
“ Aaaaiiiish dia baru nyadar apa ya kalau gue se CINTA dan
se CEMBURU itu “. Gumam Dean menggaruk pelipis nya , Saat sibuk ngintil sang
Istri tercinta tiba tiba Dean terlonjak saat Hana membalikan badan nya secara
mendadak .
“ Astaga yank kalau mau berhenti kasih kode ke , untuk gak
ke tabrakan “. Kata Dean pada Istrinya yang tampak menaikan satu alis nya .
“ Kenapa sih Mas ? “. Tanya heran pada Suaminya yang
mengomel tak jelas .
“Yang kenapa itu kamu , kenapa coba balik badan tiba tiba
?”. Tanya Dean balik .
“ Oh Mas nya kaget ( sambil nyengir memperlihatkan deretan
gigi rapihnya ) , Ini loh Hana mau Tanya Mas sudah makan siang ?”. Tanya Hana .
“ Sudah Sayank ku tadi di kantor … Oh ya anak anak belum
juga pulang ? , Mereka pergi terus gak tau apa kalau Papah tampan nya ini
kangen “. celoteh Dean dan Hana hanya menggelengkan kepala dengan tersenyum
kecil .
“ Belum masih pergi sama Bang Roy dan Kasih ke rumah Ibu atau
kita mau susul mereka ke rumah Ibu aja “. Jawab Hana santai berbeda dengan Dean
yang mendelik dengar nya .
“ GAK ADA … mending tidur siang dari pada ketemu lagi sama
Mas mantan .”. sahut Dean langsung berlalu menuju kamarnya naik tangga .
“ Yaudah “. Jawab Hana dengan menaikan dua bahu nya dengan
cekikikan .
“ Loh Mas gak pake lift aja ?”. Tanya Hana yang melihat
Suaminya naik tangga .
“ GAK SEKALIAN OLAH RAGA BIAR LANGSUNG TIDUR “. Jawab Dean
dengan berteriak dan terus menaiki tangga .
“ Tuh Dek Papah mu udah tua cemburu nya lebih dari anak ABG…
“. Ucap Hana pada dua putri yang tidur pulas di stroller yan ia dorong masuk ke
lift menuju kamar nya .
*******
Di Jl Cemara rumah berlantai 2 dengan cat warna coklat
tepatnya rumah Ibu nya Kasih sekaligus mertua Roy yang terlihat suasana haru
biru di dalam nya sejak kedatangan Reni dan juga Suaminya ….
Reni yang akhirnya mulai menerima takdir jika wanita yang
dua hari lalu mengaku sebagai Ibu kandung nya … ya Reni memilih berusaha
melapangkan hatinya untuk memaafkan wanita paru baya itu … Karena menurut nya
bukan kah ini waktu yang di tunggu tunggu setelah sekian tahun menunggu tanpa
ada kepastian … Apalagi tujuan utama saat ia bertemu dengan keluarga kandung
nya adalah ingin tau alasan kenapa dirinya sampai ada di Panti asuhan itu dan
salah apa kah Reni kecil hingga tega di buang demikian rupa .
Namun saat mendengar alasan apa Reni kecil di buang dari
mulut seorang wanita yang mengaku Ibu nya dengan gambling dan sepertinya tak ada yang di tutupi … Seketika hatinya sesak seperti tertimpa batu besar … Reni
tertawa miris mengetahui jika dirinya adalah anak hasil perselingkuhan dan di titipkan
agar tak ketahuan oleh Suami sah wanita paru baya yang menangis bersalah di
hadapan nya namun sialnya takdir membuat dirinya terdampar di tempat yang jauh
itu namun dari kisah pilu saat ia bayi ada rasa bersyukur saat Reni kecil di
temukan oleh sepasang malaikat tanpa sayap sebut Reni untuk Ibu Sinta dan Pak
Rudi yang menyelamatkan diri nya dari kejam nya dunia ini .
