
Pada pukul 1 dini hari Dean terpaksa membuka mata nya yang terasa sangat berat karena rasa kantuk nya namun pria itu memaksa tetap bangun dari tidur nyaman nya karena mendengar rengekan kedua putrinya yang merasa kehausan karena memang jam jam ini anak kembar cantik nan menggemaskan itu akan terbangun .
“ Ma .. mah Papa pah “. Panggil kedua anak kembar itu di sela tangis nya sambil berdiri di dalam ranjang anaknya yang sudah di tambah pagar pengaman yang lumayan tinggi agar kedua anak kembar itu tidak bisa terjun
bebas dari tempat tidurnya .
“ Iya princess Papah udah bangun nih “. Sahut Dean dengan suara serak khas bangun tidur , Dean yang masih mendengar rengekan kedua putrinya membuat Dean harus bergegas untuk beranjak bangun karena ia tidak mau
jika suara tangis anak nya mengganggu sang Istri yang tertidur pulas di balik selimut tebalnya .
“ Uh sayang cup cup tenang ya ini Papah buatkan susu ya nak …”. Ucap Dean pada kedua putrinya yang seolah mengerti apa yang di katakana sang Papah dan mulai tampak tenang setelah melihat Papahnya sedang membuatkan susu untuk mereka dengan duduk anteng di dalam boks tidurnya tanpa mengalihkan
pandangannya pada punggung lebar milik sang Papah .
Pria yang tahun ini genap berusia 34 tahun dan akan menambah pula anak yang kelima dan Dean benar – benar menepati ucapan nya yang akan dengan sigap membantu sang istri yang sedang dalam masa pemulihan untuk mengasuh anak-anak nya …. Dean pun mulai terbiasa dengan rutinitas malam nya dalam mengurus kedua putrinya kembarnya yang terbangun membuatnya terbiasa dan hafal takaran susu untuk kedua putrinya karena biasanya Istrinya lah yang mengerjakan nya dan ia akan tetap tidur lelap karena memang tak di bangunkan oleh sang istri yang merasa kasihan padanya yang bekerja pagi harinya mengingat kebaikan istri nya itu
membuat Dean merasa bangga pada sang Istri yang bisa menghandle anak – anaknya dan mana masih mengurus segala keperluannya pula yang terkadang bersikap kelewat manja melebihi anak-anaknya mengingat itu membuat Dean meringis ngilu akan ketidak pekaan nya .
“ Nah ini princess nya Papah yang cantik – cantik ….”. ujar Dean sambil menarik kursi ke hadapan boks tidur kedua putrinya dengan tak lupa membuka pintu penghalang nya dan segera duduk menghadap pada kedua putrinya dan mulai menyerahkan dua botol susu pada dua anak kembar yang tampak antusias menerimanya namun sang Papah malah menggoda mereka yang tenggorokan nya terasa kering .
“ Hop ntar dulu … bilang apa dulu sama Papah hem ..?”. kata Dean sambil menarik dan menjauhkan dua botol susu itu pada sang putri yang terlihat hidung nya memerah karena menangis membangun kan dirinya membuat kedua putrinya memberengut .
“ Maacih … Maacih Pah “.ucap kedua anak kembar itu bersamaan dengan
tangan yang menengadah meminta susu milik nya .
“ Uh manis sekali princess Papah sama-sama sayang “. Jawab Dean
dengan tersenyum gemes pada kedua putri kembarnya yang sangat menggemaskan
dengan piyama tidur berwarna kuning cerah dengan motif bintang kecil – kecil yang sama di hadapannya sambil menyerahkan
kembali botol susu pada putrinya namun lagi – lagi Dean menggoda sang anak yang tampak mulai kesal pada sang
Papah .
“. Hop tunggu dulu kalau mau susu sun Papah dulu dong yang udah buatkan “. Goda Dean lagi pada kedua putrinya yang tampak menahan tangis nya namun tetap melakukan apa yang di minta sang Papah yang banyak mau nya itu.
