Perjalanan Pilu Seorang Hana

Perjalanan Pilu Seorang Hana
Bag 31


__ADS_3

" Jadi Hana korban tindak kejahatan seksual ?" Dengan wajah terkejut Fani bertanya .


" iya Mba " Fandi pun menjawab pelan dan menunduk . sedang Hana menangis pilu dan malu pada Fani kakak ipar nya di dekapan Mbok Jum .


" Astaghfirullah Hana , Yang sabar ya jangan nangis terus. kamu sudah lapor ke polisi fan..?" ucap Fani sambil berjalan menghampiri dan ikut memeluk Hana .


" tidak Mba karena kalau Fandi lapor Polisi pasti semua orang akan tau dan ibu bapak tau dengan kasus ini , Fandi gak mau semua orang mencemooh keluarga kita mba ." jawab Fandi


" Maafkan Hana mba , Hana bodoh gak bisa jaga diri Mbak . Tapi demi Allah ini juga berat untuk Hana mba." ucap Hana dengan menangis terisak.


" husst sudah ini sudah terjadi dan ini semua cobaan dari Allah SWT , sekarang masalah ini harus di cari jalan keluar nya , apakah ibu sudah tahu ini semua ..?" tanya Fani dan hanya di jawab gelengan kepala oleh semuanya .


" Hana hamil dan kamu meyakini bahwa anak itu bukan anak kamu , Sekarang mba tanya apa kamu menerima anak yang di kandung oleh Hana …? biar gimana pun Hana istri sah mu dan janin itu berhak untuk hidup ." tanya Fani pada adiknya .


Dengan kepala yang menunduk disertai air mata yang sesekali menetes dari manik mata Fandi .


" Aku gak tau Mba , Fandi belum bisa berfikir dengan jernih " . jawab Fandi sambil menggelengkan kepalanya , Hana hanya melihat sang suami dengan perasaan penuh bersalah dan iba namun tak tahu harus berbuat apa .


" Oke Mba ngerti ini masalah terberat untuk kalian tapi tolong semua bisa di bicarakan baik-baik , Fandi kamu tidak mau membawa kasus ini pada pihak yang berwajib agar pelakunya mendapatkan hukuman …?"


" Tidak Mba , karena kalau Fandi lapor banyak resikonya , Tapi Fandi dan Doni masih terus memantau orang itu Mba ." semua orang langsung melihat Fandi dengan penuhh tanya.


" Jadi kamu sudah tau orang itu " tanya Fani


Fandi hanya mengangguk kan kepala nya.


" Oke karena ini sudah sangat larut jadi lebih baik kita istirahat dulu, besok kita bicarakan lagi . Hana jangan lupa minum obat dan vitamin dari Dokter biar kamu dan bayi mu sehat .


" Iya mba hiks hiks " Hana menjawab masih dengan terisak dan Fani langsung keluar dari kamar adiknya , Mbok Jum langsung membantu Hana untuk minum obat nya.


" Sudah jangan nangis lagi ya kamu harus kuat dan tenang , bagaimana pun bayi ini tidak salah dan berdosa yang salah bapak nya yaa , Diterima Kanti ikhlas ya , sudah istirahat ya " . ucap mbok Jum sambil melirik ke arah Fandi yang duduk di kursi rias Hana dan keluar dari kamar Fandi .

__ADS_1


****


Setelah semuanya keluar , fandi Masi duduk diam di kursi itu dan setelah Hana meminum obat dan vitamin nya Hana pun bergerak akan beranjak dari ranjang untuk mengambil kasur lipat yang hampir satu Minggu tak di pakainya yang akan di gunakanya untuk alas tidur kembali .


Karena Hana sadar pasti suaminya akan merasa lebih jijik dan tak menyukai nya karena di dalam perutnya terdapat benih janin yang bukan milik suaminya.


" Tidak perlu Han , tidurlah di ranjang itu ". sontak kalimat Fandi membuat Hana terkejut . Hana pun tanpa menjawab dan bertanya langsung merebahkan tubuhnya yang terasa sangat lelah di ranjang dan memiringkan tubuhnya membelakangi suaminya berada .


dalam diamnya Hana menangis dan meraba perut yang terdapat nyawa tak bersalah.