Ibunya Kasih sungguh merasa bahagia sekaligus lega saat
mengetahui jika wanita di depan yang merupakan putri kandung nya mulai mau
membuka hati menerima dirinya yang berlumur dosa ada rasa kelegaan saat
sudah menceritakan alasan kenapa sampai Reni kecil di buang oleh seseorang yang
tak bertanggung jawab ditempat itu ... Seenggak nya sudah tidak ada lagi rahasia yang tak terungkap sebelum dirinya menghadap ilahi sewaktu waktu .
Dalam hati wanita paru baya itu tak menginginkan hal yang
muluk muluk tak mau memaksa Reni putrinya mengerti dan cepat memaafkan
kesalahan besar atas apa yang di lakukan nya … baginya Reni putri nya tau fakta
yang sebenarnya dari mulut nya sendiri dan bertemu itu sudah cukup untuk wanita
yang mulai menampakan kulit keriputnya di beberapa bagian tubuhnya .
“ Ibu gak akan maksa kamu buat maafin Ibu , Reni … karena Ibu sangat sadar jika kesalahan Ibu sudah sangat fatal , Ibu mengerti it ….. “
Ucapan Ibu terhenti saat Reni mendekap tubuh tua nya dengan erat .
“ Uuust sudah ya , Reni tak munafik jika hati ini masih merasa kecewa tapi mulai hari ini … ( Reni merenggangkan pelukan nya dan
menatap mata berlinang air mata wanita tua di hadapannya dengan tatapan sendu )
Mari kita mulai lagi dari awal ya Bu “. Ucap Reni dengan lembut dan seketika
Ibu pun menganggukkan kepala dengan tangis bahagia nya begitupun dengan Kasih yang
terlihat menitikan air mata , Roy dan juga Fandi yang terharu melihat pemandangan mengharukan di depan nya pun tanpa sadar ada setitik air mata di pelupuk nya merasa dahsyat akan keajaiban nya .
“ Terimakasih nak … terimakasih atas kemurahan hati mu “. Ujar
Ibu pada Reni berpelukan kembali hingga tatapan mata Reni tertuju pada Kasih .
“ Bu berarti Mba Kasih , adik Reni atau Kakak Reni ?”. Tanya Reni pada Ibu .
“ Sini Kas …”. Pinta Ibu pada Kasih duduk di sisi Kanan nya yang
langsung di turuti Kasih dengan satu tangan Ibu yang menggenggam tangan Kasih
dan satu nya menggenggam tangan Reni dengan erat namun lembut .
“ Reni , Kasih ini memang putri Ibu tapi bukan saudara kandung
mu nak …. “.Kata Ibu , Reni yang mendengar nya langsung memicingkan matanya .
“ Iya Reni tau pasti mba Kasih Ini putri Ibu dari Suami sah Ibu kan dan Reni anak dari hasil perselingkuhan seperti itu kan maksudnya “.,Seru Reni dengan menundukkan kepala nya menahan dada yang terasa sesak .
“ Bukan seperti itu Mba Ren jangan salah sangka mari kita bicarakan sama sama semuanya “. Kata Kasih pada Reni yang
tampak mukanya kembali murung .
“ Reni dengar kan Ibu , semua yang Ibu ceritakan tadi pada mu tak
ada yang di tutupi nak jadi Kasih ini anak dari adik nya Ibu … Ibu tak memiliki
anak dari almarhum suami Ibu karena ada sesuatu hal yang merupakan aib almarhum suami ibu dulu yang membuat kita tidak memiliki momongan dan sesuatu itu tak bisa ibu cerita kan disini , nak …. Setelah kedua orang tua Kasih yang tak
lain adik perempuan dan adik ipar Ibu meninggal karena kecelakaan jadilah Kasih
bersama Ibu karena kami sudah tak memiliki keluarga inti lagi …“. Ibu
menjelaskan pada Reni agar tak ada kesalahpahaman kembali .
“ Iya Mbak Reni kita sepupu an lo dan inget ya aku adik nya lihat aku masih muda Loh… “. Sahut Kasih dengan nada bercanda
mencoba mencair kan suasana .