“ cup “
“ cup “
“ nice girl ... Nah bereskan kalau gitu Nih susunya di habiskan ya …”. Kata Dean dengan tawa puasnya yang sudah berhasil menggoda sang putri .
Dean dengan sabar menunggu kedua putrinya yang sedang meminum susunya sambil tiduran dan Dean dengan telaten mengelus kepala kedua putrinya dengan sesekali mencium kening anak kembarnya yang sudah mulai
menghabiskan setengah susunya dan mata kedua putrinya pun mulai terpejam
kembali tidur seiring susu di botol itu habis .
“ Yaampun pantesan kalian gembul princess orang sekali mik susu langsung ludes gini “. Gumam Dean menggelengkan kepalanya sambil mengambil botol susu yang masih menancap pada mulut mungil sang putri yang sudah tertidur
.
Dean pun meletakan botol kosong itu pada wadah yang berisi
air supaya botol bekas susu itu tidak di semut in dan pagi harinya akan di bersihkan oleh Uni .
Sebelum kembali ke ranjang untuk melanjutkan tidurnya Dean berjalan menuju lemari pendingin mengambil satu botol air dingin dan langsung menenggaknya untuk membasahi tenggorokannya yang terasa kering .
“ Besok Mas mantan mu datang Sayank , kamu harus jaga jarak ya walaupun dia datang sama istri barunya tetap aja Mas merasa was-was Sayank kalau inget kelakuan gila nya dulu …”.gumam Dean sambil merapihkan anak rambut yang
menutupi wajah cantik sang istrinya dengan menciumi pipin, kening , pucuk hidung dan terakhir bibir sang
Istri sekilas setelah ia membawa Hana ke dalam dekapan hangat nya sebelum
memejamkan mata melanjutkan tidurnya yang tadi tertunda .
******
Kini semua anggota Dewantara sedang menikmati sarapannya
termasuk Hana , Kasih dan Ibu nya Kasih terkecuali Roy putra pertama Dewantara
yang sedang menjalankan misinya dalam menemukan putri Ibu mertuanya .
Semuanya menikmati sarapan yang di sajikan Mbok Minah dan di
bantu Bik Tini dengan sesekali berbincang – bincang ringan hingga makanan yang
ada di piring masing – masing telah kosong .
“ Bu , bagaimana sudah merasa baikan ?”. Tanya Papih Dika
pada besannya yang tak lain Ibu nya Kasih menantunya .
“ Alhamdulillah Pak Dika ini semua berkat keluarga Dewantara
yang memberikan saya support terbaiknya “. Jawab Ibunya Kasih dengan senyum
teduhnya .
“ Syukurlah kalau begitu Bu tinggal kita doakan saja Roy
semoga berhasil menemukan Nya ya Bu “. Timpal Mamih Esty pada Besannya dengan
ramah .
“ Amin semoga ya Bu Pak … Oh ya saya pamit duluan ingin
menemui Dek Rey ya Pak , Bu , Nak Dean dan Hana “. Jawab sekaligus pamit Ibunya
Kasih yang akan menemui cucunya yang sedang di gendong oleh Bik Mimin di taman
belakang sekalian berjemur dan di angguki dan senyuman oleh semua orang yang
ada di meja makan itu .
“Oh ya Kas gimana perkembangan si Roy karena kemarin sore
Papih hubungin dia , dia masih di Kota Solo “. Tanya Papih Dika pada Kasih .
