Perjalanan Pilu Seorang Hana

Perjalanan Pilu Seorang Hana
Bag 27


__ADS_3

" Ceklek "


Suara pintu kamar mandi dibuka , Hana keluar hanya dengan menggunakan handuk yang melilit di tubuh ramping nya , pandangan nya langsung bersibobrok dengan manik mata suaminya yang juga melihat nya dengan sorot mata dingin. Hana langsung memutus pandangan nya menuju lemari dan langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk mengganti pakaiannya Fandi hanya diam memperhatikan gerak gerik sang istri dengan ekspresi wajah yang sulit di tebak .


Hana pun keluar dari kamar mandi dan menuju ke meja rias nya tanpa menghiraukan suaminya , Hana hanya diam dengan tangan yang sedang mengaplikasikan body lotion dan parfum favoritnya .


" Eehm , Darimana saja kamu ..?" Fandi menanyakan perihal pergi nya sang istri yang sudah membuat kalang kabut dirinya.


Namun Hana hanya diam tak menjawab pertanyaan suaminya.


" Saya tanya sama kamu , Darimana saja kamu seharian ini ...?" Fandi mengulang kembali pertanyaan nya dengan menahan rasa geram terhadap istrinya.


Namun Hana masih setia untuk diam dan akan beranjak keluar kamar nya , ketika tangan lentik Hana sudah memegang handel pintu kamar dan kamar terbuka sebagian.


Melihat sikap istrinya yang dirasa tidak sopan itu Fandi dengan wajah yang menegang dan rahang yang mengeras menahan geramnya beranjak dari tempat ia duduk dan dengan gerakan cepat Fandi memegang dan meremas lengan istrinya dengan keras hingga menimbulkan rasa sakit dan warna merah pada lengan Hana .


" SAYA TANYA KENAPA GAK DI JAWAB HAH .??" bentak Fandi tanpa melepaskan cengkraman tangannya.


" Auuh sakit mas , lepaskan tanganku." ucap Hana sambil menahan sakit di lengannya dengan di ikuti air mata yang tak bisa di tahan merasakan sakit di lengannya dan bentakan suaminya untuk pertama kalinya.


" GAK SEBELUM KAMU JAWAB DARIMANA KAMU DAN KENAPA PONSELMU DIMATIKAN." Fandi masih berteriak.


" BUKAN URUSAN KAMU MAS , URUS AJA SELINGKUH...." Hana menjawab pun dengan berteriak , namun sebelum Hana menyelesaikan kalimatnya sudah terpotong dengan tamparan keras yang mendarat di pipi mulus Hana .


" PLAK "


Tamparan keras itu membuat pipi mulus Hana menjadi merah dan terdapat tapak tangan Fandi serta sudut bibir hana mengeluarkan darah segar yang mengalir , dengan tersenyum getir dan melihat sang suami dengan sorot mata dingin Hana berkata .


" Heuh Puas , atau masih mau tampar lagi mas , Sekarang aku tahu jawabannya kenapa kamu gak mau nyentuh aku , KAMU JIJIK SAMA AKU MAS , MAKANYA KAMU SELINGKUH IYA ".


Ucap Hana penuh dengan penekanan dan


teriak kembali di akhir kalimat nya masih dengan air mata yang mengalir deras.


" Kenapa Hana apa kamu merasakan sakit , marah dan kecewa melihat aku bermesraan dengan wanita lain ? Kalau iya , berarti sama dengan apa yang aku rasakan selama 2 bulan belakangan ini " .


jawab Fandi penuh dengan kegetiran di relung hati nya.


" DEG "


" Kalau itu yang kamu rasakan mas , rumah tangga kita sudah tidak sehat mas lebih baik kamu ceraikan aku mas , agar kamu terlepas dari wanita menjijikan seperti aku ". Hana mengucapkan kalimat nya dengan bergetar dan hati yang rapuh .

__ADS_1


" PLAAK "


Fandi tak menjawab tapi malah melayangkan tamparan keras lagi di pipi Hana karena emosi yang memuncak dan tak habis fikir dengan ucapan istrinya .


" FANDI APA YANG KAMU LAKUKAN " suara yang menginterupsi pertengkaran sepasang suami istri itu.


Sepasang suami istri itu pun menoleh secara bersamaan ke sumber suara mendapati dua orang parubaya di ujung tangga dan mendelik karena terkejut bahwa pertengkaran nya diketahui oleh orang lain ( Gimana gak ketahuan , orang mereka teriak udah kaya pake toak hehehe ๐Ÿ˜€ ).


****


Flashback di Ruang makan


Setelah kepergian Fandi . Ibu, Bapak dan Mbok Jum pun meneruskan makannya dengan tenang begipun dengan Anak anak yang anteng walaupun tidak di temani kedua orangtuanya , Memang dasarnya Kaka Rama dan adek Rafa tergolong anak anak yang tidak rewel dan pintar .


" Yeay Kaka makanya sudah habis ." teriak Kaka Rama dengan senang karena dapat menghabiskan makanannya sebelum sang adik


" Astaghfirullah Kaka bukan teriak Yeay tapi ucapkan Alhamdulillah sayang ". Akung Tiyo mengingat kan Kaka Rama.