“ Wah syukurlah kini aku punya saudara Mba … Oh baiklah memang
kamu terlihat lebih muda Mba Kasih eh Dek Kasih “. Jawab Reni dengan tertawa
kecil .
“ Panggil Kasih aja Mba Ren biar enak , oh ya itu Suami ku namanya Roy
“. Kata Kasih mengenalkan Roy yang mengangguk dengan tersenyum .
Dan seketika Roy menoleh pada Suami sepupu istrinya yang tak
lain adalah Fandi Ramadhani .
“ Mimpi apa gue , bisa saudara an sama rival adek gue dan buat
Dean ampun apes banget nasib lo bisa berhubungan gini ama mantan bini lo selalu beriringan dengan yang namanya Mantan … “ gumam Roy dalam hati sambil menggaruk pelipis nya .
“ Gak usah bingung takdir gak ada yang tau “. Ujar Fandi
__ADS_1
yang di tuju untuk Roy yang sedari tadi memperhatikan nya .
Bak cenayang Roy yang mendengar celetukan Fandi seketika mata Roy membelalak namun secepat mungkin Roy
merubah wajah keterkejutan nya menjadi biasa saja karena orang di sampingnya mengetahui pikiran nya .
“ Dan gue harap lo gak memanfaat kan takdir yang ada untuk kepentingan lo … Dia adik gue dan Reni sekarang sepupu gue mereka keluarga gue jadi
gue gak mau lo buat rusuh …”. Ucap datar Roy namun dengan nada ancaman .
“ Ciih kamu ngomong gitu kaya seolah olah kalau adik kamu
itu orang yang paling suci dari saya … jangan
menutup mata Bung bahkan dia dapat istri karena merampok istri milik orang lain
kalau anda lupa “. balas Fandi tak kalah sengit .
“ Ck gue gak bilang adek gue orang suci ya tapi menurut gue
adik gue lebih baik dari pada lo … Adik
gue bener bener berusaha memperbaiki diri dari kesalahan yang di lakukan nya
dari pada lo terlihat pria baik tapi ternyata seorang pecundang ( Fandi yang mendengar ucapan Roy mmengepalkan
tangan nya pertanda dirinya terusik dengan ucapan Roy ) Lo pikir gue gak tau
apa isi hati lo , lo lupa kita sama sama laki jadi gue tau kalau sampe hari ini
lo masih ngarep sama istri adik gue HANA FISHERA dan lo nikah dengan Reni entah apa tujuan dan
gimana perasaan lo hanya Lo dan Tuhan yang tau ….”. Kata Roy menekan nama adik ipar nya .
Fandi yang mendengar nya seketika tersentak kaget jika pria yang kini menjadi saudara ipar nya mengetahui apa yang ia rasakan .
“ Jangan suka main hati kalau hati lo gak mau merasakan kesakitan yang kedua kalinya … Terima apa yang sudah lo pilih dan lupakan
sesuatu yang lo buang “. Bisik Roy di telinga Fandi dengan sarkastik .
Ucapan menohok dari Roy seketika mengingatkan perbuatan nya
pada Hana sang mantan istri yang dengan tega ia buang dan di hakimi saat saat wanita itu
terpuruk dan kini dengan tak tau malu ia mengaku jika masih sangat mencinta
Ibu dari kedua putra nya dan perlakuan
nya kini pada Reni istri baru nya yang terang terangan mengaku mencinta wanita
lain yang di sebut mantan di depan istri nya tanpa ada rasa bersalah sungguh miris .
Roy pun berlalu meninggalkan Fandi yang masih diam terpaku dan Roy pun
mendekati Istrinya .
“ Bun , udah siang nih pulang yuk besok kita kesini lagi “. Kata
Roy pada Kasih yang sedang asik berbincang dengan Ibu dan Kakak sepupu nya .
“ Wah iya … yaudah kalau gitu aku panggil Bik Esih dan anak
anak dulu ya “. Jawab Kasih pada Roy yang mengangguk .