“ Ah iya Pih tadi pagi telpon Kasih kalau sudah mulai
mendapat titik terang dari pemilik toko kelontong dimana tempat bayi itu di
buang Pih dan Ka Roy langsung mencari sepasang suami istri yang meminta untuk
merawatnya dari pemilik Toko itu namun
Ka Roy sedikit kesulitan karena pemilik toko itu hanya mencatat nama sepasang
suami istri itu tanpa alamatnya dan beliau hanya memberitahukan ciri - ciri
orang itu karena sepasang suami itu mengaku pengasuh sebuah Panti Asuhan di
daerah itu … Dan kemari Ka Roy sudah mulai keluar masuk Panti Asuhan namun
belum ada hasilnya Pih …”. Jawab Kasih dengan detail Papih Dika , Mamih Esty ,
Dean dan Hana pun menyimak apa yang di ceritakan Kasih .
“ Ya Papih gak heran sih karena memang kalian hanya
mempunyai petunjuk yang minim jadi membuat sulit juga tapi jika Roy sabar Papih
yakin pasti akan ketemu “. Kata Papih Dika pada Kasih yang mengangguk .
“ Iya Pih semoga “. Jawab Kasih .
“ Mih nanti jam 9 kamu harus sudah siap lo karena Tama yang
akan jemput dan langsung ketemu di Bandara “. Ujar Papih Dika yang mengingatkan
Istrinya dan Dean yang mendengarkan perbincangan antara Mamih Esty dan Papih
Dika dengan kening yang berlipat .
“ Wait Bandara memang Papih dan Mamih mau kemana ?”. Sela Dean
.
“ Loh emang kamu gak di beri tahu oleh Johan kalau resort yang
ada di Bali ada sedikit problem , oh atau mungkin mereka tak mau mengganggu mu kali ya dan karena Papih tau kamu gak bisa kesana
yaudah Papih ambil alih untuk kesana sekalian ajak Mamih mu yang katanya sudah janjian
temu kangen sama mantan mertuamu “. Jawab Papih Dika pada Dean dan Mamih Esty
pun menganggukk dengan tersenyum .
“ Uhuk uhuk “. Semua orang pun langsung mengalihkan
pandangan nya tak terkecuali Kasih yang menganga mendengarkan ucapan mertuanya
dan ikut melihat pada Hana yang tiba – tiba tersedak setelah mendengar kalimat
terakhir Papih Dika mertuanya .
“ Sayang pelan dong masa makan buah aja bisa tersedak gitu “.
Ujar Dean pada istrinya dengan sigap mengambilkan gelas minum untuk Istrinya .
“ Masa masih syok aja sih Han denger itu … bukan nya kalian
sudah kenal bahkan beliau pun yang membantu kamu lahiran kan Han ?”. goda Papih
Dika pada Hana yang tampak nyengir memperlihatkan deretan giginya yang rapih
berbeda dengan Kasih yang masih melongo bingung dengan fakta baru mengenai Dean
adik dari suaminya yang belum ia tahu dan Hana yang melihat Kasih melongo duduk
di depan nya pun dengan usil melemparkan potongan timun pada Kasih sahabat
sekaligus Kakak iparnya yang mengenai pipi mulus Kasih membuat Kasih langsung
tersadar dari keterkejutan nya .
“ Apaan si Han …”. Kata Kasih sambil mengambil potongan
timun yang masih menempel di pipinya dengan memberengut .
“ Makanya jangan mangap aja Kas …”. Jawab Hana santai dengan tertawa dan Mertua serta Dean hanya menyaksikan dua sahabat itu yang di takdirkan menjadi saudari .
“ Han maksudnya ?”. Tanya Kasih penasaran pada Hana membuat Dean yang mendengar langsung menggaruk keningnya .
__ADS_1
“ Nanti aja “. Jawab Hana yang beralih kembali pada Papih
Dika dan Kasih terlihat tak puas .
“ Dean ?”. Kata Kasih namun Dean hanya menggedi kan bahunya
acuh membuat Kasih mencebikkan bibirnya karena tak mendapatkan jawaban yang
memuaskan .
“ Bukan gitu Pih gak ada maksud apapun ko Cuma kaget aja karena Papih bilang nya gitu sih mantan mertua terdengar gak enak aja karena Hana tu biasanya nyebutnya Bunda Sita kan lebih enak dengernya dan gak
nge gelitik orang kepo … Ya kan Mas ? “. Jawab
Hana pada Papih Dika sambil melirik pada Kasih dan menyenggol bahu Suaminya
yang hanya diam .
