
Dean berangkat ke kantor tepat saat meeting akan di mulai membuat semua warga Dewantara Group bisa bernafas lega pasalnya meeting kali ini akan di hadiri semua Audit , Komisaris besar serta Wakil nya yang tak lain adalah Papih Dika dan Tama serta semua pemegang saham di Dewantara Group .
Sebelum masuk keruang meeting Joni sudah mempersiapkan semua berkas yang akan menjadi pembahasan di meeting kali ini . Saat Dean akan menuju ke ruang meeting ia bertemu dengan Wakil Direkturnya yang tak lain adalah kakaknya yang akakn menghadiri meeting kali ini .
" Huh ... berangkat juga ternyata , gue pikir masih tepar di ranjang empuk ".ucap Roy sarkastik .
" Berisik Roy lo pikir gue gak ngerti sama tanggung jawab gue apa ... Oh ya terimakasih atas ide lo yang nyuruh gue buat ajak Hana bergadang sukses broh .... Ooops sorry jomblo ngenes kaya lo mana ngerti ya ... ".balas Dean dan langsung berjalan dengan cepat meninggalkan sang kakak yang geram .
" DASAR ADEK LUCN*T GAK ADA AKHLAK ". teriak Roy dan beruntungnya di sana tak ada orang .
Roy pun langsung melangkahkan kakinya menuju ruang meeting menyusul Adeknya .
*********
Akhirnya meeting selesai dalam 2 jam dengan lancar karena memang Dewantara Group kali ini tak ada masalah berarti dalam segala sesuatunya .
Di ruang meeting tinggal lah Papih Dika , Om Tama , Dean , Roy dan Joni yang masih asik mengobrol dengan santai .
" Datang jam berapa Direktur Utama kita ?". tanya Papih Dika menyindir putranya . Dan yang di sindir sedang asik ber kirim pesan dengan istri cantik nya .
" Pura - pura gak denger dia Pih ". ucap Roy .
" Gue denger Roy lo pikir telinga gue udah gak berfungsi apa ". jawab Dean masih tidak mengalihkan perhatiannya pada benda pipih yang ada di genggamannya .
" Kalau denger kenapa gak di jawab pertanyaan dari Papih hem ". sahut Roy .
" Gak penting di jawab yang penting kan gue udah dateng kesini dan urusan Dewantara Group beres ". jawab Dean dengan santai . Dan Roy pun diam karena benar walaupun Dean terlihat santai dalam mengelola perusahaan dan terkesan tak serius namun entah di waktu apa dia mengerjakan pekerjaannya dengan baik .
" Kamu tau Tama , saya dan istri di kerjain tuh sama bocah bahlul semaleman saya dan istri ngurusin kedua bayi kembarnya dan untung dua cucu laki - laki saya anteng jadi saya sedikit bisa nafas Tama ". kata Papih Dika pada Om Tama yang tak lain orang kepercayaannya .
" Memang di tinggal kemana Pak sama si Bos dan istrinya ?". tanya Tama pada Papih Dika .
" Kamu tanya aja sama orang nya , kemana dia '. ucap Papih Dika .
" Semalam kemana Bos ?" tanya Om Tama pada Dean yang masih sibuk dengan ponselnya.
__ADS_1
" Ya enak enak lah ". jawab Dean yang tak fokus dan sadar pada Om Tama jawaban Dean membuat semua seisi orang yang ada di ruangan tertawa dengan lepas .
" Haaa haaa haaa "
" Hahahaha hahahaha "
Dean yang baru tersadar dengan apa yang di bicarakan pun langsung beranjak keluar dari ruang meeting karena malu dan ada sesuatu yang mewajibkannya untuk pulang .
" Woy Pak Direktur mau kemana ?" teriak Roy menggoda Adeknya yang akan mencapai pintu keluar ruangan .
" PULANG " ucap Dean dan langsung keluar dari ruangan tanpa berpamitan pada semuanya . Dan di ikuti oleh Joni sang asisten pribadi .
" Astaga Pih baru ini ada Direktur Utama sesantai dia ". ucap Roy pada Papih Dika .
