Perjalanan Pilu Seorang Hana

Perjalanan Pilu Seorang Hana
Bab 82


__ADS_3

..." Saya bukan yang terbaik . Namun , saya belajar menjadi yang terbaik "...


******


Usai berpamitan pada semua orang yang berada di rumah keluarga Hana Dean pun mengendarai mobil nya menuju cabang Hotel yang ada di kota Bali untuk menghadiri meeting dengan semua jajaran staf direksi hotel .


Tak butuh waktu lama Dean pun sampai di pelataran hotel Dean pun menyerahkan kunci mobilnya pada parkir valet .


Dilihatnya sudah ada Asisten pribadi nya Joni yang menunggu Bosnya serta semua pegawai hotel yang menundukkan kepalanya pertanda mereka menghormati pimpinan CEO nya . Dean pun memasuki lobby hotel dengan langkah tegap dan kharismatik . Tubuh tegap atletis yang di balut dengan jas berwarna hitam serta kemeja merah maroon . Tubuh tegap atletis dengan tubuh putih bersih , hidung mancung , alis yang lumayan tebal , bibir sensual dan tulang rahang yang tegas perpaduan yang mendekati kata sempurna .


Dean pun tak menghiraukan tatapan memuja dari tamu pengunjung yang kerap ia temui yang lebih banyak dari kaum wanita.


Dean menghampiri Asisten pribadi nya yang merangkap sebagai pengawal nya Joni Prakoso seorang pria single yang berusia 35 tahun , pria yang memiliki postur tubuh kekar serta warna kulit sawo matang dengan wajah yang manis jika tersenyum sayangnya Joni sama dengan Roy yang sulit tersenyum pada semua orang alis kaku . Joni sendiri dahulu nya seorang abdi negara yang beralih menjadi pengawal pribadi petinggi di Dewantara Group selama 8 tahun silam , karena cara kerja yang cekatan dan kompeten serta royalitas yang tinggi membuat Joni diangkat menjadi pengawal sekaligus Asisten pribadi generasi ke tiga dari Dewantara Group.


" Pagi Bos ". sapa Joni saat sang Bos dekat dengan nya .


" Pagi , Apa untuk meeting sudah di persiapkan ?". tanya Dean sambil melanjutkan langkah nya menuju pintu lift .


" Sudah Bos dan meeting akan di mulai 10 menit lagi ". jawab Joni sambil menekan angka lift .


" Saya akan ke kamar pribadi saya dulu , 15 menit lagi nanti saya akan kesana jadi kamu gak perlu menyusul saya ." ucap Dean dan langsung menuju kamar pribadinya meninggal kan sang asisten .


******


Meeting yang memakan waktu hampir 3 jam yang di pimpin oleh Dean sang CEO yang selalu perfeksionis pun selesai dengan lancar .


Semua anggota meeting pun satu persatu meninggal kan meeting room dan tinggallah Papih Dika , Roy , Joni serta Dean yang sedang menyenderkan punggungnya di kursinya dengan memejamkan matanya.


" Dean kapan Lo balik ke Jakarta kerjaan Lo disana numpuk bro ". tanya Roy pada adiknya , Papih Dika hanya menyimak dua putranya.


" Gue belum tau Roy ". jawab Dean masih dengan memejamkan matanya.


" Gimana gak tau sih , terus urusan kantor gimana ?" tanya Roy.


" Untuk sementara kayanya gue bakal kerjain pekerjaan gue di sini dan Lo tolong handel segala macam meeting nya Roy . gue gak bisa jauh sama anak-anak Roy ". jawab Dean dengan nada datar . dan Dean pun melihat ke arah Joni .


" Jon kamu hubungi Sekertaris Riko buat bawa semua pekerjaan saya kesini ." perintah Dean .

__ADS_1


"Baik Bos kalau gitu saya permisi ." jawab Joni dan langsung meninggalkan ruang meeting .


" Kenapa harus ribet gitu sih De tinggal bawa aja mereka ." ucap Roy santai .


" Gak segampang itu Roy , Hana pasti gak izinin gue bawa anak-anaknya.". jawab Dean sambil memijit pelipisnya.


" Nikahin aja Hana nya gitu aja ko ribet . Kalau Lo nikah sama Hana , Lo bakal jadi duda paling beruntung . beruntung dapat istri cantik men biar janda , beruntung dapet dua anak cowok ganteng pinter lagi dan beruntung dapat anak kandung kembar cantik - cantik bro . Banyak plus nya De ". ujar Roy dengan semangat .