“ Apaan sih sayang “. Seru Dean yang merasa di senggol Istrinya namun Hana hanya memberikan dua jarinya pada Kasih dengan tertawa kecil dan Dean langsung mengusap lembut kepala Hana .
“ Dih nyebelin banget sih Han pokoknya kamu hutang penjelasan titik “. Kata Kasih pada Hana yang tertawa geli pada Kasih .
“ Mih Pih , Kasih permisi dulu ya mau nyariin beby Rey
karena udah waktunya minum asi “. Pamit Kasih pada kedua mertuanya yang
mengangguk dengan tersenyum .
“ Kas , aku mau cerita loh gak penasaran “. Goda Hana dengan
tertawa saat melihat Kasih beranjak menuju taman belakang .
“ Aiish Sayang kamu mau jadiin kisah suami mu ini bahan ghibah hem “. Sahut Dean menggelengkan kepala nya pada Hana yang hanya nyengir .
“ Urusan kita belum selesai Han tapi setelah aku ngurusin beby Rey dulu “. Teriak Kasih .
“ Yaudah sana Pih berangkat nanti gak kelar – kelar loh kalau nungguin anak-anak selesai “. Ucap Mamih Esty mengingatkan sang Suami .
“ Iya Mih habis seru buat hiburan kita ya …”. Jawab Papih Dika pada mamih Esty .
“ Emang kita badut hiburan “. Sahut Dean dengan memutar mata malas pada Papih Dika .
“ Dih sirik aja brow … Gimana nanti mau titip salam atau hadiah gak buat mantan mertua “.goda Papih Dika pada Dean .
“ Dih ngapain nitip Papih kalau ada apa-apa juga Dean bisa nge hubungi Bunda langsung “. Jawab Dean santai .
“ Oh Oke bagus itu jadi gak terputus tali silaturahmi nya “.
Sahut Papih Dika pada Dean .
“ Gak usah di anter Mih biar Papih sendiri aja Mamih cek
lagi aja apa yang mau di bawa nanti “. Ucap Papih Dika saat melihat Mamih Esty
yang akan beranjak bangun .
“ Yaudah hati – hati ya Pih “. Jawab Mamih Esty sambil
mengambil tangan Suaminya dan mencium punggung tangan nya dan di balas Papih
Dika dengan mencium kening Mamih Esty begitu pun Dean dan Hana yang mencium
punggung tangan Papih nya .
“ Assalamualikum “.
“ Waalaikumsalam hati – hati ya Pih “.
“ Mih memang disana bakal lama ?”. Tanya Dean pada Mamih
Esty yang akan bangun dari duduknya .
“ Mamih kurang tau juga De kan tergantung problem yang
terjadi di Resort kita sekalian mau cek Hotel juga “. Jawab Mamih Esty pada
Dean yang merasa keberatan .
“ Lah jangan lama-lama ya Mih nanti siapa yang mau bantuin
Dean jagain anak-anak ?”. Tanya Dean
pada Mamih Esty .
“ Lah itu sih urusan kamu bukan nya kamu udah siap buat nambah
anak lagi jadi yang ngurusin anak – anak buat bantuin Hana ya kamu bukan kah
itu janji dia Hana ?”. Kata Mamih Esty santai .
“ Yap betul Mih “. Jawab Hana dengan tersenyum manis yang
kompak dengan Mamih Esty mengerjai Dean .
