Perjalanan Pilu Seorang Hana

Perjalanan Pilu Seorang Hana
Bab 76


__ADS_3

..." Anugerah hidup paling luar biasa adalah ketika cinta hadir dalam sebuah keluarga yang bahagia "....


******


Mamih Esti dan Papih Dika masih asik bermain dengan bayi kembar Hana dan Dean apalagi 2 bayi cantik itu sudah di mandikan oleh perawat .


Harum khas pun menguar dari tubuh 2 bayi cantik . Dean pun sedang membantu Hana untuk makan tak jarang Dean menjahili Han .


" Aaaa ini suapan terakhir ." kata Dean mengangkat sendok nya .


" Malu Dean jangan begitu ". ucap Hana dan langsung membuka mulutnya .


" Nah gitu dong kalau kamu kenyang anak - anak juga pasti kenyang ." kata Dean dengan lembut .


" Hana mirip sama Papih ya ?". ucap Papih Dika dengan menggendong bayi kedua .


" Hah mana ada orang itu anak Dean ya mirip Dean lah gak usah ngaco ". sahut Dean ketus.


" Dih jangan kaya Papah kamu ya nak bikin pusing ." jawab Papih Dika .


" Apa an sih Pih jadi kemana mana ngomong nya ". ucap Dean ketus .


Hana hanya menyimak percakapan antara Ayah dan anaknya sambil tersenyum . Dan saat keluarga Dean saling bercanda terdengar suara ketukan pintu.


" tok tok tok"


" ceklek " Roy membukakan pintu yang ternyata kedua orang tua dan anak-anak Hana .


" Assalamualaikum " ucap Bu Wina .


" Waalaikumsalam ". jawab serentak . Mamih Esti dan Papih Dika pun memberikan bayi kembar itu pada Hana dan Dean.


Dan langsung beranjak mendekati Bu Wina dan Pak Wahyu dengan memeluk serta saling meminta maaf atas semua yang terjadi dan berbincang-bincang hangat .


Dua bocah laki-laki itu pun langsung beranjak mendekati Hana dan Dean .


" Mamah , Papah , adek bayi ". sapa si sulung Rama dan di ikuti oleh Abang Rafa .


" Kakak sini duduk dekat Mamah dan adek ." kata Hana lembut .


" Abang sama Papah ya nak , semalam masih panas gak badannya ?". tanya Dean pada bocah gembul yang menyender di tubuh Dean .


" Ndak Abang syudah sembuh Papah ." jawab Rafa .


" kiss dulu Papah nya ". ucap Dean dan langsung di turuti si bungsu Rafa.


" cup "

__ADS_1


" ooh pinter banget sih ". puji Dean .


Dan saat pandangan dua bocah laki-laki itu melihat Papih Dika mereka pun langsung beranjak menghampiri Papih Dika .


" Opa , Opa " dan seketika Rama dan Rafa pun nemplok di dekapan Papih Dika .


Bu Wina dan Pak Wahyu pun langsung memeluk tubuh putrinya berganti an serta menanyakan keadaan Hana .


" Gimana ndok udah enakan badannya ?". tanya Bu Wina .


" sudah Bu ". jawab Hana .


" syukurlah , ini cucu Ibu yang pertama atau kedua ya ?". tanya Bu Wina bingung dengan cucu kembar nya.


" Ini yang kedua Bu tu lihat nya dari dagunya yang terbelah kalau yang pertama gak ada ". kata Dean .


" Ooalah Papah nya malah yang tau , sini di gendong sama Uty ya . " kata Bu Wina dan mulai menggendong bayi cantik kedua Hana.


" Mamih juga mau gendong dong ". ucap Mamih Esty dan langsung mengambil bayi pertama di pangkuan Dean .


" Astaga Mamih pelan ih ini anak Dean tau ." ucap Dean pada Mamih Esty .


" Mamih juga tau Dean , sekarang aja ngaku kemarin kemana aja ". jawab Mamih Esty .


" Mamih ih mulai melebar kemana-mana udah sana ah ". kata Dean malas .


Mendengar pertanyaan dari Papih Dika ,Dean dan Hana pun langsung tersenyum dan mengangguk kan kepala nya .


" Kalau yang pertama Sheila Putri Dewantara dan yang kedua Sheina putri Dewantara ." kata Dean .


Dean pun langsung memegang tangan Hana dengan lembut .


" Kamu suka sama nama yang saya kasih ?" tanya Dean .


" suka bagus namanya ". jawab Hana sambil tersenyum manis .


Mendengar jawaban dari Dean atas nama bayi kembarnya semua pun berseru senang .


