
Setelah melihat dua orang yang di bawa orang suruhan dean dan Papih Dika membuat semua orang yang ada di ruangan itu terkejut terutama Roy yang melihat kenyataannya bila adik angkat Papah nya bekerja sama dengan mantan kekasih untuk menipu diri nya .
" Om Harry , Monika kalian ?". ucap Roy tak habis pikir .
" Roy , Om bisa jelaskan semuanya karena wanita ular ini yang sudah menyuruh Om untuk berbuat seperti ini ". ucap Om tanpa membantah ucapan Om Harry .
" Roy berbaik hati pada Om karena Roy mau memberikan kesempatan untuk om berubah tapi ternyata apa , Om tetap tidak bisa di percaya ". jawab Roy pada Om Harry .
" Roy Maafkan Om ... Oke Om akui Om sudah banyak salah pada keluarga dan kamu Roy untuk menebus semua kesalahan yang sudah Om lakukan , Om akan menerima semua keputusan dan hukuman dari mu Roy tapi satu permintaan dari Om tolong maafkan Om mu ini dengan ikhlas dan tulus ." ucap Om Harry dengan mata yang berkaca-kaca .
" Roy membantu Om Harry tulus tanpa melihat kesalahan yang sudah Om perbuat kepada orang tua Roy , bahkan sampai harus main kucing kucing an dengan keluarga dan istri Roy tapi Om Harry dengan tega nya berbohong ...". ucap Roy dengan kepala yang menunduk dengan air mata yang menggenang dan meremas rambut nya . Sedih dan kecewa itulah yang menggambarkan perasaan Roy tak bisa di pungkiri bahwa Roy sangat menyayangi Om nya yang dulu saat ia masih kecil sangat baik dan menyayangi nya .
Roy mau melakukan ini semua karena berharap banyak Om nya bisa berubah dan kembali menjadi seorang paman yang hangat untuk keluarga namun ternyata ia salah menilai .
Kasih yang melihat keadaan kacau Suami nya pun merasa tak tega , wanita hamil itu beranjak jalan mendekati suami nya dan Dean yang melihat Kasih mendekat ia pun langsung beranjak duduk di dekat Istrinya .
Kasih yang sudah duduk di samping Roy pun langsung mengusap lembut bahu suaminya .
" Ka ...". panggil Kasih dengan pandangan yang teduh dengan tangan yang masih mengelus lembut bahu Roy dan Roy yang mendengar panggilan dari istrinya pun langsung mendongakkan kepalanya melihat pada Kasih , Roy menangkap tangan Kasih yang ada di bahunya dan mengecupnya dengan lembut serta berbisik .
" Maaf " bisik Roy dan Kasih menganggukkan kepalanya serta memandang wajah kacau suaminya dan pandangan Roy langsung beralih pada 4 orang anggota polisi yang masuk ke dalam rumah Dewantara .
" Selamat siang Tuan Dewantara , maaf kalau kedatangan kami mengganggu ". ucap salah satu anggota polisi itu pada Papih Dika .
" Ya , ada apa ya Pak dan sepertinya kami tidak ada yang melapor pada pihak yang berwajib ." jawab Papih Dika .
" Benar Tuan anda memang tidak melapor apapun ke kantor kami tapi kami kesini karena mendapat kan laporan dari pihak bandara bahwa target buruan kami di bawa oleh bagian dari keluarga Dewantara ke rumah ini ". jelas anggota polisi itu pada Papih Dika .
" Maksud Bapak sekalian siapa target buruan anda dan atas kasus apa ?" tanya Papih Dika pada polisi itu dan ke empat polisi itu langsung melihat pada Om Harry dan Monika yang masih terduduk diam dilantai dengan pasrah dengan nasib selanjutnya .
" Tuan Harry dan nona Monika adalah target buruan kami yang sudah buron hampir 3 bulan ini karena kasus penggelapan dana dan penipuan kepada beberapa pengusaha . Bagaimana Tuan Dewantara bisa kami membawa mereka ke kantor polisi ?". tanya salah satu polisi itu pada Papih Dika . Dan Papih Dika pun langsung menoleh pada Roy untuk meminta pendapat . Monika yang tau akan di bawa ke kantor polisi atas perbuatan nya langsung mencoba meminta maaf kepada Roy agar Roy bisa membantu nya berbeda dengan Om Harry yang diam terlihat pasrah akan nasibnya .