Si sulung pun langsung nyengir dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal karna malu dengan Akung Tiyo nya.


" Hehehe iya maaf Akung , Alhamdulillah ๐Ÿ™".


" njih Bu , " jawab Mbok Jum sambil tersenyum


***


" BUKAN URUSAN KAMU MAS , URUS AJA SELINGKUH...."


" PLAK "


" Heuh Puas , atau masih mau tampar lagi mas , Sekarang aku tahu jawabannya kenapa kamu gak mau nyentuh aku , KAMU JIJIK SAMA AKU MAS , MAKANYA KAMU SELINGKUH IYA ".


Namun obrolan mereka terhenti saat mendengar suara sayup-sayup kegaduhan di lantai atas . Dengan cekatan Bu Tuti dan Mbok Jum beranjak kearah anak anak dan menutup telinga nya .


" Mbok Jum tolong bawa anak anak keluar teras dulu ya ". ucap Pak Tiyo untuk mengamankan anak-anak agar pendengaran mereka tak terkontaminasi dengan pertengkaran orang tua nya.


" Iya Bu Pak , saya bawa untuk menemui suami saya." mbok Jum pun langsung mengajak kedua bocah itu ke kamar paviliun nya.


" Ayo Bu kita lihat ke atas apa yang terjadi sama mereka " . ajak Pak Tiyo .


" Iya Pak , Tapi Bapak naiknya pelan pelan ya , lagian ada apa ya Pak ko tumben anak dan menantu kita bertengkar seperti itu." jawab Bu Tuti sambil beranjak untuk menggandeng tangan suaminya ke lantai atas sumber Kegaduhan .

__ADS_1


****


Flashback end


Kedua paruh baya itu menaiki anak tangga dengan hati hati dan sesampainya di anak tangga atas kedua Parubaya itu di buat terkejut dengan pemandangan yang membuat hati geram pasalnya saat baru sampai mereka melihat dengan jelas putra mereka menampar sang istri hingga terlihat jelas kedua pipi menantunya agak bengkak dan tercetak jelas tapak tangan yang di sertai darah segar yang mengalir dari sudut bibir wanita malang itu.


" APA YANG KAMU LAKUKAN FANDI ". Teriak Pak Tiyo sambil memegang dada kirinya nya. membuat sepasang suami istri yang sedang bersiteru menoleh secara bersamaan.


" I ibu bapak " ucap mereka dengan terbata dan menunduk kan kepala nya.


Ibu Tuti pun langsung menghampiri sepasang suami istri itu yang sedang berseteru , saat sampai di hadapan sepasang suami istri memandang dengan wajah datar namun mengisyaratkan kesedihan yang mendalam melihat keadaan pasangan itu.


" PLAAK " Tanpa kata Bu Tuti langsung melayang kan tamparan keras ke pipi putra kesayangannya .


" iibu " ucap Hana lirih karena terkejut dengan apa yang di lakukan ibu mertua nya dan Fandi hanya diam menunduk menerima nya.


Ibu Tuti masih diam dengan raut wajah yang tak bisa di artikan hingga .


" Apapun masalahmu , sebesar apa kesalahan istrimu ( Bu Tuti mengambil tangan Fandi dan mengangkatnya ) bukan dengan ini kamu menyelesaikan nya atau kamu menghukum nya , Ibu sungguh kecewa dengan apa yang kamu lakukan pada istrimu Fandi . Kamu benar benar mengecewakan ." ucap Ibu Tuti disertai air mata yang mengalir prihatin dengan hubungan Anak dan menantunya.


Bu Tuti pun langsung menghadap ke menantu cantiknya yang sekarang dengan kondisi wajah memprihatinkan . Tangan tua keriput itu terulur menyentuh pelan pipi sang menantu .


" Ini pasti sakit sekali nak , Maafkan anak ibu bapak, nak " ucap penuh kasih sayang , Hana tak kuasa menjawab pertanyaan dari Ibu mertua nya . Wanita cantik itu langsung bersimpuh di kaki ibu mertua nya dan tambah menangis tergugu yang di ikuti oleh Fandi .


" Hana yang salah ibu , mas Fandi seperti ini karena marah dan kecewa dengan sikap Hana yang tak sopan dan tak patuh Ibu huuu


huu huu "


Saat Hana mencurahkan rasa di kaki ibu mertua nya , mereka semua pun terkejut dengan bunyi suara yang cukup keras .


" BRAAKk "


" BAPAK " Teriak mereka serentak.


****


Haduuh cobaan apa lagi yang akan terjadi pada hubungan Hana dan Fandi yaa ...?


Simak terus cerita nya ya gaes jangan bosen , konfliknya makin panas , aku pun nulisnya sampe deg deg an loooh ( Lebay Yo we Ben ๐Ÿคญ ).


Jangan lupa buat dukung terus dengan kasih like , vote dan komen yaaa .. Terimakasih๐Ÿ™๐Ÿ™

__ADS_1


__ADS_2