" Ya Allah apa yang harus aku lakukan , di dalam sini ada bayi yang tak salah dan berdosa , bagaimana nasibku dan bayi ini Tuhan . Kasihan sekali mas Fandi harus bersanding dengan perempuan kotor dan hina seperti ku . Sungguh tega dan jahat nya aku bila memaksa mas Fandi menerimaku ".


Hana menyeka air mata yang terus mengalir , dengan menarik nafas panjang Hana bergumam dalam hati .


" Ya aku gak boleh egois disini yang paling terluka dan tersakiti bukan hanya aku tapi juga mas Fandi . Apapun keputusan mas Fandi besok semoga aku bisa menerimanya Tuhan ."


Karena lelah di tubuh dan pikirannya Hana pun tertidur dengan masih berlinang air mata.


*****


POV Fandi


" Tuhan cobaan apa lagi ini kenapa


berat sekali "


Saat mengetahui bahwa istri ku telah di jamah pria lain harga diri ku terluka , hati ku sakit butuh waktu untuk saya menerima nya , aku tau kalau semua yang terjadi pada dia bukan seratus persen kesalahan nya tapi apa saya menghakiminya , memperlakukan dia dengan tidak baik bahkan aku menyakiti hati dan fisik nya .


Oh Tuhan aku benar benar melanggar semua janji ku pada orang tuanya ( mertua ku ) untuk menjaga dan membahagiakan nya . Tapi aku malah menyakiti hati dan fisiknya .


Dan sekarang satu fakta menyakitkan lagi terkuak bahwa istri ku mengandung bayi yang bukan darah daging ku . Aku paham bayi itu tak salah dan berdosa , yang bersalah itu pria baji*ng*n itu .

__ADS_1


ARRGH


kepalaku rasanya sungguh ingin pecah rasanya . Bila ku mempertahankan Hana disisiku bagaimana dengan bayi itu yang berhak dekat dengan ayah biologis nya dan apa aku akan benar-benar bisa menerimanya. huufft


Tapi kalau saya melepaskan Hana , apa sanggup saya kehilangan Hana dan disaat sekarang Hana hamil apa bisa saya menceraikan nya..,?.


Sungguh ini masalah terberat dan terumit untuk kami .


Lamunanku terhenti saat ku lihat istriku akan beranjak turun dari ranjang untuk mengambil kasur lipat yang pernah ia pakai untuk tidurnya , Tuhan sungguh jahatnya saya waktu itu tapi untuk kali ini dia sedang hamil , demi kemanusiaan Ku hilangkan ego ku sejenak.


" Mau kemana kamu , tidur lah di ranjang itu " kulihat wajahnya terkejut tapi dia tak menjawab dan bertanya dengan kalimat ku atau mungkin di takut entahlah.


Bisa ku lihat dia pun membaringkan tubuhnya dengan membelakangi ku dan kulihat tubuhnya bergetar sudah ku pasti kan ia sedang menangis dalam diam nya. Setelah tubuhnya tidak bergetar dan kutengok Hana sudah tertidur dengan berlinang air mata jujur melihat nya seperti itu hatiku seperti diremas tak bisa di pungkiri cinta ini masih ada.


Saya pun membaringkan tubuhku menghadap Hana kulihat secara bergantian wajah dan perutnya tangan ku terulur menyentuh perut yang sekarang ada calon bayi yang sialnya itu bukan anak ku.


" Apa yang bisa saya lakukan untuk kamu dan bayi mu besok Hana huuuffttt".


saya pun mulai memejamkan mataku mengistirahatkan jiwa dan raga ku yang rapuh.


POV Fandi end


****


" Saya akan membawa dia pada orang tuanya dan meminta pendapat mereka " ucap Fandi dalam hati dengan melihat Hana .


*****


Semoga tulisan ku ini bisa terima untuk semuanya...


Mohon dukungannya jangan lupa like komen ya.. sungguh semua dukungan kalian sangat berarti untuk pemula seperti ku terima kasih 🙏🙏🙏😊😊

__ADS_1


__ADS_2