" Gak segampang itu Roy tadi pagi aja si mantan suami nya datengin terus gue lihat mereka berpelukan ." jawab Dean dengan nada lemas .


" Yaaah gitu aja udah lemes cuma karena saingan sama mantan nya … huh tunjukkin dong pesona mu Dean ". sahut Papih Dika meledek .


" Payah ya Roy seorang Dean Prada Dewantara pria sejuta pesona kalah sama mantan suami Hana ." ledek Papih Dika pada Roy dan langsung menertawakan Dean.


" Hahaha ".


" Berisik Roy , Pih ". ucap ketus Dean dan langsung beranjak keluar dari ruang meeting.


" Mau kemana De ?". tanya Roy berteriak .


" Mau tidur , ngantuk gue ". jawab Dean santai dan langsung beranjak pergi menuju kamar pribadinya .


******


Di dalam kamar dengan tipe suite room yang merupakan kamar pribadinya saat menginap di Bali yang mana kamar yang tidak di perkenankan untuk di sewa oleh orang lain .


Setelah terbangun dari tidurnya Dean pun mengerjakan pekerjaan nya yang di bawakan oleh Sekertaris Riko di kamar nya hingga tepat jam 10 malam Dean masih berada di dalam kamar nya hanya dengan memainkan ponselnya melihat - lihat foto yang ada di dalam gawai nya .


" Kelihatannya di awal polos , lugu tapi sekarang setelah melahirkan jadi galak tapi lucu sih " ucap Dean pada gambar wanita yang sudah melahirkan anak anak nya.


" Anak anak yang ganteng dan pintar membuat semua orang jatuh hati termasuk Papah " ucap Dean pada gambar dua bocah laki-laki.


" Uuh princess nya Papah , Sheila dan Sheina jadi gemes Dek ". ucap Dean pada gambar dua bayi kembar nya.


" Wanita yang baik yang harus bersanding dengan pria bodoh ."


" Elis , saya sekarang sudah punya 2 anak kembar yang cantik El . Kalau dulu saya gak bodoh mungkin kita juga sudah memiliki nya El namun karena kebodohan saya yang kamu dapatkan hanya kesedihan sampai di akhir hidupmu El , Maafkan saya El dan semoga kamu tenang disana . Saya tidak akan mengulangi kebodohan lagi El , saya gak mau kehilangan orang-orang yang berharga untuk kedua kalinya El." ucap Dean pada gambar wanita cantik yang berwajah pucat dan bertubuh kurus .

__ADS_1


Saat Dean sedang melamun pintu kamar nya pun di buka oleh Roy .


" Ceklek "


" Loh De Lo ko masih disini ". tanya Roy terkejut .


" Terus Lo suruh gue kemana ?". tanya Dean dengan ketus .


" Ya biasanya kan Lo di rumah Hana berseru senang sama ke empat anak anak Lo ". ucap Roy .


" Malas ah … paling disana ada si Mas mantan nya ". jawab Dean.


" Lah apa urusannya sama Lo biarin aja , kan urusan Lo cuma sama anak anak bukan sama Mamah nya kecuali kalau Lo …" Roy pun menggantung kan kalimat nya.


" Apa …?" tanya Dean ketus .


" Lo cemburu " ucap Roy dan saat Dean akan menyahut Roy , ponselnya pun berdering Dean pun langsung mengangkat panggilan itu .


" Hallo "


" Iya tunggu saya pulang sekarang ". jawab Dean dengan mengambil kunci mobilnya membuat Roy heran .


" Mau kemana Lo ?". tanya Roy saat Dean memasukkan dompet nya ke saku .


" Mau pulang Hana telpon katanya ke empat anak gue nangis cari gue Roy ." jawab Dean sambil memasukkan ponselnya ke saku .


" Hahahaha " tawa Roy pecah mendengar jawaban dari Dean .


" Kata nya males pulang begitu di telpon bini langsung ngacir hahaha … calon suami takut istri Lo , Tapi bagus juga kalau Lo bertingkah Dean di keroyok empat anak nya plus bini nya hahaha ". ucap Roy dan menertawakan adiknya dengan puas .


" BERISIK ROY" jawab Dean dengan melempar sandal hotel pada Roy .


" PLUK "


" Aaiiis DEAN ".


Teriak Roy saat sandal hotel mengenai kepala nya dan Dean pun langsung keluar dari kamar suite room nya .

__ADS_1


*****


__ADS_2