
Dalam gendongan suaminya Hana hanya diam dan menikmati rasa nyeri yang ia rasakan di bagian *********** karena bingung dengan apa yang akan di lakukan oleh suaminya Hana . Dean berjalan menuju salah satu penginapan yang ada di dekat pantai Pelang , Dean sesekali melihat wajah sang istri yang meringis menahan kesakitan .
" Sakit banget ya yank ?". tanya Dean yang tak tega melihat wajah Hana .
" Iya nyeri banget Mas ... ". jawab Hana dan Dean pun mempercepat langkah nya menuju penginapan yang paling dekat dari bibir pantai .
Hingga Dean pun samapi di depan meja resepsionis penginapan .
" Permisi Pak ada yang bisa kami bantu ?". tanya pegawai penginapan dengan ramah .
" Iya saya minta satu kunci kamar yang paling besar sekarang juga untuk pendaftaran nya nanti saya akan urus karena istri saya sedang kesakitan ". pinta Dean dengan sikap arogannya masih dengan menggendong sang istri .
Ucapan suami nya pada pegawai penginapan membuat Hana memutar bola matanya dan ia pun merogoh tas yang ada di atas tubuh nya untuk mengambil sesuatu .
" Tapi Pak ..." ucap pegawai itu keberatan namun sudah terpotong oleh Hana .
" Mbak ini KTP saya dan ini uang tapi tolong beri kami kunci secepatnya nanti setelah kami selesai bersih - bersih suami saya akan urus pendaftarannya ". ucap hana mengulurkan KTP nya dan tiga lembar uang seratus ribu .
Pegawai itu pun langsung memberikan kunci salah satu kamar yang paling bagus di penginapan itu dan berniat menjelaskan namun baru memberitahu letak kamar Dean sudah pergi ke kamar yang di maksud dengan setengah berlari karena gak tega yang melihat wajah sang istri yang terlihat sangat kesakitan , Setelah kepergian Dean pegawai itu hanya menggelengkan kepalanya .
Dean dan Hana pun masuk ke dalam kamar penginapan yang terlihat lumayan besar dan mewah untuk ukuran penginapan yang biasa . Namun lagi - lagi Hana di buat bingung dengan suaminya yang langsung membawa dirinya ke dalam kamar mandi dan meletakkan tubuhnya di bath up dan tak lupa mengisi air hangat .
" Mas ko di dalam kamar mandi ?". tanya Hana pada suaminya yang sibuk melepas baju dan celananya dan hanya menyisakan ****** ***** nya .
__ADS_1
" Iya kan mau bersihin tubuh kita yang kotor dan mau meredakan sakit di melon mu itu yank ". jawab Dean dan mengambil Tas milik Hana dan meletakan di atas wastafel serta membantu melepaskan baju yang di kenakan sang istri .
" Mas mau ngapain malu ihk ... "ucap Hana dengan menutup kedua melon yang seperti akan meletus .
" Buka yank katanya sakit biar Mas bantu biar gak terlalu sakit ... Kalau malu nya sekarang telat sayank ..." jawab Hana dengan mencebikkan bibirnya yang akhirnya mengalah melepaskan penutup melon nya yang sangat menantang .
" Bibir nya kondisikan sayank tugas Mas sekarang ke duo melon ini ". Ucap Dean santai menatap lapar pada duo melon yang sangat menggoda sambil menyiram tubuh Hana dengan air hangat yang membuat tubuh Hana rileks .
Dean mulai menyiram seluruh tubuh Hana dengan air hangat , Dean mengangkat tubuh Hana dan mendudukkan Hana di pangkuannya dengan posisi miring tangan satu Dean mulai memijit pelan pada duo melon dengan bergantian dan Dean pun mencium lembut bibir manis istrinya yang terbuka karena menikmati pijatan lembut tangan suaminya .
Ciuman Dean pun turun leher jenjang istrinya yang mana membuat pemiliknya serasa terbuai dengan sentuhan suaminya membuat Dean tersenyum senang . Ya Dean sengaja memberikan sentuhan pada sang istri agar sang istri tidak kaget dengan apa yang akan dia lakukan .
Bibir Dean pun semakin turun menuju ke duo melon yang meneteskan isi nya dan Dean langsung menghisap salah satu nya layaknya seorang bayi yang sedang kehausan dan tak lupa tangan satu nya lagi pun memijat lembut melon sebelahnya .
Dean terus menghisap dan sesekali memainkan lidahnya yang mana semakin membuat Hana terbang dan beralih pada melon yang satu nya lagi saat dirasa melon nya itu sedikit menyusut . Dean menghisap dan menyedot dengan kuat melon sebelah yang masih padat namun sudah tidak meneteskan isinya , Dean terus menghisap secara bergantian duo melon itu sampai keduanya kembali ke ukuran aslinya bersamaan dengan perutnya yang terasa penuh karena menyedot isi itu hingga terasa kenyang .
Dean pun mendongakkan kepalanya untuk melihat wajah sang istri yang terlihat lebih baik .
" Gimana yank sudah enakan ?". tanya Dean dan diangguki oleh Hana dengan wajah bersemu nya .
" Kalau yang ini udah enakan gantian kamu bantu Mas dong yank tuh kamu gak kerasa apa pura - pura tak ngerasa hem ...". ucap Dean dengan mengecup belah dada Hana .
Mengerti maksud suaminya dan ia pun juga merasakan sesuatu yang terasa keras di tengah pahanya yang terasa menggelitik dirinya dan menginginkan hal yang sama dengan suaminya , Hana menganggukan kepalanya sebagai jawaban setelah mengetahui jawaban sang istri Dean langsung melancarkan aksinya dengan sangat lihai nya dan Hana pun menerima dengan senang hati .
__ADS_1
" Terimakasih ya Mas ..." ucap Hana dengan terbata .
" Iya sama - sama sayank ... terimakasih juga kamu udah nenangin dia yang berontak tadi ." jawab Dean dengan senyum manis nya .
Dengan nafas yang masih terengah - engah dengan keringat yang tersamarkan dengan air hangat yang ada di bath up nya Dean dan Hana mengulas senyum nya bersamaan . mereka mulai membersihkan tubuhnya dan menyudahi acara mandi karena melihat tangan sang istri yang sudah berkerut lantas Dean membopong tubuh istrinya yang sama - sama hanya berbalut handuk putih .
Hana dudukan di ranjang hanya memakai handuk karena ia tidak mempunyai baju ganti , lain lagi dengan Dean yang sudah memakai celana panjang nya yang tidak basah tanpa menggunakan baju karena baju nya basah main air di pantai tadi namun saat Dean akan membuka pintu membuat Hana mengernyitkan keningnya hingga langkah Dean terhenti karena mendengar suara Hana .
" Mas mau kemana ?". tanya Hana dengan nada suara jutek .
" Lah kan mau urus pendaftaran tadi sekalian mau ngambil baju di mobil yank ... " jawab Dean yang tak mengerti maksud sang istri .
" Kamu mau keluar gak pake baju gitu , mau pamer perut kotak - kotak terus biar di godain sama cewek - cewek di luar sana hah ..." ucap Hana dengan galak dan Dean pun melihat pada badannya yang memang tak memakai baju .
Dean langsung menepuk jidatnya menyadari kesalahannya .
" Terus Mas pake baju apa kan gak ada baju ?" tanya Dean bingung .
" Tutupin pake handuk kan bisa ". jawab Hana masih dengan melotot dan galak .
" Hah..... mana keren yank ". jawab Dean santai yang mana membuat Hana jengkel setengah mati .
*************
__ADS_1