Perjalanan Pilu Seorang Hana

Perjalanan Pilu Seorang Hana
Bab 103


__ADS_3

" Setiap orang harus harus salah mencintai seseorang , setidaknya sekali dalam hidupnya . Untuk benar - benar bersyukur untuk satu orang yang tepat "


******


Setelah semua nya selesai Dean dan keluarganya pun singgah di restauran Hotel untuk sarapan dan langsung  berangkat ke rumah orang tua Fandi mantan suami Hana .


Kedua bocah laki - laki itu pun berseru senang karena akan bertemu dengan ayah kandung nya bahwasan nya Kakak Rama dan Abang Rafa bertemu dengan Ayahnya saat di Bali tempo waktu .


Berbeda dengan Hana yang sedikit merasa tak nyaman karena ia harus datang kembali ke rumah itu dengan status Mantan Istri  . Dean yang duduk disampingnya pun tahu bahwa istrinya merasa sedikit tak nyaman .


Tangan Dean pun terulur menggenggam tangan Hana yang sedikit dingin menandakan bahwa istri cantik nya sedang gugup dan Dean pun memahami nya pasalnya dia yang duda karena ditinggal istri meninggal dan saat berkunjung di makam Elis masih merasakan kegugupan dan perasaan yang tak dapat di artikan , apalagi Hana yang jelas - jelas bercerai  karena ada nya konflik yang besar pasti benar - benar sulit mengendalikan perasaannya .


Hana pun menoleh kan wajahnya menghadap suaminya yang sedang menggenggam tangannya Hana pun  tersenyum manis kepada Dean dalam senyumnya mengartikan bahwasannya .


" IT'S OKE , SAYA BAIK - BAIK SAJA "


Dan Dean pun menganggukan kepalanya dan tersenyum manis . Joni dan Uni yang duduk di kursi depan sambil sesekali mengamati Bos dan Istrinya pun di buat kebawa perasaan pada pasangan yang termasuk unik itu .


Tak butuh lama akhirnya mobil yang di tumpangi Dean dan keluarganya pun sampai di pelataran rumah milik orang tua Fandi , rumah dimana Hana menghabiskan waktu 7 tahun berumah tangga dengan Fandi sang mantan suami .


Kedua bocah laki - laki itu pun berlari menuju orang yang di panggilnya Umi dan Abi yang sedang menyambut mereka , meninggalkan Hana dan Dean yang masih duduk di mobil . Joni dan Uni pun dengan sigap menurunkan stroller bayi kembar Bosnya .


" Hey kenapa ?" tanya Dean dengan lembut kepada Hana .


" Sedikit sesak Dean ". jawab Hana dengan mata yang berkaca - kaca .


" Hey jangan menangis , kita kesini dengan niat baik Oke ". ucap Dean dengan mengelus pipi Hana .


" Oke Hana kamu harus kuat buktikan pada Mas Fandi setelah ia membuang mu , kamu masih baik - baik saja ". gumam Hana dalam hati menyemangati dirinya sendiri . Hana pun menghela nafas dalam dan membuangnya perlahan berharap bisa sedikit mengurangi sesaknya .


" Huuuft ayo kita turun ". ucap Hana merasa sedikit tenang .


" Sudah baikan ?" tanya Dean dan Hana menggangukan kepalanya sebagai jawaban.


Hana pun turun terlebih dulu dan sudah ada Joni yang mempersiapkan stroller kedua bayi nya dan Hana pun meletakkan bayi yang di gendongnya setelah itu Dean pun turun dari mobil dengan menggendong salah satu bayi nya dan meletakkannya di stroller .

__ADS_1


Hana  pun berjalan dengan di ikuti Uni yang mendorong stroller bayi nya  menghampiri Mba Fani , Mas Rendi dan juga Mbok Jum yang memang sudah menunggunya .


" Assalamualaikum " ucap salam Hana .


" Waalaikumsalam Hana " jawab Mba Fani , Mas Rendi dan juga Mbok Jum serentak .


Hana gimana kabar mu ?". tanya Fani dengan ramahnya memeluk Hana dengan erat .


" Alhamdulillah Hana baik Mba " ucap Hana sambil menyudahi pelukannya dan Hana pun beralih pada Mas Rendi .


" Sehat Mas " tanya Hana sambil mencium tangan Mas Rendi .


" Alhamdulillah Han " Dan pandangan Hana pun beralih pada wanita paru baya yang sedang melihatnya dengan mata yang berkaca - kaca dengan cepat Hana langsung memeluk tubuh tua Mbok Jum .


" Mbok Jum , Hana kangen gimana kabarnya , Mbok sehat kan jangan sakit ya Mbok ". cerocos Hana masih dengan memeluk Mbok Jum erat .


