Perjalanan Pilu Seorang Hana

Perjalanan Pilu Seorang Hana
Bab 160


__ADS_3

Roy tak bersemangat dengan pikiran yang selalu tertuju pada wanita yang telah menjadi istri nya yang kini sedang mengandung calon darah daging yang mengganggu  fokus nya .


Mood nya semakin hancur saat Adiknya sekaligus Direktur Utama di kantor masuk ke dalam ruangan nya . Seperti biasa selalu ada perdebatan yang sangat tak berfaedah antara Kakak Beradik itu namun satu kalimat yang keluar dari mulut Dean yang mana sedikit mengganggu Roy .


" **Jangan suka bermain - main dengan hati dan buat seseorang sakit hati nanti yang ada hati mu sendiri yang akan sakit ." **


Jujur saat ini dalam hati Roy untuk Kasih belum ada rasa Cinta yang ada hanya rasa tanggung jawab karena Kasih adalah istrinya dan sudah mengambil sesuatu yang berharga untuk Kasih serta untuk bayi yang ada di kandungan nya yang Roy yakini adalah darah daging nya tanpa ada sedikit pun keraguan .


Mengenai sosok yang jauh disana saat ini Roy tidak ingin memikir kan hal itu bukan karena sudah melupakan namun lebih tak memikirkan dulu karena fokus nya saat ini hanya pada keluarga nya yang telah ia buat kecewa serta wanita yang sudah menjadi istri sah nya .


" Triiing "


Lamunannya terhenti saat ponsel milik nya berbunyi yang menandakan masuknya pesan singkat dari seseorang yang sudah di tunggu - tunggu oleh nya dan Roy langsung membuka serta membaca pesan nya .


" Roy pulang ke rumah secepatnya ada yang gawat pada Kasih ". isi pesan singkat dari Mamih tersayang nya .


" Deg "


Seketika perasaan nya menjadi khawatir dan cemas saat ada nama seorang wanita yang sedang mengandung darah daging nya dalam kondisi gawat .


Tak pikir panjang Roy langsung menyambar kunci mobil serta Jas nya dan langsung berlari keluar dari ruangan nya , bahkan saat di dalam lift dengan tak sabarnya Roy selalu menekan - nekan tombol turun di lift berharap mesin kotak itu dapat melaju cepat .


" Ting "


Pintu lift terbuka dan Roy langsung berlari melewati Adiknya yang masih berjalan beriringan dengan Joni asisten pribadinya . Melihat tingkah Kakak nya membuat Dean heran .


" Woi Roy mau kemana ?" teriak Dean namun sayang tidak di hiraukan Roy yang langsung masuk ke dalam mobil nya dan tancap gas menuju rumah Dewantara .


" Pak Roy nya sudah pergi Bos dan gak denger ". ucap Joni asisten pribadinya .


" Udah tau , saya juga lihat Joni ". sahut Dean dengan ketus .


********


Roy mengendarai mobil nya seperti tak mengenal fungsi rem yang terdapat  di mobil nya ia terus tancap gas berharap dengan cepat sampai di rumah Dewantara .

__ADS_1


Dan benar saja tak butuh waktu lama kini mobil yang Roy kendarai sudah sampai di depan pintu gerbang rumah Dewantara  seperti biasa ia mengklakson mobil nya untuk memberi tanda pada petugas keamanan agar membuka pintu gerbang .


" Tit tit tit "


Beberapa kali Roy membunyikan klakson namun tetap tidak ada yang membuka kan pintu gerbang membuat emosi pria berumur 32 tahun dan merupakan putra sulung keluarga Dewantara memuncak .


Dengan wajah garang nya Roy keluar dari mobil dan langsung berteriak pada petugas yang ada di pos yang sepertinya sengaja tidak mendengar klakson mobilnya sepeti biasanya .


" WOI BUKA GAK GERBANG NYA "


" SUMPAH YA KALAU SAMPAI INI GERBANG KE BUKA GUE BUNUH LO YA "


Mendengar teriakan Roy untuk pertama kalinya membuat petugas keamanan yang bernama Anto dan Budi berlari menghampiri anak majikannya yang ada di depan gerbang nya dengan wajah marah nya .


