kini keluarga Hana pun sudah pindah ke daerah yang sedikit jauh dari pusat kota Semarang dan tidak terlalu padat penduduk nya . Sudah 1 Minggu mereka tinggal di rumah yang baru walaupun tidak sebesar rumah yang lama namun memiliki halaman yang cukup luas dan asri karena masih banyak terdapat tumbuhan serta pepohonan , rumah sederhana yang membuat mereka nyaman menempati rumah baru tersebut .
Sudah tiga bulan pula proses perceraian Fandi dan Hana pun berjalan dengan lancar . Untuk Fandi sendiri sering bolak-balik dari Kota Madiun ke Semarang untuk menghadiri semua proses perceraian nya dan kali ini Fandi dan Doni datang ke Semarang untuk mengantarkan Pak Wahyu pergi ke Jakarta untuk mencari pria yang sudah melecehkan Hana sesuai dengan janjinya , dengan berbekal kartu nama pria itu yang tertinggal di saku jas yang di pakai oleh Hana saat kejadian itu dan membawa semua bukti bukti kejahatan seksual yang dilakukan oleh pria itu pada Hana mereka berangkat mencari keadilan untuk wanita malang itu .
****
Fandi , Doni dan Pak Wahyu berangkat dari Semarang pukul 3 dini hari dari tempat kerja Pak Wahyu karena mereka tidak ingin Hana mengetahui nya .
Dengan menempuh waktu -+ 8 jam tepat pada jam setengah 1 siang Pak Wahyu , Doni dan Fandi pun sampai di Kota Jakarta dan langsung mencari alamat yang tertera pada kartu nama itu .
30 menit kemudian mereka telah menemukan alamat yang dicarinya sesuai dengan kartu nama itu , saat mereka semua berada di depan tempat yang tertera di kartu nama mereka di buat terheran karena alamat itu menunjukan sebuah bangunan pencakar langit perkantoran yang megah dengan nama Dewantara Group .
" Fan ini gak salah alamatnya ?". tanya Doni pada Fandi yang sedang melihat alamat itu , Pak Wahyu yang duduk di kursi belakang pun hanya menyimak .
" Iya bener ko ni kamu lihat sendiri ." jawab Fandi dengan menyodorkan kartu nama itu .
" Iya bener ko , yaudah ayo kita masuk ". ucap Doni dan langsung membelokkan mobilnya untuk masuk ke area parkir gedung mewah itu.
Namun sebelum semua keluar dari mobil Doni memberikan pesan pada sahabatnya .
" Fan ingat kita sekarang berada di wilayah mereka yang kita sendiri tidak tau dia siapa jadi saya mohon kendalikan dirimu karena saya tau ada amarah besar di mata mu ." Doni memperingatkan Fandi .
" Mari Pak kita turun ". ucap sopan Doni pada Pak Wahyu.
Ketiga nya pun melangkah memasuki gedung mewah itu , Doni pun dengan sigap langsung menuju tempat resepsionis yang ada di lobby dan diikuti oleh Fandi dan Pak Wahyu.
" Permisi Mba ". ucap Doni sopan .
" Oh iya Pak ada yang bisa saya bantu ?." jawab pegawai resepsionis dengan ramah .
" Ini Mba saya ingin mencari seseorang yang ada di kartu nama ini , apakah benar dia berada di kantor ini ." ucap Doni sambil menyodorkan kartu nama seseorang .
Pegawai resepsionis itu pun menerima kartu nama itu dan saat membaca nama orang yang tertera di kartu nama itu pegawai resepsionis itu pun mengernyit kan keningnya . Doni terus mengamati wajah pegawai itu yang mendadak berubah karena penasaran akhirnya ia pun bertanya .
" Mba apa ada masalah dengan kartu nama itu ?". tanya Doni .
" Eh maaf Pak , Iya benar nama yang tertera di kartu nama ini memang ada disini ". Jawab pegawai itu .
" Saya bisa bertemu dengan orang itu Mbak ?." kini Fandi lah yang bertanya .
" Apa bapak bapak ini sudah buat janji ?". tanya pegawai itu .
" Belum Mba , Tapi kami benar-benar ada keperluan yang sangat penting Mbak ". jawab Doni .
" Oh baiklah Pak, Kalau boleh tau bapak bapak ini dari mana dan dengan siapa ya saya berbicara ?." tanya pegawai resepsionis itu .
" Bilang saja dari Kota Madiun dan saya Fandi ."ucap Fandi cepat .
__ADS_1
" Oke baik tunggu sebentar ya Pak". pegawai resepsionis itu pun langsung menghubungi seseorang dan 5 menit kemudian pegawai itu pun selesai dengan orang yang di telpon nya .
" Pak , beliau sedang tidak ada di tempat sedang istirahat makan siang kalau berkenan menunggu bapak bapak bisa menunggu di ruang tunggu itu ." Kata pegawai itu dan menunjuk satu ruangan yang terdapat tempat duduk .
" Baik kami akan menunggu Mbak ". dan di jawab anggukan kepala dan tersenyum ramah oleh pegawai resepsionis itu .
Ketiga nya pun langsung beranjak jalan menuju ruangan yang di maksud pegawai itu .
" Bapak mau minum ?". tanya Fandi pada lelaki parubaya yang sebentar lagi menjadi mantan mertuanya.
" Gak nak Bapak tidak haus ". tolak halus Pak Wahyu.
Pegawai resepsionis yang tadi pun menghampiri Pak Wahyu , Fandi dan Doni setelah menunggu selama 20 menit .