" Roy , aku mohon maaf kan aku dan tolong bantu aku agar tidak di masukkan ke dalam penjara setelah itu aku janji Roy akan pergi jauh tak mengganggu kamu lagi Roy ".dengan merangkak di depan Roy serta memegang lutut Roy Monika memohon agar Roy membantu nya dan Kasih yang melihat Monika memegang Suami nya di buat sebal dan dengan kasar menghempaskan tangan Monika dari lutut suaminya .
" Bisa gak sih kalau gak pegang - pegang suami orang ". ucap Kasih dengan nada jutek dan Roy yang melihat itu pun meminta Monika menjauh dari nya dan langsung menggenggam tangan Kasih .
" Tolong jangan dekat Monika karena istri saya tidak nyaman melihatnya ..." pinta Roy pada Monika yang langsung memundurkan tubuhnya.
" Gimana Roy keputusan mu karena biar gimanapun Harry adalah paman mu ". tanya Papih Dika pada Roy dan Roy yang mendengar pertanyaan dari Papih Dika pun langsung menatap pada Om Harry yang menganggukkan kepalanya pertanda ia menerima semua keputusan dari Roy .
Dan Roy beralih pada empat anggota polisi itu .
" Ya Pak bawa saja mereka untuk mempertanggungjawabkan perbuatan yang sudah mereka lakukan ". kata Roy pada anggota polisi itu dan empat polisi itu langsung meringkus dan memborgol tangan Monika yang memberontak dan memborgol om Harry yang diam menerima tanpa perlawanan .
__ADS_1
" Terimakasih banyak atas kerjasama dari keluarga Dewantara dan kami mohon undur diri . permisi ". ucap polisi berpamitan dengan membawa Om Harry dan Monika .
Papih Dika pun mendekat pada Roy dan menepuk pundak nya .
" Kamu yakin dengan keputusan mu Roy , kamu bisa menjamin om Harry mu itu bila mau ". ucap Papih Dika pada putra sulungnya .
Roy pun mendongakkan kepalanya tersenyum manis pada Papih Dika .
" Ya Roy yakin Pih biar Om Harry belajar dan merenungkan kesalahan yang sudah dia perbuat ." jawab Roy .
" Oke kalau memang itu keputusan mu dan satu pesan Papih Jangan mudah percaya pada orang bukan Papih mengajari mu jahat pada orang yang sudah pernah menyakitimu tapi sikap waspada itu penting Roy dan terbukalah selalu pada keluarga terutama pada istrimu tentang masalah apapun yang terjadi ". ucap Papih Dika pada Roy .
" Pih itu pesannya bukan cuma 1 Pih ". sahut Dean menggoda Papih nya .
" Masa sih ... yaudah selebihnya bonus yang harus di ingat ya Roy ." jawab Papih Dika dengan tertawa dan Roy langsung berdiri dan memeluk Papih Dika dan bergantian pada Mamih Esty dan Dean dengan mengucapkan permohonan maaf dan terimakasih .
Dan terakhir Roy pun langsung memeluk hangat Kasih dengan tersenyum manis .
" Maaf ya Bun udah buat kamu gak tenang ". ucap Roy pada Kasih yang juga tersenyum manis .
" Iya tapi ingat ya Ka kalau ada apa-apa cerita sama Kasih walaupun gak bisa bantu paling gak dengan bercerita kita akan lebih lega ". jawab Kasih dan mereka pun berpelukan hingga Roy memekik kaget karena perutnya merasakan tendangan dari calon anaknya .
" Aduuh kenceng banget sih Dek nendang nya ". ucap Roy dan Dean langsung menyahut.
" Itu tandanya dia gak mau deket-deket sama Lo Roy atau mungkin Lo bau ". sahut Dean dan langsung mendapat cubitan dari istrinya yang sedang berada di rangkulannya .
" Aduuuh sakiiitt sayang kumat nih tangannya ". ucap Dean dan Roy yang mendengar ucapan Dean dan Hana pun tertawa lepas .
" Hahahaha Mampus Lo makanya tuh mulut jangan usil ..." kata Roy masih dengan tertawa .