“ Kamu tinggal disini kan , nemenin Ibu , Ren soalnya ibu kekeh mau tinggal di sini ?”. Tanya Roy pada
Reni .
Reni melirik Suaminya yang masih diam di tempat nya “ Aku belum
bisa mutusin , aku perlu bicara sama Suami dulu “. Jawab Reni dan Roy hanya manggut
manggut .
“Gak apa Roy , Ibu disini baik baik saja ko gak usah
khawatir ya lagian kan ada Mbok Darmi dan suaminya , Ibu gak mau maksa Reni karena
biar gimana pun status Reni merupakan seorang istri jadi harus ikut apa yang jadi
keputusan Suaminya … Tapi kalau memang Reni dan Suami mau tinggal disini maka
Ibu lebih akan bahagia namun tetap Ibu tak mau memaksa itu semua keputusan kalian “.ujar Ibu bijaksana
karena melihat dari nada bicara Roy yang mengkhawatirkan dirinya .
“ Ayo Yah kita pulang “. Kasih muncul dari dalam ruang
keluarga dengan di ikuti dua keponakan nya serta Bik Esih yang menggendong baby
R sehingga serentak Ibu , Roy dan Reni berdiri .
“ Kakak Rama dan Rafa disini aja ya sama Bubu dan Ayah besok
di anterin pulang ke Mamah “. Kata Reni pada dua anak sambung nya belum sempat
“ Maaf mereka datang sama kami jadi pulang pun sama kami
kalau kalian mau ajak mereka ijin dulu sama Mamah dan Papah nya ‘. Sahut Roy
dan Reni pun mengerti maksud dari suami sepupu nya namun tidak untuk Fandi .
“ Tapi saya Ayah kandung mereka jadi saya punya hak atas mereka
juga “. Ujar Fandi dengan dingin .
“ Bicara masalah Hak sebelum ini banyak hak mereka yang
tidak anda penuhi tuan jadi kalau mau bicara hak bukan saya orang yang tepat untuk anda
ajak bicara melainkan dengan Hana dan juga Dean … Disini saya hanya bertanggung
jawab atas keponakan saya yang saya ajak pergi dan akan saya bawa pulang dengan selamat a“. Jawab Roy tak kalah sengit
membuat Kasih , Reni dan Ibu merasa suasana menjadi menegang … Fandi pun
seketika bungkam dan hanya menyisakan nafas yang terlihat naik turun menahan
gejolak emosi nya .
“ Yah sudah … ayo Yah katanya pulang “. Ucap Kasih memegang
lengan Suaminya dan melihat tangan nya mengepal sehingga menonjol urat urat di
tangan nya .
“ Mba Reni , Ka Fandi … Ka Roy gak ada maksud apa apa hanya
saja jika memang kalian mau ajak anak anak lebih baik minta ijin pada Hana dan
juga Dean Mamah Papah mereka langsung bukan dengan kita yang notabennya hanya
Uncle dan Ounty nya “.kata Kasih pada Reni agar tak salah paham .
“ Iya Kas , kami ngerti ko “. Jawab Reni dengan tersenyum
kecil .
“ Yaudah Bu kami pulang ya … Kalau terjadi apa apa segera
hubungi kami ya Bu “. Pamit Kasih pada Ibu nya dengan mencium punggung tangan
nya dan di ikuti oleh Roy serta kedua keponakan nya yang juga menyalami Bubu
dan Ayah nya .
Ibu pun tak lupa mencium baby R yang sudah ia anggap sebagai
cucu nya setelah nya Kasih dan Roy serta Kakak Rama dan Rafa keluar dari rumah Ibu dengan tak lupa mengucapkan salam .
“ Assalamualaikum “
“ Waalaikumsalam “.
*******
Sampai di kamar nya di lantai 3 dengan pelan Hana mengganti
baju santai dengan bahan yang lebih halus pada kedua putri kembar nya agar
tidur kedua putrinya lebih nyaman .
