
Usai mengetahui bahwa sebentar lagi ia akan di karuniai seorang bayi dari wanita yang ia nikahi tanpa ada rasa cinta yang ada hanya dendam konyol dan kini ia tidak peduli lagi dengan dendam konyolnya .
Roy bertekat untuk mendekatkan dirinya kepada Kasih dan menjalin hubungan rumah tangga yang selayaknya demi anak nya kelak .
Namun yang jadi pikiran nya kini mulai darimana ia mengenal kan Kasih istrinya pada keluarga Dewantara pasalnya selama ini ia 'tak pernah dekat dengan seorang wanita manapun selain dia yang jauh disana .
Dan kini ia sudah menikahi wanita itu bahkan ia akan mempunyai anak tanpa membicarakan atau memberi tahu sebelumnya pada Mamih Esty dan Papih Dika .
Roy sudah membayangkan bagaimana murkanya Mamih Esty jika mengetahui apa yang sudah ia lakukan , membayangkan nya saja sudah membuat Roy bergedik ngeri .
Kasih yang baru keluar dari ruang ganti melihat pintu balkon yang terbuka lebar pun berjalan mendekati nya dan ia melihat seorang pria yang tak pernah ia kenal sebelumnya dengan pertemuan yang tidak sewajarnya dan kini menjadi suami nya bahkan sekarang ia mengandung calon anak pria tampan dengan bola mata berwarna amber .
Kasih melihat Roy yang sedang serius melamun entah apa yang sedang ia pikirkan hanya author lah yang tau .
" Ka Roy serius banget ngelamun nya ... Biarin aja lah . Ko tiba - tiba pengen makan buah semangka ya , coba ah di lemari pendingin ada gak ya ... ?". gumam Kasih dan langsung beranjak keluar kamar menuju dapur untuk mencari apa yang di inginkan nya .
" Ya Allah non Kasih selamat ya ... kata Pak Roy , non Kasih sedang hamil muda harus di jaga ya non karena kehamilan awal itu benar-benar rentan non.. ". ucap Bik Asih saat melihat Kasih masuk ke dalam dapur.
" Iya Bik terimakasih ya ... Pokoknya Bibik bantuin dan ingetin Kasih ya " jawab Kasih dengan tersenyum manis .
" Non Kasih mau apa biar Bibik buatkan ya ?". tawar Bik Asih pada Kasih.
" Saya mau cari buah semangka Bik kayanya seger banget ." jawab Kasih .
" Waduh maaf non buah semangka nya gak ada , yaudah biar Bibik Carikan ya ...". ucap Bik Asih .
" Gak usah Bik biar Kasih aja sendiri yang cari ke supermarket sekalian mau cari susu ibu hamil ." tolak Kasih secara halus .
" Biar Bibik bantu ya non ". tawar Bik Asih lagi .
" Gak usah Bik , Kasih sendiri aja kalau gak nanti minta sama ka Roy aja . Yaudah ya Kasih mau siap - siap lagi ". jawab Kasih dan beranjak keluar dari dalam dapur dan berjalan menuju kamar namun saat akan menaiki tangga ia bertemu dengan suami nya yang sudah memakai baju kantor membuat ia mengernyitkan keningnya .
" Loh ka Roy mau kemana ?". tanya Kasih .
" Barusan dapat telpon disuruh ke kantor untuk membuat laporan dari kerjaan yang di Turki itu , kamu sendiri dari mana ?". tanya Roy balik .
__ADS_1
" Kasih dari dapur gak tau kenapa pengen buah semangka dan ternyata gak ada terus ini mau bersiap ke supermarket beli buah sekalian mau beli susu ibu hamil ". jawab Kasih
" Yaudah biar saya antar sekalian tapi saya gak bisa nemenin biar saya panggil Oki mau ?". tanya Roy .
Kasi menggeleng kan kepalanya cepat merasa keberatan .
" Gak mau ka , kalau di temenin dia sama aja kaya sendirian ". tolak Kasih dengan bibir yang mengerucut .
" hahaha ... yaudah sendiri tapi hati - hati dan jangan macem-macem , inget kamu sedang hamil ". ucap Roy dengan tertawa kecil yang mana membuat Kasih terpana.