" Han sekalian cubit bibir nya yang usil tuh ...". kata Roy pada Hana .
" Berisik Lo Roy ... huh tau gitu gak gue bantu Lo , bodoh di pelihara ". ucap Dean pada Roy dan semua termasuk Papih Dika dan Mamih Esty pun hanya tertawa melihat kelakuan kedua putranya .
" Kalau Lo gak bantuin gue ... apa gunanya Lo Dean ".jawab Roy .
" Diihhh sialann mulut Lo Roy. ... " sahut Dean .
" Eeemmp ..." Saat Roy akan membalas Dean namun mulutnya sudah di tutup oleh telapak tangan Kasih.
" Berisik Ka Roy ". kata Kasih dan semua orang pun tertawa bersama an dengan Dean yang mendekat pada Roy dan langsung memeluk tubuh Roy .
" Sampai kapan pun Lo tetap Kakak terbaik buat gue jadi lain kali cerita kalau ada apa-apa dengarkan Lo Roy Fernando ..." ucap Dean dengan tulus pada Roy.
__ADS_1
Dan Roy pun membalas pelukan Dean tak kalah erat .
" Dan Lo juga tetap adik terbaik buat gue ... Maaf untuk hal ini selanjutnya kita harus saling terbuka dan saling bantu ya De terimakasih Dean Prada Dewantara ... " jawab Roy .
Hana yang berjalan mendekati Kasih pun menyenggol lengan Kasih pelan .
" Mereka udah kaya Teletubbies berpelukan Mulu ya Kas ..." ucap Hana pada Kasih sambil melihat para suaminya .
" Iya ya Han kalau berpelukan terus gitu alamat kita di kacang in Han ..." jawab Kasih .
Hana dan Kasih pun saling tatap dan akhirnya tertawa bersama sambil berjalan menuju pintu lift .
" Hahahaha hahahaha "
Dean dan Roy yang mendengar tawa para istrinya pun langsung melepaskan pelukannya dan melihat pada istri mereka yang sudah masuk kedalam pintu lift yang terbuka .
" Loh kamu mau kemana yank ?". tanya Dean pada Hana .
" Mau cari si kembar udah waktu nya minum susu mereka ." jawab Hana .
" Kalau kamu mau kemana Bun ?". tanya Roy pada Kasih .
" Mau cari Kakak Rama dan Abang Rafa buat di peluk ". jawab Kasih sekenanya .
" Lah kan ada aku Bun ". ucap Roy .
" Ka Roy puas puasin aja tuh pelukan sama Dean ". jawab kasih sambil menutup pintu lift .
Roy dan Dean yang mendengar jawaban Kasih pun saling tatap dan seketika Roy menoyor kepala Dean .
" Lo sih De pake peluk peluk Mulu ...kan kasih milih cari orang buat di peluk selain gue ." ucap Roy pada Dean langsung beranjak pergi menaiki anak tangga meninggalkan Dean yang mengelus kepala nya .
" MAKANYA BIAR GAK GUE PELUK JANGAN SOK MELLOW ... DASAR CALON BUCIIN SIALANN ...." Umpat Dean dengan berteriak membuat Papih Dika dan Mamih Esty menggeleng kan kepalanya melihat kelakuan kedua putranya .
" Dean jangan teriak - teriak gak malu sama empat anak kamu hah ..." ucap Mamih Esty sambil mengajak Papih Dika ke kamarnya .
" Ayok Pih ke kamar aja istirahat dari pada nge denger suara Dean yang ada kita budek sebelum waktunya ." kata Mamih Esty pada Papih Dika yang menganggukkan kepalanya mengikuti langkah Istrinya .
Dean yang mendengar ucapan Mamih nya pun hanya menganga hingga saat Papih Dika ada di sampingnya dan menepuk bahu nya dan berkata .
" Ngapain masih berdiri di sini ... sana kembali ke habitat mu Dean lantai 3 ". ucap Papih Dika dan langsung berlari masuk ke dalam kamar nya .
" DASAR PAPIH MAMIH KURANG BAIK ". teriak Dean .
__ADS_1
"AAAARRGG kenapa jadi gue yang di tinggal gini ".
***********