Setelah selesai Hana pun naik ke atas ranjang dengan perlahan
dimana di sana sudah ada sang Suami yang tidur tengkurap dengan hanya
bertelanjang dada yang katanya gerah membuat Hana menggelengkan kepalanya gerah
dari mana bahkan suhu ac di ruangan nya pun menyala sehingga udara terasa sejuk
.
Tangan Hana membelai lembut pipi dan turun ke rahang tegas
Suaminya dengan lembut sehingga membuat mata tajam bak elang itu seketika
terbuka yang menampilkan netra hitam pekat menatapnya dan Hana pun tersenyum
manis membalas tatapan dari Suaminya .
“ Sayank jangan mancing mancing gitu dong kan kamu tau Mas
harus puasa berkepanjangan demi calon baby kita … “. Gumam Dean pada Hana yang
mencebikkan bibir nya merasa tak terima di sebut sengaja mancing mancing .
“ Iiih siapa yang mancing mancing sih orang Hana tuh tau
kalau Mas belum tidur makanya Hana pegang mau Tanya gimana tadi di kantor repot
__ADS_1
sama anak anak ga ?”. Tanya Hana .
“ Kamu sentuh dikit kaya tadi aja udah bangunin sisi yang lain lo yank dan itu buat Mas
frustasi “. Jawab Dean sambil menjuruk kan kepalanya di perut Hana sesekali mencium gemas perut Hana dimana di dalamnya ada calon anaknya dengan kedua
lengan melingkar di pinggang Istrinya karena posisinya Hana duduk di samping
nya .
“ Ih gak nyambung di Tanya apa jawab apa “. Omel Hana .
“ Sebentar Sayank sabar Mas lagi berusaha nidurin yang di
bawah dulu …. ( five minutes later) huuueef kalau Mas gak begitu repot sih yank , si kembar Cuma jalan kesana kesini
aja dan baby Sheina pup tadi tapi udah teratasi dengan baik tapi si Johan
kayanya yang kualahan “. Jawab Dean
membuat Hana melipat keningnya dan menghentikan usapan nya di rambut Dean karena
heran dengan jawaban sang Suami .
“ eh maksudnya ko Johan atau ….”. Ucap Hana .
“ Iya Johan yang kualahan ngasuh si kembar waktu Mas tinggal
meeting soalnya Pas Mas balik ke ruangan penampilan Johan acak acakan dari
rambut sampe ke baju mukanya ruwet banget , gak tau si kembar udah buat apa
sampe segitu frustasinya si Johan “. Jawab Dean santai .
“ Ya ampun Mas kamu zolim sama anak buah iih kan kasihan Johan pasti kerjaan nya juga terbengkalai karena ngawasin si kembar
“. Sahut Hana yang membayangkan Johan acak acakan karena ngejar ngejar si
kembar jalan kesana kesini yang memang lagi aktif aktif nya .
Dean seketika beranjak duduk dengan mata yang membulat “
Kamu ngapain kasihan sama Johan hem jangan aneh aneh ya yank “. Pekik Dean yang
kumat posesif nya .
Hana pun langsung menarik hidung mancung Suaminya karena
gemas dengan penyakit cemburu berlebihan dari Suaminya “. Gak ada maksud apa
apa Mas Cuma kasihan aja soalnya wajar kalau Johan frustasi kan Johan memang
gak terbiasa sama anak kecil apa lagi itu dua Mas kan gak kebayang syok nya
gimana “.
“ Gak usah sok perhatian sama Johan yank … Mas gak suka “. Ucap
Dean dan Hana lebih memilih diam karena tak mau urusan nya jadi panjang .
“ Tampan juga Suaminya masih perhatian ama asisten nya .”
oceh Dean merasa tak terima jika istri kesayangan nya kasihan pada pria lain .
Hana pun membaringkan tubuhnya di samping Suaminya agar
Suaminya tak merepet “ Udah Mas kalau capek tidur aja dari pada ngomel terus
dan si kembar bangun jadi nya Mas gak bisa istirahat … “. Kata Hana dengan mata
yang terpejam .