Ya Hana merasa tenang karena sebenarnya Mamih Esty sudah
meminta keponakan Bik Tini untuk menggantikan tugas Bik Mimin dan Bik Mimin lah yang akan membantu Hana mengasuh si kembar dengan alasan Hana dan Mamih Esty
tak mau jika si kembar di asuh oleh orang asing berbeda dengan Bik Mimin yang
memang sudah terbiasa mengasuh si kembar …. Bahkan Mamih Esty pun telah menawari
Bik Asih untuk membantunya agar tak ada yang merasa pilih kasih antar menantu karena Mamih Esty sadar terkadang dirinya sibuk dengan urusan luar dan tak bisa membantu para menantunya mengasuh cucu-cucunya ...
namun ternyata Kasih menolak karena merasa masih bisa mengurus beby Rey apalagi
sering di bantu Mamih Esty dan juga Ibunya .
Walau seperti itu Mamih Esty tetap menyuruh Bik Asih bekerja
di rumah Dewantara untuk bantu – bantu atas persetujuan Roy yang mana Bik Asih
adalah asisten keluarga dari orang tua kandung Roy .
“ Yaudah Mamih ke kamar ya … inget Dean kamu harus tepati janji mu sama Hana dan JANGAN MENGELUH ya Boy “. Ujar Mamih Esty menekan kalimat terakhirnya sambil mengacak rambut putra bungsu nya sebelum meninggal kan ruang makan .
" Aaaiiish Mamih berantakan ..." teriak Dean namun di abaikan begitu saja oleh Mamih Esty .
“ Sayang kira – kira jam berapa anak – anak sampai rumah karena ini jadwal control mu loh sayank ?”. Tanya Dean pada Hana yang langsung
merogoh ponselnya melihat pesan singkat yang di kirim istri baru mantan
Suaminya .
“ Kata Mbak Reni kira-kira sore bisa sampe malam sampainya
Mas karena siang kereta nya berangkat .”.jawab Dean dengan manggut manggut .
“ Kalau gitu kita bisa ke rumah sakit sekarang dong … atau
mau Dokter aja yang dating kesini hem ?”. Tanya Dean pada Istrinya .
“ Emang bisa kalau Dokter Dewi yang kesini ?”. Tanya Hana .
“ Apa yang gak bisa sih buat seorang Dean “. Jawab Dean dengan sombongnya .
“ Dih sombongnya Suamiku … Yaudah kalau bisa panggil aja aku lagi gak pengen cium bau rumah sakit Mas “. Kata Hana dan di angguki Dean .
********
Di Kota Madiun tepatnya di rumah Fandi Ramadhani terlihat
lebih sibuk karena sedang mempersiapkan keberangkatan nya ke Jakarta
mengantarkan kedua putra nya pada Mamah dan Papah nya dengan tak lupa
membawakan beberapa oleh – oleh khas Kota Madiun untuk keluarga baru Mantan
Istrinya dengan suasana yang berbeda kali ini ia mengantarkan kedua putranya
dengan di damping Istri barunya Reni Agusty yang tampak antusias begitu pun kedua putra nya .
Ingin sekali Fandi meminta kedua putra nya untuk tinggal dengan nya pada Hana Fishera sang Mantan Istri cantiknya Namun pikiran nya
masih cukup waras begitu pun rasa malunya masih ada karena ia sangat meyakini
hal itu tidak akan di beri kan oleh Hana karena alasan yang sudah sangat jelas ia tahu .
Merasa sungguh tak tahu diri jika ia memaksa kehendaknya walupun kedua putranya adalah darah daging nya namun saat mengingat dimana dengan tega nya ia mengusir Hana yang sedang terpuruk membawa kedua putranya tanpa ia cegah … Dengan tega menceraikan wanita yang sudah menemaninya selama tujuh tahun
tepat di hadapan kedua orang tuanya dan juga kedua putra nya yang masih sangat
belia menyaksikan tangis pilu Mamahnya karena ulah Ayah nya yang mana akan menjadi luka tersendiri untuk kedua putranya yang tak pernah bisa di hapus oleh siapapun … Parahnya saat itu ia sudah sangat bangga karena telah memberikan harta gono gini untuk wanita itu
setelah di ceraikan nya yang ia tahu separuh harta itu tak di pakai oleh Hana
sampai saat ini … Pontang panting
merawat kedua putra nya di saat wanita itu berada di titik paling rendah
di hidupnya …. Dengan sengaja atau tidak ia bahkan sering tak memberikan nafkah
pada kedua putranya yang merupakan hak wajibnya mengingat itu membuat hati
Fandi terasa nyeri antara malu dan sungguh brengseknya dirinya melebihi Dean
sekaligus Suami baru mantan istrinya orang yang ia anggap brengsek dan bejat
namun mampu merubah dirinya menjadi lebih baik jauh dari nya yang merasa sebagai pria "BAIK BAIK " huh SUNGGUH MEMALUKAN .