" Tapi maaf Mas Roy kan kata Nyonya , Mas nya belum boleh masuk ke dalam rumah ." ucap Pak Anto sedikit takut melihat wajah marah Roy .


" GUE KESINI JUGA DI SURUH MAMIH , BURUAN BUKA GERBANG NYA ". teriak Roy lagi namun masih tak di bukakan.


" ANTO BUKA GERBANG NYA  .... AAAARRRGGGH ".


Sampai ponsel Pak Anto berdering dan mengangkat mendengarkan orang di seberang sana berbicara dan menganggukan kepalanya .


"KALAU UDAH BOLEH MASUK ... YA BURUAN BUKA GERBANG NYA ". teriak Roy lagi dan langsung masuk ke dalam rumah Dewantara setelah pintu gerbangnya di buka oleh Pak Anto dengan berlari meninggalkan mobil nya yang masih berada di luar gerbang .


" Waduuuuh iki piye to Mas Roy ko mobile di tinggal " ucap Pak Anto dengan menepuk kening nya .


*********


Roy masuk ke dalam rumah masih dengan berlari dan nafas yang terengah - engah dan saat ia melewati ruang tengah ia melihat Hana yang sedang menemani ke empat putranya bermain dan menonton TV .


" HANA , KASIH DIMANA huh hah ....". tanya Roy dengan berteriak dan nafas yang bergemuruh dan teriakan Roy membuat kaget kedua baby Sheila dan Sheina yang mana membuat Hana sebel .


" Oooeeek Ooek Ooek "


" Ooek Ooek Ooek "

__ADS_1


" Di kamar ". jawab Hana ketus .


Dan Roy langsung berlari meninggalkan Hana yang cemberut dan dua ponakan kembar nya yang nangis .


" Aaaaiiish baru pulang langsung bikin rusuh si Abang ". oceh Hana dan langsung menenangkan kedua putri kembarnya .


Tak jauh beda dengan sang istri , Dean pun juga di buat kesal saat mobil nya akan masuk ke dalam rumah Dewantara namun terhalang dengan mobil yang sangat ia kenal .


" Bos itu bukannya mobil Pak Roy ko ada di luar ya ". ucap Joni pada Bos nya .


" Udah lo disini aja biar gue yang turun pasti tuh si Roy lagi merengek mau masuk ke rumah ". ucap Dean dan di angguki oleh Joni .


Dean keluar dari mobil nya dan berjalan menuju gerbang yang mana ada Pak Anto dan Pak Budi yang sedang ke bingungan dengan pintu gerbang yang terbuka sedikit .


" Pak Budi , Pak Anto . Kemana si Roy dan kenapa nih mobil di depan gini ? ". panggil dan tanya Dean .


" Siap Bos , Mas Roy nya masuk ke dalam dan ninggalin mobil di sini Bos dan kami kan memang gak bisa bawa mobil bagus gitu Pak Totok dan Agus lagi keluar Bos jadi gak ada yang bisa masukin mobilnya Mas Roy ". jawab Pak Anto .


" Yaudah buka gerbangnya biar saya yang bawa masuk ".ucap Dean .


Dean pun berjalan ke arah mobil nya dimana ada Joni .


" Jon , kamu bawa mobil saya masuk ke dalam  . saya mau bawa masuk mobil si Roy " ucap Dean dan langsung masuk ke dalam mobil Kakak nya .


Saat memasuki rumah Dean sudah mendengar tangisan kedua putrinya dan Dean segera masuk kedalam menuju sumber suara tangisan sang putri yang saling bersahutan .


" Hey sayang ada apa kok si kembar nangis gitu ". tanya Dean pada istrinya .


" Kaget gara - gara denger teriakan Bang Roy ". jawab Hana .


" AAAARRRGH LAGI - LAGI SI ROY .... ROY ". teriak Dean merasa kesal dengan Kakak nya dan langsung dapat lemparan bantal sofa oleh istrinya yang cemberut .


" Kamu juga ngapain teriak - teriak gitu Mas , si kembar makin kenceng nangis nya nih .... Iiih nyebelin sama kaya Bang Roy ". sahut Hana dengan sewot .


" Iya ampuun Maaf sayang ... iya Mas mau mandi kilat dulu terus bantuin kamu ya sayang nya Mas ." rayu Dean .

__ADS_1


" BODO "


*********


__ADS_2