" Permisi Bapak saya hanya ingin memberi tahu bahwa orang yang Bapak cari sudah datang ,mari saya antar ke ruangan beliau ." ucap pegawai resepsionis itu dengan sopan dan berjalan menuju ruangan seseorang yang di ikuti Pak Wahyu, Fandi dan Doni.
Mereka pun mulai memasuki lift yang akan mengantarkan mereka menuju lantai 40 ,di dalam lift tidak ada yang bersuara mereka semua sibuk dengan pikirannya masing-masing .
" Ya Allah semoga ada sedikit keadilan untuk putriku " gumam Pak Wahyu dalam hati .
" Ting "
suara lift berhenti di lantai yang di tuju .
" Mari Pak " ucap pegawai resepsionis itu pada Pak Wahyu, Doni dan Fandi . Mereka hanya mengangguk kan kepala nya dan mengikuti langkah sang pegawai hingga sampai di depan ruangan dengan bertuliskan Ruangan Direktur Utama .
" Permisi Pak Riko " sapa pegawai itu pada Sekertaris Riko .
" Oh iya Dewi , mereka yang mencari Tuan
Dean ?" jawab Sekertaris Riko pada pegawai resepsionis yang bernama Dewi .
" Benar Pak , kalau begitu saya permisi ". kata pegawai itu dan langsung meninggalkan tempat itu.
Sekertaris Riko pun langsung menghubungi Asisten pribadi Dean yaitu Roy dan beberapa saat setelah mendengar perintah bosnya akhirnya Sekertaris Riko pun mempersilahkan ketiga tamu nya untuk masuk .
" Tot Tok Tok"
" Masuk "
Setelah mendengar suara dari dalam Sekertaris Riko pun membuka pintu ruangan yang bertuliskan Ruangan Direktur Utama .
Sekertaris Riko pun masuk diikuti oleh Fandi , Doni dan Pak Wahyu saat melihat kedalam ruangan itu mereka pun merasa terkagum dengan desain yang mewah dan terdapat tiga orang pria di dalam nya .
" Pak Roy ini tadi tamu yang datang mencari Tuan Dean ." ucap Sekertaris Riko pada Asisten pribadi Bos nya .
" Ya Terimakasih Ko kamu bisa keluar ". ucap Roy pada Sekertaris Riko , Dean dan Papih Dika yang diundang oleh Roy ke kantor pun melihat ketiga tamu itu dengan heran .
__ADS_1
" Ehem Silahkan duduk Bapak Bapak sekalian ". ucap Roy pada ketiga tamu itu , Doni , Fandi dan Pak Wahyu pun duduk di sofa yang sudah tersedia tepat di hadapan Dean dan Papih Dika .
" Ehem ada keperluan apa sampai Bapak sekalian datang ke kantor ini ?". tanya Dean pada ketiga tamu nya .
" Ya kami mencari nama yang tertera di kartu nama itu ". jawab Fandi dengan menyodor kan kartu nama .
Roy pun mengambil kartu nama itu dan membacanya.
" Jadi kalian mencari Dean Prada Dewantara , itu orang yang kalian cari "ucap Roy dan menunjuk ke arah Dean dan di ikuti oleh ketiga pria itu yang melihat ke arah Dean .
" Ada apa kalian mencari saya ." tanya Dean .
" Jadi anda yang bernama Dean , Hebat ya anda masih bisa tenang setelah menghancurkan hidup orang yang tak berdosa ." ucap Doni sarkastik , Fandi pun sudah mengepalkan tangannya menahan amarahnya.
" Deg "
" Jangan sembarang bicara anda ya saya bisa tuntut kamu ". jawab Dean tak terima .
" Sebelum anda menuntut kami , kami dulu yang akan menjebloskan anda ke dalam penjara dengan kasus kejahatan seksual ." ucap lagi Doni .
" BuGh ".
Dengan gerakan cepat nya fandi sudah melayangkan bogem mentah pada rahang Dean dan mencengkram leher Dean .
" Fandi "
" Fandi jangan nak " kata pak Wahyu sambil menarik tubuh Fandi dari hadapan Dean. Roy dan Papih Dika diam saja karena masih bingung dengan situasi ini.
" BIARIN PAK , GARA GARA DIA RUMAH TANGGA FANDI HANCUR PAK ".
" Bugh" Teriak Fandi dan melayangkan bogem lagi di rahang Dean lagi dengan perasaan geram pada Dean , dan akhirnya Doni pun mampu menarik Fandi menjauh dari Dean .
" FANDI BISA TENANG GAK , kita bisa bicarakan ini dulu " teriak Doni untuk menyadarkan sahabatnya yang sedang kalut .
Akhirnya Fandi bisa lebih tenang namun masih dengan menatap tajam pada Dean dan duduk kembali , Dean pun menatap Fandi dengan tatapan permusuhan .
"Apa maksud dari ucapan anda ?" Papih Dika mulai membuka suara nya .
" Jadi gini Pak , saudara Dean sudah melakukan tindak kejahatan seksual pada saudara Hana ". ucap Doni menjelaskan .
" Hah maksudnya ?". tanya Papih Dika terkejut dan bingung.
" Dia sudah memperkosa istri saya sampai hamil dan sekarang pernikahan kami hancur karna ulah si bre*ngsk ini ". ucap Fandi sambil menunjuk pada Dean .
" Deg "
" Sorry De , gue sangaja undang Papih ke kantor karena gue tau tamu yang datang adalah keluarga dari perempuan yang sudah Lo perkosa , gue cuma mau Lo bertanggung jawab atas apa yang sudah Lo lakuin ." gumam Roy dalam hati .
__ADS_1
*****