" Mbok sehat dan alhamdulillah Mbok baik - baik saja ndok ." jawab Mbok jum dan Hana pun melepaskan pelukannya dan mencium kedua pipi dan kening Mbok Jum menggambarkan bahwa Hana sangat menyayangi wanita paru baya itu membuat Mbok Jum terkekeh dengan polah Hana dan Mbok Jum dengan jahilnya memegang perut Hana .


" Wahh sudah rata lagi ". ucap bercanda Mbok Jum .


" Ya Allah cantik - cantiknya " pekik Mbok Jum saat melihat bayi kembar Hana .


" Subhanallah imut dan cantik bayi nya Hana " pekik Fani dan juga Rendi .


" Alhamdulillah Mba , Mbok .yaudah yuk Hana mau ketemu Ibu " ucap Hana . Dean yang masih berdiri di samping mobil dengan Joni pun tersenyum melihat interaksi Hana yang pintar mengendalikan perasaannya dan senang bahwasannya benar di rumah ini semua masih sangat menyayangi wanita cantik yang sudah menjadi istrinya .


" Hana itu " kata Rendi menunjuk Dean yang masih berdiri di samping mobilnya . Hana pun menoleh ke belakang dan langsung menepuk keningnya , Hana pun langsung berlari menghampiri Dean suaminya.


" Ayo kenapa masih berdiri disini ?". tanya Hana .


" Orang gak di ajakin " jawab Dean dengan santai .


" Oh Astaga Dean ayok" Hana pun menggandeng tangan Dean dan menghampiri Mba Fani , mas Rendi dan Mbok Jum .


" Mba Fani , Mas Rendi dan Mbok Jum kenalin dia Papah si kembar sekaligus suami Hana " Kata Hana dengan mantap dan Dean pun mengulurkan tangannya dengan tersenyum dan langsung di balas dengan sikap ramah Fani , Rendi dan Mbok Jum .

__ADS_1


" Hana boleh gak Mbak sama Mas Rendi gendong Dede bayinya ?" tanya fani dan Hana langsung menoleh pada Dean meminta persetujuan dan Dean pun mengangukan kepala dengan tersenyum .


" Ayo silahkan masuk " ucap Rendi dan semuanya pun masuk ke dalam rumah dan langsung menuju rumah belakang dimana Bu Tuti berada .


******


" Assalamualaikum " ucap salam Hana pada Bu Tuti .


Sambil melongokan kepalanya dan dapat di lihat di dalam kamar itu terdapat mantan suami bersama kedua putranya . Fandi pun tersenyum manis  saat melihat Hana datang namun senyum manis itu tak bertahan lama saat masuk ke dalam kamar Ibunya dengan menggandeng tangan seorang pria yang sudah sangat Fandi hafal .


" DEG " hati Fandi mencelos .


" Ibu gimana kabarnya ?". ucap Hana sambil mencium tangan Bu Tuti dan mencium kedua pipi wanita paru baya yang dahulu adalah mertuanya dengan di ikuti Dean yang juga mencium tangan Bu Tuti.


" Alhamdulillah baik Ndok biasa Ibu cuma kangen sama Kamu , kakak dan Adek " jawab Bu Tuti .


Fandi yang tak nyaman dengan Dean pun langsung bertindak kurang pantas.


" Siapa yang suruh kamu masuk kesini hah ?" kata Fandi dengan nada tak bersahabat .


" UNTUK APA KAMU DISINI HAH ?". kata Fandi dengan nada keras membuat semua orang terkejut termasuk kedua putranya . Fani dan Rendi yang berada di luar kamar Bu Tuti dengan menggendong si kembar pun ikut masuk ke dalam kamar saat mendengar suara keras Fandi .


" Han , saya tunggu di luar ." ucap Dean dengan nada lembut dan mengelus lembut kepala Hana karena tak enak jika ada keributan dan Dean pun berjalan keluar namun saat akan sampai di pintu kamar Bu Tuti , Dean menghentikan langkahnya karena .


" Kamu gak boleh keluar Dean " kata Hana sambil menatap Fandi dengan sorot mata tajam .


" Kenapa kamu ajak dia kesini Hana ?". tanya Fandi pada Hana .


Hana pun menghampiri Dean yang masih terdiam di tempatnya .


" Karena Dean adalah SUAMI SAH SAYA kalau dia keluar berarti saya juga akan keluar ." ucap Hana dengan menekan setiap kalimatnya dan langsung menautkan jarinya menggenggam erat tangan Dean suaminya di depan Mantan suaminya dan keluarganya .


" DEG "


*********

__ADS_1


__ADS_2