" Astaga untuk pertama kalinya gue lihat dia tertawa ternyata ganteng banget , kenapa dari kemaren yang di keluarin cuma marah - marah nya aja yang mana buat gue empet ". gumam Kasih dalam hati .
" Kas , Kasih buruan siap - siap saya buru-buru nih ". kata Roy .
" Eh ... iya tunggu sebentar ". jawab Kasih tergagap dan langsung beranjak naik ke kamarnya .
" Kasih jangan lari itu kasihan anak saya ...". teriak Roy namun tak di dengar oleh Kasih .
" Aaiiis dia lupa atau amnesia sih kalau lagi hamil lari begitu ..." gumam Roy melihat tingkah Kasih.
Tak lama kemudian Kasih pun sudah bersiap untuk pergi ke supermarket dengan di antar oleh suaminya .
Roy dan Kasih pun keluar dari pent house nya menuju parkiran mobil nya , Dan langsung melesat mengantarkan Kasih ke supermarket dulu sebelum Roy menuju ke kantor nya .
Di dalam mobil tidak ada yang bersuara dan memulai pembicaraan sampai saat Roy memberhentikan mobilnya tepat di depan pintu masuk supermarket .
" Kas nanti disana jaga diri dan jangan macem-macem kalau sudah selesai langsung pulang jangan keluyuran kemana -mana ". pesan Roy saat Kasih akan keluar dari mobil .
" Ngasih pesan nya udah kaya sama anak TK ih dasar suami galak ". gerutu Kasih .
" Jangan suka gerutu in suami kalau lagi di kasih tau " ucap Roy yang mendengar gerutuan Kasih .
" Iya ". jawab Kasih singkat .
" Yaudah sana turun , saya sudah terlambat ini ". ucap Roy pada Kasih . yang mana membuat Kasih kesel .
__ADS_1
" Kan Ka Roy duluan yang dari tadi ngajakin ngomong waktu Kasih mau keluar . " jawab Kasih dengan nada yang kesel .
" Yaudah sana keluar malah ngomel aja ". sahut Roy tak mau kalah .
Dan Kasih pun menyodorkan tangannya berniat untuk mencium tangan suaminya namun Roy melihat tangan Kasih dengan mengernyitkan keningnya .
" Apa , kan saya sudah kasih kamu kartu Gold card ". ucap Roy tak mengerti .
" ASTAGA SALIM KA ROY ". teriak Kasih dan langsung mengambil tangan Roy menciumnya lalu langsung keluar dari mobil dan membanting pintu mobil Roy .
" Gila ya mimpi apa coba gue punya suami modelan begitu .... ganteng doang ". umpat Kasih berjalan masuk ke dalam supermarket .
Kasih mulai berjalan dengan mendorong troli menuju rak deretan susu ibu hamil dan Kasih mengambil beberapa merek susu ibu hamil dengan berbagai macam rasa yang ia sukai .
Dirasa cukup dengan susu ibu hamil yang ia ambil Kasih mendorong troli nya kembali menuju tempat buah buahan yang mana tujuan utama nya .
Saat Kasih sedang sibuk memilih buah-buahan sayup-sayup Kasih mendengar suara seseorang yang sangat ia rindukan dan ia kenal memanggil namanya namun 'tak ia hiraukan nya .
" Aahk gue sampe halu gini sangking kangen nya sama Lo ". gumam Kasih dan melanjutkan kembali kegiatan nya memilih buah-buahan .
Dan tiba-tiba tepat di belakang nya ia mendengar suara seseorang yang memanggil namanya dengan sangat jelas .
" Kasih ... Kasih ".
panggil orang itu lagi .
Kasih yang merasa dirinya sedang tidak halu pun seketika membeku dengan perasaan yang bergemuruh mendengar suara itu lagi .
Kasih menoleh ke belakang dan melihat orang yang memanggil namanya .
" Deg "
" this is real you, right? ". tanya Kasih dengan mata yang berkaca-kaca dan orang itu pun mengangguk kan kepalanya sama dengan Kasih yang berlinang air mata .
" yes this is me, don't you want to hug me ? ". jawab orang itu .
__ADS_1
Kasih langsung berjalan memeluk nya dengan erat dan menangis senang .
********