“ Ayah , kapan kita berangkat nya ?”. Tanya Si sulung Rama yang tak sabar bertemu dengan Mamah Hana , Papah Dean , Oma Opa serta adik –
adiknya yang pasti sangat menggemaskan membuyarkan lamunan nya dan dengan cepat
Fandi menyeka air mata yang tak sadar menyeruak dari pelupuk matanya saat
mengingat sika buruknya itu pada Hana dan kedua putra nya .
Reni yang sedari tadi mengamati Suaminya yang melamun pun
tampak menghela nafas nya karena ia sangat tahu apa yang sedang di lamun kan
Suaminya … jauh di hati Reni pun tak ada rasa marah , sedih ataupun kecewa
melihat suaminya karena jauh hari sebelum ia menjadi Istri dari Fandi …
Karena saat itu jika ada waktu luang mengobrol dengan nya pria itu akan bercerita
__ADS_1
panjang lebar mengenai rasa cinta sekaligus rasa bersalah pada mantan istri
pertamanya itu Hana Fishera yang di akui sendiri oleh Fandi bahwa dirinya masih sangat mencintai istri pertama nya
itu bahkan hingga saat ini karena sejak menjadi istri nya , beberapa malam tidur bersama nya Fandi sering kali mengigau memanggil nama Hana Fishera bahkan setelah selesai menggaulinya tertidur karena kelelahan nama wanita cantik itu tak pernah lepas dari bibir Suami nya dalam keadaan yang tak sadar dan Reni hanya bisa menekan dadanya agar rasa sesak itu tak menyakiti hati nya ….
Melihat sikap Suaminya membuat Reni merasa tertantang akan mengalihkan rasa cinta itu hanya untuk dirinya
tanpa menyalahkan siapa pun karena ia memang sudah menjadi pilihan nya .
“ Ka Rama sabar dong lihat itu baru puku 10 nak dan tiketnya kita berangkat jam 1 sayank … Mending Kakak bobo dulu tuh kaya Adek Rafa “, sahut Reni menjawab pertanyaan putra sambungnya .
“ Ya masih lama dong Bubu … Kakak gak bisa bobo Bu , ahk kalau gitu mending Kakak ke Uty aja lah “. Kata si sulung Rama pada Bubu nya .
“ Wah itu ide bagus loh Ka … lagian kasihan Uty mau di tinggalkan Kakak sana kangen – kangen an dulu “.Seru Reni pada Si sulung Rama yang langsung berlari menuju rumah belakang dimana Uty nya berada .
Setelah melihat anak sambungnya pergi , dengan langkah pelan
namun pasti Reni mendekat pada Suaminya dan langsung mengelus lembut bahu Fandi
.
“ Pelan pelan saja Mas …”. Kata Reni dengan senyum tulus nya membuat Fandi sedikit merasa bersalah pada Istri barunya .
“ Maaf …”. Jawab lirih Fandi namun masih bisa di dengar oleh Reni .