“ Ini terakhir ya kamu perhatian sama Johan “. Wanti wanti
Dean membuat Hana malas menjawab hingga Dean pun ikut terdiam namun tiba tiba
Hana kepikiran sesuatu dan beranjak duduk dengan gerakan cepat membuat bed
bergoyang .
“ Yank kalau gerak pelan pelan dong … lupa kalau lagi hamil ,
kalau di dalam anak kita pusing gimana coba “. Kata Dean dan Hana hanya nyengir
dan menggaruk kening nya .
“ Iya maaf Mas “.
“ Mas …”. Panggil Hana pada Dean yang siap menutup matanya .
“ Mas “. Kini dengan menggoyangkan bahu Suaminya .
“ Hemm “. Dea hanya bergumam tak jelas .
“ Mas …” panggil lagi .
“ Apa sih yank tadi katanya suruh tidur kenapa sekarang
gangguin sih “. Gerutu Dean pada Hana .
Hana mengelus perutnya dengan lembut dan mata Dean pun
melihatnya seketika Dean meremang .” Filing gue gak enak nih kalau Hana udah
elus elus perut “. Gumam Dean dalam hati .
“ Mas , aku pengen sesuatu dan kaya nya ini nyidam deh “. Kata
Hana tanpa Dean Tanya .
“ Kamu pengen apa kan kalau pengen “ ITU gak bisa Mas nya di
suruh puasa “. Jawab Dean sekenanya .
“ Bukan itu Mas ih “.
“ Terus ?”. Tanya Dean menaikan sebelah alisnya .
“ Hana pengen mie goring Mas “. Ucap Hana pelan .
“ Oh Cuma mie goring yaudah bentar Mas telpon Mbok dulu buat
bikini mie goring ya “. Jawab Dean bersiap mengambil telpon intercom .
“ Jangan Mas , Hana gak mau bikinan orang rumah “.
“ Lalu , Mas gitu yang buat ?”. Tanya Dean dan lagi Hana menggeleng .
“ a siapa dong mau makan mie aja ko ribet sih Oopps …. “. Sahut
Dean keceplosan dan melirik sedikit wajah garang Istrinya .
“ Oh jadi aku sama calon baby kita ini Cuma buat ribet kamu Mas iya …
Hello tuan Dean Prada Dewantara yang terhormat siapa yang suruh nekat
buat hamil aku huh ?”. ucap Hana garang .
“ Aaiiis salah ucap kan … Iya sayang maaf Mas keceplosan
udah ahk jangan marah marah dong nanti anak kita di dalam takut lo tau kamu marah …Iya maaf udah hamilin
kamu yang kesekian kalinya “. Jawab Dean menggaruk belakang kepala nya .
“ Duh Dean bodoh cari perkara aja pake keceplosan tau diri istri
lo tuh lagi mood swing … Apa dia kata lah udah tugas gue jadi Suami kalau
buat hamil dia Istri gue sendiri serasa perawan bini gue… Ahk mending diem aja deh jawab kaya apa pun
juga bakal kalah plus salah dan dia bener emang ya wanita selalu benar dan pria selalu salah “, gumam Dean dalam hati .
“ Iya terus Istrinya Mas yang tercantik mau nya gimana dong
?”. Tanya Dean lembut penuh bujuk rayu .
“ Hana mau makan mie goring buatan Johan dan jangan tanyakan
Kenapa karena yang tau jawaban nya baby mu yang di perut Mas “. Jawab Hana pelan namun Dean masih bisa
dengar .
“ Belum kelar gue sebel sama Johan dan sekarang dia minta
Johan buatin mie goring buat dia gitu … Oh ya ampuun “. Gumam Dean dalam hati
dan tak sadar menepuk keningnya membuat Hana memicingkan mata nya .
“ OKE SAYANK AKU PANGGIL DULU BABANG JOHAN NYA Ya “. Jawab Dan
dengan menekan setiap kata nya dan tersenyum yang ketara di paksakan .
*******
Dean
Hana
Kasih
Roy
__ADS_1