" Ya seperti itu lah Dean bocah bahlul yang penting kerjaan dia beres aja Roy kalau gak beres baru kita bertindak ". jawab Papih Dika dengan santai .
" Ehemm " Roy berdeham .
" Pih ada yang mau Roy bicarakan bisa ?". ucap Roy pada Papih Dika .
" Silahkan dan Papih rasa adanya Om Tama tak ada masalah kan ". jawab Papih Dika dan di angguki oleh Roy .
" Apa ada misi tertentu Roy ?". tanya Papih Dika . Yang mana membuat Roy gelagapan .
" Aahk Em ...." Roy tergagap .
" Sepertinya itu perusahaan yang terancam bangkrut Roy dan di pimpin oleh anak gadis dari pemilik perusahaan itu yang sudah meninggal dunia ". sahut Om Tama dengan tenang .
" Papih tak masalah namun Papih berharap kamu tak pernah memakai cara kotor dan tak merugikan siapa pun untuk memenuhi misi mu Roy ". ucap Papih Dika dengan santai
"Papih selaku orang tua mu selalu mendukung anak-anak nya yang terbaik , lakukan bila itu masih di Rana yang baik ". ucap Papih Dika lagi dan beranjak berdiri di ikuti oleh Om Tama dan menepuk bahu putrantya yang termenung .
" Papih akan tutup mulut mengenai ini pada Dean dan Mamih Roy ".ucap Papih Dika dan langsung keluar dari ruangan meeting meninggalkan Roy yang masih terdiam di tempat duduknya .
" Papih kaya tau apa yang bakal gue lakuin .... Ahk gak mungkin lah kan hal ini hanya gue , Oki dan bartender itu yang tau ". gumam Roy berpikir positif .
__ADS_1
Roy tak menyadari atau lupa siapa Papih Dika dan Om Tama yang sungguh luar biasa itu .
********
Setelah kepergian suaminya pergi ke kantor Hana mengistirahatkan tubuhnya yang masih terasa sangat remuk .
Hana tidur siang di ranjang nya dengan si kembar yang berada di sisi kanan dan kirinya .
Saat enak enak nya tidur siang ponsel Hana berdering terus menerus yang membuat Hana terbangun . Hana langsung mengambil ponselnya yang tak jauh dari dirinya .
Hana mengernyitkan keningnya saat melihat nama yang tertera di ponselnya Ayahnya Rama dan Rafa.
" Hallo assalamualaikum ". salam Hana .
" Waalaikumsalam Hana ". jawab Fandi .
" Iya gimana mas kalau mau ngobrol sama Rama dan Rafa kan kamu sudah tau nomor ponsel mereka ?" tanya Hana .
" Maaf ganggu . Bukan Hana tapi mas sekarang lagi ada di Jakarta dan Mas mau ketemu sama anak-anak gimana bisa gak ?". ucap Fandi .
" Eem begitu ya tapi anak - anak masih belum pulang sekolah dan nanti di jemput sama papah nya ". jawab Hana .
" Kalau mas yang ke rumah kamu bisa ?". tanya Fandi .
" Hana gak bisa mutusin Hana harus tanya sama suami dulu , Sebentar Mas . Hana mau tanya dulu gak usah ditutup gak apa-apa ko ". jawab Hana sambil berjalan kearah telpon rumah dan Hana mulai menekan nomor ponsel suaminya .
" Tut Tut Tut"
" Halo sayang lagi dimana ?"
" Iya Hana mau minta izin , ayah nya anak - anak ingin datang ke rumah gimana bisa ?".
" Oh ya udah makasih ya Papah Dean ku , iya di tunggu ko pulang nya hati - hati ."
obrolan sekilas Hana dan Dean yang di dengar oleh Fandi sang mantan suami .
__ADS_1
" Bisa mas , mas datang aja nanti Hana kirim alamatnya lewat pesan ya , Assalamualaikum " tanpa menunggu jawaban dari Fandi, Hana memutuskan panggilan nya .
*******