“ Gak ada yang perlu di maafkan dan meminta maaf Mas karena itu di luar kendali mu yang terpenting kamu sudah jujur apa yang ada di hati mu itu sudah cukup bagiku Mas dan tugas ku disini berusaha membuat mu menetapkan
cinta mu pada ku Mas dan perlahan menghapus nama Hana Fishera dari sini ( tangan Reni menyentuh dada Fandi yang di
yakini dimana hati itu berada ) Aku akan sabar menunggu waktu itu “. Jawab Reni
dengan pandangan teduh nan tulus .
Tanpa kata Fandi langsung merengkuh tubuh ramping istrinya
mendekap dengan erat tanpa berhenti berucap terimakasih pada istrinya .
“ Tolong bersabar dan jangan pernah meninggalkan ku Dek “. Ucap Fandi setelah melepaskan pelukannya dan Reni mengangguk dengan pasti .
“ Udah ah peluk mulu ntar gak kelar – kelar nih “. Kata Reni
menghapus kecanggungan itu .
“ Terimakasih dan Mas akan berusaha untuk membahagiakan mu , istri ku “.
Jawab Fandi dan di angguki Reni .
“ Yang terpenting terima kekurangan dan kelebihan pasang tanpa harus menghakimi itu jauh lebih baik Mas agar penyesalan itu tak akan menghampiri mu lagi dan menjadi pesakitan untuk mu yang ke sekian kalinya “. Jawab Reni yang lumayan
menohok hati Fandi .
******
Di Kota yang sama namun tempat yang berbeda Roy beristirahat
sejenak di sebuah kedai kopi untuk mengistirahatkan tubuhnya sekaligus
mendengarkan gerutuan Oki sang asisten pribadi yang tak ada akhlak yang baru Roy punya sepanjang ia
berkarir karena merasa lelah dengan pencariannya yang sudah keluar masuk di
beberapa Panti Asuhan di daerah itu dengan tak lupa memberikan santunan berupa uang untuk Panti – Panti itu .
“ Roy gila ya ini udah hari ketiga dan kita seharian udah
ubek – ubek nih daerah tapi belum juga nemu titik terang sampe bokong gue tepos Roy gila pegel banget pinggang gue … Woi denger gak sih lo “. Oceh Oki pada Roy yang sedang mambaca daftar nama panti asuhan yang ada di smartphone nya .
“ Berisik Ki bisa diem gak sih lo …. Nih lo lihat masih ada satu panti lagi yang masih daerah ini juga walau agak masuk ke dalam pedesaan yang belum kita samperin Ki “. Sahut
Roy sambil memperlihatkan alamat panti asuhan itu .
“ Bodo ah gue gak mau baca pening kepala gue … Ini serius ya Roy kalau di panti itu lagi – lagi gak ada titik terang gue balik ke Jakarta
dan ambil cuti tiga hari titik gak ada penolakan coz gue butuh beristirahat
total “. Ujar Oki dengan mulut yang mengomel khas ibu – ibu telat dapat jatah
bulanan .
“ Heh gila yang Bos disini siapa woi …. Se enak aja lo , Beristirahat total udah kaya mau mati aja lo “. Balas si Roy tak kalah sengit
membuat Oki menganga mendengar jawaban dari Bos sekaligus sahabatnya hingga
membuat keduanya menjadi sorotan pengunjung kedai .
“ Astaga amit amit jabang bayik Roy mulut lo gila gak jauh beda sama adek lo ya si Dean pedes gila Sumpah parah “. Pekik Oki sambil
mengetuk – ngetuk meja kayu di depannya .
“ Gue aduin lo ke Dean mampus lo ngomongin tuh orang … gak inget lo dulu pernah dapet bogem mentah dari die , Udah buruan habisin tuh kopi terus bayar kita
berangkat ke Panti selanjutnya .” ucap Roy mengingatkan pengalaman buruknya
dengan Dean adik kelas nya yang merupakan seorang bad boy dengan track record
yang lumayan WOW semasa sekolah dulu .
Mendengar ucapan dari Roy membuat Oki bergedik ngeri mengingat ke arogan dari seorang Dean Prada Dewantara dan langsung
menghabiskan kopinya yang masih setengah dan membayarnya .