" Kakak , Abang sini dari tadi sama Opa sama Om Roy mulu , Papah sama Mamanya di cuekin ". ucap Dean pada dua anak laki laki .


Mendengar panggilan Dean si sulung Rama dan adek Rafa pun berlari menuju Dean dan Hana saling bercanda bersama .


*****


Dilain tempat seorang pria sedang terduduk di sebuah taman dengan perasaan yang tidak dapat di artikan .


Pria itu adalah Fandi setelah kemarin malam ia menghubungi putra sulungnya yang mengatakan bahwa si anak sedang berada di Kota Bali karena sang Mamah telah melahirkan bayi kembar perempuan . Perkataan anak sulung nya membuat hati Fandi seperti tersayat apalagi saat ia menanyakan pada anak sulung nya siapa yang menemani sang mantan istri melahirkan , Dan sang anak menjawab .

__ADS_1


" Mamah di temani Papah Dean ". kalimat singkat yang mampu memporak porandakan perasaan Fandi .


" Deg "


hatinya benar-benar merasakan sakit saat mengetahui bahwa posisinya mulai tergantikan oleh pria lain .


" Apa posisi ku sudah tergantikan oleh nya Hana , kenapa secepat itu ?" pertanyaan yang ada di benak seorang Fandi .


Tak bisa di pungkiri cinta Fandi masih sangat besar pada seorang Hana Fishera namun semuanya sudah terlambat , keegoisan nya lebih besar dari cinta nya dan sekarang menyesal pun tak ada gunanya.


Hingga lamunan pria manis ini pun terbuyar karena mendengar suara tangisan seorang anak kecil yang tak jauh darinya .


" huuwaa huua huuaa "


sontak Fandi pun melihat pada anak kecil yang di perkirakan berusia 6 bulan sedang di gendong seorang wanita paruh baya yang berpenampilan lusuh , kumel dan baju yang compang camping berbanding terbalik dengan balita yang di gendong nya .


Fandi merasa ada yang aneh dengan wanita itu akhirnya ia pun mendekati wanita itu masih dengan mendekap erat tubuh balita itu sehingga membuat sang balita menangis dengan keras . Fandi yang tak tega pun berusaha melepaskan bayi itu dari wanita itu .


" Lepaskan anak itu ". ucap Fandi .


" ini anak ku , ini anak ku ". jawab si wanita itu sambil memutar mutar tubuh nya membuat balita itu menangis semakin kencang .


" Wah wanita ini gak waras kayanya ni , kasihan anak itu ." gumam Fandi dalam hati .


Fandi masih mendekat pada wanita gila itu yang masih berputar putar hingga saat wanita itu membelakangi Fandi dengan cepat Fandi menarik baju yang di pakai wanita itu hingga terjatuh dengan posisi terlentang dan Fandi pun langsung mengambil balita itu dan langsung menggendong nya .


wanita itu pun bangun ingin merebut kembali namun saat Fandi membentak nya dengan keras si wanita yang di perkirakan gila itu pun lari menjauh dari hadapan Fandi .


Fandi pun mulai menenangkan balita itu .


" cup cup cup sudah yaa jangan nangis


lagi ya ". kata Fandi sambil berjalan dan duduk di kursi yang di duduki nya dan memberikan minum yang di bawanya pada balita yang ada di dekapannya , balita itu pun langsung mulai minum air mineral dari botol yang di bantu oleh Fandi dan tiba-tiba ia terdengar suara wanita yang berteriak dan jalan mendekati nya .


" HEI KAMU KASIH APA ITU SAMA ANAK KU HAH… EMANG ORANG JAHAT , PENCULIK BAYI "


" LEPASIN ANAK KU … LEPAS "


teriak wanita itu sambil memukul mukul punggung Fandi dengan tas yang di bawanya .


Fandi yang mendengar teriakan wanita itu pun takut bila banyak orang yang mendengar dan ia akan di amuk massa akhirnya dengan cepat Fandi menarik tubuh wanita itu sehingga membentur tubuh Fandi dan langsung menutup mulut wanita itu dengan tangan satu yang bebas membuat si wanita itu terkejut dengan posisi seperti berpelukan dan saat mereka sama sama terkejut dengan posisi itu tiba-tiba seseorang menginterupsi nya.


" Fan Lo ngapain ?" . ucap orang itu yang membuat Fandi terkejut dan langsung melepaskan wanita itu dari dekapan nya sehingga sang wanita terjatuh .


" Aauwh " pekik wanita itu sambil mengelus punggung nya .


******

__ADS_1


__ADS_2