******
Pencariannya di panti asuhan kali ini membuat Roy dan Oki
dapat menghela nafas lega saat bertemu dan melihat pengurus panti asuhan yang
merupakan sepasang suami istri dengan persis seperti ciri – ciri yang di beri
tahu Mbah Rono .
Setelah menceritakan maksud kedatangan nya dan memberikan
bukti foto yang menanda kan jika benar ia salah satu keluarga dari bayi itu
berusaha meyakinkan sepasang suami istri yang merupakan pengurus panti itu .
Sang Ibu Panti yang bernama Santi yang mengenakan jilbab
lebar itu pun beranjak masuk ke dalam ruangan dimana tempat penyimpanan barang –
barang terakhir yang di pakai anak asuh nya saat kecil atau barang yang di tinggalkan
oleh orang tua mereka , Bu Santi pun mengambil selimut , baju , topi dan kain
popok yang sama persis dengan apa yang di kenakan pada foto bayi di tangan nya
.
Setelah mencocokan nya dan ternyata sama persis … Dengan
mata yang berkaca-kaca dengan perasaan tak menentu Bu Santi mendekap peralatan
bayi itu beserta fotonya .
“ Alhamdulillah nak akhirnya sekian lama waktu yang ditunggu
itu datang juga untuk mu nak … Keluarga kandung mu mencari mu Sayang dan semoga
kamu tak melupakan Bapak , Ibu serta adik – adik mu ya Sayang … berbahagialah
setelah ini nak “. Gumam Bu Santi penuh rasa sayang pada pemilik asli baju bayi
itu yang terlihat sangat di sayangi nya .
Tak berselang lama Bu Santi pun datang dari dalam rumah
dengan membawa barang yang sudah bisa dipastikan itu perlengkapan bayi yang
berhubungan dengan bayi di foto itu .
Dengan tangan gemetar serta mata yang berkaca – kaca Bu
Santi menyerahkan barang itu serta foto pada Suaminya Pak Rudi dan Roy serta
Oki hanya menyimak menunggu kebenaran itu .
“. Ya Allah “. Ucap Pak Rudi dengan memeluk barang tersebut
dengan air mata yang menetes membuat Roy dan Oki menjadi keki .
“ Bagaimana Pak ?”. Tanya Roy memastikan .
Pak Rudi dengan pelan pun langsung menganggu kan kepala pelan
dengan air mata yang menetes serta bibir yang bergetar dan Bu Santi pun memeluk
Suaminya .
“ Pak ….” Tanya Bu Santi dan Pak Rudi menganggukan kepalanya
.
“ Iya benar ini foto anak kami … anak asuh yang sangat kami
kasihi , awalnya kami sangat menunggu orang tua nya menjemput Nya namun sekian
lama menunggu yang mana menambah luka dalam Dia akhirnya kami tak mengharapkan
hal itu lagi … Dia satu – satu nya anak asuh kami yang terlama di panti ini dan
ia pun tak ingin di adopsi oleh keluarga mana pun karena ingin menunggu kedatangan orang tuanya untuk menjemput dirinya atau
menetap selama nya disini dengan Kami walaupun dengan segala kekurangan nya ia
tetap ingin berada disini dan kami pun sangat menyayanginya layaknya putri kami Nak
“. Jawab Pak Rudi dengan tangis sedih dan haru nya .
“ DEG “. Jantung Roy berdegup kencang mendengar cerita sepasang
suami istri yang mengasuh Kakak iparnya itu .
“ Astaga Ibu kesalahan mu sungguh fatal … kau membuat putri mu menderita berkepanjangan semoga saja Dia mempunyai hati yang mulia dengan mudah memaafkan mu dan menerima mu “. Gumam Roy dalam hati mengingat Ibu
mertuanya dan tanpa sadar matanya pun berkaca – kaca .
__ADS_1
**********